
Hari berganti Hari dan bulan berganti
tak terasa kandungan ralin akhirnya memasuki trismeter terakhir, dia sekarang tinggal menunggu waktu HPL yang sudah diperkirakan sebelumnya.
faiz dan faizza yang sudah berusia 2 tahun itu sangat antusias karena alicia selalu mengatakan jika mereka akan mempunyai teman baru. mereka selalu tertawa riang saat alicia mengatakan hal itu.
dan untuk arka jangan ditanya lagi, sejak trismeter awal kehamilan ralin , dia sudah dibuat pusing oleh ngidam nya ralin yang selalu aneh-aneh. bahkan terkadang arka harus menahan emosi nya.
tapi kekesalan itu berubah menjadi ke khawatiran
saat melihat perut ralin yang semakin hari bertambah besar itu. melihat ralin selalu meringis dan kesulitan mencari posisi untuk tidur. dan akhir-akhir ini ralin sering mengeluh sakit di pinggangnya, hal-hal seperti itu selalu menimbulkan ke khawatiran arka.
terkadang dia bertanya pada mamanya bagaimana caranya agar bisa membantu keluhan istrinya itu. dan terkadang apa yang disarankan bu mona sedikit banyak membantu ralin mengatasi keluhan nya.
bahkan dia terkadang sampai bertanya pada papa dan kakaknya. tapi suasana akan menjadi melow jika arka bertanya pada raka seputar ibu hamil dan melahirkan, karena raka tidak mengetahui apapun sama sekali, dan raka selalu terisak kecil saat mengingat perjuangan istrinya yang seorang diri saat mengandung dan melahirkan anak-anaknya.
karena itulah arka trauma bertanya pada kakaknya itu, dan pada akhirnya arka memasang aplikasi khusus yang akan selalu menghubungkan nya dengan dokter secara online, itu dilakukannya agar lebih memudahkan nya bertanya dan mengatasi keluhan-keluhan yang dialami ralin
seperti pagi ini, arka dibuat tegang karena setelah bangun tidur ralin meringis sembari memegangi perutnya
" kenapa perutnya ? sakit ? " tanya arka panik
ralin hanya menggeleng,
" gak mas.. cuma tadi kayaknya dia nendang deh" sahut ralin sembari meringis dan mengusap lembut perutnya.
arka pun mengusap lembut perut ralin agar bisa sedikit mengurangi yang dirasakan oleh ralin. dia terlonjak kaget saat merasakan gerakan dari bayinya yanh sangat aktif itu
" dia selalu seperti ini ? sejak kapan ? " tanya arka antusias
" sejak memasuki trismeter kedua, sekitar usia kehamilan 5 atau 6 bulan kayaknya mas " sahut ralin
arka tersenyum senang dan terus merasakan gerakan aktif dari bayinya itu.
kenapa aku merasakan hal ini sekarang. hey nak.. kenapa baru menyapa papa sekarang hemm..
ralin kembali meringis saat merasakan tendangan kecil dari perutnya, dan arka pun segera menghentikan aktivitas nya dan menatap ralin
" masih sakit ? ke dokter saja ya. " ucap arka
ralin hanya menggeleng
" gak usah mas.. gak apa-apa kok. nanti juga reda sendiri " sahut ralin
arka pun akhirnya mengalah dan menuruti kehendak istrinya itu.
tak lama bi inah membawakan sarapan untuk ralin, semenjak kehamilan ralin memasuki bulan ke 8, arka melarang ralin untuk beraktivitas terlalu banyak. bahkan arka sampai pindah ke kamar di lantai bawah agar ralin tidak perlu naik turun tangga lagi. dan akhir-akhir ini bahkan untuk makan sekalipun bi inah akan mengantarkan nya ke kamar .
ralin hanya bisa berjalan-jalan dan berolahraga santai di kamar untuk merenggangkan tubuh nya yang sering terasa pegal.
..
1 minggu kemudian
__ADS_1
Saat ini ralin dan alicia tengah melihat faiz dan faizza yang sedang asik bermain di taman. alicia mengusap perut ralin
" kapan hpl nya dek ? kayaknya udah gak lama lagi ya ?" tanya alicia
" iya kak.. sekitar 4 atau 5 hari lagi lah kak. idaah sering kontraksi palsu kak. " sahut ralin
" semangat ya. banyak-banyak jalan , keliling taman ini juga gak apa-apa. biar lancar persalinan nya nanti " ucap alicia
" iya kak.. semoga saja bisa normal nanti kak. ralij takut dioperasi soalnya " ucap ralin
" iya semoga saja. "
Malam Harinya
Ralin yang memang akhir-akhir ini kesulitan untuk tidur akhirnya memilih untuk membaca buku sembari bersandar di tempat tidur, sedangkan arka sudah tertidur pulas di sebelahnya. sepertinya calon ayah itu sangat kelelahan. dia langsung tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal.
ralin menoleh dan tersenyum pada arka yang tertidur dengan lelap nya seperti bayi itu. perlahan ralin mengusap lembut kepala arka
terimakasih sudah bekerja keras selama aku hamil mas.. pasti kamu kelelahan sekali ya .
tiba-tiba perut ralin menegang, pinggangnya seketika berdenyut dan perutnya yang menegang berubah menjadi rasa sakit. ralin meringis, tangannya mencengkram kuat buku yang dipegangnya, sedang 1 tangannya mengusap perutnya
kamu kenapa nak ? apa sudah mau ketemu sama mama dan papa hem.. ?
dirasa sakitnya tidak sama sekali berkurang, ralin pun akhirnya membangunkan suaminya itu. diguncangkan nya tubuh arka dan ralin semakin meringis menahan sakit
" Mas bangun... bangun mas..." ucap ralin
arka mengerjab membuka matanya,
" perut aku sakit mas.. kayak nya ini sudah waktunya dia lahir mas.. " ucap ralin
" sekarang ?"
" iya mas.. sekarang "
" hemmm " arka hanya berdehem
" mas..ini aku mau lahiran mas...sakit...akh.." pekik ralin kesal
arka langsung bangun dan terduduk, dia berusaha menghilangkan rasa kantuknya, dan mendekati ralin yang sedang meringis sembari memegangi perutnya.
arka panik bukan main, dia langsung bangun dan berjalan kesana kemari
" aku harus bagaimana ?"
" kerumah sakit sekarang mas " pekik ralin kesal.
" ah iya, " arka pun langsung memapah ralin dan menuntunnya keluar kamar, dia menyuruh ralin untuk duduk di sofa ruang tamu, sementara itu dia berlarian menuju kamar mamanya.
bu mona dan pak hadi segera turun menghampiri menantunya yang sedang duduk di sofa sembari meringis menahan sakit.
" arka bawa tas perlengkapannya " ucap bu mona
__ADS_1
" iya ma.."
pak hadi pun menelepon raka, jika dia berteriak maka itu akan membangunkan cucu nya yang sedang tertidur.
tak lama raka dan alicia pun turun dan menghampiri mereka. akhirnya ralin pun masuk ke mobil, di sebelahnya wajah arka sudah pucat dan kepanikan melanda dirinya
sementara itu raka bertindak sebagai sopir dan alicia duduk di sebelah raka sembari terus memberi arahan pada ralin untuk mengatur nafasnya perlahan.
raka juga berkeringat mendengar rintihan yang keluar dari mulut ralin
sesakit itukah rasanya ? lalu bagaimana dengan alicia yang melahirkan kedua anak ku ? apa dia merasakan sakit yang sama ? atau bahkan mungkin lebih sakit ?
perasaan bersalah seketika muncul di pikiran raka, namun dia masih tetap bisa fokus mengemudikn mobilnya
pak hadi dan bu mona menyusul dibelakang bersama supir pribadi. sementara faiz dna faizza dijaga oleh bi inah dirumah.
..
rintihan demi rintihan terus keluar dari mulut ralin, arka hanya bisa menemani ralin sembari menggenggam erat tangan ralin. sesekali arka mengusap keringat yang merembes di dahi dan leher ralin.
panik dan tegang. itulah yang dia rasakan sekarang, tapi sepertinya tenaga nya ikutan melemah sehingga arka tidak terlalu banyak bicara dan hanya setia menemani istrinya dan menerima setiap pukulan, cengkraman dna gigitan yang diberikan ralin padanya.
Sementara itu, di luar ruangan pak hadi dan bu mona menunghu dengan cemas, begitu juga dengan alicia, sementara raka ? dia menggigit jarinya sendiri dan termenung, mendengar rintihan ralin membuat rasa bersalah nya pada alicia kian menjadi, karena saat istrinya itu sedang mengandung bahkan bertaruh nyawa saat melahirkan anak-anaknya, dia tidka berasa disisinya,
alicia yang melihat ekspresi suaminya itu langsung memegang tangan raka.
" mas kenapa ? sakit ?" tanya alicia khawatir
raka menggeleng lesu
" maafin mas ya sayang , " ucapnya lirih
alicia terheran sendiri
mas raka kenapa lagi ini
" mas gak ada di samping kamu saat kamu melahirkan anak-anak kita, pasti saat itu kamu kesakitan sekali bukan ? maaf.. " ucap raka dengan mata berkaca-kaca menahan tangis
pak hadi dan bu mona terenyuh melihat ketulusan cinta putra sulungnya pada istrinya itu,
alicia tersenyum haru lalu mengusap pipi raka, raka memejamkan matanya merasakan sentuhan hangat tangan istrinya itu
" mas..itu sudah berlalu. aku sudh sering bilang bukan ? itu bukan kesalahan mas. mas sudah menjadi papa yanh sangat baik untuk faiz dan faizza. jadi mas gak perlu merasa bersalah lagi pada kami , hemm " ucapnya lembut
raka memeluk istrinya itu dan berbisik
" sayang, pengaman nya jangan di lepas dulu ya , mas masih belum siap melihat kamu kesakitan seperti ralin saat ini " bisiknya
alicia mengerutkan keningnya
terlambat mas, baru tadi pagi aku lepas
alicia hanya mengusap punggung suaminya itu
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.