
Alicia kehilangan keseimbangan, dia hampir saja terjatuh jika raka tidak sigap menahan tubuhnya dengan satu tangan, karena tangan yang satunya masih menggendong baby ziya yang sedang tertidur.
" sayang..." ucap raka
pak hadi segera mengambil alih ziya dari dekapan raka agar putranya itu bisa lebih leluasa menahan tubuh alicia agar tidak tumbang.
" nak...." ucap dr.ilham dan dr.rani
alicia menatap keduanya dengan tatapan tidak percaya, kesedihan dan kemarahan
" kenapa kalian membuangku ke pantu asuhan ? apa kalian tidak menginginkan aku ?" tanya alicia sembari menangis
dr.rina menggelengkan kepalanya dan ikut menangis, ingin rasanya dia memeluk putrinya itu, tapi dia masih ragu, dia takut putrinya akan menolak
" tidak seperti itu nak.. kami tidak pernah membuangmu " sahut dr.ilham
alicia memejamkan matanya, air matanya masih mengalir dengan derasnya, dia kembali menatap dr.ilham dan dr.rina
dr.ilham pun menjelaskan bagaimana seseoranf menukar bayi mereka dengan bayi orang lain, lalu tak lama bayi itu meninggal.
" kami juga menderita nak, selama ini kami berpikiran jika anak kami satu-satunya sudah meninggal. kami baru mengetahuinya baru-baru ini nak. " ucap dr.ilham
alicia menatap papa mertuanya, pak hadi menganggukkan kepalanya , alicia juga menatap suaminya, raka mendekatkan dahi mereka berdua
" yang dikatakan paman ilham itu benar adanya sayang, jadi janganlah terlalu membenci mereka , mereka sangat menyayangimu " ucap raka
alicia kembali menangis,
" hiks...hiks...kenapa baru mencariku? apa kalian tau bagaimana kehidupan ku sebelum bertemu mas raka ? aku selalu merasa aku adalah orang yang tidak diinginkan siapapun.. " ucap alicia
dr.rina akhirnya memberanikan diri memeluk alicia, raka melepaskan pelukannya pada alicia dan memberi ruang pada orang tua alicia untuk menenangkan istrinya itu
" andai kami tahu lebih dulu, kami pasti akan mencarimu sayang, kami menjalani kehidupan kami dengan meratapi anak kami yang sudah meninggal, kami sama sekali tidak tahu kalau ternyata bayi kami masih hidup, maafkan kami nak...maafkan kami yang tidak mencarimu lebih awal.. " ucap dr.rina
alicia membalas pelukan dr.rina, dia menghirup aroma dr.rina, merasakan kasih sayang seorang ibu dari dr.rina.
selama ini dia hanya merasakan hal ini dari bu ratna, bi sri dan juga mama mertuanya. tapi hari ini dia benar-benar merasakan hal itu dari ibu kandungnya
" hiks..hiks...aku ..aku...merindukan kalian.." ucapnya
dr.ilham pun ikut memeluk keduanya dan mencium puncak kepala mereka
" papa juga sangat merindukan kamu nak.. mendekapmu seperti ini, sungguh papa tidak pernah membayangkan jika keinginan kami akan menjadi nyata, kami bisa mendekapmu nak...maafkan kami nak..maafkan kami sayang "ucap dr.ilham
" aku juga minta maaf, selama ini aku hidup dengan membenci kalian, menganggap kalian sudah membuang aku dan tidak menginginkan aku. maafkan aku, aku tidak tau jika kalian juga sama menderitanya " ucap alicia
" shhh... sayang, kamu tidak perlu minta maaf. kamu bisa menerima kehadiran kami dalam hidupmu merupakan kebahagiaan terbesar bagi kami nak..." ucap dr.rina
__ADS_1
alicia menatap keduanya lalu memeluk mereka, dr.rina dan dr.ilham pun memeluk alicia erat, memberinya ciuman dan menyalurkan kasih sayang mereka
dr.ilham memapah istrinya untuk bangun, sementara raka memapah alicia, dia mengusap lembut sisa air mata yang masih mengalir di pipi istrinya itu
dr.ilham menatap pak hadi dan memegang tangannya
" kak..terimakasih banyak untuk semuanya, memperlakukan putri ku dengan sangat baik, menerimanya dan membantu kami berdua menemukan dia kak.. terimakasih.." ucap nya
pak hadi merangkul dr.ilham dan menepuk bahunya
" sama-sama ham. aku memang menyayanginya, dengan identitas alicia maupun rania. dia gadis baik yang pantas untuk disayangi " sahut pak hadi
" nak.. terimakasih telah menjadi suami yang sangat baik untuk putri kami.terimakasih karena telah menjaganya. " ucap dr.rina pada raka
raka tersenyum dan merangkul raka
" tidak perlu berterimakasih tante, alicia segalanya untukku. melihat nya bahagia, adalah prioritas bagiku tante " ucap raka
dr.rina tersenyum melihat kasih sayang yang diterima putrinya di keluarga mertuanya, sahabatnya benar-benar menjaga putrinya dengan baik, walau sebelumnya mereka tidak tau identitas yang sebenarnya dari alicia.
dr.rina kembali mengusap lembut pipi alicia, alicia menggenggam tangan dr.rina dan tersenyum
" Mama.. " ucapnya lirih
dr.rina terkejut dan menatap alicia
" Mama " ucap alicia sembari tersenyum haru
" akh..huhuhu " dr rina menghambur memeluk alicia dan kembali menangis, tangan nya membelai rambut putrinya dan mengecupi pipi nya terus menerus
" terimakasih.. terimakasih.. " ucapnya
alicia membalas pelukan dr rina dengan bahagia
dr.ilham kembali bergabung dan memeluk mereka berdua.
alicia melihat dr.ilham
" Papa... " ucapnya
mata dokter ilham kembali berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika dia akan mendengar putrinya memanggil dirinya papa. dan hari ini dia mendengarnya.. putrinya memanggilnya dengan sebutan papa !
dr.ilham memeluk erat alicia dan mencium keningnya.
" Putriku ..." ucapnya lirih
Raka menarik alicia ketika dr.ilham akan kembali mencium keningnya.
__ADS_1
" jangan menciumnya terus paman. dia milikku sekarang " ucap raka
pak hadi dan bu mona langsung tertawa saat melihat wajah bingung dr.ilham
" dia bahkan akan ribut dengan putranya sendiri ham jika menyangkut masalah alicia. jangan diindahkan dia " ucap pak hadi
dr.ilham jadi bingung sendiri.
" tapi aku belum memberi restu padamu untuk menikah dengan putriku " ucap dr.ilham
" uhukk..uhukk.. " raka keselek ludah sendiri
gawat...bisa-bisanya aku lupa. paman ilham sekarang kan sudah jadi mertuaku. cari mati kamu raka..!!
" Ehem." raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" bagaimana kalau kami membawa putri kami dulu sementara. kami sangat ingin menghabiskan waktu dengan nya dan juga cucu-cucuku kak ?" tanya dr ilham pada pak hadi sembari mengedipkan matanya
pak hadi seakan mengerti arti kedipan mata sahabatnya itu.
" ah ya. silakan ham. mungkin alicia juga bisa menghabiskan banyak waktu yang sudah kalian lewatkan selama ini " sahut pak hadi
" Papa.. bagaimana dengan ku ?" tanya raka
" kamu kenapa ? bukankah kau sudah cukup lama menghabiskan waktu dengan istrimu kan ? kalian sudah bersama selama 5 tahun. biarkan istrimu menginap selama 1 minggu dirumah orang tuanya. bukankah kau masih sibuk dengan pembukaan cabang baru mall mu diluar kota ? , selesaikan itu dengan tenang . alicia dan anak-anak nya akan aman bersama ilham " ucap pak hadi santai
" bagaimana raka bisa tenang? tidak melihat alicia selama 1 hari saja aku bisa gila. apalagi 1 minggu papa ! " ucap raka kesal
" pfft... hahahaha " pak hadi tidak bisa menahan tawanya lagi saat melihat wajah memelas putranya itu
" dasar pria bucin. siapa juga yang akan menjauhkan istrinu dari mu. jika dia menginap dirumah orang tuanya tentu saja kau bisa ikut. memangnya kau tidak mau membantu mengurus anak-anak kalian hah ? " ucap pak hadi
raka langsung menoleh pada dr.ilham
" ehem..paman eh papa mertua, aku sudah direstui kan ? bisa ikut menginap dirumah kalian kan ? sebagai menantu kalian ?" ucap raka gugup
percayalah, keringat dingin mengalir di pelipisnya saat menanyakan hal itu, raka benar-benar sangat gugup.
dr.ilham terlihat diam menatap tajam pada raka, sementara raka semakin tegang saat ditatap seperti itu
" tentu saja . dari bayi kau sudah ku stempel untuk menjadi menantuku. tentu saja aku merestui kalian. lagipula, jika aku tidak merestui kalian apakah kau akan melepaskan putriku ?" tanya dr.ilham
" Tidak akan !!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
,
__ADS_1