Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Hiperemesis Gravidarum


__ADS_3

Sudah 2 hari mual yang dialami alicia belum berkurang sedikitpun, setiap pagi nya raka selalu dikejutkan saat melihat tubuh lemas dan wajah pucat pasi istrinya,


namun alicia selalu menolak jika diajak untuk ke dokter, dia mengatakan bau rumah sakit akan menambah rasa mualnya.


dan raka pada akhirnya hanya pasrah , namun ayah 2 anak itu tetap menunjukkan wajah yang penuh kekhawatiran pada keadaan istrinya itu.


dan pada akhirnya Raka sampai pada puncak kekhawatiran nya saat melihat tubuh istrinya tergeletak tidak sadarkan diri di lantai di kamar mandi


" sayaaang.... " pekik raka sembari mendekati alicia dan merengkuh tubuh mungil istrinya itu


" sayang, kamu kenapa ? bangun sayang " ucapnya khawatir sembari menepuk-nepuk pelan pipi alicia


melihat tak ada respon dari istrinya, raka langsung mengangkat tubuh istrinya dan segera membaringkannya di tempat tidur.


" Ma...Mama..." pekiknya


Ralin yang baru keluar dari kamar mendengar teriakan raka dan segera menghampiri nya


" kak raka ? ada apa kak ?" tanya ralin cemas


" Alicia pingsan, tolong panggilkan mama " ucap raka


ralin pun segera keluar kamar dan bergegas menemui bu mona. bu mona langsung berlari keluar menuju kamar raka, tak lama pak hadi pun menyusul sembari menelepon dokter ilham


sementara itu ralin bergegas ke dapur untuk membuatkan air hangat.


bu mona masuk ke kamar dengan cemas, langsung duduk di sebelah alicia dan mengusap lembut pipi dan kening menantunya


" alicia kenapa Ka ?" tanya bu mona


" seperti biasa ma. dia muntah-muntah dan raka ingin membantunya tapi saat raka masuk ke kamar mandi sudah seperti ini " sahut raka


bu mona menoleh pada suaminya


" ilham sedang dalam perjalanan kemari bersama istrinya " ucap pak hadi


bu mona terlihat lega. tak lama alicia tersadar, bu mona menahan alicia yang ingin duduk


" berbaring saja nak. kamu masih lemah sekali, ini minum dulu air jahe nya ya " ucap bu mona sembari mengambil cangkir yang dibawa oleh ralin dan memberikan nya pada alicia


Alicia mengambilnya lalu meminum nya.


tak lama dokter ilham dan dokter rina datang, dokter rina langsung memeriksa keadaan alicia


" Alicia mengalami Hiperemesis gravidarum " ucap dokter rina setelah selesai memeriksa keadaan alicia


" apa itu tante ? apa bermasalah untuk istri dan bayi kami ?" tanya raka cemas


dokter rina tersenyum


" itu adalah salah satu gejala ibu hamil, memang cukup jarang yang mengalami hal ini. ibu hamil akan mengalami mual dan muntah yang parah , tidak seperti morning sickness pada umumnya. " ucap dokter rina


" Lalu harus bagaimana tante ? " tanya nya lagi


" nanti alicia biar di infus lebih dulu. baru nanti diberi obat untuk mengurangi frekuensi muntah nya dan juga menambah tenaga nya. " ucap dokter rina


" Lakukan apapun saja tante " ucap raka


dokter rina mengangguk lalu menelepon rumah sakit dan meminta dibawakan perlengkapan untuk merawat alicia dirumah.


dokter ilham mendekati raka lalu menyentuh bahu nya.


" nak..sepertinya paman harus memeriksa keadaan mu..lihatlah wajah panikmu itu " ucap dokter ilham


semua orang tertawa kecil menatap raka. alicia bahkan tersenyum geli melihat tampang cemas suaminya.


lihat nak....papamu begitu cemas


gumam alicia sembari mengusap perutnya.

__ADS_1


...


Alicia tertidur setelah dipasangkan selang infus dan diberi obat oleh dokter rina. dokter ilham pun sudah memastikan jika keadaan alicia baik-baik saja kecuali gejala mual dan muntahnya saja.


Faiz dan faizza berbaring di dekat kaki alicia dan memeluknya erat. mereka langsung kehilangan semangat mereka karena melihat mama mereka yang sedang sakit.


raka mengusap lembut pipi anak-anaknya.


" anak-anak papa sudah sarapan belum ?" tanya raka


" udah pa.." ucap faiz dan faizza serentak


" tapi tadi adek makannya dikit pa " ucap faiz lagi


" lo kenapa adek makannya dikit hem ?" tanya raka sembari mengusap pipi putrinya itu


" adek sedih lihat mama sakit papa..huhuhu.." ucap faizza dan langsing menangis terisak


" cup..cup sayang..tuan putrinya papa kenapa nangis hemm ? nanti mama bangun lo .." ucap raka membujuk putrinya itu


melihat alicia yang tertidur pulas , balita itu segera menghentikan tangisannya lalu kembali berbaring memeluk kaki alicia. raka tersenyum dan mengusap lembut kepala faizza.


faiz pun kembali berbaring dan memeluk kaki alicia, raka beralih mengusap lembut kepala putra nya itu


" Papa ke kantor dulu ya nak..kalian berdua jagain mama ya ? nanti kalau ada apa-apa telepon papa ya nak.." ucap raka


faiz dan faizza pun kembali bangun lalu mengangguk .


raka tersenyum lalu berjalan menuju ruang ganti .


tak lama raka sudah siap-siap, dia menghampiri alicia, mengusap pipinya dan merapikan rambut istrinya itu, lalu mencium kening alicia


mas ke kantor dulu ya sayang.. cepat sembuh kesayangannya mas..


raka kemudian mencium anak-anaknya


raka tersenyum dan melangkah keluar kamar.


...


Alicia terbangun, dia melirik jam dinding dan sudah menunjukkan pukul 11 siang. alicia perlahan duduk lalu menyadari jika dirinya masih diinfus.


" berapa lama aku tidur ? apa mas raka ke kantor ya ?"


alicia melihat kedua anaknya yang sedang tertidur pulas sembari memeluk kakinya, alicia tersenyum lalu mengusap pipi anak-anaknya.


lihat..adek di jagain sama kakak faiz dan faizza..


kedua balita itu menggeliat dan melihat mama nya sudah bangun


" kakak..mama udah bangun ..." ucap faizza sembari mengguncang faiz yang sepertinya masih mengantuk itu. faiz langsung membuka matanya dan segera duduk.


" Mama udah bangun ? " tanya faiz


alicia mengangguk.


" anak-anak mama lagi jagain mama ya ? pinternya.." ucap alicia


" iya dong ma.. kakak kan mau jagain mama sama adik bayi " ucap faiz


" huhh..adek juga ma.." sahut faizza kesal pada faiz


" iya sayang nya mama..kakak faiz dan faizza jagain adek bayi sama-sama ya.." ucap alicia melerai anak-anaknya yang mulai berdebat itu


" Mama mau makan ? adek bayi nya pasti lapar kan ? " tanya faiz


" kata papa tadi, kalau mama sudah bangun..mama disuruh makan sama papa " ucap faizza lagi


alicia melihat meja di samping tidurnya , ada nampan yang berisi makanan, dia mengambilnya dan mulai makan. awalnya dia merasa mual, tapi mengingat dia sudah memuntahkan semua isi perutnya tadi pagi, dia harus memakan makanan ini demi bayinya,

__ADS_1


" Mama makan yang banyak ya..biar dedek bayi nya cepat besar..kakak mau ketemu adek bayi ma" ucap faiz


" izza juga mau ketemu adek bayi loh ma.." ucap faizza tak mau kalah.


" iya sayang.. tapi kakak faiz sama faizza harus sabar ya.. nanti kalian bisa ketemu sama dedek bayinya . " ucap alicia


mereka tersenyum senang..lalu turun dari tempat tidur dan berlarian kecil sembari bersorak senang.


" nanti ketemu adek bayi.. yeyyyeayy" sorak mereka


bu mona membuka pintu kamar alicia dan melihat alicia yang sedang duduk sambil makan dan memperhatikan faiz dan faizza yang sedang berlarian kecil dan bersorak


" faiz ..faizza jangan lari-lari sayangnya oma. nanti jatuh.. jangan berisik ya. mama lagi makan loh .." ucap bu mona


" gak apa-apa ma.. mereka cuma lagi seneng aja " ucap alicia


" wah..cucu oma seneng kenapa ?" tanya bu mona


" kata mama, nanti kami bisa ketemu adek bayi oma.." sahut faizza antusias


" oh ya ? terus ?"


" ya nanti bisa kakak faiz jagain oma.." sahut faiz bersemangat.


bu mona tersenyum lalu mencium gemas pipi kedua cucunya


" pinternya cucu-cucu oma " ucap bu mona gemas


" iya dong oma " sahut mereka


bu mona pun membiarkan keduanya bermain , lalu mendekati alicia yang terlihat kesulitan saat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya


" masih mual sayang ?" tanya bu mona sembari merapikan rambut alicia.


" masih ma, tapi gak terlalu parah lagi sih ma.." sahut alicia


" kamu mau makan sesuatu nak ? nanti mama bikinin sayang " ucap bu mona


alicia tampak berpikir ,


" aku pengen makan rujak mangga ma, " ucap alicia


bu mona tersenyum lalu mengusap perut alicia


" cucu oma ini mau makan rujak mangga ya.. baik nanti oma bikini ya sayang " ucap bu mona


alicia tersenyum


" tapi ma, aku maunya mas raka yang bikin nya. " ucapnya


bu mona tertawa..


" jadi mau kerjain papa nya ternyata, baiklah....mama telepon raka sekarang " ucapnya lalu menelepon raka


pasti raka langsung bingung ini.. rasakan anak tengil itu..


Hatchiu... raka bersin-bersin saat sedang fokus melihat layar monitor.


" Apa ada yang sedang membicarakan ku ? " ucap raka bingung


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hay halo annyeong readers tersayang.


maaf ya baru bisa up hari ini, dan inipun hanya bisa 1 part untuk hari ini.


karena author sedang tidak enak badan , harap readers tetap setia menanti up nya novel ini ya...


Stay Healthy and Happy readers

__ADS_1


__ADS_2