
Alicia dan ralin terlihat berjalan-jalan mengitari satu persatu toko-toko yang ada di Mall itu
Ralin heran saat melihat para pegawai toko menundukkan kepala hormat pada mereka saat mereka jalan
" Kak..kenapa ya kalau kita lewat mereka pada nundukin kepala hormat gitu ? sama pengunjung yang lain enggak tuh " tanya ralin bingung
Alicia tersenyum lalu membisikkan sesuatu pada ralin
" Karena Mall ini punya nya Mas Raka "
Ralin terkejut saat mendengar hal itu
" pantesan,, istrinya Bos... " ucap ralin sembari tertawa kecil
Alicia menyikut ralin dan meneruskan perjalanan mereka.
Mereka berdua sampai di toko perhiasan.
" Ralin, pilihlah cincin yang cocok untuk kalian berdua. dan juga pilihlah beberapa set perhiasan untuk kau pakai " ucap alicia
Ralin terkejut lalu menggeleng cepat
" tapi kak ?"
" bayar pakai ini " ucap alicia sembari menyerahkan kartu ATM arka pada ralin
" jangan kak, jangan pakai uang kakak. "
tolak ralin halus.
" ini kartu ATM nya arka, tadi pagi dia menitipkan nya pada kakak untuk diberikan padamu.dan sekarang arka itu calon suami kamu, seterusnya nanti dia lah yang akan bertanggung jawab untuk hidupmu kedepannya. " ucap alicia
Ralin pun menerima kartu itu dengan berat hati
ini beneran gak apa-apa jika aku pakai. aku merasa tidak enak dengan pak arka.
Ralin pun memilih sepasang cincin yang dirasa cocok untuknya.
ralin tidak berniat membeli perhiasan lain, akhirnya alicia pun memilihkan set perhiasan untuk ralin
" kau membutuhkan ini untuk menemani arka jika ada pertemuan dengan klien nya " ucap alicia
" aku juga seperti mu saat baru akan menikah dengan mas raka. tapi pada akhirnya barang-barang seperti ini memang diperlukan lin. jika kita terlihat biasa saja padahal suami kita termasuk orang kaya di negeri ini, hal itu justru akan memberikan kesan buruk pada suami kita. " ucap alicia
Ralin pun mengangguk dan akhirnya menerima perhiasan yang dipilihkan oleh alicia.
__ADS_1
Setelah dari toko perhiasan, mereka berdua berkeliling lagi membeli segala kebutuhan ralin mulai dari pakaian, sepatu, tas , make up dan beberapa hal lainnya.
...
Alicia dan ralin beristirahat di cafe yang ada di Mall itu, keduanya memesan es jeruk dan beberapa camilan.
" faiz sama faizza dirumah sama siapa kak ?" tanya ralin
" sama Mama, ada juga bi inah yang sering ikut mengawasi mereka " sahut alicia
" Mereka pasti gak rewel ya kak ? " tanya ralin lagi
" gak terlalu sih lin, lagipula Mama itu sayang banget sama mereka, jadi sering banget masang wajah sedih kalau kakak mau ajak mereka pergi keluar rumah " ucap alicia
" kok bisa kak ? emang nyonya mona tidak capek apa ?" tanya ralin kaget
" mama mah mana capeknya lin. kadang kakak merasa tidak enak sendiri kalau mama terus-terusan mengurus mereka, tapi ya mau gimana lagi. kalau dilarang mama bisa nangis " sahut alicia
" kakak punya mertua yang sangat baik " ucap ralin
" dan mama akan menjadi mertua kamu juga lin , semoga kamu bisa menjadi menantu mama yang baik juga " ucap alicia
Ralin pun mengangguk dan tersenyum.
" Hey cantik, berdua aja nih . kenalan boleh gak ?" tanya seorang laki-laki yang berjalan mendekati alicia dan mengulurkan tangannya
kening laki-laki itu mengerut lalu kemudian tertawa.
" nona yang cantik. siapa yang akan percaya jika kau ini sudah menikah bahkan memiliki 2 anak hah ? lihat lah wajah cantik dan tubuh mungil mu ini ... benar-benar sosok yang sangat langka. aku benar-benar jatuh cinta padamu saat pandangan pertama. " ucap laki-laki itu
Alicia tertawa sinis.
" sebaiknya anda menjauh dariku. suami ku menyeramkan jika sedang marah "
" Aku Pemilik dari cafe ini. cafe ini memiliki beberapa cabang di beberapa Mall dan luar kota. aku bisa menghidupi mu dengan layak nona " ucap laki-laki itu sombong
Ralin menatap jengah laki-laki yang terus merayu alicia
kau hanya punya cafe di Mall ini. tapi suami kak alicia ini pemilik Mall ini bodoh !! sebaiknya menjauhlah
Melihat Alicia yang hanya diam tanpa reaksi apapun bahkan terkesan cuek membuat laki-laki itu tidak sabar dan menarik paksa tangan alicia hingga alicia ikut berdiri
" akkhhh.. sakit..lepaskan aku " ucap alicia lirih menahan sakit di pergelangan tangannya.
" kenapa kau begitu sombong cantik ? aku hanya ingin serius dengan mu. aku punya banyak uang. aku akan segera melamarmu " ucap laki-laki itu mulai emosi dan mencengkram erat tangan alicia.
__ADS_1
" Apa anda tuli ? saya sudah bilang saya sudah bersuami dan memiliki anak !" pekik alicia sembari berusaha melepaskan cengkraman laki-laki itu
" Lepaskan tangan kakak saya !" pekik ralin seraya mencoba melepaskan cengkraman tangan laki-laki itu dari tangan alicia
" hey , singkirkan dia !" ucap laki-laki itu pada anak buahnya yang berdiri tak jauh dari nya.
brukkk... ralin terjatuh karena di dorong oleh 2 orang berbadan kekar, ralin mencoba berdiri untuk kembali membantu alicia, tapi tangannya kembali ditahan oleh 2 orang itu.
" Lepas !! kak alicia " pekik ralin
Pengunjung cafe itu mulai berdiri namun tak ada yang berani mendekat, melihat 2 orang berbadan kekar membuat nyali mereka seketika menciut.
Alicia menatap kesal pada laki-laki itu.
" anda akan menyesal telah melakukan hal ini pada saya. " pekik alicia
laki-laki itu hanya tersenyum sinis
" menurut mu siapa yang akan berani padaku hah ? lihat ke sekelilingmu , apakah ada yang berani melawan ku dan menolongmu ?" ucap laki-laki itu sinis
Alicia melihat ke sekelilingnya dan memang ada beberapa pengunjunh yang hanya diam tak bereaksi dan tak melakukan apapun.
Alicia mulai menangis karena merasakan tangannya yang mulai sakit.
" Lepaskan aku sekarang !" pekik alicia
" kenapa kau menangis cantik, lihatlah air mata ini sampai mengalir di pipimu seperti ini ? " ucap laki-laki itu sembari mengusap pipi alicia
Alicia menepis tangan laki-laki itu dengan tangan yang satunya.
" jangan sentuh aku !" pekik alicia
laki-laki itu justru tertawa dengan sinis
" hahaha..aku suka jika bertemu dengan wanita yang jual mahal seperti ini " ucapnya menggoda.
" Lepaskan aku dasar laki-lako brengsek !" pekik alicia tak sabar dan akhirnya memaki laki-laki itu dan meronta minta agar tangannya dilepaskan.
namun bukannya melepaskan tangan alicia, laki-laki itu justru memeluk pinggang alicia dan menarik agar alicia mendekat padanya.
" sialan kau, lepaskan aku brengsek ! menjauhlah dari ku !! kau akan menyesal jika melakukan ini !" hardik alicia.
Mas raka ....tolong aku mas.
" Kalau kau masih sayang dengan nyawa mu. menjauh lah dari nya!! . dasar kau sialan !!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...