Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Obat dan Kehamilan Ralin


__ADS_3

1 bulan Kemudian


..


Hoek..hoek..


Ralin memuntahkan semua isi perutnya, setelah hampir 15 menit, ralin terduduk lemas di kamar mandi.


keringat dingin mengucur di dahi dan leher nya.


Ralin mengusap keningnya dan terlihat berpikir


aku sudah telat datang bulan, bagaimana jika aku benar-benar hamil ? apa yang akan dilakukan pak arka pada kami nanti ?


Flashback


Arka melemparkan strip obat pada ralin, ralin mengambilnya dan menatap arka


" apa maksud nya ini pak ? anda bilang tidak masalah jika kita memiliki anak ?" tanya ralin


" aku belum siap. tunda dulu sementara waktu. dan simpan obat itu baik-baik. jangan sampai ketahuan oleh orang lain. dan jangan lupa diminum " sahut arka


Ralin menatap arka tak percaya


" Kalau bapak tidak mau punya anak dengan saya, kenapa bapak meniduri saya ?" tanya ralin lirih


" aku ini pria normal, ada wanita yang berstatus sebagai istri sah ku. dan aku masih harus mencari wanita lain begitu ?" tanya arka lagi


Ralin hanya menunduk dan meremas strip obat kontrasepsi yang diberikan arka.


aku tidak akan meminum ini. walaupun aku mendapat perlakuan buruk dari pak arka, setidaknya aku akan memiliki penyemangat jika aku mempunyai anak nantinya.


Flashback off


Ralin terkejut saat melihat arka yang sudah bangun dan duduk bersandar di tempat tidur, matanya menatap tajam ralin yang wajahnya terlihat sedikit pucat.


" kau kenapa ?" tanya arka


" aku sepertinya masuk angin pak , " sahut ralin


" kalau begitu tidak usah masuk kerja hari ini " ucap arka lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi


" baik pak "


...


Alicia terheran sendiri saat melihat tingkah raka yang sepertinya sedang mendiamkan nya.


dari bangun tidur tadi raka langsung mandi dan tidak memakai pakaian yang sudah disiapkannya.


Raka juga langsung ke kamar faiz dan faizza setelah memakai jas nya dan memasang dasinya sendiri


*Mas raka ini kenapa lagi ?


huh.. tidak peka sama sekali, apa dia benar-benar akan mendiamkan ku juga ? setidaknya bertanya lah padaku sayang. aku ingin mencium nya*...


brakkk..


Raka menutup pintu kamar anaknya dengan kuat, dua balita yang sedang bermain di lantai langsung menoleh dan berlari mendekati raka yang berdiri di dekat pintu


Raka merentangkan tangannya dan langsung disambut oleh faiz dan faizza


" hup.. anak-anak papa ini. memang hanya kalian yang paling mengerti papa. kesayangan papa ya " ucap raka sembari menciumi gemas pipi anaknya


tapi papa kangen mama..hiks.


Faiz dan faizza tertawa senang dan memegang tangan raka dan mulai belajar berbicara


" Mamamamama...." ucap mereka sembari tertawa


Raka terlonjak senang dan menggendong anak-anak nya


" uwah... anak anak nya papa sudah mulai bisa ngomong ya nak.. ngomong lagi.. Pa..pa " ucap raka


" Mamamama.." sahut mereka dengan wajah imut mereka

__ADS_1


wajah raka berbinar


" pintarnya .."


kenapa kita bertiga hanya memikirkan mama saja nak.. papa jadi kangen mama nih..ini alicia beneran mau diemin aku juga ? parah nih.


Ceklek..


pintu kamar dibuka dan terlihatlah alicia yang membawa tas kerja raka


" ini tas nya. sarapannya sudah siap di bawah mas. nanti bawa faiz dan faizza sekalian ya. " ucap alicia lalu berjalan keluar


" sayang..." ucap raka


langkah alicia terhenti dan tersenyum


tuh kan.. mas raka gak akan bisa lama-lama diemin aku.


Alicia menoleh


" Apa ?"


" Mas kangen .. " ucap raka sembari merentangkan kedua tangannya.


Alicia tersenyum lalu mendekati raka dan memeluknya.


baru satu jam . mas raka..mas raka


Faiz dan faizza bertepuk tangan dan bersorak gembira,


" Mamamama..Papapapap " celoteh mereka


Raka dan alicia tersenyum senang melihat keimutan kedua anaknya itu.


" Lihat sayang, mereka mulai belajar ngomong sekarang. duh imutnya " ucap raka


" iya mas.. pinternya anak-anak kita mas " sahut alicia gemas melihat anak-anaknya itu


Raka duduk di dekat anak-anak nya lalu menggendong mereka ,


" ayo kita sarapn sayang " ucap raka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ralin yang baru kembali dari luar segera berlari menuju kamarnya.


Alicia yang sedang bermain bersama anak-anaknya diruang keluarga melihat ralin yang berjalan tergesa-gesa.


..


Ralin yang memang sudah menampung urine nya tadi pagi segera memakai testpeck yang baru saja dibelinya itu


tak lama tangannya bergetar hebat, air matanya perlahan menetes, perlahan ralin meraba perutnya


selamat datang di rahim mama nak. akhirnya kau hadir juga disini. sehat terus ya nak. jadilah kekuatan untuk mama.


Ralin terkejut saat membuka pintu dan melihat alicia yang berdiri di depan pintu kamar mandinya, tangan ralin reflek berpindah kebelakang, menyembunyikan testpeck yang dia pegang.


Alicia melirik tangan ralin yang tersembunyi di belakang.


" apa yang kamu sembunyikan dek ? apa itu ?" selidik alicia


Ralin gelagapan, dia bermaksud untuk melemparkan testpeck yang dia pegang ke kamar mandi lagi, tapi tangan alicia lebih cepat dan berhasil merebut testpeck yang dipegang ralin


" Kamu Hamil ?" tanya alicia sembari melihat garis yang ada di testpeck yang dipegangnya itu.


Ralin menunduk


" iya kak. aku baru beli testpeck ini di apotik tadi pagi. " sahut ralin


" trus tadi kenapa coba sembunyiin dari kakak ?" tanya alicia


" tadinya aku mau mas arka dulu yang tau tentang kabar ini kak, " sahut ralin sembari menunduk.


Alicia tersenyum lalu memeluk ralin

__ADS_1


" selamat ya dek , sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu. kakak ikut seneng buat kamu. biar nanti kakak diem dulu, kamu bisa kasih tau arka dulu baru keluarga yang lain " ucap alicia


" terimakasih kak "


maaf kak, aku tidak memberitahu kamu yang sebenarnya tentang masalah antara aku dan pak arka. aku gak mau masalah kami nanti akan menjadi beban bagi kakak


" Mulai sekarang kamu jangan terlalu capek ya, lebih baik kamu sekarang dirumah saja. tidak usah bekerja lagi. arka itu menghasilkan uang yang banyak di perusahaan. kau tidak perlu khawatir kekurangan uang. yang terpenting sekarang adalah dia " ucap alicia sembari mengusap perut ralin


ralin menunduk dan ikut mengusap perutnya


" iya kak. aku mengerti "


entah apa reaksi pak arka nanti jika dia tahu aku sedang hamil.


....


Malam Harinya


Raka tersenyum saat melihat alicia menyambutnya pulang kerja, raka langsung memeluk alicia erat dan mencium keningnya


" ehem.. bukan kau sendiri yang punya istri dirumah ini " sindir pak hadi


" ya papa tinggal peluk saja istri papa itu " sahut raka santai


Bu mona langsung menjewer telinga raka


" kamu ini kalau ngomong asal aja. peluk apanya, papa sama mama ini udah bukan umurnya lagi . anak tengil kamu ya. jauh-jauh dari menantu mama " ucap bu mona sembari menarik alicia


Raka langsung memelas melihat alicia yang ditarik bu mona menuju meja makan.


" Mama.. kan tadi raka belum selesai peluk istri raka " protes raka


" tuh peluk papa mu " sahut bu mona jengkel


" Tidak Mau !" ucap pak hadi dan Raka berbarengan


lalu keduanya menoleh dan saling menatap kesal


" tidak mau ya sudah. aku sudah lapar ini " ucap arka dan berdiri di tengah-tengah papa dan kakaknya.


Arka lalu berjalan masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian, alicia menyuruh ralin untuk menyusul arka.


meskipun ragu, ralin tetap berjalan menyusul arka ke kamar.


...


Semua orang sudah duduk di meja makan, namun arka dan ralin belum juga turun untuk makan malam bersama


Alicia terus menoleh ke arah pintu kamar arka


kenapa mereka lama sekali, apa mereka langsung tidur atau bagaimana ?


" Ma, aku lihat arka dan ralin dulu ya " ucap alicia


" iya sayang " sahut bu mona


Alicia pun segera berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju kamar arka,


Alicia melihat kamar arka yang tidak tertutup rapat,


Alicia terkejut dan marah saat mendengar pembicaraan antara arka dan ralin


Braakkk.....


Pintu kamar arka di dorong dengan kuat oleh Alicia.


" Tuan Arka Hadi Wijaya !!" teriak alicia sembari menatap tajam ke arah arka


Semua orang yang berada di meja makan langsung melihat ke lantai 2 saat mendengar teriakan alicia yang terdengar begitu emosi .


" sayang...?"


" Alicia kenapa ?" tanya bu mona


" bi inah, tolong awasi faiz dan faizza ya " ucap raka lalu segera berlari menuju lantai 2

__ADS_1


pak hadi dan bu mona pun segera menyusul raka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2