Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Penyelesaian Masalah


__ADS_3

sinar matahari pagi menyilaukan membuat raka perlahan membuka matanya, dia tersenyum saat melihat wajah alicia saat membuka matanya. perlahan raka membelai rambut alicia


saya benar-benar bahagia , ketika setiap membuka mata , yang pertama kali kulihat adalah wajah mu yang cantik, kamu cantik sekali alicia, aku sangat beruntung memilikimu.


alicia terbangun karena terganggu dengan perbuatan raka.


raka segera kembali berpura-pura tidur, alicia tersenyum melihat raka yang masih tertidur sambil memeluknya, perlahan tangan alicia terulur mengusap wajah raka yang sedang pura-pura tertidur itu.


namun tak lama faiz dan faizza merengek membuat alicia langsung terbangun dan segera mendekati box bayi nya,


raka merasa sangat kecewa


hey nak.. kalian jahat sekali pada papa


" anak-anak mama sudah bangun ya , cup..cup..jangan nangis ya, kita mandi dulu ya " ucap alicia sembari menepuk pelan kedua anaknya agar tenang.


raka pun akhirnya ikut bangun dan duduk.


alicia menyerahkan faiz dan faizza pada raka,


" jaga mereka sebentar, aku akan menyiapkan air hangat untuk mereka mandi " ucap alicia


raka pun mengambil kedua anaknya dan menggendongnya di sisi kanan dan kirinya, dia menciumi pipi kedua anaknya itu dengan gemas. sementara alicia segera menyiapkan air hangat untuk anak-anak nya mandi


..


pak hadi dan bu mona juga sedang bersiap di kamar mereka, sesuai rencana mereka hari ini orang tua dion akan datang dan membicarakan rencana pernikahan dion dan juga risya,


" mama yakin beneran mau menikahkan risya sama dion ?" tanya pak hadi


" iyalah pa, ini semua demi kehormatan risya, jika risya menikahi laki-laki lain, belum tentu laki-laki itu dan keluarga nya menerima risya apa adanya, tapi jika keluarga dion, mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan putra mereka pa, entah itu disengaja ataupun tidak " sahut bu mona


pak hadi hanya manggut-manggut mendengarkan ucapan istrinya itu dan dirinya pun membenarkan perkataan istrinya itu. ini adalah pilihan terbaik untuk putri mereka.


...****************...


Danendra dan dini, orang tua dari dion sudah datang ke rumah hadi wijaya, dion terlihat bingung saat berjalan di belakang kedua orang tuanya itu.


" ma, pa. aku benar-benar belum mau menikah sekarang " bisik dion


" diam kau ! sudah merusak anak gadis orang masih saja mau bertingkah !" umpat bu dini pada putra tunggal nya itu


dion pun hanya bisa diam apalagi saat mendapat tatapan membunuh dari pak danendra, papanya sontak saja membuat dion semakin menunduk.


pak hadi dan bu mona menyambut kedatangan danendra dan dini di rumahnya.


" selamat datang tuan danendra dan nyonya dini " ucap pak hadi sembari mengulurkan tangan pada pak danendra


" terima kasih banyak tuan hadi " ucap pak danendra menyambut uluran tangan pak hadi

__ADS_1


" silakan duduk " ajak bu mona kepada pak danendra dan istrinya.


" terima kasih "


Raka sedang turun bersama alicia, tak lama disusul oleh arka dan juga arsya.


" kenalkan ini putra-putra ku , dan yang ini menantuku " ucap pak hadi


pak danendra dan bu dini melihat ke arah raka, arka dan arsya. dan juga mereka melihat alicia, bu dini tersenyum saat melihat wajah alicia.


" anda memiliki menantu yang sangat cantik nyonya mona " puji bu dini


bu mona pun tersenyum sembari menatap alicia


" terima kasih nyonya dini, alicia kemari nak "


alicia pun menurut dan duduk di sebelah bu mona. bu dini takjuh melihat wajah alicia yang sangat cantik itu.


" dimana faiz dan faizza ?" tanya bu mona


" mereka langsung tertidur setelah kuberi ASI ma " sahut alicia


" nyonya mona sudah punya cucu rupanya " tanya bu dini


" iya, cucuku kembar laki-laki dan perempuan. namanya faiz dan faizza " sahut bu mona sambil tersenyum


bu dini pun tersenyum lalu kembali menatap alicia,


alicia pun mengangguk lalu segera beranjak ke kamar risya.


..


" memang ada siapa sih kak ? gak biasanya jika ada tamu aku juga ikut dipanggil. " tanya risya


" gak tau juga dek, yang penting kamu sekarang turun dulu ya " sahut alicia sembari merapikan rambut risya.


alicia pun mengajak risya untuk turun, setelah sampai di ruang tamu, risya duduk diantara pak hadi dan bu mona, sementara alicia duduk di sebelah raka.


" nah..sekarang risya sudah berada di sini, tuan danendra dan nyonya dini kenalkan ini putri saya risya hadi wijaya," ucap pak hadi


bu dini menelisik memperhatikan risya, memang gadis itu masih sangat muda dan cantik. andai saja jika putranya tidak berulah, mungkin saja dia bisa menunggu gadis ini menjadi lebih dewasa sedikit. namun apa boleh buat nasi sudah jadi bubur, putranya harus bertanggung jawab atas perbuatan nya, jika tetap mau melawan keluarga hadi wijaya , hal itu bukanlah hal yang baik. meskipun perusahaan mereka kerap bersaing, tetapi hubungan suaminya dan pak hadi tidaklah buruk. lagipula mau dilihat dari sisi manapun putranya tetaplah bersalah dalam hal ini.


" putri mu cantik tuan hadi, maafkan kesalahan putra ku yang dilakukan nya pada putrimu , kami sekeluarga akan bertanggung jawab penuh " ucap pak danendra


sementara dion hanya menunduk diam dan mendengarkan saja.melawan pun percuma saja, tenaga papanya masih sangat kuat. bekas tamparan nya semalam saja masih sangat terasa. dia juga tidak siap jika harus dibuang oleh papa dan mamanya, harta mungkin masih bisa dicari lagi oleh seorang dion, tapi orang tuanya ? mau cari dimana ?


" masalah itu memang sangat disesalkan tuan danendra, tapi kami paham dan mengerti situasi yang dialami oleh putra-putri kita, karena itulah saya mengundang anda kemari agar kita menyelesaikan masalah ini secepatnya " sahut pak hadi


" iya tuan hadi, saya sangat setuju. " sahut pak danendra

__ADS_1


" masalah apa sih ma ?" bisik risya


bu mona pun berbisik pada risya perlahan.


risya sedikit terkejut menatap dion yang juga sedang menatapnya


jadi laki-laki itu adalah kak dion ? kupikir laki-laki itu adalah suruhan kak krystal, entah aku harus bahagia atau senang mengetahui jika laki-laki itu adalah kak dion.


" risya , bagaimana kamu setuju bukan untuk segera menikah dengan dion ?" tanya pak danendra


risya pun menoleh pada papanya. pak hadi pun mengangguk pada putrinya itu


" kalau ini yang terbaik untuk aku dan juga kak dion, risya setuju jika kak dion tidak keberatan " sahut risya


" tentu saja dion tidak keberatan risya, kalau dion keberatan sudah pasti dia tidak akan datang hari ini. " sahut bu dini


" benarkan dion ?" tanya bu dini pada putranya itu


" benar ma, selagi dion diterima jadi adik ipar mereka bertiga " sahut dion sambil melirik tiga kakak beradik yang sedang duduk dan menatap nya intens.


bu mona segera melirik arka dan arsya yang langsung merubah mimik wajahnya menjadi lebih ramah sedikit.


sementara Raka tetap pada wajahnya yang masih dingin dan datar tanpa ekspresi itu. alicia menoleh pada suaminya itu dan mencubit pinggangnya. Raka sontak menoleh pada istrinya


" apa ?" tanyanya dingin


" senyum sedikit mas, wajah mas itu bikin dion terintimidasi " bisik alicia.


" memang wajah mas kenapa ? wajah mas memang begini " sahut raka santai


alicia kesal melihat tingkah suaminya itu, alicia langsung berbisik pada suaminya itu


" mas senyum atau tidur di sofa !"


raka pun langsung merubah mimik wajahnya menjadi lebih ramah sedikit.


...


pada akhirnya karena kedua keluarga sudah setuju dan tidak ada yang keberatan, maka keluarga sepakat akan menikahkan risya dengan dion 1 minggu lagi.


alicia pun memeluk risya senang, risya pun membalas pelukan alicia dengan hati yang sudah lebih tenang


semoga ini adalah penyelesaian masalah yang terbaik bagi aku, keluarga ku dan juga kak dion beserta keluarga nya


...****************...


hay readers tersayang...


terus sabar menanti ya, novel ini masih on going dan akan update 1 bab tiap hari nya.namun jika author lagi ada waktu luang akan diusahan untuk menambah 1 bab lagi.

__ADS_1


tetap bersabar dan dukung terus novel ini ya readers.


stay healthy and happy.


__ADS_2