Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Batu Ulekan


__ADS_3

Raka langsung mengeryitkan keningnya saat mendengarkan ucapan mamanya lewat sambungan telepon


" buat apa ?? rujak ? apa itu ? " tanya raka bingung


" nanti mama ajarin, sekarang kamu pulang dulu nanti mampir ke supermarket beli....." ucap bu mona


" stop...tunggu dulu " ucapnya lalu mengambil note dan sebuah pena


" ulangi ma " ucapnya lagi


..


Raka masuk langsung berlari ke kamar begitu sampai kerumah, dia terlihat lega melihat wajah istrinya yang tidak terlihat pucat lagi, alicia sedang duduk sembari mengawasi anak-anaknya yang sedang bermain.


Raka mendekati alicia laly mencium keningnya, alicia menoleh dan tersenyum


" mas..udah pulang ? aku kangen mas.." ucap alicia manja lalu memeluk erat raka


raka sedikit terkejut melihat kelakuan istrinya yang tidak seperti biasanya itu. walau sebenarnya dia senang karena istrinya berinisiatif memeluknya terlebih dahulu. raka mengeratkan pelukannya.


" gimana keadaan nya hem ? masih mual dan pusing ?" tanya raka


alicia menggeleng pelan


" udah mendingan mas.. " sahut alicia


" mas..rujak mangga nya mana ?" tanya nya lagi


" tadi mas udah beli bahan-bahannya sayang. tuh lagi dibuat bi inah di dapur " sahut raka


" tapi..aku maunya mas yang buat nya.." ucap alicia sembari melepaskan pelukannya pada raka


" tapi mas gak pernah buat itu sayang, mas gak pernah ke dapur kecuali bikin susu " sahut raka


mata alicia berkaca-kaca, ibu muda itu hampir menangis, raka jadi tidak tega sendiri. dia mengusap lembut kepala istrinya itu.


" mas bikinin sekarang ya .. tunggu disini " ucap raka lembut


alicia mengangguk senang.


raka tersenyum lalu melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja sampai ke siku, lalu dia berjalan keluar menuju ke dapur


..


Bu mona terkejut saat berjalan ke dapur dan melihat bi inah yang menahan tawanya karena melihat kelakuan raka yang kerepotan mengulek sambal rujak.


bu mona ikut menahan tawa melihat kelucuan putranya yang kebingungan menggunakan ulekan.


raka mengamati batu yang ada ditangannya dan melihat nya dengan seksama, wajah tampannya terlihat sangat serius mengamati batu ulekan itu dan pada akhirnya dia berkata


" ini cara pakainya gimana ?" tanya nya sembari melihat bi inah


bi inah pun akhirnya tertawa,


" jadi aden daritadi diem aja dan cuma ngeliatin batu itu karena gak tau cara pakainya den ? kenapa gak tanya daritadi aden.. udah hampir setengah jam aden ngamatin batu nya " ucap bi inah geli


raka mengusap keningnya frustasi.


bi inah tersenyum dan mengajari rala bagaimana cara menggunakan ulekan itu.


bu mona pun mendekat dan mengamati bi inah yang mengajari raka menggunakan ulekan, setelah raka mengerti, bi inah mempersilahkan raka untuk segera membuat sambal nya. raka mendengarkan ucapan bi inah yang menyebutkan bahan - bahan nya, matanya fokus mencari bahan itu .

__ADS_1


dan hampir 1 jam lamanya, akhirnya sambal rujak itu jadi. raka mengusap keringat nya dan menghela napas,


" kau habis bertempur atau bagaimana Ka ?" tanya bu mona geli


" lebih baik raka bertempur ma, " sahutnya


bu mona kembali tertawa, raka mencuci kedua tangannya dan bergegas menuju kamar nya untuk memberikan apa yang diminta oleh istrinya itu.


..


Alicia tertawa terpingkal-pingkal melihat penampilan suaminya itu, bagaimana tidak sampai tertawa, raka yang biasanya terlihat tetap berwibawa dengan setelah jas atau kasual saat memakai kaus oblong . namun sekarang ini, meskipun masih memakai kemeja, namun celemek berwarna pink bergambar hello kitty itu membuat tampilan suaminya berkesan sangat cute dan feminim sekali


Raka hanya cemberut melihat istrinya yang mentertawakannya itu, alicia bahkan sampai meringis sembari memegangi perutnya, raka langsung mendekat


" sudah jangan tertawa lagi, nanti perutnya sakit. " ucap raka sembari melepas celemek yang menjadi alasan istrinya tertawa terpingkal-pingkal itu.


" faiz sama faizza mana ?" tanya raka saat melihat kedua anaknya yang tidak lagi berada di kamar mereka.


" tadi diajak papa main ke taman belakang " sahut alicia sembari mengusap air mata yang menggenang karena terlalu asik tertawa


" ini rujak mangga nya sayang. " ucap raka sembari menyerahkan nampan pada alicia


alicia bertepuk tangan lalu mengambil nampan itu dan meletakkan di pangkuan nya lalu mulai memakannya dengan lahap.


raka tersenyum sembari menyelipkan rambut alicia ke belakang telinga.


" Enak ?" tanya nya


Alicia mengangguk setuju


" Hu'um.." sahutnya sembari sibuk menguyah mangga


" makan yang banyak ya sayang, mas mandi dulu" ucapnya.


...


Ralin baru saja menidurkan rafael saat arka masuk dan tersenyum lalu memeluk ralin dari belakang.


" dia sudah tidur ? " tanya nya


" baru saja mas ." sahut ralin sembari menoleh pada suaminya.


arka dengan cepat mencium bibir ralin yang sedang menoleh padanya. ralin terkejut lalu memukul pelan bahu suaminya.


" Mas..nanti dilihat fael. " ucapnya


" kan dia sudah tidur sayang, mas kangen.. " ucap arka manja.


" iya..mas mandi dulu ya sekarang. mas bau keringat " ucapnya sembari mendorong suaminya ke kamar mandi.


" tapi malam ini bisa kan sayang ?" tanya arka


" gak bisa mas.. aku lagi ada tamu bulanan " sahut ralin


arka langsung memelas.


dia akan libur seminggu pikirnya.


arka menghentakkan kakinya seperti anak kecil dan berjalan masuk ke kamar mandi. ralin tertawa geli melihat kelakuan suaminya itu lalu menoleh pada anaknya yang sedang tertidur


" Lihat Papamu nak , tingkah nya sama seperti anak kecil saja.. " ucapnya geli

__ADS_1


...


Dokter rina kembali memeriksa keadaan alicia. setelah memastikan keadaan nya membaik, dokter rina pun melepas infus alicia.


" apa menantuku sudah baik-baik saja sekarang rin ?" tanya bu mona


" iya mbk.. setelah ini saya akan memberikan obat padanya. sementara ini jangan lakukan aktivitas yang berlebihan dulu.


dan kamu raka, kamu puasa dulu ya seminggu saja " ucap dokter rina sembari menatap raka


Raka terkejut dan langsung bangun dari duduknya


" puasa ? seminggu ? kelamaan tante... kan kasihan junior raka nanti " ucapnya memelas


" Seminggu aja Ka.. gak setahun juga " ucap dokter rina lagi


raka merengut lalu duduk di samping alicia dan membenamkan wajahnya di ceruk leher alicia, alicia hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala suaminya itu


" Masih ada Mama sama dokter rina mas " ucap alicia


" Gak ada mereka juga kita gak bisa ngapain-ngapain " sahut raka kesal


plakk.. bu mona memukul kepala raka.


" anak tengil satu ini, kalau ngomong gak di saring dulu omongannya " ucap bu mona


dokter rina terkekeh melihat kelakuan raka. bocah dingin yang dikenalnya dulu entah sudah pergi kemana sekarang.


...


Dan disinilah 2 orang laki-laki yang sedang berpuasa menghabiskan malam panjang ini.


kakak beradik itu duduk di cafe dan meminum kopi . wajah tampan keduanya terlihat lesu lantaran sama-sama akan berpuasa seminggu kedepan.


tak lama jimmy datang dan membungkukkan kepalanya kepada raka dan juga arka


" duduk jim " ucap raka


jimmy mengangguk dan segera duduk. tak lama pelayan mengantarkan secangkir kopi pada jimmy.


" jim, kami berdua sedang berpuasa selama seminggu kedepan " ucap arka curhat


jimmy terlihat berpikir


" Puasa ? tapi kenapa ke cafe kalau tuan sedang puasa ?" tanya nya polos


" bukan puasa yang itu jim.. polos amat sih kak asisten kamu ini " ucap arka kesal


Raka menatap jimmy. jimmy langsung menunduk tak lama terdengar kekehan kecil dari mulut jimmy.


" kau mau mati jim ?" tanya raka dingin


" tentu saja belum mau tuan. nanti fanny bagaimana ? bisa dituntut aku nanti tuan jika meninggalkannya." sahut jimmy sembari tersenyum


" dasar budak cinta " ucap raka dan arka bersamaan


jimmy hanya tertawa kecil dan mengangguk


bukankah kalian budak cinta yang sesungguhnya. apalagi anda tuan raka.


jimmy melihat keduanya sembari menahan tawanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2