Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kelucuan izza dan fael.. dan si dingin faiz


__ADS_3

" tentu saja, mereka adalah anak-anak ku, jadi mereka adalah cucu kalian juga " ucap alicia sembari tersenyum


pak darma dan bu siska langsung terduduk dan memeluk faiz dan faizza sembari menciumi pipi mereka .


" hiks....kit sudah mempunyai cucu pa " ucap bu siska


" iya ma.. dan mereka sangatlah tampan dan cantik " sahut pak darma


" salim sama oma opa nak " ucap alicia


faiz dan faizza pun menyalimi pak darma dan bu siska dengan hormat.


" yeayy..izza punya banyak oma sama opa.. " sorak faizza gembira


" izza norak " ucap faiz cuek


faizza melirik kembarannya itu dengan sebal lalu tak lama air matanya mulai meleleh


" huaaaa....Papa...." teriaknya sembari mendekati raka


Raka pun langsung berjongkok dan mendekap putrinya itu lalu menggendongnya dan mengusap air matanya


" putri papa kenapa nangis hem ? kakak nakal ya ?" tanya raka


izza mengangguk dengan cepat


raka tersenyum


" ya sudah, nanti kakak papa hukum ya " ucap raka


izza mengangguk lalu memeluk raka, dalam dekapan raka izza menoleh pada faiz dan menjulurkan lidahnya, sementara faiz hanya menatapnya dengan cuek dan tersenyum sinis


" kerjaan nya berantem terus cucu-cucu oma ini ya " ucap bu mona sembari merapikan rambut faiz


" izza yang mulai oma " sahut faiz santai lalu duduk di sebelah pak hadi dan memakan cemilan yang ada di ataa meja


mendengar dirinya kembali disalahkan oleh sang kakak, sontak membuat izza kembali menangis dengan kencang


" kakak yang mulai !!! " teriaknya


" huaa...Papa !! huhuhu...Papa " isaknya sembari memeluk raka erat


Raka dengan sabar mengusap punggung putrinya itu dan menenangkan nya. semenjak baby ziya lahir, faizza semakin manja saja dengan raka, mungkin dia terbawa perasaan takut kasih sayangnya akan diambil oleh adik perempuannya itu.


raka yang mengerti akan alasan dibalik bertambahnya sifat manja putrinya itu, membuatnya selalu bersikap sama pada putrinya itu bahkan lebih memperhatikannya lagi


Alicia mendekat dan mengusap punggung putrinya itu untuk menenangkannya. namun si kecil faizza masih saja terus menangis..


dr.ilham mendekat dan mencoba membujuk faizza


" izza sayang, sini opa gendong. izza mau apa nak ?? nanti kita beli ya, udahan nangis nya ya ??" bujuk dr.ilham


izza menoleh pada dr.ilham , alicia mengusap ingus yang meleler di hidung putrinya itu sembari tersenyum geli


izza terlihat berpikir lalu merentangkan kedua tangannya ke arah dr.ilham dan disambut oleh dr.ilham yang langsung menggendongnya


" uh... cucu opa ini lumayan juga. banyak ya makan nya nak ??" tanya dr.ilham


faizza menghitung jari-jarinya dan menunjukkan angka 5 dengan jarinya pada dr.ilham


" makannya 5 kali ???" tanya dr.ilham

__ADS_1


faizza pun mengangguk


" izza taunya cuma makan aja " ucap faiz cuek


faizza kembali tidak terima pada kembarannya itu


" Kakak !!!" teriaknya


Raka menyentil dahi faiz pelan,


" kakak.. udahan ganggu adiknya. kasihan tuh nangis terus " ucap raka


faiz diam lalu berjalan mendekati oma mona yang sedang menggendong baby ziya , faiz mencium pipi baby ziya lalu berjalan menuju kamarnya


" faiz mau meneruskan PR , masih ada banyak " ucap faiz


" iya.. tapi nanti pas makan turun ya nak " sahut alicia


faiz hanya memberi kode oke dengan jarinya


" Anakmu tu ka ,, dinginnya kelewatan kayak kamu " ucap bu mona


Raka hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum canggung


sementara semua orang tertawa mendengar ucapan bu mona


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam Harinya


semua orang berkumpul untuk makan malam bersama,,


Emilia membantu alicia dan ralin menyiapkan makan malam.


" ada yang dibutuhkan ? " tanya emilia ramah


arsya melihat ke arah emilia, arsya sedikit melamun sampai akhirnya emilia kembali bertanya dan membuyarkan lamunan arsya


arsya gelagapan


" ah ya,, aku mau membuatkan susu untuk keponakan ku ini " sahut arsya


" biar aku yang membuatkannya. tunggu sebentar " ucap emilia


" Eh.. Ti-tidak usah " ucap arsya gugup


kenapa aku gugup begini sih


Emilia bertanya pada ralin dimana letak susu untuk putranya itu, ralin pun memberitahu emilia, emilia yang memang belum pernah mengurusi anak kecil, kembali bertanya pada ralin, ralin yang sudah mengetahui tentang emilia dari alicia dengan senang hati mengajari emilia menyiapkan susu untuk anak kecil


" apa faiz dan faizza meminum ini juga ??" tanya emilia pada ralin


" mereka minum yang itu, karena usia mereka berbeda " sahut ralin


emilia mengangguk lalu membuatkan susu untuk faiz dan faizza juga.


..


Tak lama emilia membawa nampan berisi 3 gelas susu dan juga camilan


faizza segera berlari menghampiri emilia

__ADS_1


" apa ini untukku aunty ??" tanya nya dengan wajah berseri


" tentu saja, aunty membuatkan nya untuk kalian bertiga " sahut emilia sembari tersenyum


faizza bersorak, lalu memanggil rafael, dan juga kakaknya faiz yang tengah duduk dipangkuan pak hadi.


faiz segera turun dan berjalan dengan gaya coolnya mendekati adiknya. tidak terlihat sama sekali sifat kekanakan dari diri faiz. sifat raka benar-benar menurun habis pada putranya itu


" lihat cucu kita yang satu itu. siapa yang menyangka jika dia baru berumur 5 tahun " ucap pak hadi


" tapi dia sangat tampan mas hadi. benar-benar seperti raka saat kecil dulu " ucap dr.rina


" iya kan rin ? faiz itu benar-benar kopian nya raka. jadi ingat sama raka saat kecil yang cuek dan dingin itu. sampe sekarang juga masih begitu. sampai-sampai anaknya pun ikut-ikutan " ucap bu mona sembari menatap raka tajam


Raka hanya diam memasang wajah dinginnya dan cuek memakan makan malamnya.


sementara itu alicia dan ralin berusahan memberi makan pada anak-anak mereka yang malah asik bermain, lebih tepatnya hanya faizza dan rafael, karena faiz hanya duduk sembari memainkan ipad nya, mengerjakan PR nya . faiz hanya duduk dan membuka mulutnya saat alicia menyuapkan sendok ke mulutnya.


" izza.. sini makan dulu. udahan lari-lari nya nak " ucap alicia yang mencoba mengejar izza secara perlahan


tapi izza tetap saja berlarian. membuat alicia menjadi kewalahan.


bahkan ralin sudah kelelahan mengejar rafael.


" mas kasih makan anakmu " ucap alicia dan ralin bersamaan


Raka dan arka sontak menoleh ke arah istri mereka yang terlihat duduk sembari memegang piring makanan.


raka tersenyum lalu berdiri dan membawa piring makannya.. begitu juga dengan arka.


raka mendekati alicia lalu duduk disampingnya dan menyuapkan makanan pada istrinya itu lalu mengambil piring yang ada ditangan alicia dan berdiri mendekati putrinya yang tengah asik bermain lari-lari dengan fael.


Raka mengangkat putrinya itu lalu memangkunya agar dia tidak berlarian lagi.


" Mau main Papa.. " rengek izza


" iya tapi makan dulu. adek fael juga mau makan tuh sama paman arka " ucap raka sembari menunjuk arka yang tengah kerepotan memberi makan putranya yang masih saja asik bermain


semua orang tertawa melihat kelucuan izza dan fael yang membuat orang tuanya kerepotan itu.


sementara emilia melihat kejadian lucu itu dengan wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca


andai aku memiliki seorang anak.. setidaknya dia akan menjadi semangat untukku menjalani hidup


Pak Hadi memperhatikan emilia yang menunduk sembari mengusap air matanya, lalu tatapan nya beralih pada arsya yang sedari tadi memandangi emilia


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jumpa Lagi readers..


maaf ya post nya lamaaaa sekaliii...


author lagi kurang fit akhir-akhir ini ditambah lagi author juga disibukkan dengan kegiatan Ujian.


so..maafin yah up nya lama


Raka sama alicia jangan ditinggalin ya readers😅


karena raka bisa galau nanti


hehe 😅😅

__ADS_1


Stay Healthy and Happy reader tersayang


__ADS_2