Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Apa yang ku Punya adalah Milikmu


__ADS_3

Raka dan Alicia sedang duduk di mobil, sementara jimmy fokus mengemudi. tidak ada yang bersuara diantara mereka bertiga. keadaan di dalam mobil itu benar-benar senyap.


"ehem.. kita mau kemana tuan ?" tanya jimmy memecah keheningan


" Mall yang di dekat kantor kita " sahut Raka


" baik tuan " sahut jimmy dan kembali fokus mengemudi.


..


Alicia menatap heran ke sekelilingnya, dia benar-benar sangat heran. jelas-jelas ini adalah mall terbesar di kota ini. dia dan fanny dulu sering hangout kesini saat masih kuliah, Mall ini biasanya sangatlah ramai. tapi sekarang Mall ini benar-benar sunyi. tak ada satupun pengunjung bahkan hanya mobil Raka yang terparkir di halaman Mall ini.


" Apa Mall ini sudah tutup ??" tanya Alicia


Raka dan jimmy sontak saja menoleh pada Alicia yang terlihat bingung sambil menatap sekelilingnya.


" saat aku masih kuliah, aku dan fanny sering hangout kemari, Mall ini selalu ramai. tapi kenapa hari ini sepi sekali ? aku bahkan tidak melihat satupun pengunjung selain kita . kendaraan yang parkir juga tidak ada . pasti Mall nya udah tutup." ucap Alicia lagi.


Raka dan jimmy hanya terbengong. tidak mungkin kan Alicia tidak tahu siapa Raka dan keluarga Hadi Wijaya ?


" nona, anda tahu siapa pak Raka bukan ?" tanya jimmy


Alicia pun mengangguk


" tentu saja, Raka Hadi Wijaya, putra sulung Bapak Hadi Wijaya, pemilik Wijaya Coorporation. dan sekarang pak Raka menggantikan pak Hadi jadi pimpinan kan ??" jawab Alicia


" itu saja ?" tanya jimmy lagi


" memangnya apa lagi ? hanya itu yang ku baca di internet. dan ah iya, Pak Raka punya Kekasih seorang model terkenal" sahut Alicia sembari menunduk saat mengatakan tentang kekasih Raka,


" calon tunangan yang dijodohkan tepatnya " sahut Raka


jimmy menepuk jidatnya. bagaimana bisa Alicia sebegitu polosnya pengetahuan tentang Raka


" nona, Mall ini milik keluarga pak Raka, milik pak Raka tepatnya. jadi karena pemilik Mall ini akan datang, karena itulah Mall ini di kosongkan dari pengunjung " jelas jimmy


Alicia menutup mulutnya karena kaget. sementara Raka hanya diam menatap Alicia.


Apa laki-laki ini sekaya itu ?? kenapa aku merasa makin tidak pantas bersanding dengan nya ?


Raka pun menggandeng tangan Alicia dan masuk ke dalam Mall.


Semua karyawan Mall menundukkan kepala mereka saat berpapasan dengan Raka. Alicia hanya diam saja saat Raka berjalan dan menggandeng tangannya.


Raka dan Alicia berhenti di toko perhiasan.


" pilihlah apa pun yang kau suka " ucap Raka.


" tapi aku tidak butuh perhiasan " sahut Alicia


" pilih atau aku pindahkan isi toko ini ke kamar mu " ucap Raka


Alicia langsung melepaskan tangan Raka dan langsung melihat-lihat perhiasan yang ada di etalase toko itu.


Raka pun tersenyum


sepertinya ancaman seperti ini berguna untuknya.

__ADS_1


Alicia bingung saat memilih apa yang terlihat sederhana untuknya, semua perhiasan tampak mewah menurutnya.


" nona sedang mencari apa ? perhiasan untuk tunangan atau menikah ?" tanya pegawai toko itu ramah


" untuk menikah. tapi carikan yang simple saja mbak " sahut Alicia


pegawai toko itupun mengeluarkan beberapa contoh cincin pada Alicia.


Alicia memilih sepasang cincing yang terlihat sederhana,


" yang ini mbak. " ucap Alicia sambil memegang kotak berisi sepasang cincin


pegawai toko itupun tersenyum


" pilihan yanh bagus nona, ini cincin limited edition dari brand kami. tidak ada cincin lain dengan desain yang sama , karena tiap bulan kami akan memproduksi 1 pasang cincin dengan desain yang berbeda-beda. " ucap pegawai itu


kalau ini limited edition, pasti sangat mahal bukan ? sepertinya mata ku bermasalah saat memilih cincin


gumam Alicia


" ini harganya berapa mba ?" tanya Alicia Ragu


" 1,7 M mba." sahut pegawai itu sambil tersenyum


aku pasti sudah gila, memilih cincin dengan harga semahal itu. sebaiknya aku ganti yang lain saja.


" bisakah aku melihat contoh yang lainnya " tanya Alicia lagi


" bungkus saja yang itu " ucap Raka


Alicia menoleh pada Raka dan mendekati Raka


" Tapi tuan, cincin itu mahal sekali. sebaiknya ganti yang lain saja. " bisik Alicia pada Raka.


" kau menyukainya cincin itu bukan ? jika suka ambil saja yang itu. " ucap Raka


" aku tidak suka, modelnya terlalu sederhana, aku pilih yang lain saja. " ucap Alicia cepat


Raka tersenyum menatap Alicia.


" tapi kau memilihnya tadi dan kau mengatakan kalau kau suka dengan desainnya yang sederhana dan simpel. " ucap Raka


" ambil yang itu atau benar-benar akan kupindahkan semua perhiasan di toko ini ke dalam lemari mu " ucap Raka lagi


Alicia terlihat kesal menatap Raka.


" kenapa tidak sekalian saja semua isi Mall ini tuan pindahkan kerumah . " ucap Alicia


" baik. jim lakukan " ucap Raka


" baik tuan " sahut jimmy cepat


Alicia terkejut bukan main, dia kan cuma bercanda tadi .


" eh..eh..tuan..tuan.. gak segitu nya juga tuan. aku tadi kan hanya asal bicara, kenapa ditanggapi serius begini ?" tanya Alicia kesal.


" mbak.. bungkus cincin yang tadi. " ucap Alicia Akhirnya.

__ADS_1


Raka pun tersenyum puas.


Raka lalu menyerahkan kartu pada pegawai itu lalu ketiga nya meninggalkan toko perhiasan itu.


..


" tuan, aku tidak perlu pakaian sebanyak ini ," ucap Alicia pada Raka. karena laki-laki itu terus mengambil pakaian yang tergantung dan meletakkan di tangan Alicia. wajah Alicia hampir tak terlihat akibat banyaknya tumpukan pakaian di tangannya.


Raka pun menoleh pada Alicia . dia tergelak saat melihat Alicia yang hampir tertutup oleh pakaian yang dibawanya.


" letakkan pakaian nya " ucap Raka


Alicia pun meletakkan pakaian nya dan terlihat sedang mengatur napasnya.


" bungkus semua ini " ucap Raka


Alicia lagi-lagi dibuat terkejut.


" jangan semuanya. aku pilih beberapa aja. bentar ya mba. " ucap Alicia lalu memilih beberapa helai pakaian.


" bungkus itu atau semua pakaian di toko ini pindah kedalam lemari mu " ancam raka


Alicia yang kesal pun melepaskan pakaian yang tadi dipilihnya dan membiarkan pelayan toko membungkus semua pakaian itu.


Raka mengajak Alicia ke berbagai toko untuk membeli semua kebutuhan Alicia mulai dari tas, sepatu , make up dan yang lainnya. dan jumlah yang dibeli Raka benar-benar fantastis. selalu saja jumlahnya banyak dan Raka selalu membuat Alicia tidak berkutik dengan Ancaman Raka.


" kita pulang saja tuan, " ucap Alicia


Raka menoleh pada Alicia


" tapi kita belum ke butik untuk membeli gaun pengantin " ucap Raka


" kenapa harus beli. tidak sewa saja ? uang tuan bisa habis. dari tadi saja tuan sudah mengeluarkan uanh berapa banyak ? aku merasa tidak enak. jika itu untuk faiz dan faizza aku tidak masalah tapi perhiasan dan barang-barang untukku itu terlalu banyak tuan. " ucap Alicia


" Aku memang mencari uang untuk keluargaku. kau adalah ibu dari anak-anak ku dan sebentar lagi kau akan menjadi istri ku. " ucap Raka


" Semua yang ku punya adalah Milik mu, jika aku tidak menghabiskan nya untukmu. lalu mau ku kemanakan semua yang ku punya ?" tanya Raka pada Alicia.


Alicia menatap Raka . dia pun tertunduk diam.


bisakah aku mendapatkan semua ini ? ini terasa begitu tidak nyata untuk ku. aku merasa seperti cinderella di dalam buku dongeng yang sering ku baca dulu saat kecil. aku merasa hidupku seperti dalam negeri dongeng.


Raka pun mengankat dagu Alicia, dan menatapnya


" kelak, jangan pernah menundukkan kepala mu seperti ini lagi. atau orang akan menganggap aku memperlakukan istri ku dengan buruk " ucap Raka


Alicia pun mengangguk lalu tersenyum pada Raka.


" sekarang bisakah kita menyewa saja gaun pengantinnya " tanya Alicia sembari tersenyum


Raka pun membalas senyuman Alicia dan mengusap Rambutnya lembut.


" Pilih salah satu. atau ku pindahkan semua gaun di butik ini ke kamar mu " ucap Raka sambil tersenyum manis pada Alicia


Alicia langsung cemberut dan menatap kesal pada Raka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2