Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Pertahankan atau Lepaskan


__ADS_3

Alicia dan ralin terlihat sedang menyeruput minuman, ralin yang sedang hamil muda itu terus memakan camilan nya, tanpa sadar dia sudah menghabiskan 3 potong kue tart.


Ralin tipe ibu hamil yang tidak terlalu merepotkan, ralin jarang mual dan muntah di pagi hari. ***** makannya pun semakin hari semakin bertambah..dia memakan segala jenis makanan dan tidak pilih-pilih.


Alicia tersenyum melihat ***** makan ralin yang sangat lahap itu.


" sehat terus ya dek " ucapa alicia


Ralin pun tersadar dan melihat tumpukan piring kue di sebelahnya.


" Eh.. aku udah makan sebanyak ini ya ?" tanya ralin pada dirinya sendiri


" iya lah. bahkan punya kakak aja kamu makan tuh " sahut alicia tersenyum geli


" bisa mekar nih badan " ucap ralin lalu tertawa sendiri


" Hai lin.. udah lama nunggu ? maaf ya tadi aku ada keperluan mendadak " sapa rangga yang baru datang


Alicia dan ralin pun menoleh dan langsung berdiri menyambut kedatangan rangga


" lumayan..nih aku udah makan banyak kak.. " sahut ralin


Rangga hanya tersenyum


" kenalin ini kakak aku " ucap ralin


Rangga menoleh dan mengulurkan tangannya pada alicia


" Rangga...Rangga Adiguna "


" Alicia Putri " sahut alicia sembari menyambut uluran tangan rangga


Mereka pun kembali duduk dan memesan makanan..mereka juga terlibat perbincangan yang akrab.


Alicia mengamati bagaimana cara rangga menatap ralin, tatapan yang sama yang selaly diberikan raka padanya,


sepertinya rangga menyukai ralin.


Merasa sesak karena terlalu banyak makan, ralin pun permisi ke toilet. Alicia pun akhirnya menanyakan pertanyaan yang daritadi membuatnya begitu penasaran


" Maaf Rangga..tapi bisakah aku menanyakan sesuatu padamu " ucap alicia


" tentu saja. silakan "


" Apa kau menyukai ralin ?" tanya alicia


Rangga sedikit terkejut lalu tersenyum


" anda baru melihatku selama 20 menit tapi langsung mengetahui jika aku menyukai ralin. tapi aku sudah bersama ralin hampir 6 tahun, tapi wanita itu sepertinya tidak menyadari perasaan ku " ucap rangga tersenyum miris


" anda tahu bukan jika dia sudah menikah dan akan memiliko seorang anak. apa sekarang masih menyukainya ?" tanya alicia lagi


" untuk sekarang iya, bukankah melupakan seseorang itu sangatlah sulit. mungkin butuh waktu. tapi jika aku melihatnya bahagia mungkin akan lebih cepat untukku melupakannnya " sahut rangga


Alicia mengangguk lalu meminum jusnya saat melihat ralin sudah berjalan ke arah mereka.


..

__ADS_1


Seminggu kemudian


sudah seminggu lamanya ralin berada di panti asuhan, dan arka tidak memiliki pergerakan sama sekali, padahal alicia selalu menarik perhatian arka dengan menceritakan kondisi ralin di panti asuhan, namun kulkas berjalan itu tetap memancarkan aura dinginnya tanpa niat untuk bertanya sedikitpun.


Raka memegang tangan istrinya yang terlihat diam saja dan hanya mengaduk-aduk makan malamnya


" kamu kenapa sayang ? sakit ?" tanya raka saat melihat istrinya itu hanya diam saja


pak hadi dan bu mona pun menperhatikan wajah alicia yang tidak ceria seperti biasanya.


" ehem.. gak apa-apa mas.. hanya kepikiran sesuatu tadi " sahut alicia


Alicia menatap arka yang makan dengan lahap nya itu dengan tatapan jengkel


bagaimana dia bisa sesantai ini menghadapi situasi ini ? anak dan istrinya sedang berada diluar rumah tapi sepertinya dia tidak terbebani sama sekali.


iya, aku harus menggunakan jurus terakhir ku. maafkan kakak ralin karena tidak bertanya dulu padamu. tapi ini juga demi kebaikan mu dan bayi mu


" Arka..bisa aku mengatakan beberapa hal padamu ?" tanya alicia memecah keheningan


Raka menoleh pada istrinya


apa gerangan yang ingin dibicarakan oleh istrinya pada adiknya


begitu juga dengan pak hadi dan bu mona, mereka memandangi alicia dengan tatapan heran


" Bagaimana keputusan tentang ralin ? ini sudah hampir seminggu tapi kenapa kakak merasa kau tidak memiliki pergerakan sama sekali ? kau ingin mempertahankannya atau melepaskannya ?" tanya alicia


deg


pertanyaan alicia terasa begitu menghantam hatinya, pikiran nya dipenuhi dengan berbagai macam keputusan. tapi hatinya belum mantap tentang keputusannya untuk pernikahan nya dengan ralin.


" Kenapa diam ? pertahankan atau lepaskan ? " tanya alicia memaksa


" aku tidak tahu kak.. beri aku waktu sedikit lagi " ucap arka


" tidak bisa. putuskan hari ini. memangnya hanya kau saja yang bisa bersama ralin. jika kau tidak mau masih ada lelaki yang siap menjadi pengganti mu dan menjadi ayah dari anak mu..maksudku anak ralin.kau tidak menginginkannya kan .." ucap alicia mulai kesal pada sikap arka yang sangat membingungkan itu.


Pak hadi dan bu mona melirik menantunya itu, tidak biasanya menantunya itu berbicara dengan suara yang cukup tinggi seperti itu, sepertinya menantu mereka saat ini benar-benar sudah kehilangan kesabarannya menghadapi arka


Pak hadi dan bu mona hanya bisa tertunduk, entah mau bagaimana lagi menghadapi putra keduanya itu. keras kepalanya melebihi putra sulungnya.


arka mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan kakak iparnya itu


" Maksuh kakak apa ?"


" Namanya Rangga Adiguna, dia 1 tahun lebih tua dari ralin. dia teman senior SMA ralin, dia meneruskan perusahaan milik orang tuanya diluar kota dan baru-baru ini dia membuka cabang kecil di kota ini. meskipun dia tidak sekaya kamu, tapi ralin dan anaknya tidak akan kekurangan materi " ucap alicia lagi


Raka menatap istrinya,


sejak kapan istrinya ini begitu mengetahui profil dari pria lain !! pria lain. !! hah... raka langsung cemberut.


" sebenarnya apa maksud perkataan kakak ini, bicara langsung saja " ucap arka dingin


" jika kau tidak menginginkan ralin lagi, maka lepaskan lah dia. biarkan dia bahagia bersama orang yang bisa menghargainya " ucap alicia sembari menahan tangis


ralin..maafkan kakak.. tapi ini adalah jalan terakhir kakak..semoga saja arka bisa menyadari perasaan yang sebenarnya padamu

__ADS_1


Brakkkk..


Alicia terkejut saat arka menggebrak meja


" kau membuat istriku terkejut " sentak raka


" siapa bilang aku akan melepaskannya, aku tidak akan melepaskannya " ucap arka lalu meraih kunci mobilnya dan berjalan pergi


Alicia mengusap dadanya karena masih kaget atas tindakan arka yang menggebrak meja tiba-tiba.


Raka yang melihat istrinya masih terkejut itu segera mengusap lembut punggung istrinya.


Pak hadi dan bu mona melihat alicia


" Nak..ini rencana kamu kan memanasi arka dengan mengatakan tentang rangga itu ?" tanya bu mona


" iya ma, tapi rangga dan perasaannya itu tidaklah palsu.. laki-laki itu memang ada. hanya saja dia tidak mengatakan akan terus mengejar ralin. aku berbohong sedikit tadi " sahut alicia


bu mona tersenyum


" semoga saja arka akan berubah pikiran dan menjemput ralin kembali lagi kesini , iya kan pa "


" iya ma, semoga saja. tapi bagaimana kamu bisa begitu mengenal sosok rangga ini nak ?" tanya pak hadi


" oh..kemarin siang aku bertemu dengannya di cafe dan mengobrol sebentar pa.. "


ups...mati aku ..ini mulut kenapa keceplosan sih !!


Raka langsung cemberut


" jadi kamu ketemu sama rangga itu di cafe ? dan mengobrol begitu ?" tanya raka


" Eh..anu.. aku perginya sama ralin mas.. " ucap alicia


" trus faiz dan faizza kamu tinggal ?" tanya raka lagi


" iya..aku titip sama ibu "


" jadi kamu pergi ketemu laki-laki lain tanpa membawa anak kita ? pasti mereka mikirnya kamu masoh gadis kan ? his... " ucap raka kesal lalu berdiri dan berjalan


Alicia melihat punggung suaminya itu


eh !! kok jadi begini sih.. ngambek lagi ini pasti. ya tuhan bisakah kau ambil sedikit saja kadar cemburuan nya itu


Alicia memijat pelipisnya,


Pak hadi dan bu mona tersenyum


" cemburu lagi itu anak " ucap pak hadi


" bocah tengik satu itu. cemburuan nya " ucap bu mona kesal


Alicia tersenyum miris


mama saja tak merasa kesal, lalu bagaimana dengan ku ma.. mas raka ini.. harus bekerja ektra malam ini. kalau tidak akan berkepanjangan nanti


Alicia pun pamit untuk menyusul raka, dia berjalan sembari berpikir bagaimana caranya untuk menenangkan suaminya itu

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2