
Raka menggandeng tangan alicia dan mereka berjalan sedikit cepat melewati lorong rumah sakit.
dari jauh mereka dapat melihat jimmy yag sedang duduk bersimpuh di depan ruang operasi
" bagaimana keadaan fanny jim ??" tanya alicia sembari memegang kedua bahu jimmy dan mengguncang nya dengan kuat
jimmy masih menunduk.. hanya air mata yang mengalir dari pelupuk matanya
" jawab jim !! " sentak alicia tidak sabar
Raka merangkul bahu istrinya dan berusaha menenangkannya
" bagaimana keadaan fanny jim ?" tanya raka
" jimmy.. jawab " ucap alicia tak sabar
" semalam, dia menjalani operasi caesar untuk menyelamatkan bayi kami. dan bayi kami sekarang berada di inkubator dan menjalani perawatan karena lahir prematur " sahut jimmy lirih
" laki-laki atau perempuan ?? bagaimana kondisinya ??" tanya alicia
" perempuan, dia dalam kondisi baik. hanya perlu dirawat di inkubator karena lahir prematur " sahut jimmy lagi
Alicia menghela nafasnya lega,
" lalu fanny bagaimana ??" tanya alicia lagi
" pagi ini dia kembali menjalani operasi karena mengalami luka dalam , " sahut jimmy
" tapi.... " ucapannya terhenti
alicia menatap jimmy
" Tapi apa ?? " tanya alicia
" Kondisinya tidak cukup baik saat dibawa keruang operasi tadi nona " sahut jimmy sembari menahan tangis
tubuh alicia merosot ke lantai, dengan cepat raka menahan nya agar tubuh istrinya tidak membentur lantai, raka lalu memeluknya dan menenangkan istrinya itu
" semua akan baik -baik saja. dokter pasti bisa menyelamatkan nya " ucap raka
alicia menangis sembari memeluk raka erat, tubuhnya gemetar. ada rasa takut menyeruak di hatinya, mimpi buruk nya semalam kembali memenuhi pikirannya.
..
tingg..
__ADS_1
pintu ruang operasi terbuka, dokter keluar dengan wajah yang sedikit lesu dan tidak berdaya
dengan cepat jimmy mendekati dokter itu
" bagaimana dok ? apa operasinya berhasil ? " tanya jimmy
dokter itu terlihat diam, tak lama perawat mendorong brankar dimana fanny berbaring dan jimmy sangat terkejut melihat istrinya yang telag ditutupi kain putih itu
" kondisi pasien sudah kritis sesaat sebelum di operasi, dan kami juga sudah memberitahu kemungkinan ibu fanny akan cacat jika bisa diselamatkan karena benturan yang dialaminya cukup keras . bayi nya bisa selamat pun adalag sebuah keajaiban pak,dan ternyata keadaan pasien kian memburuk dan akhirnya kami tidak bisa menyelamatkan pasien. yang sabar pak, mungkin ini yang terbaik untuk ibu fanny " ucap dokter itu menepuk bahu jimmy untuk menguatkannya lalu dia permisi
jimmy langsung mendekat dan membuka kain putih yang menutupi wajah istrinya itu. wajah fanny terlihat tersenyum meskipun sangat pucat, jimmy memegang kedua pipi fanny dan menangis
" sayang,, jangan tinggalin aku dan anak kita. kami masih butuh kamu... kenapa ?? kenapa kamu tega ??" ucap jimmy lirih
lalu jimmy memeluk erat tubuh fanny dan menangis sejadi-jadinya dan memohon pada fanny memintanya agar tidak meninggalkan nya dan anak mereka yang baru lahir
Sementara alicia hanya diam menatap tubuh fanny yang sudah terbujur kaku itu. air matanya perlahan menetes, tubuhnya bergetar hebat. tak lama tubuh alicia ambruk tak sadarkan diri dan akan membentur lantai jika raka tidak sigap menahan tubuh istrinya
" sayang,, bangun sayang " ucap raka sembari menepuk pelan pipi istrinya.
tidak mendapat respon dari istrinya, raka menggendong alicia dan membawa nya ke dalam salah satu ruang rawat dan meminta bantuan pada seorang perawat untuk mengurus istrinya.
sementara raka kembali keluar dan masih melihat jimmy memeluk erat jasad fanny dan menangis seperti anak kecil.
raka menarik tubuh jimmy dan menahan nya agar menjauh dari fanny
" aku tau ini sangat sulit jim. tapi kau harus mencoba ikhlas dan kuat. ingatlah kau masih mempunyai seorang putri yang membutuhkan dirimu. kau harus kuat demi dia " ucap raka
tubuh jimmy merosot, dia menekuk kedua lututnya dan membenamkan kepalanya dan kembali menangis. raka mengusap punggung asisten sekaligus sahabatnya itu
" aku tau kau laki-laki tangguh. kau harus kuat demi putrimu. " ucap raka ikut sedih melihat keadaan jimmy
raka tidak bisa membayangkan jika dia yang berada di posisi jimmy, mungkin dia akan langsung mati atau pun bisa gila jika di posisi jimmy. karena itulah raka mencoba sebisa mungkin untuk menguatkan sahabatnya itu
..
Suasana Haru menyelimuti pemakaman fanny, jimmy hanya bisa terduduk dengan wajah yang terlihay sangat kacau, disebelahnya ada arsya dan pak hadi yang terlihat menguatkan jimmy.
sementara itu alicia tidak berhenti menangis, dia bahkan berkali-kali terjatuh dan kehilangan kesadaran nya, tetapi raka tidak bisa membawa nya pulang karena alicia akan semakin histeris jika dipaksa untuk pulang.
raka hanya bisa memeluk erat istrinya, menguatkan nya untuk bisa ikhlas atas kepergian fanny sahabatnya
seluruh keluarga yang mengetahui siapa fanny dan bagaimana hubungan fanny dengan alicia terlihat ikut menangis sedih apalagi saat melihat alicia yang sangat terpukul kehilangan sahabat yang seperti keluarga bagi alicia
saat jenazah fanny akan di kebumikan, alicia kembali ambruk dan nafasnya terasa sesak, raka begitu khawatir melihat keadaan istrinya itu, bu moma bahkan sampai menangis dan mencium kening menantunya itu
__ADS_1
" sayang,, putrinya mama. harus ikhlas, harus kuat sayang. ikhlaskan fanny nak " ucap bu mona sembari menangis dan memeluk alicia erat sembari mencium keningnya
" hhh..hhh...hhh... hikss... " alicia menangis dan nafasnya tersengal-sengal , tubuh mungilnya bergetar hebat
tak lama emilia berlari mendekati alicia setelah melihat ke arah kaki alicia
" kak Raka, kak alicia mengeluarkan darah " ucap emilia sembari menunjuk ke arah kaki alicia
bu mona menoleh pada kaki menantunya itu dan sangat terkejut melihat banyaknya darah di kaki menantunya itu
" sayang.. kamu kenapa ?" tanya raka panik. kepalanya berdenyut, syaraf di kepala nya tersentak kaget saat melihat darah yang mengalir di kaki istrinya itu.
dr.rina mendekat dan memeriksa keadaan putrinya
" mb.. alicia kan baru saja melahirkan. sepertinya dia pendarahan mb.. kita bawa kerumah sakit " ucap dr. rina
bu mona baru tersadar jika menantunya itu baru melahirkan 2 minggu yang lalu. dan kondisinya belum sepenuhnya pulih
" iya rin. Ka cepat bawa istrimu " ucap bu mona
Raka langsung menggendong alicia dan membawanya menuju mobilnya
" aku mau melihat fanny mas " ucap alicia lirih
" kau sudah melihatnya sayang, keadaan mu jauh lebih penting sekarang " ucap raka.
Raka berlari sembari menggendong istrinya, sementara bu mona, dr rina , bu siska dan emilia ikut berlari menyusul raka.
sementara yang lainnya tetap menemani jimmy menghantarkan orang terkasihnya menuju peristirahatan nya yang terakhir.
...
Di rumah sakit
Alicia langsung mendapat perawatan begitu sampai dirumah sakit.
raka terlihat mondar-mandir dengan wajah yang cemas di depan ruang tindakan. bu mona memeluk putra nya itu agar lebih tenang
tak lama dr.rina keluar dari dalam ruangan
" gimana rin ? " tanya bu mona
" untung saja pendarahan nya tidaak terlalu banyak mb. alicia hanya perlu istirahat . tapi kalau bisa jangan sampai dia terlalu stress mb. " ucap dr. rina
raka terlihat bingung. tidak mungkin istrinya itu tidak akan stress . dari kemarin yang dilakukan istrinya hanya menangis dan menangis saja. istrinya sangat terguncang ketika mengetahui bahwa sahabatnya sudah pergi meninggalkan nya untuk selama nya.
__ADS_1
Raka mengusap wajah nya kasar. dia bingung saat ini. benar-benar bingung dan sangat khawatir
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...