
" tentu saja, mereka adalah anak-anak ku, jadi mereka adalah cucu kalian juga " ucap alicia sembari tersenyum
pak darma dan bu siska langsung terduduk dan memeluk faiz dan faizza sembari menciumi pipi mereka .
" hiks....kit sudah mempunyai cucu pa " ucap bu siska
" iya ma.. dan mereka sangatlah tampan dan cantik " sahut pak darma
" salim sama oma opa nak " ucap alicia
faiz dan faizza pun menyalimi pak darma dan bu siska dengan hormat.
" yeayy..izza punya banyak oma sama opa.. " sorak faizza gembira
" izza norak " ucap faiz cuek
faizza melirik kembarannya itu dengan sebal lalu tak lama air matanya mulai meleleh
" huaaaa....Papa...." teriaknya sembari mendekati raka
Raka pun langsung berjongkok dan mendekap putrinya itu lalu menggendongnya dan mengusap air matanya
" putri papa kenapa nangis hem ? kakak nakal ya ?" tanya raka
izza mengangguk dengan cepat
raka tersenyum
" ya sudah, nanti kakak papa hukum ya " ucap raka
izza mengangguk lalu memeluk raka, dalam dekapan raka izza menoleh pada faiz dan menjulurkan lidahnya, sementara faiz hanya menatapnya dengan cuek dan tersenyum sinis
" kerjaan nya berantem terus cucu-cucu oma ini ya " ucap bu mona sembari merapikan rambut faiz
" izza yang mulai oma " sahut faiz santai lalu duduk di sebelah pak hadi dan memakan cemilan yang ada di ataa meja
mendengar dirinya kembali disalahkan oleh sang kakak, sontak membuat izza kembali menangis dengan kencang
" kakak yang mulai !!! " teriaknya
" huaa...Papa !! huhuhu...Papa " isaknya sembari memeluk raka erat
Raka dengan sabar mengusap punggung putrinya itu dan menenangkan nya. semenjak baby ziya lahir, faizza semakin manja saja dengan raka, mungkin dia terbawa perasaan takut kasih sayangnya akan diambil oleh adik perempuannya itu.
raka yang mengerti akan alasan dibalik bertambahnya sifat manja putrinya itu, membuatnya selalu bersikap sama pada putrinya itu bahkan lebih memperhatikannya lagi
Alicia mendekat dan mengusap punggung putrinya itu untuk menenangkannya. namun si kecil faizza masih saja terus menangis..
dr.ilham mendekat dan mencoba membujuk faizza
" izza sayang, sini opa gendong. izza mau apa nak ?? nanti kita beli ya, udahan nangis nya ya ??" bujuk dr.ilham
izza menoleh pada dr.ilham , alicia mengusap ingus yang meleler di hidung putrinya itu sembari tersenyum geli
izza terlihat berpikir lalu merentangkan kedua tangannya ke arah dr.ilham dan disambut oleh dr.ilham yang langsung menggendongnya
" uh... cucu opa ini lumayan juga. banyak ya makan nya nak ??" tanya dr.ilham
faizza menghitung jari-jarinya dan menunjukkan angka 5 dengan jarinya pada dr.ilham
" makannya 5 kali ???" tanya dr.ilham
__ADS_1
faizza pun mengangguk
" izza taunya cuma makan aja " ucap faiz cuek
faizza kembali tidak terima pada kembarannya itu
" Kakak !!!" teriaknya
Raka menyentil dahi faiz pelan,
" kakak.. udahan ganggu adiknya. kasihan tuh nangis terus " ucap raka
faiz diam lalu berjalan mendekati oma mona yang sedang menggendong baby ziya , faiz mencium pipi baby ziya lalu berjalan menuju kamarnya
" faiz mau meneruskan PR , masih ada banyak " ucap faiz
" iya.. tapi nanti pas makan turun ya nak " sahut alicia
faiz hanya memberi kode oke dengan jarinya
" Anakmu tu ka ,, dinginnya kelewatan kayak kamu " ucap bu mona
Raka hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum canggung
sementara semua orang tertawa mendengar ucapan bu mona
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam Harinya
semua orang berkumpul untuk makan malam bersama,,
Emilia membantu alicia dan ralin menyiapkan makan malam.
" ada yang dibutuhkan ? " tanya emilia ramah
arsya melihat ke arah emilia, arsya sedikit melamun sampai akhirnya emilia kembali bertanya dan membuyarkan lamunan arsya
arsya gelagapan
" ah ya,, aku mau membuatkan susu untuk keponakan ku ini " sahut arsya
" biar aku yang membuatkannya. tunggu sebentar " ucap emilia
" Eh.. Ti-tidak usah " ucap arsya gugup
kenapa aku gugup begini sih
Emilia bertanya pada ralin dimana letak susu untuk putranya itu, ralin pun memberitahu emilia, emilia yang memang belum pernah mengurusi anak kecil, kembali bertanya pada ralin, ralin yang sudah mengetahui tentang emilia dari alicia dengan senang hati mengajari emilia menyiapkan susu untuk anak kecil
" apa faiz dan faizza meminum ini juga ??" tanya emilia pada ralin
" mereka minum yang itu, karena usia mereka berbeda " sahut ralin
emilia mengangguk lalu membuatkan susu untuk faiz dan faizza juga.
..
Tak lama emilia membawa nampan berisi 3 gelas susu dan juga camilan
faizza segera berlari menghampiri emilia
__ADS_1
" apa ini untukku aunty ??" tanya nya dengan wajah berseri
" tentu saja, aunty membuatkan nya untuk kalian bertiga " sahut emilia sembari tersenyum
faizza bersorak, lalu memanggil rafael, dan juga kakaknya faiz yang tengah duduk dipangkuan pak hadi.
faiz segera turun dan berjalan dengan gaya coolnya mendekati adiknya. tidak terlihat sama sekali sifat kekanakan dari diri faiz. sifat raka benar-benar menurun habis pada putranya itu
" lihat cucu kita yang satu itu. siapa yang menyangka jika dia baru berumur 5 tahun " ucap pak hadi
" tapi dia sangat tampan mas hadi. benar-benar seperti raka saat kecil dulu " ucap dr.rina
" iya kan rin ? faiz itu benar-benar kopian nya raka. jadi ingat sama raka saat kecil yang cuek dan dingin itu. sampe sekarang juga masih begitu. sampai-sampai anaknya pun ikut-ikutan " ucap bu mona sembari menatap raka tajam
Raka hanya diam memasang wajah dinginnya dan cuek memakan makan malamnya.
sementara itu alicia dan ralin berusahan memberi makan pada anak-anak mereka yang malah asik bermain, lebih tepatnya hanya faizza dan rafael, karena faiz hanya duduk sembari memainkan ipad nya, mengerjakan PR nya . faiz hanya duduk dan membuka mulutnya saat alicia menyuapkan sendok ke mulutnya.
" izza.. sini makan dulu. udahan lari-lari nya nak " ucap alicia yang mencoba mengejar izza secara perlahan
tapi izza tetap saja berlarian. membuat alicia menjadi kewalahan.
bahkan ralin sudah kelelahan mengejar rafael.
" mas kasih makan anakmu " ucap alicia dan ralin bersamaan
Raka dan arka sontak menoleh ke arah istri mereka yang terlihat duduk sembari memegang piring makanan.
raka tersenyum lalu berdiri dan membawa piring makannya.. begitu juga dengan arka.
raka mendekati alicia lalu duduk disampingnya dan menyuapkan makanan pada istrinya itu lalu mengambil piring yang ada ditangan alicia dan berdiri mendekati putrinya yang tengah asik bermain lari-lari dengan fael.
Raka mengangkat putrinya itu lalu memangkunya agar dia tidak berlarian lagi.
" Mau main Papa.. " rengek izza
" iya tapi makan dulu. adek fael juga mau makan tuh sama paman arka " ucap raka sembari menunjuk arka yang tengah kerepotan memberi makan putranya yang masih saja asik bermain
semua orang tertawa melihat kelucuan izza dan fael yang membuat orang tuanya kerepotan itu.
sementara emilia melihat kejadian lucu itu dengan wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca
andai aku memiliki seorang anak.. setidaknya dia akan menjadi semangat untukku menjalani hidup
Pak Hadi memperhatikan emilia yang menunduk sembari mengusap air matanya, lalu tatapan nya beralih pada arsya yang sedari tadi memandangi emilia
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jumpa Lagi readers..
maaf ya post nya lamaaaa sekaliii...
author lagi kurang fit akhir-akhir ini ditambah lagi author juga disibukkan dengan kegiatan Ujian.
so..maafin yah up nya lama
Raka sama alicia jangan ditinggalin ya readers😅
karena raka bisa galau nanti
hehe 😅😅
__ADS_1
Stay Healthy and Happy reader tersayang