
Rumah sakit
.
.
Emila langsung dibawa keruang operasi. sementara alicia ditangani oleh dokter rani yang sudah siaga semenjak jimmy mengabari nya tentang keadaan alicia
Raka dengan setia menemani alicia di sisinya sembari memegang tangannya dan mengusap keringat alicia
" Bagaimana tante ? apa istri dan bayi kami baik-baik saja ?" tanya raka
" alicia sempat mengalami pendarahan namun sudah berhasil dihentikan, posisi bayi nya juga masih aman, untuk saat ini mereka baik-baik saja Ka, hanya butuh bedrest yang cukup. biarkan dia dirawat disini selama beberapa hari. " sahut dokter rina
Raka terlihat lega, dia mencium tangan alicia
" terimakasih karena sudah bertahan sayang.. " ucap raka lirih.
" putra mu juga sudah diobati Ka, " ucap dokter rina
" Faiz terluka ? sial. harusnya aku habisi saja si brengsek itu. " umpat raka
" kau hanya akan berurusan dengan polisi jika melakukan hal itu. , jangan bertindak yang tidak-tidak. kau tidak mau kan jika tidak berada disisinya saat dia melahirkan anakmu nanti ? " ucap dokter rina menasehati raka
Raka hanya diam
" Faiz terluka sedikit di keningnya, putra mu sangat hebat, dia bahkan tidak menangis dan trauma sedikitpun setelah mengalami hal mengerikan seperti itu. " ucap dokter rina lagi
" karena itu biarlah pihak berwajib yang membereskan para penjahat itu. kau hanya perly fokus pada istri dan anakmu saja "
Raka mengangguk.
" Kau bisa melihat anak-anak mu diruangan sebelah, putrimu masih menangis memanggilmu daritadi. biar tante yang disini menjaga istrimu " ucap dokter rina
" baik tante. aku titip alicia " ucapnya lalu berlari keluar menemui anak-anaknya
dokter rina tersenyum menatap kepergian anak sahabatnya itu.
dia melihat alicia yang sedang dalam pengaruh obat dan tertidur pulas. dokter rina merapikan rambut alicia dan mengusap pipinya
" Kenapa aku bisa sangat menyayangimu nak. entah kenapa aku memiliki rasa sayang yang lebih dari sekedar istri Raka saja. dan kenapa wajah mu mengingatkan aku pada mas ilham. kau mengingatkan aku pada Rania kami " ucap dokter rina lirih
...
" Papa... izza mau Papa oma..opa, Papa mana ? Papa ... huhuhuhu..." teriak faizza sembari menangis histeris
" iya cucu oma yang cantik. sekarang tangannya diobati dulu ya " bujuk bu mona
" gak mau oma.. izza mau papa..mau papa..papa.." rengeknya sembari menangis
semua orang sudah kebingungan membujuk faizza yang terus saja menangis mencari raka
Raka membuka pintu perlaham dan melihat putri kecilnya yang menangis tersedu-sedu sembari memanggil dirinya
" Papa..Papa huhuhu.."
Raka berlari memeluk putrinya dan mencium puncak kepalanya
" anak papa kenapa menangis sayang ? papa disini nak " ucap raka
dengan tangan mungilnya faizza memeluk raka erat.
" Papa..Papa..izza takut..huhuhu.."
" Papa disini nak.. tenanglah. tangannya diobati dulu ya sama oma " bujuk raka
__ADS_1
faizza mengangguk. bu mona pun dengan cepat mengobati luka ditangan faizza. raka beralih memeluk putranya yang hanya duduk diam.
" kakak gak apa-apa kan nak ? lukanya sakit tidak ?" tanya raka sembari menatap wajah putra nya itu
" Kakak gak apa-apa pa, raka kan anak laki-laki. tidak boleh cengeng " sahut faiz
raka tersenyum dan mencium kening putranya itu lalu memeluknya
" putra papa yang sangat pintar ini " ucap raka sembari memeluk erat faiz
" Papa, tadi mama berdarah . mama sama adek bayi gak kenapa-kenapa kan pa.?" tanya faiz
" iya Ka, bagaimana keadaan alicia ? dia gak apa-apa kan ? " tanya bu mona
" tadi sempat pendaharan ma, tapi kata tante rina alicia sudah baik-baik saja sekarang " sahut raka
" sekarang dimana alicia Ka " tanya bu mona
" dikamar sebelah ma, " sahut raka
bu mona langsung berjalan keluar diikuti oleh pak hadi
sementara raka menidurkan anak-anaknya sembari memeluk erat keduanya dan menciumi kepala anak-anaknya
" tidurlah yang nyenyak anak-anak papa yang kuat dan pinter " ucap raka
keduanya mengangguk dan memeluk erat raka yang berada ditengah .
..
Bu mona dan pak hadi masuk ke dalam ruang rawat alicia
mereka melihat dokter rina yang memandangi alicia sedih.
" Rin, ada apa ?" tanya bu mona
bu mona mengusap lembut bahu dokter rina
" Kau masih mengingat nya rin. ikhlaskan lah putrimu. dia sudah bahagia disana " ucap bu mona
" aku mencoba ikhlas mbak. tapi terkadang aku melihat mas ilham sering menangis sendirian sembari menatap foto Rania yang masih bayi " ucap dokter rina sedih
pak hadi turut merasakan kesedihan istri sahabatnya itu. kehilangan satu-satunya putri yang mereka dapatkan dengan susah payah pasti sangat menyakitkan. tapi apalah daya jika takdirnya seperti itu ? kita hanya bisa berusaha untuk ikhlas .
" mbak sama mas hadi mau melihat alicia kan ?" tanya dokter rina mencoba mengalihkan suasana haru
" iya.. bagaiman keadaan menantuku ?" tanya pak hadi
" tadi sempat pendarahan mas, tapi sekarang sudah berhenti dan kondisi ibu dan bayinya baik-baik saja. dia hanya tertidur karena pengaruh obat " sahut dokter rina.
" baiklah.. terimakasih " ucap pak hadi
" sudah tugasku mas . baiklah aku pergi dulu " ucap dokter rina
" iya rin. sekali lagi terima kasih ya " ucap bu mona
dokter rina tersenyum lalu berjalan keluar.
bu mona mendekati alicia dan membenahi selimutnya, dia mengusap keringat yang merembes di kening alicia, sepertinya dia bermimpi buruk saat ini. pasti kejadian tadi sangat mengguncang menantunya yang sedang hamil itu
" Pa.. " ucap bu mona sedikit khawatir
Pak hadi mendekati alicia lalu mengusap lembut kepala menantunya itu
" Tenanglah nak.. semua nya sudah baik-baik saja " ucap pak hadi lembut sembari mengusap kepala alicia
__ADS_1
bu mona pun menggenggam tangan menantunya itu.
...
Atas permintaan raka, faiz dan faizza dipindahkan agar bisa satu ruangan dengan alicia,
Raka duduk di sebelah 3 orang terpenting dalam hidupnya itu, hatinya sakit melihat ketiga nya bisa dirawat dirumah sakit bersamaan. dia berjanji dalam hatinya kalau hal ini tidak akan terulang kembali.
bu mona dan pak hadi sudah tertidur di sofa. raka naik ke tempat tidur alicia, menggunakan tangannya sebagai bantal bagi alicia, raka menciumi wajah alicia dan memeluknya erat
" terimakasih karena sudah bertahan sayang.. " ucap raka dan ikut terlelap
...
Pagi Harinya
Alicia membuka matanya dan melihat wajah raka yang sedang tertidur lelap disebelahnya. dia melihat kesisi yang lain anak-anaknya sedang tertidur pulas, perlahan alicia menyingkirkan tangan raka yang sedang memeluknya lalu duduk bersandar.
dia terkejut melihat mertuanya yang sedang tertidur di sofa.
" Papa sama Mama pasti tidak nyaman tidur di sofa " gumam alicia
Alicia merapikan selimut anak-anaknya dan mencium pipi anaknya bergantian.
" Anak-anak mama yang kuat. adek juga kuat sekali nak.. terimakasih karena sudah berjuang sama mama dan kakak-kakakmu " ucap alicia sembari melihat anak-anaknya dan mengusap perutnya
Tangan raka melingkar di perut alicia.
" sudah bangun ? " tanya raka
" iya mas. kenapa papa sama mama tidur disini mas. pasti rasanya tidak nyaman mas " ucap alicia
" Mereka gak mau disuruh pulang. katanya mau nemenin cucu sama menantu mereka " sahut raka
alicia tersenyum haru melihat kasih sayang kedua mertuanya padanya.
Raka beranjak duduk.
" hey, dia bergerak sayang " ucap raka senang
" iya mas. dari kemarin aku tidak merasakan dia bergerak, aku bahagia merasakan gerakan nya kembali " ucap alicia sembari menahan tangis
raka memeluk alicia dan mencium keningnya
" semua baik-baik saja sekarang sayang. mas janji hal seperti ini tidak akan terulang lagi. " ucap raka
alicia mengeratkan pelukannya pada raka.
" Ehem.. pagi-pagi sudah mesra aja kalian berdua " ucap pak hadi yang ternyata sudah bangun dan melihat anak dan menantunya
wajah alicia memerah dan berusaha melepaskan pelukan raka, namun raka malah semakin mengeratkan pelukannya
" udah..pelukan aja terus. udah biasa juga papa lihat " ucap pak hadi dan langsung mendapat pukulan di bahu nya oleh bu mona
" Papa ini "
" Mas aku susah nafas, bayinya berontak gak mau deket-deket sama kamu. sana jauh-jauh " ucap alicia
raka melepaskan pelukannya dan menatap alicia bingung
" Jauhan mas, aku sesak nih rasanya deket- deker sama mas " ucap alicia
pak hadi tertawa geli saat melihat raka turun dari tempat tidur pasien
" Rasain kamu Ka. selamat menikmati rasanya menghadapi istri yang sedang hamil besar " bisik pak hadi
__ADS_1
raka menatap papanya dengan wajah bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...