Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kejutan untuk Papa dan Mama


__ADS_3

Arsya menghidupkan kembang api di halaman belakang dibantu oleh Arka dan juga jimmy


bu mona menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat. kembang api bertuliskan "Happy Anniversary" terukir indah di langit malam ini


Pak hadi merangkul istrinya, keasikan bermian bersama faiz dan faizza membuat mereka lupa hari apa ini.


" jujur papa lupa hari ini Ma " ucap pak hadi


bu mona mendelik kesal


" Papa kebiasaan " sahut bu mona kesal


semua anak dan menantunya mendekati pak hadi dan bu mona


risya membawa kue dan mendekati mamanya


" ditiup dong lilinnya Ma Pa " ucap risya


Raka dan alicia pun mengambil faiz dan faizza dari gendongan pak hadi dan bu mona.


pak hadi dan bu mona pun meniup lilin itu bersama-sama.


" Makasih ya anak-anak sama menantu mama " ucap bu mona terharu


" terimakasih nak, Papa bahkan lupa . tidak menyangka kalian ingat hari ini " ucap pak hadi ikut terharu


Raka dan ketiga adiknya tertawa kecil ,


" sebenarnya kami juga lupa Pa Ma, " ucap Raka


pak hadi dan bu mona terlihat bingung,


" Tapi menantu mama ini yang merencanakan semua nya dan mengajak kami bergabung " ucap Raka sembari merangkul alicia .


bu mona tersenyum senang, lalu mendekati alicia yang sedang menggendong faiz yang tertidur.


" Makasih ya sayang. mama terharu kamu inget sama hari anniv nya Mama sama Papa "


" sama-sama ma, kami juga semua senang jika melihat mama sama papa bahagia , gimana kejutannya? mama sama papa suka ?" tanya alicia


" suka sekali sayang " sahut bu mona sembari memeluk alicia


" suka nak. terimakasih banyak " ucap pak hadi seraya mengusap rambut alicia


" kalian juga terimakasih banyak, " ucap pak hadi dan disambut senyuman oleh anak-anak dan menantu nya.


risya memeluk papa dan mamanya


" anak perempuan papa, lama sekali baru bisa bertemu kamu nak. bagaimana tempat tinggal barumu di sana ? kau betah ?" tanya pak hadi pada risya


" betah pa, dafa juga betah tinggal disana, " saht risya

__ADS_1


pak hadi menatap bayi kecil yang sedang tertidur dalam gendongan dion.


" cucu opa ini sudah besar ya , sini opa gendong ," ucap pak hadi sembari mengambil baby dafa dari gendongan dion lalu mencium nya lembut.


..


semua orang sudah duduk di meja makan,


" Ma, ini semua makanan chef terkenal lho. silakan dicicipi gimana rasanya " ucap arsya


" oh ya ?" tanya bu mona lalu mencicipi makanan di atas meja, bu mona terlihat berpikir


" yang ini, ini dan ini pasti masakan menantu mama kan ? " tanya bu mona disambut gelak tawa dari yang lain


" masakan menantu mama, mama sudah hafal. masakan mantu mamah ini paling enak pokoknya " ucap bu mona bangga


alicia hanya tersenyum


" Mama bisa aja, trus kalo ini gimana ?" tanya alicia sembari mengambilkan udang tumis di piring bu mona


" ini juga lumayan enak, ini buatan kamu nak ? gak biasanya kamu masak udang. tapi ini enak lo " ucap bu mona sembari menguyah udang nya


" ini buatan nya Ralin ma, asistennya arka. tadi alicia dibantu sama bi inah dan ralin memasak semua ini " ucap alicia


bu mona lantas menoleh ke sisi yang lain dimana seorang gadis yang sedang duduk di sebelah fanny dan tersenyum padanya.


" Jadi kamu asistennya arka ? siapa tadi namanya ?" tanya bu mona


" gimana pekerjaan nya ? betah kerja sama arka ? dia galak tidak di kantor ?" tanya bu mona


Ralin terlihat tersenyum kecut sembari berpikir


bukan galak lagi nyonya. tapi galak banget !


ralin melirik ke arah arka yang tengah fokus memakan makanannya.


Gleek.. ralin menelan saliva nya dengan susah.


harus jawab apa nih..


semua orang menunggu jawaban ralin. sedang yang ditunggu malah terlihat bingung


" Arka kan 11, 12 sama Raka. mama tau sendiri Raka seperti apa di kantor. ya Arka juga seperti itu di kantor " sahut pak hadi


" Kok Raka pa ?" tanya raka bingung


" ya kamu. pikir sendiri bagaimana kamu kalau di kantor " sahut pak hadi


" bagaimana fanny ?" tanya pak hadi pada fanny


" pak Raka itu kalau di kantor galaknya minta ampun . kalau lagi marah kepalanya pak raka ity kayak ngeluarin asap banyak gitu, terus tatapan matanya itu lebih tajam dari pisau. fanny rasa nih kalo udah dapat tatapan yang begitu dari oak raka, kayak disayat-sayat gitu . pokoknya serem " jawab fanny panjang lebar mengeluarkan unek-unek nya

__ADS_1


akhirnya...lega nih perasaan gue. haha..paling-paling besok potong gaji. yang penting bukan potong kepala.


" Udah ?" tanya raka sembari menatap tajam fanny


plakk..plakk...


"Kalian berdua ini ya, gak pernah berubah. dari dulu kan mama bilang jadi orang yang ramah-tamah sama orang lain. apalagi dikantor , ini malah kalian bisanya marah-marah terus. kan pada takut nanti karyawan kalian. pada berhenti mereka Raka , Arka" ucap bu mona sembari memukuli bahu anaknya


" kamu juga Arka, kalau kamu pendiem seperti ini terus. kapam dapat pacarnya trus menikah ? bisa berkarat tuh nanti punya mu " ucap bu mona


Raka , Arka dan arsya saling toleh , sedetik kemudian mereka tertawa


" punya kalian berdua tuh nanti yang berkarat. kalo punya gue aman " ucap raka sambil terkekeh geli


Arka dan arsya menatap kesal pada kakak dan mamanya itu. sementara pak hadi ikut tersenyum lalu menikamati makanan nya lagi.


" dimaklumi aja ya lin kalau ini arka suka marah-marah. memang begini anaknya " ucap bu mona sembari memegang bahu arka.


" saya sudah terbiasa nyonya " sahut ralin sopan.


" lagipula pak arka marah itu karena ada alasannya " ucap nya lagi


Arka hanya tersenyum tipis sembari menatap mamanya


" ya tapi kan tetap saja kamu itu masih suka marah-marah " ucap bu mona tak mau kalah


Arka menyerah dan hanya diam melanjutkan makannya


" bagaimana dengan mu jim ? kapan kami terima undangan dari mu ? mau berapa kalian pacaran hem ?" tanya pak hadi


uhuk.. jimmy tersedak dan langsung menatap pada raka . raka yang merasa ditatap oleh jimmy langsung menatap balik


" Apa liat-liat ? bukan aku yang bilang. " tantang raka


wajah jimmy langsung memelas


" kami masih butuh waktu tuan. kami berdua sama-sama belum siap jika dalam waktu dekat ini " sahut jimmy


" benar fanny ?" tanya pak hadi


" iya pak. kami masih menjalani nya seperti ini dulu " sahut fanny


" hmmm.. jangan terlalu lama, kalau sudah yakin segeralah menikah saja. apalagi yang mau ditunggu " ucap pak hadi bijak


" begitu juga dg kau Arka , sampai kapan mau bermain sama wanita mu di luaran sana , cepatlah mencari satu yang pasti dan cocok. bawa pulang dan menikahlah. " ucap pak hadi lagi sembari menatap raka


Glek... arka menelan saliva nya dengan susah dan menatap papanya itu


sial,... papa tau darimana tentang semua ini ?


Semua orang menatap Arka yang juga terlihat terkejut dengan perkataan pak hadi. sementara pak hadi hanya tersenyum sekilas lalu kembali melanjutkan makan malamnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2