
Dion menatap Raka yang tengah mencengkram erat kerahnya.
" katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada adikku ? " tanya Raka emosi
dion tertunduk lalu menceritakan semua kejadian yang terjadi antara dirinya dan risya.
flashback on
dion yang sedang berada dikantornya dikejutkan oleh pesan masuk yang memperlihatkan risya yang tengah diikat di sebuah kamar hotel dalam keadaan tidak sadarkan diri.
dion pun melihat alamat dan nomor kamar hotel itu.
" datang sekarang atau kau akan melihat gadis ini terbujur kaku " isi pesan terakhir yang masuk ke ponsel dion.
dion langsung tancap gas menuju ke hotel yang dimaksud di pesan itu.
sesampainy di hotel itu, dion tersenyum sinis saat melihat seorang wanita yang tengah melihatnya dengan santai, seperti tidak memiliki salah sedikitpun .
" dugaan ku benar, ini pasti kau bukan ?" tanya dion sinis
" hmm.. iya ini aku , sudah kubilang bukan aku akan membantu mu " sahutnya santai
" tapi tidak begini caranya ! ini kriminal !" sahur dion emosi
" minum itu !" ucap krystal sembari menunjuk botol wine di hadapannya
dion hanya melirik botol itu dan diam saja. tidak ada niatan sedikitpun untuk menuruti wanita gila itu.
" minum itu atau nyawa gadis itu menjadi taruhannya " ancam krystal
dion pun melirik risya yang masih tak sadarkan diri dengan tubuh terikat.
dion pun akhirnya pasrah karena tidak punya pilihan lain, dion pun menenggak minuman itu, lidahnya merasakan sesuatu di minuman itu dan dia sangat paham apa yang ada di dalam minuman itu. dion melirik krystal yang sedang tersenyum ke arahnya.
tak lama dion mulai kehilangan kesadaran, tubuhnya terasa panas, dia sekuat tenaga mencoba menetralkannya tetapi tetap tidak bisa.
akkhh....wanita gila ini !!
krystal pun menyuruh anak buahnya untuk melepas ikatan di tubuh risya, krystal pun sedikit membuka pakaian risya, dion semakin gerah melihat risya,
__ADS_1
krystal pun membangunkan risya dengan menyiramnya dengan air. risya pun terbangun dan terlihat jika gadis itu juga sepertinya sedang dalam pengaruh obat.
wajah risya memerah, keringat dingin membanjiri tubuhnya, risya menatap dion yang juga sedang menatapnya.
jangan menatapku seperti itu risya,kita akan berada dalam masalah besar nanti !
krystal pun berjalan keluar diikuti anak buahnya dan langsung mengunci pintu kamar hotel itu.
kita lihat saja dion danendra, itulah akibatnya jika menolak bekerjasama dengan ku. sekarang aku sudah membereskan si dion itu dan juga risya. sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya aku membalas wanita itu, istrinya Raka!
...****************...
semua keluarga mendengarkan dengan seksama cerita dion,
" kami sama-sama dalam pengaruh obat dan tidak sadar melakukan hal itu, sungguh Raka , aku tidak pernah berniat melakukan hal itu. iya aku akui jika aku ingin membalas kalian lewat adik kalian, tapi bukan ini yang aku rencanakan . wanita gila itu mensabotase semuanya. dia yang menjebak aku " ucap dion
Raka terlihat emosi lalu kembali memukuli dion.
" kalian berdua sama saja, niat kalian sangat buruk! aku tidak menyangka kalian akan mengincar keluarga ku karena masalah perusahaan." ucap Raka emosi
sementara Arka sudah berusaha semaksimal mungkin menahan amarahnya, dia hanya menatap diom dengan tatapan membunuhnya.
Raka melepaskan dion lalu menelepon seseorang
" baik tuan" sahut jimmy
Arka pun berjalan mendekat
" kau puas sekarang bukan ? kau ingin membalas ku bukan ? iya kau menang, aku begitu terpuruk sekarang ini. sampai aku bingung harus melakukan apa padamu " ucap Arka sembari mencengkram kerah dion
dion hanya pasrah dan membiarkan kakak beradik itu melampiaskan amarah mereka padanya.
" aku tau mau bagaimanapun aku membela diriku, memang aku yang bersalah disini, tapi apa kau melihat kesungguhan ku ? aku memberanikan diriku untuk datang kesini menemui kalian dan meminta maaf, aku akan bertanggung jawab pada adik kalian. " ucap dion lirih karena tenaga mulai terkuras habis
Arka pun memukul dion sekali lagi, dion pun jatuh tersungkur ke lantai sembari memegangi pipinya.
sementara Arka terlihat mengacak rambutnya, Raka terlihat bingung harus bagaimana saat ini. di satu sisi dia sangat marah dan ingin sekali menghabisi dion, tapi di sisi lain dia memikirkan keadaan adiknya itu, cepat atau lambat orang akan mengetahui tentang kejadian ini, apalagi jika krystal sampai membeberkan nya ke publik, psikis adiknya bisa sangat terganggu nantinya.
raka benar-benar dibuat pusing.
__ADS_1
sementara pak hadi dan bu mona menunggu keputusan Raka, karena mereka yakin jika putra nya itu akan memberikan keputusan yang terbaik untuk semuanya.
alicia pun mendekati suaminya lalu memegang kedua tangan Raka.
" Mas... mas harus cepat ambil keputusan, meskipun mas sangat marah pada tuan dion, setidaknya lihatlah keberanian nya datang kesini untuk mengaku dan ingin bertanggung jawab. perbuatannya memang salah mas, tapi dia tidak sepenuhnya bersalah. pikirkan risya mas dan buat keputusan yang tepat. " ucap alicia lembut sambil menatap suaminya itu
Raka menatap mata istrinya yang terlihat teduh itu, perlahan perasaan nya menjadi tenang saat melihat wajah istrinya itu. lalu Raka beralih menatap dion yang kembali bersimpuh sembari memegangi beberapa bagian tubuhnya yang terasa sakit.
" kita tuntaskan dulu bagaimana kita kan membalas krystal , baru kita bicarakan tentang adikku !" ucap Raka
dion pun mengangguk, lalu pengawal dion pun masuk dan memapah tuannya itu untuk meninggalkan kediaman Raka.
Arka menghela nafas kasar
" kak..aku belum puas memukulinya " protes arka pada raka
" dia bisa mati, biarkan dia sembuh dulu agar kita bisa leluasa memukul nya lagi " sahut raka
" yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita akan membalas wanita gila itu ! dia benar-benar sudah sangat keterlaluan " ucap raka lagi
Arka pun mengangguk lalu kembali duduk, sementar Raka merangkul alicia, alicia mengusap dada suami nya perlahan untuk menenangkannya.
pak hadi dan bu mona pun setuju dengan keputusan Raka.
..
sementara krystal terlihat begitu ketakutan, dia sudah mengetahui jika risya sudah pulang kerumah nya, yang itu berarti jika Raka dan arka pasti sudah tau jika dia adalah dalangnya.
tidak-tidak, aku harus selalu terlihat baik di depan raka, aku tidak boleh menjadi wanita jahat di depan raka, tidak boleh
" mama, papa aku tidak mau jika raka mengetahui jika aku yang mencelakai adiknya ma, pa " ucap krystal ketakutan
" kau benar-benar sudah gila ya krystal, kau tau sendiri bukan siapa hadi wijaya itu ? dan siapa Raka dan Arka itu ? kau sudah lama mengenal mereka tetapi kau tidak paham juga dan malah mengusik mereka. kau bahkan membuat rencana dan merusak masa depan seorang gadia krystal!" ucap pak Aris geram
sementara bu liani hanya bisa menangis saja melihat putrinya yang terlihat begitu ketakutan.
" papa..tolongin aku pa,, " ucap krystal sambil menangis
aku tidak boleh tertangkap oleh mereka, raka tidak boleh melihat ku jadi orang jahat. raka menyukai wanita yang baik, dan wanita itu adalah aku. iya hanya aku
__ADS_1
pak aris hanya diam dan terlihat bingung harus melakukan apa kepada putrinya itu.
...****************...