Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Rangga....


__ADS_3

" kak Rangga ?" ucap ralin saat membuka pintu


" hai, lama tidak ketemu lin " sapa rangga, seseorang yang bertamu di panti.


Rangga Adiguna, pemuda tampan yang sudah lama menyimpan perasaan pada ralin, Rangga dan ralin sudah berteman sejak SMA.Rangga yang 1 tahun lebih tua dari ralin membuat gadis itu selalu menjadikan rangga sebagai tumpuan dan tempat mengadu dan sejak saat itulah rangga mulai menyimpan perasaan khusus pada ralin.


namun, ralin yang berambisi untuk bekerja dan menghasilkan uang untuk membantu ibu panti, membuat rangga mengalah dan hanya berteman baik dengan ralin sembari mendukungnya untuk terus belajar dan mendapat beasiswa.


Namun Karena rangga harus mengurus cabang perusahaan ayahnya yang berada diluar kota, rangga harus pergi ke luar kota saat baru lulus kuliah, dan belum sempat mengutarakan perasaannya pada ralin.


ya mungkin namanya belum jodoh , pikir rangga. Hatinya miris saat mendengar kabar pernikahan ralin dengan putra konglomerat negeri ini. dalam hatinya rangga hanya bisa berharap segala kebahagiaan untuk ralin.. gadia yang dicintainya dalam diam.


...


Ralin menyuguhkan teh dan makanan ringan pada rangga.


" kabar kakak gimana ? tanya ralin


" ya seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja dan semakin tampan dan juga keren kan ?" tanya rangga percaya diri


ralin tergelak, kepercayaan diri kakak senior nya itu tidak lah berubah sejak dulu.


" ya..ya..aku bisa melihatnya . " sahut ralin


Rangga tersenyum lalu mengeluarkan kotak kecil dan menyerahkan nya pada ralin


" Selamat atas pernikahan mu lin. meskipun terlambat mengucapkannya, ini hadiah dariku untuk mu " ucap rangga


Ralin terkejut lalu mengambil kotak itu


" kakak kenapa jadi repot begini "


" tidak apa-apa. bukalah apa kau suka ?" sahut rangga


ralin membuka kotak tersebut dan terlihatlah sebuah gelang cantik dengan desain sederhana namun berkilau


" kak ini.. "


" suka ?


" suka kak.. terima kasih.. " sahut ralin senang lalu memakai gelang itu


" Syukurlah kalau kau menyukainya "


aku sangat bahagia lin, setelah sekian lama akhirnya aku kembali bisa membuatmu tersenyum. tidak masalah kan jika aku melakukan hal ini untuk terakhir kalinya, dan untuk anda, suami ralin dimana pun anda berada. maafkan saya jika sudah berani membuat istri anda tersenyum tanpa izin dari anda


" kak..aku benar-benar menyukai nya.. kakak masih ingat bagaimana selera ku tentang perhiasan.. terimakasih kak.. "


Rangga lagi-lagi hanya tersenyum simpul


kenapa aku harus terlambat


" oh ya kak, bagaimana kaka tahu jika aku berada disini ?" tanya ralin

__ADS_1


bagaimana lagi, tentu saja aku mencari informasi tentang mu setelah sampai di kota ini


" Ah..tadinya aku kesini ingin menemui bu ratna dan bertanya padanya, tidak menyangka jika langsung bertemu dengan mu disini " sahut rangga


Ralin hanya mengangguk


" dan kau bagaimana bisa ada disini ? dan dimana suamimu ?" pertanyaan yang terbesit di benak rangga dari tadi akhirnya terlontar juga


" emm.. aku sedang hamil kak, dan hormon ku mempengaruhi aku.. jadi aku sering marah-marah tidak jelas saat melihat suamiku. dan juga aku ingin sekali menginap dan makan masakan nya ibu, jadi ya sekalian saja aku kesini. mas arka nanti malam baru kesini.. jika aku tidak marah-marah padanya ya mungkin dia juga akan menginap. " sahut ralin kembali berbohong


ya tuhan.. maafkan aku.. aku terpaksa berbohong lagi


Rangga sedikit terkejut lalu kemudian tersenyum


" jadi ternyata bumil ini sedang mengidam rupanya " ucap rangga sembari tersenyum


Ralin mengangguk dan tersenyum sembari mengusap perutnya


" baiklah..karena aku sudah bertemu dengan mu, aku pamit dulu. sampaikan salam ku untuk bu ratna nanti. dan iya jangan sungkan untuk menelpon saat kamu butuh bantuan ku lin " ucap rangga


" baik kak.. hati-hati di jalan " sahut ralin


Rangga berjalan sembari tersenyum miris


kenapa harus aku yang terlambat.. rasanya kau semakin menjauh dari jangkauan ku Ralin


....


Arka yang baru pulang dari kantor merasa asing dengan suasana kamarnya saat ini. biasanya ralin akan segera mengambil jas dan tas kerja nya . arka pun biasanya langsung mandi karena ralin sudah menyiapkan air hangat.


Kamar itu terasa sangat kosong disana, bayangan ralin yang sedang berbenah kamar dan mengurus keperluan nya memenuhi pikiran arka , arka menghela nafas


bukankah ini yang dia inginkan, kebebasan yang seperti ini ? tanpa memiliki istri disisinya ? tapi kenapa hatinya terasa kosong seperti ini ? ada apa ini ? apa yang sebenarnya aku inginkan ?


berbagai macam pertanyaan berkecamuk di hati arka.


bruk.. arka menjatuhkan dirinya ke tempat tidur dan memejamkan matanya tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.


..


Sementara itu alicia dibuat kewalahan dengan tingkah bayi besar nya itu. semenjak pulang dari kantor raka menggendongnya menuju kamar mandi dan mengajaknya mandi bersama, tak cukup sampai disitu , setelah mandi raka berbaring sembari menggunakan paha alicia sebagai bantal nya, tangan raka menarik tangan alicia dan meletakkan nya di atas kepala nya.


Alicia tersenyum dan mengusap lembut kepala raka sembari memijat perlahan,


Hoamm...raka menguap. usapan dan pijatan lembut istrinya membuat kantuk nya seketika menyerang. dia memejamkan matanya


hmmm...gak lagi deh nyusulin mas raka ke kantor. aku jadi di kerjain terus begini


..


Keesokan Harinya


Alicia yang bosan berada dirumah, meminta izin pada raka untuk bermain ke panti bersama faiz dan faizza, awalnya raka keberatan mengizinkan istrinya untuk pergi tanpa dirinya, tapu setelah alicia menggunakan cara terampuhnya, akhirnya izin itu pun terucap dari mulut raka

__ADS_1


" ya sudah hati-hati " ucap raka masih tergelak dan mengusap tiap bagian wajahnya yang dicium alicia dan meninggalkan bekas lipstik yang terlihat samar-samar


alicia terkekeh geli saat melihat bekas lipstik di wajah raka,


" nanti aku ganti merk lipstik deh mas " usapnya sembari mengusap lembut pipi raka


" ganti yang gak mudah luntur ya sayang , biar puas " sahut raka sembari menatap intens istrinya itu


Alicia melirik Raka lalu menutup mata raka


" sudah sana berangkat " ucap alicia


raka pun mencium kening alicia lalu berjalan keluar. sementara alicia menuju kamar anak-anaknya untuk menyiapkan keperluan faiz dan faizza.


...


Ralin tersenyum senang saat melihat kedatangan alicia bersama faiz dan faizza.


" gimana kabar kamu dek ?" tanya alicia


" baik kak.. disini sangat nyaman. dan aku hampir tidak memikirkan pak arka saat berada di sini. adik-adik disini selalu mengalihkan perhatian aku kak.. mereka membuat aku tersenyum disini " sahut ralin


" syukurlah kalau begitu, ini mama titip makanan dan susu buat kamu " ucap alicia sembari menyerahkan paper bag yang dibawa nya.


" bilangin makasih banyak buat mama kak " sahut ralin


Alicia mengangguk


" oh ya kak, ada senior aku ngajakin makan siang bareng. katanya sih dia traktir aku atas keberhasilannya membuka cabang perusahaan di kota ini. kakak ikut ya, aku gak enak jika menolak nya dan gak enak juga jika pergi sendiri " ucap ralin


Alicia tampak berpikir.


" senior mu itu laki-laki atau perempuan ? " tanya alicia was-was


" laki-laki kak " sahut ralin


wajah alicia langsung pias, dia tersenyum miris


" gak jadi deh dek.. suami kakak itu cemburuan tingkat tinggi. kamu kan tahu sendiri, bisa gawat kalau.dia sampai tahu " ucap alicia


Ralin terkekeh.


" gak mungkin lah kak..lagipula dia datang sendiri kok.. jadi kalau pak raka tanya tinggal bilang aja kalau dia seniornya aku. ayolah kak temenin ya " ucap ralin memohon pada alicia


" ya sudah tapi jangan lama-lama " ucap alicia


Ralin mengangguk.


alicia pun menitipkan faiz dan faizza pada bu ratna, bu ratna dan anak-anak pantu merasa sangat senang saat melihat si kembar itu


Alicia dan ralin pun pamit pergi sebentar pada bu ratna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2