Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kondisi Risya


__ADS_3

Risya terbangun dan menoleh ke sekeliling nya, dan dia sadar jika dia berada di tempat yang asing. risya mencoba bangun, tetapi kepalanya terasa begitu berat. perlahan risya mencoba duduk dan menyadari jika dirinya berada di sebuah kamar hotel.


risy melihat ke sekelilingnya dan terkejut saat melihat pakaiannya sudah berserakan di lantai, dia pun langsung melihat tubuhnya sendiri yang sekarang begitu polos tanpa sehelai benang pun. tubuhnya hanya tertutup oleh selimut.


" aaaaaaaa.....tidak...tidak...." risya berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya. dia begitu yakin jika dirinya pasti sudah ternoda, risya menjambak rambutnya sendiri.


" aku harus bagaimana ? aku dimana ini ? kak Raka...kaka Arka...kak Arsya...tolong risya... " ucap risya sembari menangis tersedu-sedu.


...


sementara itu Raka dan Arka mengendarai mobil bagai orang yang kesetanan, mereka berdua berpencar untuk mencari keberadaan adiknya itu. sudah puluhan anak buah yang dikerahkan oleh kakak beradik itu, namun hasilnya masih nihil. adiknya itu belum berhasil ditemukan.


" kak..bagaimana ini , sudah hampir 5 jam sejak kita kehilangan risya, tapi mereka masih belum bisa menemukan risya. " ucap Arka lewat telpon


" apa mereka semua bodoh ? kenapa mencari 1 orang gadis saja tidak ketemu ? ganti saja mereka jika tidak becus " sahut Raka kesal


" bagaimana keadaan Arsya ?" tanya Raka lagi


" dia baik-baik saja kak, kepalanya hanya terkena benturan ringan, dan sekarang Arsya dalam perjalanan pulang. hanya bodyguard kita yang babak belur dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit" sahut Arka


" baiklah. kabari aku jika mendapat kabar terbaru dari risya " ucap Raka


" baik kak "


kedua kakak beradik itupun memutus sambungan telpon mereka dan kembali fokus mencari keberadaan adik bungsu mereka itu


Raka memukul stir mobilnya dengan kesal


siapa yang berani menculik adikku ? akan kuhabisi mereka jika sampai menyakiti adikku.


...****************...


sementara itu pak hadi, bu mona dan alicia sedang bermain bersama faiz dan faizza di ruang keluarga.


mereka terkejut dan langsung berdiri saat melihat Arsya yang pulang dalam keadaan yang mengkhawatirkan, kepala remaja itu diperban dan tangan nya juga memiliki beberapa luka lecet. Arsya pulang diantar oleh bodyguard.


" Arsya kamu kenapa sayang ?" tanya bu mona sembari menangis melihat keadaan putranya itu.


" Arsya kamu kenapa ? dan dimana risya dan kakak mu Arka ?" tanya pak hadi saat melihat putranya itu hanya pulang sendiri padahal tadi pergi bertiga.


Arsya pun dipapah duduk oleh bu mona, perlahan remaja itupun menceritakan kejadian yang barusan terjadi.


flashback on


setelah Arka pergi, Arsya dan risya tetap melanjutkan berkeliling di mall itu ditemani oleh bosyguard mereka, setelah merasa lelah. Arsya mengajak risya untuk pulang saja, walau sebenarnya risya masih menolak tetapi arsya tetap mengajak kembarannya itu untuk pulang.


akhirnya risya pun mengalah dan mereka pun pulang


sesampainya di parkiran mall, beberapa orang menyergap mereka, para bodyguard berusaha melawan mereka, tetapi mereka kalah jumlah oleh penyerang yang jumlahnya 4 kali lipat dari mereka, dan para bodyguard itu pun ambruk. sementara Arsya juga berkelahi berusaha melindungi kembarannya itu, namun lagi-lagi Arsya yanh seorang diri tentu saja kalah jumlah. salah satu penyerang memukul kepala arsya dengan balok kayu dan remaja itu pun ambruk juga, sebelum kesadaran nya hilang, sayup-sayup dia mendengar teriakan kembarannya yang ditarik paksa oleh para penyerang itu.

__ADS_1


" kak Arsya....tolong aku...tolong....." jerit risya sebelum dia dipaksa masuk ke dalam mobil.


" Risya...." ucap arsya lirih sebelum dia jatuh pingsan


flashback off


" setelah itu arsya tidak ingat apa-apa lagi Ma, Pa. saat arsya bangun, arsya sudah berada dirumah sakit. " ucap arsya sambil tertunduk sedih


" ya tuhan risya, Papa... gimana keadaan risya pa, putri kita pasti sangat ketakutan pa, cepet cari putri kita papa " ucap bu mona sembari menangis


Alicia memeluk mama mertuanya itu dan berusaha menenangkannya. alicia juga ikut menangis memikirkan risya yang pasti sangat ketakutan saat ini


" Mama tenang ya, Mas Raka dan Arka pasti bisa menemukan risya, mama yang tenang ya ma " ucap alicia sembari memeluk bu mona


Pak hadi terlihat cemas lalu menghubungi jimmy, dan ternyata jimmy sudah berada di jalan bersama anak buahnya yang sedang mencari keberadaan risya


" semua ini salah arsya, seharusya arsya bisa melindungi risya dengan baik " ucap arsya tertunduk sedih


bu mona pun memeluk putra nya itu


" tidak sayang, ini bukan salah kamu. kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik sayang. ini bukan salah kamu nak ," ucap bu mona


" iya nak. sekarang kita hanya perlu berdoa agar risya cepat ditemukan dan dalam keadaan baik-baik saja " ucap pak hadi sembari menepuk bahu putra nya itu.


...****************...


sementara itu risya berjalan tertatih-tatih. dia menyetop sebuah taxi dan memintanya untuk mengantar kan nya pulang. meskipun dia tidak memegang uang sepeser pun ,dia bisa membayarnya saat dia sampai dirumah nanti.


risya pun turun dan tentu saja satpam terkejut melihat penampilan risya yang sedikit acak-acakan


" non risya ? non kenapa ?" tanya satpam itu


" pak..tolong bayarin taxi nya ya. nanti uang nya saya ganti. dompet saya hilang " ucap risya lirih


" baik non " sahut satpam itu dan segera bergegas membayar supir taxi itu.


satpa itu pun menutup kembali gerbang dan memapah nona mudanya itu untuk masuk ke dalam rumah karena kasihan melihat nonanya yang tertatih - tatih saat berjalan.


" tuan , nyonya..ini ada non risya " ucap satpam itu


mereka pun sontak menoleh ke arah pintu masuk dan terkejut melihat keadaan risya. bu mona langsung berlari ke arah risya dan memeluknya sambil menangis


satpam itupun undur diri untuk kembali berjaga di pos.


risya membalas pelukan mamanya sambil menangis erat. tak lama risya pun langsung jatuh pingsan.


" risya ! " pekik bu mona saat melihat putrinya itu tak sadarkan diri.


arsya pun segera berlari dan mengangkat kembarannya itu menuju kamarnya.sedangkan alicia berlari lebih dulu ke kamar untuk membuka pintu kamar.

__ADS_1


arsya membaringkan risya perlahan, alicia menelisik tubuh adik iparnya itu. alicia begitu takut dengan pemikiran sendiri, dia berusaha menepis pikirannya sendiri.


" pa cepet telpon dokter. " ucap bu mona


" sebentar pa " ucap Alicia


" kenapa nak ?" tanya pak hadi


" kita harus merapikan keadaan risya sedikit pa, dan alicia juga harus memastikan sesuatu pa, ma " ucap alicia


" apa nak ?" tanya pak hadi


" papa sama arsya tunggu diluar dulu ya , sebentar saja " ucap alicia


pak hadi dan arsya pun menurut dan menunggu di depan pintu. pak hadi pun menelepon ilham


" ada apa sayang ?" tanya bu mona bingung


alicia perlahan membuka pakaian risya dan menelisik dengan teliti tubuh risya itu, bu mona menutup mulutnya karena syok melihat banyak bekas merah di beberapa bagian tubuh risya.


" Ma...risya sepertinya.. " ucapan alicia terpotong karena dia langsung menangis


" gak mungkin kan nak... ini gak mungkin kan sayang ??" tanya bu mona


alicia hanya diam dan menangis. bu mona memperhatikan tubuh anaknya sendiri, dan sebagai wanita dewasa yang sudah menikah, bu mona tentu saja mengetahui tentang kondisi putrinya itu saat ini


bu mona terduduk dan sedih.


alicia langsung mengganti pakaian risya dan merapikan sedikit rambutnya itu.


lalu dia beralih pada mertuanya yang tengah syok dan sedih itu.


tak lama pak hadi , arsya masuk dan melihat bu mona yang terduduk sedih.


" mama kenapa ma ?" tanya pak hadi sembari merangkul istrinya.


arsya juga menatap bingung pada alicia yang sedang menangis


" mama kenapa alicia ?" tanya pak hadi


" risya pa, risya sepertinya habis... " alicia tersendat menyelesaikan kata-katanya karena terus saja menangis.


" habis apa ?" desak pak hadi tak sabar


" habis diperkosa Pa " sahut alicia sembari menangis


Pak hadi dan arsya begitu terkejut dan langsung menatap risya yang terbaring lemah tak sadarkan diri.


Risya....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2