
Alicia yang baru selesai memakaikan pakaian pada baby ziya , menatap raka yang sedang duduk bersandar ditempat tidur sembari memainkan ponsel nya
" Mas hari ini gak masuk kerja ?" tanya alicia pada raka
Raka melihat ke arah istrinya,
" gak sayang, nanti ada yang mau datang kerumah " sahutnya
" siapa ?" tanya nya lagi
" ah itu paman ilham dan tante rina " sahut raka
alicia ber-oh ria sembari mengangguk lalu berjalan mendekati raka dan meletakkan baby ziya di pangkuan raka
" kalau begitu, aku titip ziya ya mas. aku mau lihat faiz sama izza dulu " ucap alicia
Raka langsung mendekap putri kecilnya dan tersenyum pada bayi mungil yang baru berusia 1 minggu itu.
Alicia berjalan keluar kamar menuju kamar anak-anaknya.
" anak-anak mama.. ayo bangun sayang " ucap alicia sembari menarik selimut anak-anaknya.
faiz dan faizza menggeliat perlahan lalu tersenyum saat melihat wajah mama mereka
" Pagi mama..." ucap mereka bersamaan
" pagi anak-anak mama yang pinter. mandi dulu sana " sahut alicia
faiz segera turun dan berjalan menuju ke kamar mandi. sementara izza memeluk alicia dan bermanja dengannya.
" uhh.. putri mama yang cantik ini. mama beresin tempat tidur nya dulu ya nak.. " ucapnya
faizza mengangguk dan duduk di sofa sembari memeluk boneka nya.
...
Air mata dr. rani tak berhenti menetes saat membaca hasil tes DNA antara suami nya dan juga alicia. apalagi setelah mendengar cerita dari suaminya tentang hasil penyelidikan nya dan hasilnya adalah bahwa putri mereka Rania masih hidup dan alicia adalah putri mereka
" jadi istri nya raka itu adalah rania putri kita mas ?" tanya dr. rani
" iya sayang " sahut dr.ilham
dr .rani menunduk, air matanya terus menetes. isak tangis lirih terdengar
dr.ilham memeluk istrinya itu
" rania kita masih hidup. dia sekarang sudah menjadi seorang ibu, kita sudah mempunyai cucu. ternyata apa yang sering kita ucapkan dulu terjadi, meskipun saat menikah dengan raka, rania kita sudah memiliki identitas lain, tapi dia tetap berjodoh dengan raka, putra nya kak hadi " ucap dr. ilham
dr. rani mengangguk setuju, dia sangat bahagia melihat jika sekarang putrinya memiliki kehidupan yang bahagia.
" lalu kapan kita akan menemui rania ? " tanya dr.rani tidak sabar
__ADS_1
" nanti siang, aku sudah buat janji dengan kak hadi " sahut dr.ilham
dr. rani tersenyum senang lalu kembali memeluk suaminya,
rania putriku... tunggu mama sayang
....
Pak hadi dan bu mona menyambut kedatangan dr. ilham dan juga dr. rina.
bu mona memeluk dr.rina dan memberi dukungan padanya
Raka dan arka ikut menyambut kedatangan sahabat orang tua mereka itu, tak ketinggalan faiz, izza, rafael dan juga dafa ikut berlarian menuju pintu, dibelakang mereka dion dan juga arsya berlari kecil menyusul anak-anak itu
dr.rina mengusap kepala anak-anak itu. tatapan nya terhenti saat melihat faiz dan faizza
cucu-cucuku yang tampan dan cantik
Sementara itu di dapur, ralin dan juga risya membantu bi inah menyiapkan makan siang. alicia terlihat duduk karena sedang menyusui baby ziya.
" aku jadi gak bisa bantu-bantu nih " ucap alicia
" ya gak apa-apa kak.. lagipula kakak itu masih masa proses pemulihan. mendingan di kamar aja. " sahut risya
" bosen. jadi aku mau lihat kalian masak aja " ucapnya lagi
mereka pun tersenyum lalu meneruskan kegiatan mereka.
tak lama raka masuk ke dapur dan mendekati alicia.
" sayang, paman ilham dan tante rina mau ketemu sama kamu " ucap raka
" iya bentar mas " sahutnya lalu merapikan pakaian nya dan membenahi selimut anaknya.
Raka menggendong baby ziya lalu alicia berjalan di depannya.
alicia tersenyum saat melihat dr.ilham dan dr.rina
" apa kabar paman, tante ?" tanya nya ramah sembari tersenyum
dr. rina perlahan berjalan mendekati alicia, matanya sudah berkaca-kaca. tangannya terulur membelai pipi alicia dan merapikan rambut panjangnya yang tergerai
alicia menatap bingung pada dr. rina, sementara yang lainnya terlihat harap-harap cemas akan reaksi alicia nantinya.
" tante apakabar ?" tanya alicia untuk mengusir rasa canggungnya karena dr.rina bersikap seperti tidak biasanya
" Rania..." ucap dr. rina lirih sembari memeluk alicia erat dan mencium pipinya berulang kali dan tangis dr. rina pun akhirnya pecah seketika membuat semua orang di ruangan itu seketika terkejut
alicia refleks mengusap punggung dr.rina untuk menenangkan nya
" tante.. tenang ya tante. tante kenapa ? aku alicia tante, bukan rania . kita duduk dulu ya, nanti aku buatkan teh hangat untuk menenangkan tante " ucap alicia
__ADS_1
dr.rina semakin mempererat pelukannya pada alicia dan menangis sesenggukan.
" rania...." ucapnya lirih yang membuat alicia semakin bingung.
dr.ilham pun mendekati istrinya dan menenangkannya lalu membawanya untuk duduk di sofa.
alicia segera berjalan ke dapur, tak lama dia membawa secangkir teh hangat dan meminta dr.rina untuk meminumnya perlahan
" ini tehnya diminum dulu tante, biar tante lebih tenang " ucapnya sembari duduk di sebelah dr.rina dan mendekatkan cangkir teh yang dibawanya
" diminum dulu rin tehnya " ucap bu mona
dr. rina pun mengambil cangkir itu dan meminum tehnya. setelah itu dia mengatur nafasnya lalu kembali menatap wajah cantik alicia yang juga sedang menatap ke arahnya.
air matanya kembali menetes tatkala mengingat bayi nya yang sudah tak bernyawa dulu. dia sama sekali tidak menyangka jika bayinya ditukar dan wanita cantik yang sudah cukup lama dikenal nya ini adalah putri kandungnya yang dia kira sudah meninggal
" tante kenapa ?" tanya alicia sembari memegang tangan dr.rina
" nak.. ada hal yang ingin kami beritahukan padamu " ucap pak hadi pada akhirnya
alicia menoleh pada papa mertuanya itu
" hal apa pa ?" tanya nya
pak hadi menatap dr.ilham, lalu dr.ilham mengeluarkan berkas tes DNA nya dan menyerahkan nya pada alicia
Alicia terlihat bingung dan membaca berkas itu, wajahnya terlihat berpikir saat membaca surat itu, pikirannya berkecamuk dan dipenuhi dengan berbagai pertanyaan dalam hatinya.
" ini maksudnya apa ?" tanya nya lagi untuk memastikan apa yang ada dalam pikirannya sejak tadi.
dr.ilham pun menjelaskan yang sebenarnya pada alicia.
alicia mendengarkan semua itu dengan reaksi wajah yang berubah-ubah.
raka yang duduk di sebelah alicia sembari menggendong ziya hanya diam dan mengusap bahu istrinya perlahan.
Alicia berdiri membuat dr.ilham menghentikan penjelasannya. semua orang menatap alicia, begitu juga dengan raka
" sayang.." ucap raka sembari menggenggam tangan alicia yang mulai bergetar perlahan
alicia memejamkan matanya, tubuhnya bergetar menahan tangis. dia membuka matanya dan air matanya mulai menggenang
" kalian tidak sedang bohong padaku kan ?" tanya alicia
semua orang menatap alicia.
" tentu saja tidak nak. semua ini benar adanya. maaf kami begitu lama mencarimu " sahut dr.ilham lirih
" Kenapa ??" tanya nya lirih
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1