
tok..tok..tok..
raka menoleh dengan kesal ke arah pintu, dengan malas raka melepas pelukannya dan berjalan menuju pintu
" mana faiz sama faizza ? biar mama bawa pulang. kalian menginap disini saja jika alicia kelelahan " ucap mamanya begitu raka membuka pintu kamar hotel itu
wajah raka yang tadinya kusut langsung berbinar cerah melebihi cerahnya sinar rembulan di malam hari
" mama terbaik !" ucap raka girang
bu mona hanya tersenyum lalu masuk ke kamar dan menghampiri cucu nya yang tertidur di tempat tidur,
" kalian istirahat disini saja, biar mereka mama yang jaga. " ucap bu mona sembari memindahkan faiz dan faizza ke stroler bayi mereka.
" gak merepotkan mama nanti nya ma ? " tanya alicia
" nggak dong sayang. lagipula kan tidak setiap malam. mumpung kalian disini ya sudah cas dulu tuh batre suami mu." ucap bu mona sambil menunjuk raka yang masih menatap mamanya dengan mata berbinar-binar
" mama is the best " raka bahkan memberikan finger heart pada mamanya itu yang dibalas senyuman oleh bu mona
" ya sudah kami pulang dulu. ini di pakai saja ya " ucap bu mona sembari menyerahkan paper bag pada alicia.
alicia menerima paper bag itu lalu mengantarkan mertuanya yang mendorong stroler bayi nya keluar kamar
" mama hati-hati ya ma " ucap alicia
" iya sayang. lagipula kamu yang harus hati-hati " ucap bu mon sembari melirik putra nya
" kamu jangan banyak tingkah. awas kalo menanty mamah ini sampai kesusahan karena ulah kamu ya " ancam bu mona
" mama baru beli kemoceng " ucap bu mona lagi
alicia tertawa kecil mendengar ucapan mertuanya itu sementara raka hanya diam dan cemberut.
alicia pun menutup pintu kamarnya lalu menguncinya, dia terkejut saat melihat raka sedang menatapnya.
" nanti, aku mau ke kamar mandi dulu " ucap alicia lalu berjalan ke kamar mandi
..
alicia melongo sembari menenteng isi dari paperbag pemberian mertuanya itu. sebuah lingerie berwarna hitam . modelnya yang transparan membuat alicia tertawa geli melihatnya
" mama apaan sih. ini kayak jaring buat ikan " ucap alicia sembari tertawa kecil
sedangkan raka diluar uring-uringan karena alicia tak kunjung keluar dari kamar mandi
" sayang, kok lama banget sih sayang ? kamu ngapain di dalam ? mandi ? atau ngapain ? " tanya raka tidak sabar
" sebentar mas " sahut alicia
tak lama alicia keluar kamar mandi sembari memakai handuk piyama, raka melihat istrinya yang sedang memakai handuk piyama itu pun tersenyum lalu mendekati istrinya.
" boleh kan ?? " tanya raka
alicia tersenyum lalu mengangguk
alicia lalu membuka piyama nya dan terlihatlah dia yang memakai lingerie pemberian mertuanya tadi
raka tentu saja langsung melongo melihat penampilan istrinya malam ini. tubuh raka tentu saja langsung memanas melihat istrinya
" sayang..ini "
__ADS_1
" ini pemberian mama, gimana mas suka ? apa aku ganti aja ? " tanya alicia yang melihat suaminya hanya diam saja
raka pun tersadar
" jangan diganti ! mas suka. suka banget " ucap raka sembari tersenyum
Mama terbaik, the best.
raka pun perlahan mendekati alicia lalu mencium lembut bibir alicia, perlahan ciuman itu semakin dalam, mendapat balasan dari alicia membuat raka segera menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur.
...****************...
sementar itu di kamar pengantin dion dan risya
kedua pengantin baru itu terlihat canggung satu sama lain. risya pun akhirnya memutuskan untuk mengganti gaun nya karena merasa risih.
risya terlihat kesusahan membuka resleting gaunnya.
dion yang melihatnya pun segera membantu risya
" biar ku bantu " ucap dion
" makasih kak " sahut risya lalu membiarkan dion membantunya membuka resleting gaunnya.
" kita sekarang sudah menjadi suami dan istri yang resmi sekarang. aku hanya ingin bertanya padamu bagaimana kita akan menjalani pernikahan ini ? aku akan menuruti apapuj yang kau inginkan " tanya dion
risya menatap dion lalu tertunduk, tak lama dia menatap dion lagi
" kalau kakak tidak merasa keberatan, risya hanya ingin diperlakukan selayaknya seorang istri pada umumnya. meskipun risya belum terlalu dewasa dan mengerti tentang urusan rumah tangga,risya akan berusaha menjadi istri yang baik buat kakak " ucap risya
dion menatap risya yang sedang menatapnya, dion tidak menyangka jika risya akan meminta hal itu. tadinya dia berpikir jika mereka berdua akan menjalani kehidupan masing-masing. ternyata dugaan nya salah.
" kamu tau kan masa lalu ku ? aku ini sering bermain perempuan . yang kulakukan dengan mu di hotel waktu itu bukan lah yang pertama kali nya bagiku , kau tidak keberatan dengan itu ?" tanya dion
" asalkan kakak tidak melakukannya lagi sekarang, risya tidak akan keberatan kak. tapi satu permintaan ku, jangan pernah selingkuh kak " ucap risya sembari menatap sendu dion
" risya, kakak sudah tanya dengan arka bagaimana sifat dion, dan dari arka kakak tau ternyata dion dulu suka bermain wanita, nanti jika kalian sudah menikah, terima dion apa adanya dan jadilah istri yang baik untuknya. dan mintalah satu hal padanya " ucap alicia saat sedang menemani risya
" apa kak ? "
" minta dia untuk jangan selingkuh darimu. itulah yang paling penting " ucap alicia
risya kembali mengingat perbincangan dia dan kakak iparnya itu malam sebelum pernikahan nya , risya tadinya sempat berpikir untuk menjalani kehidupan masing-masing saja setelah menikah, tetapi perkataan alicia membuat risya bertekad untuk membuat rumah tangga nya harmonis, seperti rumah tangga papa dan mama nya dan juga rumah tangga kakaknya.
" kau yakin meminta ini ? ini cukup sulit " tanya dion lagi
sebenarnya dion juga sudah membulatkan tekadnya untuk berubah karena merasa bersalah pada risya, tanpa risya minta pun dion akan tetap berubah meskipun nanti rumah tangganya tidak berjalan normal seperti rumah tangga pada umumnya, dion tetap bertekad untuk berubah
risya hanya tersenyum
" bisa kan kak ?
" akan aku coba " ucap dion
sebenarnya dia masih canggung untuk mengatakan jika dirinya akan berubah sekarang, jadi dia sedikit jual mahal pada istrinya itu
" sekarang tidurlah, sudah malam " ucap dion
risya pun memegang tangan dion lalu meletakkan di pipinya.
" risya sudah siap untuk menjadi istri yang baik buat kakak " ucap risya
__ADS_1
dion melihat risya, pertahanan yang berusaha dion bangun dari tadi akhirnya runtuh juga. dion pun mencium bibir risya lalu menuntunnya ke tempat tidur.
...****************...
Pagi Harinya
alicia membuka matanya dan merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya, ternyata raka masih tidur di sampingnya sembari memeluk dirinya. alicia tersenyum menatap raka yang masih tertidur dengan nyenyak nya.
alicia mengusap pipi raka dan tersenyum
" kenapa ? mau lagi ?" tanya raka tiba-tiba
alicia terkejut lalu melihat raka yang masih terpejam itu
raka pun membuka matanya dan menatap istrinta itu
" kamu yang bangunin mas " ucap raka
alicia menatap bingung pada suaminya, lalu raka menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.
..
risya yang sudah bangun segera merapikan pakaian nya dan juga milik dion. risya juga menyiapkan pakaian ganti untuk dion, sementara dion masih tidur dengan nyenyak nya.
lain halnya dengan raka dan alicia yang sedang menikmati sarapan di restoran
" mas.. risya sama dion menginap disini juga kan ? " tanya alicia
raka hanya mengangguk
" kok mereka belum kelihatan ya , mereka kan harus sarapan " ucap alicia sembari menoleh kesana kesini
" mereka pasti udah kenyang , apalagi dion " sahut raka
alicia bingung
" ya kan mereka pengantin baru sayang, mereka pasti lagi asik berduaan di kamar , apalagi ini masih pagi. " ucap raka
" kita saja yang udah keluar kamar pagi-pagi begini " protes raka lagi
" ini udah jam 9 mas " sahut alicia kesal
" badanku rasanya sakit semua " ucapnya lagi
raka terkejut mendengar kata sakit dari istrinya itu
" kamu sakit ? kenapa gak bilang dari tadi . ayo kita kerumah sakit " ucap raka yang langsung berdiri dan mendekati istrinya
alicia menatap suaminya kesal
" bukan sakit seperti itu mas, udah sana cepet makan sarapan nya. aku takut faiz sama faizza rewel " ucap alicia
raka pun akhirnya menurut. tapi raka menggeser kursinya menjadi lebih dekat dengan alicia, dia memijat bahu alicia dengan satu tangannya sementara tangan yang lainnya menyendokkan sarapan ke mulutnya
alicia tersenyum melihat perhatian kecil raka, inilah yang membuatnya sangat mencintai raka dan merasa sangat beruntung karena menjadi istri raka. raka sangat perhatian, bahkan hal sekecil apapun tak pernah luput dari perhatian raka.
alicia pun menyuapi raka, raka tersenyum senang dan membuka mulutnya
" terima kasih mas untuk semuanya, aku mencintai mas " ucap alicia sembari tersenyum
" mas juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu " sahut raka sembari mencium kening alicia.
__ADS_1
...****************...