
" Alicia ? alicia menantu mu ? kenapa kau bisa berpikir seperti itu ?" tanya dokter ilham tidak percaya
Pak hadi mengeluarkan berkas-berkas yang sudah dikumpulkan nya beberapa waktu ini. dokter ilham menerima dan membaca berkas itu.
Mata dokter ilham berkaca-kaca saat membaca berkas yang dipegangnya.
" Sejak aku melihat rina selalu memandangi alicia, aku jadi menyadari ada sedikit kemiripan antara kau dan alicia, karena penasaran aku mulai menyelidiki asal-usul alicia mulai dari panti asuhan. dan akhirnya aku menemui bu ratna yang sudah menemukan dan merawatnya sebeluk akhirnya dia diadopsi." ucap pak hadi
dokter ilham menatap pak hadi
" dan ini adalah foto saat alicia masih bayi dan ditemukan di depan pintu panti asuhan itu " ucap pak hadi
dokter ilham menangis, dia ingat sekali dengan selimut yang dipakai oleh bayi di foto itu, itu adalah selimut yang disulam oleh istrinya.
" Lalu siapa bayi yang kita makamkan itu kak ? bagaimana mungkin rania ku sampai di panti asuhan ? dan apa yang terjadi sebenarnya ?" ucap dokter ilham bingung
" Aku masih menyelidiki bagaimana bisa rania berada di panti dan ada bayi yang sudah meninggal tidur di box bayi mu saat itu. aku masih menyelidiki pihak rumah sakit. karena ini sudah lama jadi pihak rumah sakit sulit mencari data-data yang kubutuhkan. " ucap pak hadi
" Lalu bayi ini apakah benar alicia ?" tanya dokter ilham penuh harap
" iya.. bu ratna bilang itu memang alicia. tapi jika kau perlu bukti falid, ini rambut alicia . kau bisa mengecek nya dan setelah yakin baru kau bisa memberitahu rina " ucap pak hadi
dokter ilham menerima plastik yang berisi helaian rambut alicia dan menyimpan nya
" terimakasih di. semoga saja ini semua benar.. " ucapnya
pak hadi tersenyum
" ya semoga saja. "
....
Ralin sedang berbaring di dada arka, sementara tangan arka memeluknya erat dan menciumi kening ralin .
" Mas.. kasihan sekali ya kak alicia dan anak-anaknya. semoga saja mereka cepat membaik " ucap ralin
" semoga saja "
" trus gimana kelanjutan nasib penculik itu ?" tanya ralin
" Apalagi ? tentu saja di dalam penjara, jika tidak masuk penjara pasti sudah binasa ditangan kak raka " sahut arka santai
ralin bergidik ngeri
" kak raka mengerikan juga ya mas " ucap ralin
" Hemm.. menurutmu kak raka saja ?" tanya arka
ralin mendongak menatap wajah suaminya
" hah ? maksudnya ?" tanya ralin bingung
" mas juga bisa melakukan hal yang sama jika ada yang berani melakukan hal seperti itu pada orang-orang yang mas cintai. apalagi jika itu kamu dan anak kita " ucap arka
ralin tersenyum dan memeluk arka erat
" mas aku mencintaimu " ucap ralin
" mas juga sayang " sahut arka sembari mencium kening ralin
arka melirik rafael yang sedang tertidur pulas di box nya lalu menatap ralin dengan tatapan bingung
" mas mau ngapain ?" tanya ralin
" menurut kamu sayang ?" sahut arka lalu menarik selimut
" Mas...."
...
Alicia terbangun saat mendengar suara rengekan anaknya. dia menoleh dan melihat faizza yang sepertinya sedang mimpi buruk
perlahan alicia mencoba untuk duduk, karena kurang berhati-hati dia membangunkan raka yang sedang tertidur sembari menggenggam tangannya
" Kenapa sayang ?" tanya raka sembari mengucek matanya
__ADS_1
" ini mas faizza kayaknya dia mimpi buruk mas " sahut alicia
raka beranjak bangun dan berjalan ke sisi yang lain mendekati anak-anaknya yang sedang tertidur
Faiz juga ikut terbangun mendengar rengekan kembaran nya itu.
" Izza kenapa Ma ?" tanya nya pada mamanya
" izza mimpi buruk sayang " sahut alicia sembari menepuk pelan putrinya agar kembali tenang
namun kemudian faizza mulai menangis
" Huaaaa... Papa..Papa..." tangisnya
Alicia terkejut melihat putrinya yang tiba-tiba menangis kencang.
dengan cepat raka menggendong putrinya itu dan berusaha menenangkannya
" putri papa , izza sayang.. papa disini nak " ucap raka menenangkan putrinya
faiz juga ikut duduk melihat adiknya yang sedang menangis
" cup izza..papa sudah ada disini " ucapnya
" Huaaa... papa..papa " tangisnya
raka merapikan rambut putrinya dan melihat wajah nya,
" izza sayang, lihat...ini papa nak. papa disini, bobok lagi ya nak.. " ucap raka
faizza yang melihat wajah raka langsung menghentikan tangisnya dan memeluk raka dengan sangat erat.
" kemarin kata dokter izza gak trauma mas, terus kenapa dia menangis seperti itu, aku khawatir mas " ucap alicia
" besok..kita temui dokter lagi dan memeriksa izza lagi " ucap raka
Alicia mengangguk dan mengusap kepala faiz.
" nak..kamu baik-baik saja kan ? " tanya alicia
faiz menatap mamanya dan tersenyum
Alicia sedikit lega dan memeluk putra nya itu, sementara faizza mulai tenang dan kembali tidur dalam gendongan raka.
...
Keesokan Harinya
Alicia sedang diperiksa oleh dokter rina, sementara dokter ilham memeriksa keadaan faiz dan faizza.
" udah baik-baik saja sekarang, bayi nya sudah aktif lagi kan ?" tanya dokter rina sembari mengusap perut alicia
alicia mengangguk dan tersenyum
" iya tante, "
" istirahat 1 hari lagi dan sudah boleh pulang " ucap dokter rina
" tidak bisakah aku pulang hari ini saja tante ?" tanya alicia
" tidak " sahut raka cepat
" itu jawabannya " ucap dokter rina sembari menunjuk ke arah raka yang sedang berdiri tak jauh darinya
alicia menoleh pada raka dan memasang wajah memohon nya
" tinggal disini sehari lagi atau kita pulang seminggu lagi " ucap raka
Alicia menatap raka kesal, dia bosan berada disini . mencium aroma rumah sakit membuat mualnya kembali. meskipun raka selalu menggunakan pewangi ruangan namun terkadang bau khas rumah sakit tetap tercium oleh alicia, dan juga disini suasana nya begitu sepi
" nurut ya sama suami " ucap dokter rina sembari tersenyum
" lalu bagaimana keadaan anak-anakku paman ?" tanya raka
" mereka baik-baik saja ka, hanya mengalami luka luar seperti luka dan lecet saja. tapi untuk memastikan faizza yang sering bermimpi buruk dan menangis di malam hari, konsultasikan dia ke psikiater anak. mungkin mereka akan mencari solusi pengobatan yang baik untuk faizza. takutnya nanti akan menjadi trauma berkepanjangan bagi nya " sahut dokter ilham
__ADS_1
" baiklah paman, nanti aku bawa izza periksa kesana " ucap raka
dokter ilham dan dokter rina pun berdiri dan berjalan keluar, dokter ilham menoleh dan melihat alicia yang sedang menatap ke arah mereka
ya tuhan... apakah dia benar-benar putriku rania ?
" Mas.. aku laper " ucap alicia menatap suaminya
Raka tersenyum dan jongkok di sisi tempat tidur istrinya
" Istri mas ini mau makan apa ?" tanya raka
" emm.. mau bakso, mi ayam, martabak telor spageti , steak, kentang goreng, jus alpukat, dan buah apel " ucapnya
Raka melongo
" Hah ? sebanyak itu ? " tanya raka tidak percaya
" Kenapa ? gak mau beliin ya ?" tanya alicia dengan wajah cemberut
" bukan begitu, hanya saja ini benaran banyak sayang, emang bisa habis semuanya ?" tanya raka
" kan ada kamu sama anak-anak kita yang ngabisin nya nanti " ucap alicia
raka tersenyum.
" ya sudah mas pergi beliin dulu ya, anak-anak papa mau apa ?" tanya raka pada anak-anaknya yang sedang bermain di tempat tidur
" Es krim ..." sahut mereka
Raka lagi-lagi tersenyum lalu berdiri dan mencium kening alicia dan berjalan keluar.
" yang cepet ya mas. tapi hati-hati " ucap alicia
raka menoleh
" iya sayang "
...
Raka melongo tak percaya, semua makanan yang dipesan oleh alicia semuanya ludes habis tak bersisa, faiz dan faizza hanya makan sedikit karena mereka tidak sabar untuk memakan eskrim mereka, sementara raka hanya makan sedikit karena alicia memaksa menyuapinya.
" sayang, ini beneran habis semuanya ?" tanya raka
Alicia bersandar sembari mengusap perutnya,
" hu'um. kenyang banget mas " sahutnya
Raka tertawa kecil lalu mengusap kepala istrinya itu
" Istri mas yang mungil sekarang ***** makannya udah bertambah ya ? mas seneng banget lihatnya " ucap raka senang
" mungil dari mana ? gak lihat apa ini perutnya besar gini ? mas nyindir aku ya ? mentang-mentang aku udah gemuk ? terus makan nya banyak lagi sekarang ? mas mau nyari yang baru ya ?" tanya alicia
" kok gitu sih ngomongnya sayang ? mas beneran lo seneng lihat kamu makannya banyak . lagipula ini kan perut nya besar karena ada anak mas disini , " ucap raka sembari mengusap perut alicia
" mas bohong.." ucap alicia
" kok mas bohong sih sayang ? lagipula ni ya, mas itu gak bakalan cari yang lain. istri mas aja udah cantik begini kok " ucapnya sembari mencium kening alicia
alicia mendorong raka
" jauh-jauh sana mas. aku sesak nafas deket sama mas raka " ucapnya sembari menahan tangis
raka melihat mata alicia yang mulai berkaca-kaca lagi.
tuh kan.. dia nya nangis lagi. sabar raka..sabar.. dia sedang dalam masa sensitifnya sekarang
alicia menarik selimutnya dan berbaring perlahan membelakangi raka,
" Sayang " ucap raka
" jangan deket-deket mas " ucap alicia
raka pun berhenti dan terlihat cemberut
__ADS_1
" salah mas apa sayang ?" tanya nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...