Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Sadar


__ADS_3

Bu mona menggenggam tangan alicia dan terlihat menahan tangisnya.


" nak, terus berjuang ya sayang. mama sama papa akan terus mendampingi kamu " ucap bu mona sembari mengusap lembut pipi alicia.


Pak hadi mengusap kepala alicia,


mereka yang membuat kamu menjadi seperti ini, sudah papa balas nak. segeralah sadar..apa kau tidak kasihan melihat suami mu


Pak hadi dan bu mona lalu duduk di sofa, bu mona menyiapkan makanan untuk raka


Raka kembali mendekati alicia lalu menggenggam tangannya lalu menciumi tangannya dan menempelkan nya di pipinya.


sayang...mas kangen.


Jemari alicia kembali bergerak, raka terkejut dan melihat jemari istrinya yang sedang digenggam olehnya, raka terlihat senang lalu menggenggamnya erat.perlahan alicia membuka matanya, dia melihat ke sekelilingnya dan melihat suaminya yang sedang menggenggam erat tangannya


" Mas raka .... " panggil alicia lirih


Raka sontak menoleh dan melihat istrinya yang sudah membuka matanya itu. raka langsung berdiri dan semakin mendekati istrinya


" sayang...kamu sudah sadar ?" tanya raka


" pa, ma.. alicia sudah sadar " ucap raka senang


pak hadi dan bu mona langsung mendekati alicia dan mereka terlihat sangat bahagia


" nak... syukurlah kamu sudah sadar sayang, " ucap bu mona bahagia sembari memegang tangan alicia


" bagaimana keadaan mu nak " tanya pak hadi


" aku..baik..baik..saja..pa " sahut alicia lemah


" kamu pura-pura kan sayang ? bilang saja mana yang sakit ? kepala nya ? kakinya ? atau tangannya ?" tanya raka bertubi-tubi


Alicia tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


mulai lagi


" aku..baik..baik..saja..mas " sahut alicia sembari mengusap tangan raka.


Raka pun menggenggam erat tangan alicia lalu dia pun mencium kening alicia


terima kasih tuhan, terima kasih sudah mengembalikan istriku padaku. terimakasih..


" terimakasih sayang, terima kasih karena sudah kembali " ucap raka terharu


Pak hadi dan bu mona juga terlihat sangat bersyukur. pak hadi lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan alicia


" keadaan pasien sudah jauh lebih baik bapak ibu. sebentar lagi pasien sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan. jika kondisi pasien cepat membaik, mungkin 1 minggu lagi pasien sudah bisa dipulangkan. " ucap dokter itu.


" syukurlah dok..terima kasih banyak " ucap pak hadi


" terima kasih banyak dok " ucap raka


" sama-sama pak..saya permisi. sebentar lagi perawat akan memindahkan pasien ke ruang rawat " ucap dokter itu sembari tersenyum


" baiklah..terima kasih dok " sahut raka


Raka kembali memandangi wajah istrinya, meskipun masih lemah istrinya itu masih berusaha tersenyum pada dirinya.


..

__ADS_1


" kak alicia sudah sadar kak ? " tanya risya senang


" iya, tadi mama mona telpon katanya kak alicia sudah sadar. " sahut dion


risya sangat senang dan benar-benar sangat bersyukur.


" kak..ayo kita lihat kak alicia " pinta risya


" tapi kamu masih sakit "


" udah enggak kak..besok aku aja udah boleh pulang kan ? ayo kak..." ucap risya


" belum boleh pulang. lagipula besok mama dini sama papa danendra baru berangkat dari luar negeri. kamu istirahat yang baik disini, supaya kamu dan anak kita ini baik-baik saja " ucap dion seraya mengusap perut risya


risya tersenyum dan memegang tangan suaminya


kulkas berjalan kedua..


" kak...aku benar-benar sudah lebih baik. lagipula kak alicia juga dirawat dirumah sakit ini kan ? jadi aku bisa kan melihat keadaan nya sebentar saja , ya kak...." pinta risya


dion pun terlihat berpikir,


" ya sudah baiklah.. aku bawakan kursi roda dulu " ucap dion akhirnya


risya tersenyum senang


" makasih sayang.."


tak lama dion datang dengan membawa kursi roda, dion pun menggendong risya dan mendudukkannya di kursi roda lalu mendorongnya menuju ruang rawat alicia


..


" kak..maafin aku ya, gara-gara kakak menyelamatkan risya, kakak jadi terluka parah seperti ini. hiks..."


" kakak..gak apa-apa dek. kamu gimana keadaannya ? calon keponakan kecil kakak bagaimana ?" tanya alicia lemah


" berkat kakak , kami baik-baik saja terima kasih kak, hiks..." sahut risya


perlahan alicia mengusap air mata yang mengalir di pipi risya.


tak lama alicia perlahan memejamkan matanya, risya langsung mendekat


" kak alicia kenapa ?" tanya risya panik


Raka menyentuh kepala alicia dan menatap risya,


" kakak ipar mu masih dalam pengaruh obat, jadi sering tertidur " sahut raka


risya terlihat lega lalu memegang erat tangan alicia


" kakak istirahat yang baik ya, nanti risya kesini lagi " ucap risya


" tidak boleh sering keluar !" ultimatun dion


risya cemberut


" kenapa kau memarahi adikku ?" tanya raka dingin


dion langsung diam


" kenapa kakak memarahi suamiku " ucap risya

__ADS_1


Raka melongo..


lalu raka pun duduk di dekat istrinya lalu mengusir keduanya dengan tangannya,


" sana, aku mau istirahat ! " ucap raka


risya dan dion cemberut.


kak rak ini !


pak hadi dan bu mona hanya tersenyum geli melihat ketiganya.


" ya sudah raka, mama sama papa pulang dulu. kasihan arka dan arsya jika terlalu lama dirumah bersama faiz dan faizza " ucap bu mona


aku membayangkan bagaimana repotnya mereka membuat susu dan meredakan tangisan mereka.


Raka mengangguk,


" maaf merepotkan mama sama papa "


" tidak perlu sungkan sayang " sahur bu mona


bu mona lalu mendekati alicia lalu mencium keningnya,


" mama pulang dulu nak.istirahat yang cukup ya sayang "


" papa juga pulang dulu ya nak. istirahat yang cukup " ucap pak hadi seraya menyentuh kepala alicia.


" hati-hati ma, pa " ucap raka


bu mona mengangguk, sementara pak hadi menepuk bahu raka lalu berjalan keluar.


..


Alicia terbangun dan melihat suaminya yang tengah tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya telungkup di sisi tempat tidurnya.


perlahan alicia mengusap lembut rambut raka


mas raka pasti lelah sekali karena menjaga aku dirumah sakit. terimakasih mas..


Raka terbangun saat merasakan ada seseoramg yang menyentuh kepalanya, melihat istrinya yang sudah bangun, raka langsung memegang tangannya erat dan menciumi nya


" hey sayang, sudah bangun ? gimana keadaan nya sekarang hem ?" tanya raka lembut


" lebih baik mas.." sahut alicia sembari tersenyum, meskipun dia masih memakai selang oksigen, tetapu alicoa selalu berusaha untuk tersenyum pada suaminya itu


Raka terlihat sangat bahagia melihat istrinya sudah bisa tersenyum lagi. raka menempelkan keningnya pada kening alicia dan memejamkan matanya. raka terdiam cukup lama, begitupun alicia yang hanya diam merasakan hangatnya kening raka yang menempel di keningnya. tangan alicia terulur menyentuh pipi raka


" mas kenapa ?" tanya alicia


" mas lega dan sangat bersyukur sayang, mas pikir kamu akan meninggalkan mas dan anak-anak. terimakasih sudah kembali sayang " sahut raka


alicia tersenyum dan mengusa lembut pipi raka.


" aku gak akan kemana-mana mas , aku akan selalu disisi mas " ucap alicia


raka mencium kening alicia dalam, perasaan hangat dan tenang mengalir begitu terasa.


*terimakasih tuhan..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...

__ADS_1


__ADS_2