Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Diculik ...


__ADS_3

Mata Alicia perlahan terbuka, kepalanya terasa begitu pusing, dia merasakan keadaan sekitarnya yang sangat asing,


aku dimana ? bukankah tadi pagi aku sedang dalam perjalanan pulang ? kenapa aku disini ? dan dimana anak-anak ku ?


Perlahan alicia beranjak bangun, dia meringis saat merasakan perutnya kembali menegang, dia sangat terkejut saat melihat kedua anaknya yang sedang terikat di kursi dengan mulut yang di tutup oleh lakban.


" faiz , faizza.. nak.. " ucapnya lirih sembari beringsut mendekati anak-anaknya.


..


flashback on


Alicia yanh sedang menyiapkan perlengkapan anak-anaknya karena hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang,


tiba-tiba raka mendapat telepon dari kantor yang mengatakan jika ada masalah darurat di kantor. raka pun memberitahu alicia jika dia akan pergi ke kantor sebentar karena ada urusan mendadak.


alicia mengangguk dan tersenyum pada raka. raka mencium istrinya dan berjalan keluar


tak lama ada seorang yang menjemput alicia karena disuruh oleh raka. alicia memang mendapat pesan dari raka jika dia menyuruh anak buahnya untuk menjemput nya karena raka masih memiliki banyak pekerjaan di kantor.


dan orang itu juga menunjukan pesan yang sama dari raka. alicia memastikan nomor itu adalah benar nomor raka. alicia menghubungi raka namun panggilan diluar jangkauan. mungkin suaminya itu sedang ada rapat mendadak pikirnya.


akhirnya dia ikut orang itu karena sudah melihat pesan yang dikirim suaminya ke nomor nya dan juga si penjemput itu.


di dalam mobil alicia merasa jika dirinya sangat mengantuk, dia juga melihat anak-anaknya sudah tertidur sembari memeluknya.


tak lama alicia pun ikut tertidur


flashback off


..


Raka mengerutkan keningnya saat sampai di kantor dan menemui jimmy. jimmy sedikit terkejut melihat kedatangan tuannya itu.


" Tuan datang ? bukannya hari ini tuan muda dan nona kecil pulang dari rumah sakit ?" tanya jimmy


" iya. tapi aku mendapat telepon katanya perusahaan mengalami masalah serius , karena itulah aku kemari. " sahut raka


jimmy mengerutkan keningnya


" Masalah ? tapi kenapa saya tidak tau tuan ? saya daritadi disini mengerjakan tugas anda tuan. dan tidak ada laporan tentang masalah apapun tuan " ucap jimmy


" Apa maksudnya ? " sentak raka kesal


" Kemarikan ponsel anda tuan " ucap jimmy


raka memberikan ponselnya pada jimmy. jimmy segera menyambungkan ponsel itu pada komputernya. dia sedikit terkejut


" tuan, sepertinya ponsel anda diretas . dan juga..


" dan apa ? " tanya raka

__ADS_1


" sepertinya nona, tuan muda dan nona muda sedang dalam bahaya " ucap jimmy


brakkk... raka menggebrak meja


" apa maksudmu hah ? " tanya raka marah


jimmy memperlihatkan pada raka isi percakapan antara dia dan alicia. raka mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak pernah mengirim pesan itu pada istrinya.


dengan cepat raka menghubungi rumah sakit dan dia sangat terkejut karena ternyata anak dan istrinya sudah pulang dari rumah sakit daritadi


" sial... jim cepat cari lokasi terkini istriku " ucap raka


dengan cepat jimmy mengetik di komputernya.


" terakhir sinyal gps nona menunjukkan lokasi yang tidak jauh dari rumah sakit. " ucap jimmy


" brengsek.. bajingan darimana yang berani mengganggu keluarga ku " hardik raka


raka pun segera berlari ke luar kantor , jimmy dengan cepat menyusul tuannya itu.


...


Alicia perlahan membuka lakban yang menutup mulut anak-anaknya.


" nak.. sayang nya mama. bangun sayang " ucap alicia lirih sembari menepuk pelan pipi anak-anaknya.


mereka perlahan membuka matanya.


" Mama.. " ucap mereka


" sayang.. jangan takut. mama disini nak.." ucap alicia berusahan menenangkan anak-anaknya. faizza menangis sekencang-kencangnya karena sangat takut . sementara faiz hanya melihat-lihat ruangan yang cukup gelap dan pengap itu.


" siapa yang berani kurung kita disini ma , berani sekali. pasti dia belum mengenal papa. " ucap faiz sembari memangku kedua tangannya santai. tidak terlihat ketakutan sedikitpun di wajah balita berusia 4 tahun itu.


sementara itu alicia menenangkan putrinya yang terus saja menangis ketakutan


" Papa.. papa.dimana mama, izza takut " isaknya


" iya sayang, nanti papa kesini nak " ucap alicia sembari mengusap lembut pipi faizza.


ceklek...pintu ruangan itu terbuka, alicia menoleh dan sangat terkejut saat melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya itu


" Kamu.. beraninya kamu. apa maksud dari perbuatan mu ini wira !!" pekik alicia


wira tersenyum sinis,


dia mengingat saat dirumah sakit dia sengaja menabrak raka yang saat itu sedang menelepon sembari berjalan, saat bertabrakan ponsel raka terjatuh cukup jauh dari raka, dan dengan cepat wira memasukkan virus ke ponsel raka dan mulai menyadap ponsel raka untuk menjalankan rencana nya.


" Apa kabar sayang ? sudah berapa lama kita tidak bertemu ? aku rasa belum lama bukan ? ah iya kita bertemu di kantor raka dan juga dirumah sakit bukan ? aku benar-benar rindu padamu " ucap wira


" kau benar-benar gila. lepaskan kami, kau menyakiti anak-anak ku " pekik alicia kesal

__ADS_1


" aku akan menerima mereka sebagai anak-anak ku jika kau mau kembali dengan ku. karena sampai sekarang aku belum memiliki anak . jadi kembalilah padaku lagi ya " ucap wira


" sampai mati pun aku tidak akan mau kembali dengan mu. kau gila wira..gila " pekik alicia


jika tidak memikirkan nasib anak-anak nya dan juga bayi yang sedang dikandungnya, alicia pasti sudah membenturkan kepalanya ke dinding dan memilih mati daripada harus disentuh oleh wira, tapi jika dia melakukan itu bagaimana nasib anak-anaknya nanti ? sekarang dia hanya bisa menangis dan berdoa semoga raka cepat menemukan keberadaan mereka.


Alicia memegang perutnya yang terasa menegang dan berdenyut


jangan sekarang nak.. kamu harus tenang dan kuat sekarang, berjuang sama mama dan kakak-kakak kamu ya nak


Alicia memeluk erat anak-anaknya sembari menatap tajam wira, dia benar-benar tidak menyangka jika wira akan senekat ini.


" hey paman. lepaskan kami, papa kalau marah menyeramkan . paman bisa celaka nanti " ucap faiz


" hey.. dia sangat pintar. tapi dia terlalu mirip dengan laki-laki itu, aku tidak menyukainya " ucap wira sembari memegang dagu faiz dan mengamati wajah faiz yang sangat mirip dengan raka itu


Alicia menepis tangan wira dan menarik faiz ke dalam pelukannya


" jangan menyentuh anakku " ucapnya sinis


wira tertawa sinis.


" aku masih mencintai mu alicia, kau sama sekali tidak berubah bahkan setelah 5 tahun. justru kau semakin terlihat cantik. sepertinya suamimu mengurus mu dengan baik ya " ucap wira


" tentu saja, karena suamiku bukanlah pria sampah sepertimu " ucap alicia


" Kau... " wira mencengkram dagu alicia dan menatap nya tajam


" jangan menyakiti mama ku " teriak faiz sembari menggigit tangan wira yang mencengkram dagu alicia


wira yang terkejut refleks mendorong faiz hingga keningnya membentur


" Faiz........" pekik alicia sembari mendorong wira dan mendekati faiz yang terlihat kesakitan sembari memegangi keningnya


Alicia menangis saat melihat kening putranya yang ternyata terluka.


" sakit sayang, tahan ya nak " ucapnya


" tidak ma, kakak kan anak laki-laki " ucap balita itu sembari tersenyum manis pada mamanya. alicia menciuk putranya itu


" papa pasti bisa menemukan kita sayang, bertahan dan bersabar sebentar lagi ya nak.. " ucapnya lirih


" dia tidak akan menemukan kalian, karena semua akses sudah kuputus. kau hanya punya dua pilihan, mati disini atau menikah dengan ku " ucap wira lalu meninggalkan mereka


Alicia meringis memegangi perutnya, faiz dan faizza langsung ikut memegang perut alicia


" Mama kenapa ? dedek bayi nya sakit ya ma ?" tanya mereka


alicia menggeleng,


" Mama baik-baik saja nak " ucapnya sembari tersenyum getir menahan sakit.

__ADS_1


faiz dan faizza pun memeluk Alicia, alicia menciumi kedua anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2