
Semua orang terlihat berpikir,
" tidak ada cara lain lagi. kita harus menunggu alicia melahirkan bayinya dengan lancar. setelah itu baru kita beritahu secara perlahan tentang kalian ham " ucap pak hadi
" iya ham.. menurut mbak juga begitu. tidak ada cara lain lagi. dan untuk rina sebaiknya jangan diberi tahu dulu, takutnya rina terlalu terbawa perasaan dan mengatakan nya pada alicia. " ucap bu mona ikut menimpali
Dokter ilham terlihat berpikir, dia melihat raka yang juga ikut menatapnya memohon
" Raka mohon paman, raka bisa gila jika terjadi sesuatu yang buruk pada alicia " ucapnya
Dokter ilham mengangguk
" baiklah.. jika memang ini adalah jalan keluar yang baik untuk masalah ini " ucapnya
Semua orang terlihat lega. lalu mereka keluar dan kembali melihat kondisi alicia
..
Dokter rina tersenyum saat melihat suaminya datang bersama keluarga Hadi Wijaya.
" Mas... kita pulang ?" tanya nya
" hmm iya.. bagaimana alicia ? " tanya dokter ilham pada istrinya
" sudah membaik mas, hanya perlu bedrest yang cukup dan jangan terlalu banyak pikiran " sahutnya
" baiklah.. mari kita pulang " ucap dokter ilham sembari menggandeng tangan istrinya
" hati- hati di jalan ham.. rin " ucap bu mona
" iya mbk makasih " sahut dokter rina
" Makasih sudah menyempatkan waktu kesini paman, tante " ucap raka
dokter ilham menepuk bahu raka
" tidak usah sungkan. kami permisi dulu " ucap dokter ilham
semua orang mengangguk, dokter ilham dan istrinya pun berjalan keluar, sesaat dokter ilham menoleh melihat alicia yang sedang tertidur pulas
rania..putriku...
...
1 minggu kemudian
Keadaan alicia sudah sangat membaik, bumil itu sekarang semakin aktif berolahraga dengan berjalan - jalan di halaman mansion
Seperti pagi ini, alicia sedang berjalan-jalan di halaman ditemani oleh faiz dan faizza yang berlari kecil dengan riang gembira
" Mama... kejar adek mama " ucap faizza
" gak boleh izza.. diperut mama kan ada dedek bayi kita. " sahut faiz
Faizza cemberut. lalu tak lama dia kembali tersenyum saat faiz memberinya setangkai bunga
" nih.. bunga buat adek. adek main ini aja. " ucap faiz
balita itu kembali bersorak riang, alicia mengusap kepala putranya itu.
" duh... pinternya..udah bisa ngebujuk adeknya ya. anak siapa sih ini.. " ucap alicia gemas
Faiz memeluk kaki alicia dan mendongak menatap alicia
__ADS_1
" Anak nya mama sama papa dong ..." ucapnya senang
" duh..anak mama ini.. kok bisa pinter banget sih.. sini mama cium dulu " ucap alicia gemas sembari perlahan menunduk dan mencium pipi faiz. faiz tertawa saat alicia menghujani nya dengan ciuman, faiz juga memeluk alicia dan mencium pipinya
" kakak sayang mama " ucap faiz
Alicia terharu mendengar ucapan putranya itu. dia pun tersenyum
" adek juga sayang sama mama..." teriak faizza tak mau kalah dan ikut mencium pipi alicia
alicia tertawa
" iya nak..kesayangan mama.. " ucapnya
...
Raka berlari menghampiri istri dan anaknya yang sedang duduk beristirahat di kursi yang ada di halaman .
faiz dan faizza duduk di dekat kolam memberi makan ikan-ikan sembari bercanda dan tertawa
" haus sayang ?" tanya raka sembari menyerahkan botol air pada alicia
alicia menoleh dan tersenyum lalu menerima botol air itu dan meneguknya
" tau aja mas.. baru mau meminta faiz ke rumah ambil air minum " sahut alicia
raka duduk di sebelah alicia lalu merangkul bahunya, raka mengelap keringat yang mengalir di kening dan leher alicia
" capek ? " tanya raka
" lumayan mas.. tapi badannya rasanya enakan mas, " sahut alicia
Raka tersenyum lalu perlahan memijat bahu alicia, alicia merasa enakan,
" pegel ? dimana ? disini ? sakit gak rasanya ? kita kerumah sakit ya ?" tanya raka panik sembari memijat pinggang alicia perlahan
Alicia menatap suaminya
huh...ini mulut harus hati-hati kalau ngomong sama mas raka.
" kok diem ? sakit ya ?" tanya raka
" gak mas.. ini tuh cuma pegel biasa. mas pijat aja nanti juga enakan kok " sahut alicia
Bukannya memijat pinggang alicia, raka malah memeluk alicia dari belakang,
" kamu jangan bohong terus dong sayang, kalau sakit ya bilang sakit . jangan ditutup-tutupi dari mas " ucap raka
Alicia tersenyum dan mengusap pipi raka lembut
" iya masku sayang.. " ucap alicia gemas sendiri dengan tingkah suaminya itu
Raka membenamkan kepalanya di leher alicia, dan memeluknya erat.
" Papa...Papa.." teriak izza saat melihat raka
" hey nak.. lagi apa ?" tanya raka
" kasih makan ikan pa " sahut faizza
Raka tersenyum lalu berdiri dan bergabung dengan anak-anaknya yang sedang memberi makan ikan.
....
__ADS_1
Alicia terkejut saat fanny berteriak kegirangan sembari memeluknya erat
" aaaaaaaaa ciaa.....akhirnya jimmy bakalan nikahin gue " teriaknya girang
Alicia mengusap dadanya sembari mengatur nafasnya karena terkejut melihat kedatangan fanny ke kamarnya yang berteriak heboh dan langsung memeluknya erat.
" jangan peluk erat-erat fan. aku sesak nih " ucap alicia
Fanny tersadar, sepertinya dia lupa kalau sahabatnya itu sedang hamil besar
" ups.. sorry..sorry.. maaf, pasti ponakan ante ini terkejut dan sesak ya.. maaf ya.. " ucap fanny seraya mengelus perut alicia
" udah gak apa-apa " ucap alicia
" tapi bener nih jimmy yakin sama keputusannya ? gak bakal diundur lagi kan ? udah 3 tahun loh kalian berpacaran. udah berapa kali coba merencanakan pernikahan ?" tanya alicia sedikit ragu, pasalnya jimmy itu sangat sulit membuat keputusan. apalagi jika menyangkut pekerjaannya di kantor dan masalah raka, jimny bisa menyampingkan urusan pribadinya sendiri.
" yakin cia. jimmy bahkan udah booking hotel dan EO. undangan juga bentar lagi selesai dicetak. dan dijamin gak bakalan gagal deh.. kalau si jimmy gak mau rugi, ya pernikahan harus terjadi dong " sahut fanny santai.
sebenarnya dia juga gugup karena rencana pernikahan mereka selalu tidak berlanjut karena jimmy sering tiba-tiba harus dinas keluar kota cukup lama menyelesaikan pekerjaan di cabang perusahaan raka yang lain.
Alicia menatap sahabatnya itu
" tenang aja fan. nanti aku pastiin mas raka gak bakalan suruh jimmy keluar kota untuk sementara waktu ini sampai pernikahan kalian selesai gimana ?" tanya alicia
" bener nih cia.. uwah...makasih ya.." ucap fanny
alicia hanya mengangguk, fanny merangkul bahunya
" emang kapan sih fan acaranya ?" tanya alicia
" 1 minggu lagi " sahut fanny santai
" hah ?? 1 minggu lagi ? dan kamu masih disini ? bukannya bersiap-siap buat acara kamu. " tanya alicia heran
" hehe.. semuanya aku suruh jimmy yang nyiapin, aku nanti cuma tinggal perlu datang ke hotel aja. semua udah disiapin sama dia. " sahut fanny santai
" kamu gak pengen gitu nyiapin sendiri ?" tanya alicia
" pengen sih, tapi akutuh takut kecewa kalau nanti tiba-tiba jimny kebangun dan gak jadi nikahin aku gimana ? kan kecewa aku nantinya " sahut fanny santai
Alicia tertawa geli
" ya masa sih fan jimmy itu tidur trus mimpi pacaran sama kamu selama 3 tahun " ucap alicia sembari tertawa
fanny ikut tertawa
" ya kali cia... kan gak tau itu gimana perasaan jimmy yang sebenarnya kan ?" ucao fanny
Alicia memeluk sahabatnya itu
" Apapun itu, aku akan berdoa yang terbaik untuk kamu fan. semoga kamu bahagia selamanya sama jimmy ya.. " ucap alicia tulus
" emmm..makasih kesayangan akuh " ucap fanny
" dia cuma kesayangan ku " sahut raka yang sudah berdiri di dekat pintu menatap fanny tajam
fanny melotot kesal pada raka
" Hiissh... dasar pelit."
Alicia kembali tertawa geli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1