Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kebucinan ...


__ADS_3

" masih belum kelihatan ya tante ? " tanya raka pada dokter rina sembari menatap layar monitor yang memperlihatkan bayinya yang enggan menunjukkan jenis kelaminnya itu.


" iya nih Ka, bayi kalian ini sepertinya pemalu sekali. udah berbagai macam cara dibujuk tapi tetap gak mau kasih liat dia laki-laki atau perempuan " sahut dokter rina


Raka menghela nafas


" anak papa, kenapa pemalu nak..papa penasaran nih " ucapnya memelas sembari mengusap perut alicia


Alicia tertawa geli, tangannya mengusap lembut rambut suaminya itu.


sementara itu dokter rina tersenyum melihat mereka berdua, pasangan yang saling mencintai satu sama lain. ah.. romantisnya


Raka membantu alicia untuk duduk setelah dokter rina selesai dengan pemeriksaan USG nya pada alicia


" HPL nya 2 minggu lagi nak.. bisa lebih cepat atau bisa juga lebih lambat. tergantung si bayi mau cepat keluar atau mau lama di perut ibunya " ucap dokter rina


" kehamilan pertama kemarin bagaimana nak ? yang pertama kembar kan ya ?" tanya dokter rina


" aku melahirkan lebih cepat 3 minggu sebelum HPL tante, karena air ketuban ku merembes cukup banyak saat itu. untung sudah ada pembukaan jadinya bisa langsung lahiran normal " sahut alicia


Raka terlihat menunduk , hatinya selalu terenyuh dan diliputi rasa bersalah ketika mendengar cerita perjuangan istrinya saat hamil dan melahirkan si kembar.


Alicia yang menyadari suaminya yang mulai sedih itu segera memegang tangan suaminya.


" tapi aku sekarang bahagia sekali tante, ada mas raka di sisiku. dia suami yang sangat siaga untukku " ucap alicia


dokter rina yang sudah tahu apa yang terjadi pada mereka berdua tersenyum hangat. mereka sudah bahagia sekarang


" tante bisa melihatnya nak. raka begitu sayang padamu. kamu juga begitu , tante ikut senang " ucap dokter rina


" tapi aku lebih mencintainya, dia hidupku " sahut raka cepat sembari memeluk alicia, menduselkan kepala nya di ceruk leher alicia


dokter rina dan alicia menatap raka lalu keduanya berpandangan sejenak lalu terkekeh


" iya iya.. dasar bucin " ucap dokter rina


alicia mengusap rambut raka kemudian pipinya lalu tersenyum


iya..iya..percaya mas ku sayang..


....


Alicia sedang mencoba merayu faizza untuk memakan makanannya namun balita kecil itu berlari menjauh sembari berteriak


" adek gak mau.. adek mau papa...papa... " teriaknya sembari berlari-lari


dengan perut besarnya alicia berjalan mengikuti langkah kaki mungil anak nya itu yang berlarian di sekitar ruang keluarga itu.


" makan dulu ya izza. ini udah siang sayang, " ucap alicia sembari berjalan mengikuti langkah kaki faizza


" gak mau !! izza mau papa..papa.. huhuu..." akhirnya tangis balita itupun pecah juga, balita itu terduduk dan meraung-raung berteriak memanggil papanya.

__ADS_1


" Papa...papa...srukkk... " air mata terus mengalir dari pipi balita itu, ingusnya pun meleler


alicia hanya pasrah melihat putrinya itu, putrinya itu sedang merindukan papanya, akhir-akhir raka tengah disibukkan dengan pembukaan cabang perusahaan yang baru diluar kota dan raka menugaskan arka dan juga jimmy untuk memantau langsung perusahaan yang baru itu.


karena itulah raka sedang disibukkan dengan banyak nya pekerjaan karena arka dan jimmy tengah berada diluar kota.


kemarin raka pulang dini hari dan putrinya itu sudah tertidur lelap, dan tadi pagi saat raka akan berangkat ke kantor ternyata faizza belum terbangun karena balita itu tidur larut malam menunggu kepulangan raka. dan wajar saja jika balita itu menangis histeris sekarang karena merindukan papanya.


" kalau izza gak mau makan , biar kakak aja ma yang makan. " ucap faiz yang sedang fokus memainkan ipad nya.


alicia menoleh pada putra nya itu dan tersenyum saat melihat nya membuka mulutnya lebar-lebar, alicia segera menyuapkan makanan pada faiz


" uhhh....pintarnya anak siapa sih ini " ucap alicia gemas


" Anak mama..." sahutnya


izza semakin menangis dengan kencang


" Huaaa....izza juga anak mama !!!" teriaknya


" kalau izza anak mama, makan dulu ya " bujuk faiz pada kembaran nya itu


" tapi izza mau papa !! mau papa !!" sahutnya


" iya , nanti kan papa pulang. sekarang izza makan dulu ya, kakak ada game baru loh buat izza " ucap faiz sembari membujuk faizza


" Tapi izza kangen sama papa kak.. huaaaaaa...." teriaknya lagi sembari menangis kencang


" Kakak telpon papa aja ya ma ?" tanya faiz pada alicia


alicia tampak berpikir, suaminya itu buru-buru pergi tadi pagi karena ada rapat. takutnya jika dia menelepon sekarang akan mengganggu pekerjaan suaminya itu.


" izza kenapa kak ?" tanya ralin yang baru datang sembari menggendong rafael


" biasa, kangen sama papanya. " sahut alicia


" akhir-akhir ini kak raka memang terlihat sibuk ya kak ? mas arka juga udah 2 hari diluar kota " ucap ralin


" iya lin. katanya lagi buka cabang perusahaan baru diluar kota " sahut alicia


" kerja terus sih kak , suami kita itu. papa juga masih terlihat semangat kerja. ini sudah hampir seminggu papa sama mama di luar kota juga ngurusin perusahaan " ucap ralin


" ya namanya juga pengusaha dek. kalau kata mas raka, bekerja dan berbisnis itu seperti sebuah hobi bagi mereka " sahut alicia


merasa diabaikan karena mamanya malah mengobrol dengan tante nya, dan kakaknya itu kembali fokus pada ipad nya membuat balita itu kembali berteriak dan meraung


" Huaaaa....izza mau papa ! papa..papa.. papa dimana ... izza kangen papa.." tangis balita itu mulai menghiba


alicia jadi kasihan dan mendekati putrinya dan mengelap ingus putrinya yang meleler karena tangisannya itu.


tidak ada cara lain untuk membuat izza diam, selain menelepon raka, jika ada papa mertuanya biasanya izza bisa dibujuk, namun kali ini mertuanya itu sedang pergi keluar kota.

__ADS_1


alicia mengetik pesang singkat pada raka menanyakan apakah suaminya sedang sibuk atau tidak.


tak sampai 1 menit ponsel alicia berdering dan melihat jika raka melakukan video call . alicia mengangkat telepon itu


" Kenapa sayang ? " tanya raka


" mas lagi sibuk ?" tanya alicia


" hmmm..lumayan lah sayang. tapi mas selalu ada waktu kalau buat keluarga mas " sahut raka sembaru menatap wajah istrinya di layar ponselnya


ahhh..kenapa dia semakin cantik setiap harinya ? kurasa aku semakin jatuh cinta padanya . rasa sayangku semakin bertambah setiap harinya. bahkan aku jadi langsung ingin pulang dan memeluknya sekarang


" izza nangis mas, kangen sama kamu katanya. sampe gak mau dibujuk buat makan " ucap alicia


" mana izza ?" tanya raka


alicia menyerahkan ponsel nya pada putrinya itu


" adek..ini papa telepon lo " ucap alicia pada putrinya itu


izza berlari mendekat dan meraih ponsel mamanya itu. matanya berbinar saat melihat wajah raka yang tersenyum padanya


" papa...izza kangen papa..huhuhu... " rengek balita itu pada papanya


" uhh...kasihan nya putri papa yang satu ini. nanti papa usahakan pulang cepat ya nak. tapi izza makan dulu ya ? kata mama izza tidak mau makan " bujuk raka


" izza mau makan, tapi telepon nya jangan ditutup ya pa ?" ucap nya


" iya sayang nya papa "


izza menoleh pada alicia dan membuka mulutnya lebar-lebar. alicia tersenyum lalu dengan cepat menyuapi putrinya itu makan.


faizza makan dengan lahap sembari menatap wajah raka di layar ponsel mamanya. sesekali dia tertawa saat raka menggodanya.


" kakak mana ? " tanya raka


" itu pa " izza membalik ponsel itu dan terlihatlah faiz yang sedang serius menatap layar ipad nya.


" kakak lagi apa nak ? " tanya raka


" sedang membuat sesuatu pa. nanti kalau sudah jadi kakak kasih liat sama papa " sahutnya.


raka tersenyum melihat putranya itu. benar-benar kopian dirinya, tampan dan dingin. raka bisa merasakan sifat dingin faiz dari caranya menjawab pertanyaan dan berbicara pada orang lain.


dan satu hal lagi dari sifat faiz yang sama dengannya, yaitu kelemahan nya pada alicia, putranya itu begitu menyayangi alicia . faiz seperti gambaran kebucinan dirinya pada istrinya itu. raka terkadang tertawa sendiri jika memikirkan hal itu.


dan apakah putrinya juga merupakan kopian dari sifat istrinya ? mungkinkah alicia juga begitu mencintainya sehingga putrinya sampai sepertu itu jika cukup lama tidak bertemu dengannya ?


raka tersenyum jika memang benar , akhirnya istrinya memiliki perasaan yang sama dengan nya juga. meskipun raka tau jika alicia mencintainya, tapi alicia sangat jarang mengatakannya. dan itulah yang membuat raka selalu bergelayut manja pada istrinya dan sering mengucapkan kata cinta yang hanya dibalas anggukan atau deheman oleh alicia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2