Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Anugerah Terindah


__ADS_3

Hari ini raka dan alicia bersiap pulang kerumah bersama baby ziya. semua keluarga sudah menyiapkan syukuran kecil-kecilan dirumah.


Alicia membereskan barang-barang nya dan juga baby ziya. Sementara raka sedang menggendong baby ziya yang baru saja terbangun.


" putri papa ini cantik sekali sih . tapi masih cantikkan mama " ucapnya


" oee..oe.. " baby ziya menangis kencang saat mendengar ucapan raka


" putri kita lebih imut dan menggemaskan mas " sahut alicia cepat dan mendekati raka dan mencium kening baby ziya.


" tapi kamu lebih cantik , imut dan menggemaskan sayang " ucap raka cepat


" jangan begitu mas, nanti putri kita bisa sedih mendengarnya mas " ucap alicia sembari mengambil alih baby ziya dari gendongan raka


" uhh.. anak papa ini .. iya iya, anak papa ini cantik dan menggemaskan " ucap raka sembari mencium pipi alicia


alicia tersenyum lalu duduk dan mulai menyusui baby ziya.


sementara raka melanjutkan pekerjaan alicia tadi, membereskan perlengkapan baby ziya.


...


di mansion utama


Faiz, faizza, fael dan dafa sedang sibuk menyusun balon-balon yang sedang dipompa oleh arsya.


sementara para ibu memasak makanan dan para bapak-bapak sedang bercengkrama sembari mengawasi anak-anak yang sedang asik bermain menyusun balon.


" paman arsya, paman kapan punya dedek bayi juga ?" tanya faizza polos


" uhukk... izza..." ucap arsya.


pak hadi, arka dan dion tertawa mendengar pertanyaan faizza dan melihat ekspresi pias arsya.


" tuh sya, izza aja udah penasaran . kapan sya ?" tanya arka


" besok " sahut arsya kesal sembari membuang muka dan memompa balon dengan cepat dan


dorr..


balon berwarna pink itupun meledak. anak-anak kecil sedikit terkejut lalu tak lama mereka tertawa dan ikut meledakkan balon -balon berwarna pink itu


dor..dor..dor..


" horeeee...." teriak mereka kegirangan


" jangan di ledakin semua dong sayang nya paman " ucap arsya sembari menghalangi para keponakan nya itu.


" seru paman " sahut dafa


" iya tapi nanti balon nya habis. terus adek ziya nya gak kebagian balonnya dong " ucap arsya

__ADS_1


mereka pun terlihat berpikir sejenak lalu kembali menyusun balon-balon itu.


arsya terlihat lega lalu kembali memompa balon dan menatap tajam ke arah papa dan kakaknya. sementara yang ditatap hanya tertawa .


...


Alicia berjalan memasuki rumah sembari menggendong baby ziya.


sementara raka berjalan di belakang alicia dan menenteng tas berisi perlengkapan baby ziya.


pintu utama terbuka lebar


" selamat kembali kerumah " ucap seluruh keluarga sembari tersenyum


" selamat datang kerumah adek ziya " ucap anak-anak sembari membawa balon pink nya


alicia tersenyum lalu memeluk bu mona, risya dan juga ralin. pak hadi mengusap lembut kepala alicia


" terimakasih.. " ucapnya haru, matanya mulai berkaca-kaca


bu mona menangkup wajah menantu pertamanya itu


" shut.. jangan menangis dihari yang bahagia ini " ucap bu mona sembari mencium kening alicia


alicia mengangguk dan tersenyum


semua orang memasuki rumah dan makan bersama sembari bersenda gurau , mengobrol antara anggota keluarga dengan hangat.


...


ada yang menoel pipi dan hidungnya, ada juga yang mencium pipi gembulnya. tapi anehnya bayi mungil itu tidak menangis sama sekali, padahal di sekitarnya sangat lah berisik. karena anak-anak itu akan tertawa lepas saat baby ziyz tersenyum pada mereka


" aduh.. cucu-cucu oma. udahan ya sayang, gak kasihan sama adek ziya nya ? adek ziya nya bobok dulu ya.. kalian juga ya nak " ucap bu mona sembari mendekati cucu-cucunya


mereka pun mengangguk. lalu alicia menggendong ziya dan membawanya ke kamar. raka menyusul sembari membawakan tas baby ziya.


..


Raka tersenyum melihat alicia yang sedang duduk bersandar dan menyusui ziya. raka lalu memindahkan pakaian ziya dari dalam tas dan menyusun nya di lemari yang sudah disiapkannya.


" dede nya bobok sayang ?" tanya raka


" iya mas. langsung bobok " sahut alicia sembari menoel pipi putri kecilnya itu namun tak direspon, sepertinya ziya benar-benar langsung tertidur


Raka duduk di sebelah alicia dan mencium pipi putri kecilnya. tangannya menggenggam erat tangan istrinya, alicia menatap mata raka


" terimakasih sudah menjadi pelengkap kehidupan mas, bertemu denganmu adalah hadiah terindah dalam hidup mas sayang. dan terimakasih karena sudah berjuang saat melahirkan anak-anak kita, terimakasih karena sudah membuat ketiga anak kita lahir kedunia ini, mereka adalah anugerah terindah dalam kehidupan mas. terimakasih wanita terhebat ku. mas sangat mencintaimu " ucap raka sembari mencium kening alicia yang diterima alicia dengan senyuman merekah


Alicia ikut menggenggam erat tangan raka.


" aku juga mas. di tengah keterpurukan ku, aku bertemu dengan mas. disini aku mendapatkan suami dan keluarga yang sangat menyayangiku. kalian adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan untukku. terimakasih mas raka.. aku juga mencintaimu " ucap alicia sembari menitikkan air mata.

__ADS_1


Raka mengusap air mata alicia lalu merangkul bahunya dan mencium keningnya. alicia bersandar di dada raka dan memejamkan matanya.


tak lama pintu kamar mereka terbuka, faiz dan faizza berlari masuk ke dalam kamar dan langsung menaiki tempat tidur.


" kakak juga mau peluk mama " ucap faiz


" izza juga mau peluk papa " ucap faizza


Raka dan alicia tersenyum melihat kedua anaknya yang sedang protes itu, lalu menyuruh keduanya untuk mendekat


" uhhh.. anak-anak papa yang pintar ini , sini peluk.. kesayangan papa " ucap raka sembari mencium empat orang kesayangan nya itu.


" izza juga sayang banget.. sama papa " sahut izza


" kakak juga sayang papa sama mama" ucap faiz


raka tersenyum lalu mengusap kepala anak-anaknya


" uhh pintarnya. sekarang bobok ya. dedek ziya nya udah bobok tuh " ucap raka


Raka mengambil alih baby ziya dari dekapan alicia lalu menidurkan nya di dalam box nya dan menyelimutinya.


sementara itu faiz dan faizza langsung berbaring di tempat tidur dan bersiap untuk tidur siang. alicia menepuk pelan pantat anak-anaknya untuk menidurkan nya


" kakak bukan anak kecil lagi ma. " ucap faiz


alicia tertawa


" iya..iya baiklah anak mama yang udah besar " ucap alicia lalu mengusap lembut kepala faiz. faiz sama persis seperti raka yang akan tertidur jika diusap kepalanya.


Raka pun ikut berbaring setelah memastikan ziya tidur dengan nyaman. dia lalu menepuk pelan pantat putrinya agar segera tertidur. dan mereka berempat pun tidur siang bersama di kasur itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay...hay...


author kembali..


maaf ya off nya lama sekalii. maaf sebanyak-banyak nya dari author ini.


soalnya dirumah author itu abis ngadain hajatan, jadi hp disita sama bocil-bocil dirumah. dan setelahnya author kurang fit, jadi terpaksa hiatus sementara.


dan mulai hari ini author usahakan akan aktif kembali..


ada yang kangen gak nih sama Raka dan Alicia ? atau sama anak-anak mereka ?


ikutin terus kisah mereka, karena masih ada sedikitt lagi konflik yang belum selesai.


so... selamat membaca kembali readers tersayang,


semoga kalian gak pada menghilang ya.. dan tetap setia menunggu Up nya novel ini.

__ADS_1


Terimakasih atas kesetiaan readers selama ini...😍😍😍


Stay Healthy and Happy


__ADS_2