Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kehamilan Risya


__ADS_3

Tangan risya bergetar saat melihat dua garis merah di testpack yang dia pegang.


aku hamil ? bagaimana ini ? bagaimana jika kak dion belum siap untuk memiliki anak, tapi aku juga tidak bisa menolak kehadirannya. apalagi aku punya suami sekarang, dulu kak alicia yang hamil tanpa kak raka disisinya juga bisa mempertahankan nya dan melahirkan faiz dan faizza seorang diri. iya.. walau kak dion nanti menolak anak ini , aku akan mempertahankan nya seorang diri.


risya perlahan keluar dari kamar mandi dan melihat dion yang sedang mengancingkan kemeja nya.


" kak..ada hal yang harus aku beritahu sama kakak " ucap risya perlahan


dion hanya melirik risya, seperti siap mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh istrinya itu.


" kak.. aku sedang hamil " ucap risya


dion langsung menoleh pada risya.


hamil ? bukankah kita baru menikah 1 minggu ? apa ini adalah hasil dari kejadian di hotel itu sebelum kami menikah ? kejadian itu sekitar 1 bulan yang lalu. ya.. waktunya pas.


" benarkah ?" tanya dion


risya mendekat lalu memberikan testpack yang tadi dicoba nya pada dion. melihat dua garis merah di testpack itu yang menandakan jika risya benar-benar sedang mengandung anaknya


" kita kerumah sakit sekarang , supaya hasilnya lebih akurat " ucap dion lalu berjalan keluar


risya pun mengangguk lalu mengambil tas nya dan mengikuti dion.


..


" selamat ya pak, istri bapak sedang hamil 2 minggu " ucap seorang dokter sembari mengulurkan tangannya kepada dion


dion terkesiap lalu menerima uluran tangan dokter itu


" terimakasih dokter " ucap dion


" saya akan resepkan vitamin untuk istri bapak ya" ucap dokter itu lagi


dion hanya mengangguk lalu membantu risya yang akan turun dari ranjang pasien.


risya tersenyum melihat dion yang perhatian padanya ,


" kak aku mau kasih kabar ini ke mama sama papa " ucap risya


dion lagi-lagi hanya mengangguk.


begitu membuka pintu ruang pemeriksaan, risya dikejutkan dengan kedua mertuanya yang menunggu di depan pintu dengan cemas


" risya, kamu kenapa sayang ? kata dion dia mau nganter kamu ke rumah sakit. " tanya bu dini khawatir


" kamu gak kenapa-kenapa kan nak ? kamu diapain sama bocah tengik ini ?" tanya pak danendra sembari menatap tajam dion


" gak kenapa-kenapa kok ma , pa . tapi sebentar lagi mama sama papa bakal jadi oma sama opa " ucap risya sembari menuntun tangan bu dini ke arah perutnya.


bu dini dan pak danendra terkejut lalu tak lama mereka senang bukan main, akhirnya mereka akan memiliki cucu dari putra tunggal mereka itu


Bu dini mengusap lembut perut risya sembari tersenyum bahagia


" halo cucu nya oma , sehat-sehat terus ya sayang. oma sama opa gak sabar ketemu kamu sayang " ucap bu dini tersenyum sembari terus mengusap lembut perut risya


risya hanya tersenyum, lalu bu dini memeluk menantunya itu. pak danendra juga mengusap lembut kepala risya


" sehat terus ya nak , kalian berdua " ucap pak danendra


" kamu bocah tengik, jagain mantu papa dan calon cucu papa dengan baik, papa awasin kamu !" ucap pak danendra lagi sembari menatap tajam dion yang hanya diam saja itu.


" iya pa, ma. tenang saja " sahut dion.

__ADS_1


" ayo..ayo kita pulang, kamu istirahat dulu di rumah mama ya " ucap bu dini


risya hanya mengangguk dan tersenyum. bu dini pun menuntun risya dengan hati-hati.


sementara dion dan pak danendra berjalan mengikuti kedua wanita yang berjalan di depan mereka yang sedang asyik berbincang sambil tertawa kecil.


..


alicia yang baru kembali ke kamar setelah menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk raka tersenyum saat melihat raka yang masih terlelap dibawah selimut. tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan jika suaminya itu akan terbangun.


alicia yang mengetahui jadwal suaminya itu, segera membangunkan raka karena dia memiliki banyak agenda hari ini.


" mas...ayo bangun sudah siang. mas banyak kerjaan kan hari ini. ayo bangun " ucap alicia sembari menggoyangkan tubuh raka pelan


raka hanya menggeliat lalu menarik alicia ke dalam pelukannya.


" mas, ini sudah siang . nanti mas telat ke kantor " ucap alicia sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan erat raka.


" aku ini bosnya. jadi tidak masalah aku terlambat datang sayang " sahut raka malas dan asik menciumi rambut alicia.


" mas..nanti kasihan jimmy di kantor " ucap alicia


raka langsung membuka matanya saat mendengar nama laki-laki lain yang keluar dari mulut istrinya meskipun itu adalah jimmy.


" jadi kamu lebih merhatiin jimmy daripada suami kamu !" protes raka kesal lalu melepas pelukan nya pada alicia.


alicia menatap heran pada suaminya, baru saja dia bermanja dengannya. kenapa sekarang malah marah seperti ini.


" bukan begitu mas, tapi mas kan banyak kerjaan hari ini , trus nanti pasti jimmy kan yang bakalan report meng handle tugas nya mas, kalau gak begitu besoknya kerjaan mas pasti lebih banyak kan ? " ucap alicia sembari mengusap lembut punggung suaminya. ya saat ini raka sedang membelakanginya, suaminya itu sedang dalam mode merajuk .


raka langsung berbalik menatap istrinya itu.


" tapi kan sama saja, kau juga sedikit memikirkan jimmy " protes raka lagi


" tapi kan jimmy asistennya mas,"


" tapi dia kan laki-laki juga !" protes raka lagi


kepala alicia berdenyut , dia memijat pelipisnya


mas raka ini !


raka kembali membelakangi alicia , akhirnya alicia mengeluarkan jurus terakhir nya. supaya suaminya ini melunak.


" mas.... jangan marah lagi ya, lain kali gak diulangi lagi. jangan marah lagi ya sayang .. " rayu alicia sembari memeluk raka dari belakang.


raka mengerutkan keningnya, lalu tersenyum senang. untuk pertama kalinya dia mendengar istrinya itu memanggilnya dengan sebutan ' sayang ' rasanya jantung nya sedang melompat kegirangan.


raka langsung membalikkan badannya dan menghadap alicia yang sedang berbaring dihadapannya


alicia menatap suaminya sembari tersenyum


berhasil juga kan .


" tadi kamu manggil mas apa ?" tanya raka sembari menarik alicia ke dalam dekapannya


" sayang... " ucap alicia lagi dengan nada merayu.


raka benar-benar mengembangkan senyuman nya. lalu menghujani wajah alicia dengan ciuman


gak harus sebanyak ini juga mas nyium aku nya.


" udah bangun sekarang " ucap alicia

__ADS_1


raka yang pun mengangguk dan segera beranjak bangun lalu menuju berjalan ke kamar mandi.


alicia tersenyum menatap raka lalu segera merapikan tempat tidurnya dan menyusui bayi nya.


..


keesokan harinya


bu mona kegirangan ketika mendengar kabar kalau putrinya itu sedang hamil. bu mona terus memeluk putrinya kegirangan.


sementara pak hadi terlihat sangat bahagia, karena putri bungsunya yang manja itu akan menjadi seorang ibu.


arka dan arsya juga tidak kalah senang. nambah satu keponakan pikir mereka.


raka mengusap lembut kepala risya sembari tersenyum


" kak alicia mana ? risya kangen banget " tanya nya pada raka


" dikamar, masih menidurkan faiz sama faizza. " sahut raka


" risya tuh pengen banget makan masakan nya kak alicia, makanya risya maksa kak dion buat anter risya kesini " ucap risya lagi


" tengah malam tadi dia menangis karena mau makan masakan kak alicia, tapi tidak mungkin kan kalau dion antar kesini tengah malam, nanti mengganggu istirahat semuanya " ucap dion


risya cemberut


" lain kali langsung dituruti saja nak. kalo risya pengen apa cepet-cepet dibelikan ya. kalau memang mau makan apa dirumah ini segera antar saja. walau tengah malam gak apa-apa. namanya juga ibu hamil yang sedang ngidam , ya memang begitu nak dion " ucap bu mona lembut


" ngi...apa tadi ma ?" tanya raka


" ngidam raka, biasanya kalau ibu yang sedang hamil muda itu selalu ingin ini, ingin itu dan semua itu harus diturutin kalo enggak nanti bayi nya ileran. " sahut bu mona menjelaskan.


raka kemudian tertunduk diam dan larut dalam pikirannya


" apa alicia dulu mengalami ini saat mengandung faiz dan faizza ? dia pasti kesulitan saat itu " ucap raka sedih


arka dan arsya menepuk bahu kakaknya.


" itu semua sudah berlalu sayang. alicia tidak mungkin mempermasalahkan itu kan ? sekarang yang terpenting adalah kamu berusaha memberikan yang terbaik untuk alicia dan juga anak-anak kalian. " ucap pak hadi


raka hanya diam dan melihat papanya yang tersenyum padanya.


" ada risya, baru datang dek " ucap alicia yang sedang menuruni tangga


" kakak... " ucap risya senang dan menghambur memeluk alicia.


alicia membalas pelukan risya sembari tersenyum


" gimana kabarnya dek, ? " tanya alicia


" sehat kak, kak aku ada gembira, aku lagi hamil sekarang " ucap risya senang


" benarkah, selamat dek " sahut alicia sembari tersenyum dan memeluk risya senang


" makasih kakak iparku tersayang " ucap risya


" oh ya kak. aku kesini karena mau makan masakan kakak. aku pengen banget kak " ucap risya lagi


" kamu lagi ngidam ya dek ? ya udah kamu mau makan apa ?" tanya alicia lembut


risya pun terlihat berpikir


...****************...

__ADS_1


__ADS_2