Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Risya !!


__ADS_3

Arsya dan risya sudah sampai dirumah, risya langsung menemui alicia dan keponakannya untuk memberikan hadiah yang baru dibelinya tadi.


sementar arsya celingak-celinguk mencari keberadaan kedua kakaknya


" huffty...aman " ucap arsya seraya mengusap dadanya saat menyadari kedua kakaknya tidak berada disana.


" aman apa ?" ucap Arka yang tiba-tiba berdiri di belakang arsya.


" waaaa.." pekik arsya kaget.


" apaan sih kak, bikin jantungan arsya aja " protes nya lagi


Arka hanya menatap datar pada adiknya itu.


" aman kenapa ?" tanya Arka lagi


" ya ..aman karena kami gak pulang telat kak " sahut arsya sembari cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal


Arka hanya mengangguk lalu berjalan menuju sofa dan membaca surat kabar.


"Risya!!!" teriak Raka saat berjalan masuk kerumah,


" Risya !! " teriak Raka lagi dan suaranya begitu menggema di rumah itu


Alicia dan risya yang sedang bermain dengan faiz dan faizza pun terkejut mendengar teriakan Raka. faiz dan faizza pun sampai menangis karena terkejut.


alicia pun langsung menepuk-nepuk kedua anaknya untuk menenangkan mereka


" Mas Raka kenapa teriak-teriak begitu ? " tanya alicia


sementara risya menggigit bibirnya.


apa kak raka tau jika tadi aku pergi sendirian ?


"kak aku temuin kak Raka dulu ya " ucap risya


" iya dek..nanti kakak nyusul setelah diemin faizza " sahut Alicia


risya pun mengambil langkah kaki seribu dan menuruni tangga untuk menemui kakak sulungnya itu.


pak hadi dan bu mona pun mendekati Raka yang terlihat sangat marah itu


" kenapa Ka ? kenapa kamu teriak begitu ? risya kenapa ?" tanya pak hadi


Raka hanya diam saja dan melihat risya dengan tatapan menyeramkan yang sukses membuat risya gemetar ketakutan.


Arka pun sepertinya langsung mengerti kenapa kakaknya itu terlihat marah seperti itu. Arka menatap arsya, sementara arsya juga langsung tertunduk ketakutan


tuh kan..kak raka pasti tau..habis aku


Setelah merasa kedua anaknya diam, alicia pun bergegas menyusul ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.


" kemari " ucap Raka


risya pun perlahan berjalan mendekat.


" iya kak kenapa ?" tanya risya mencoba tetap tenang.


" kenapa ? kamu tidak tau apa yang baru saja kamu lakukan ?" tanya Raka


risya pun hanya menunduk.


" emang risya kenapa raka ?" tanya bu mona

__ADS_1


" jangan dimarah begitu , lihat adek mu sampe gemeteran begitu. " ucap bu mona lagi.


" risya kabur dari pengawasan ma " ucap Arka sambil menatap tajam arsya


pak hadi dan bu mona terkejut. mereka berdua tahu jika putri bungsunya itu dilindungi oleh ketiga kakaknya dengan ketat karena alasan keamanan risya dari incaran saingan bisnis perusahaan mereka


" risya ,," ucap bu mona


" tapi kan ma, aku pengen jalan - jalan ke mall ma." bela Risya


" apa kakak melarangmu untuk pergi ke mall ? kakak hanya melarang mu pergi sendiri risya !" ucap Raka emosi


sementara pak hadi berusaha menenangkan putra sulungnya itu, dan bu mona menenangkan putrinya yang mulai menangis


Alicia turun dan melihat risya yang menangis dan suaminya yang terlihat sedang emosi itu. alicia pun mendekati risya, risya yang melihat alicia langsung memeluk kakak iparnya itu


" kakak..." ucap risya sambil memeluk alicia dan menangis


" kenapa ? risya buat kesalahan apa hmm.. sudah jangan menangis " ucap alicia sembari menepuk pelan bahu risya.


" risya kenapa mas? kenapa sampai menangis seperti ini ? apa kesalahan yang dilakukannya begitu besar ?" tanya alicia pada suaminya itu


Raka menghela nafas kasar


" dia berani melanggar perintah ku " sahut Raka


Alicia menatap bingung pada suaminya lalu kembali memeluk adik iparnya itu.


" sudah ..sudah risya, berhentilah menangis. mungkin kakak mu Raka dan Arka hanya sedang emosi sesaat saja hmm... tenanglah " bisik alicia pada risya


risya hanya mengangguk dan mulai mengatur nafasnya.


" selama seminggu ini kau tidak boleh keluar rumah. kalau kau melanggar, selamanya kau akan tetap berada dirumah ! kau mengerti ?" titah Raka pada adiknya itu


alicia pun menahan tangan risya, meminta agar adiknya itu diam saja.


Raka pun berjalan menaiki tangga dan menuju kamarnya.


" Ma, pa, kakak ipar dan juga kau arsya, banty kami mengawasi risya " ucap Arka


semua orang pun mengangguk. Arka juga berjalan menuju kamarnya. sementara bu mona dan pak hadi mendekati putrinya dan berusaha menenangkanya


" Pa, Ma Alicia ke kamar duluan " ucap alicia


" iya sayang, kamu coba tenangin Raka ya nak " sahut bu mona


" baiklah ma " sahut alicia lagi lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar nya untuk menemui suaminya


..


karena kesal Raka bahkan sangat kesulitan melepas dasinya sendiri, tangan Alicia pun terulur dan membantu suaminya itu untuk melepas dasinya


Raka menatap wajah istrinya itu, perlahan perasaan nya tenang.


" Mas kenapa ? " tanya alicia


Raka hanya diam lalu duduk di tempat tidur,


Alicia lalu berjalan keluar dan menuju dapur,


Raka hanya cemberut melihat alicia yang malah pergi keluar


begitu saja? dia tidak mencoba membujuk aku begitu.

__ADS_1


tak lama alicia kembali ke kamar sembari membawa secangkir teh.


" teh nya diminum dulu mas, biar emosi mas mereda. perasaannya bisa lebih tenang " ucap Alicia sembari menyodorkan secangkir teh di hadapan Raka.


Raka pun mengambil cangkir itu dan meminum tehnya.


" kenapa dengan risya ?" tanya alicia lagi


Raka pun menatap istrinya itu dan menghela nafas, raka lalu menceritakan alasan mengapa dia dan Arka begitu melindungi risya, melarang gadis itu untuk pergi keluar rumah sendirian.


Alicia pun mendengarkan dengan serius dan mulai memahami kekhawatiran suami dan adik iparnya itu.


" dan juga mulai sekarang, kamu harus hati-hati saat ingin keluar rumah. apalagi jika membawa faiz dan faizza, harus izin sama mas dulu. dan tidak boleh pergi sendiri. mengerti kan ?"


alicia pun mengangguk dan tersenyum


" iya mas.. "


Raka pun menarik Alicia ke dalam pelukannya, alicia tersenyum dan membalas pelukan suaminya itu.


...****************...


sudah hampir seminggu risya menjalani hukuman yang diberikan Raka.


hari ini adalah hari pertama risya keluar rumah setelah seminggu dikurung dirumah.


risya sedang berkeliling di Mall bersama Arka dan arsya. kedua laki-laki itu terlihat begitu mengawasi risya yang asik melihat-lihat pakaian dan make up.


Arka mendapat telpon dan langsung memberi perintah pada anak buahnya untuk menjaga adiknya karena dia ada urusan penting. sedangkan arsya kembali mendapat tugas dari Arka untuk menggantikan nya


" jangan sampai lengah untuk yang kedua kalinya, paham ?" ucap Arka serius


" baik kak " sahut arsya


Arka pun meninggalkan mall itu dan menuju kantor nya karena mendapat telpon jika Raka membutuhkan bantuan nya di kantor.


...


" kalian sudah pulang ? tidak biasanya risya cepat lelah berada diluar rumah ?" tanya Raka saat melihat Arka masuk ke ruangannya


Arka bingung dan menatap kakaknya


" bukankah kakak yang memanggilku kemari karena ada masalah di kantor ?" tanya Arka


" Tidak..." ucapan Raka terhenti karena sadar akan sesuatu. Raka pun langsung berdiri dan menatap Arka, sementara Arka juga sepertinya mengerti dan menatap kakaknya itu


" Risya !" teriak mereka berdua secara bersamaan dan keluar ruangan dan berlari ke lobi kantor,


mereka melihat meja resepsionis yang kosong.


" aku mendapat telpon dari resepsionis kak. dan aku hafal itu memang nomor kantor kita, karena itu aku tidak curiga. " ucap Arka


Raka mengusap wajahnya


" kalian cari resepsionis yang menunggu meja ini hari ini, dan langsung bawa ke rumah saya! " titah Raka pada karyawan yang berada di lobi


" baik pak " sahut mereka.


Raka dan Arka pun berlari ke parkiran dan dengan cepat melajukan mobilnya menuju Mall dimana arsya dan risya berada.


...****************...


" permainan kita mulai " ucap seseorang sembari tersenyum

__ADS_1


__ADS_2