
" ciiiaaa....."
suara melengking begitu menggema diruang rawat alicia, fanny masuk begitu saja dan menepis tangan raka yang sedang memeluk alicia, fanny pun langsung memeluk erat tubuh alicia dan menangis sejadi-jadinya
" huaa....ciaa....kamu kenapa ? kenapa aku baru dikasih tau sih. apa suami mu itu tidak punya ponsel apa, beraninya dia tidak mengabari aku tentang keadaan mu sama sekali. huaaa.....cia.... mana suami mu hah ? awas saja kalau ketemu habis dia " cerocos fanny tanpa sadar tangan siapa yang baru saja ditepisnya tadi
sementara Raka hanya menatap bingung pada fanny yang terus memaki nya
" dia memaki ku barusan ??" tanya raka bingung
semua orang mengangguk. sementara fanny masih terlihat tidak sadar jika di ruangan itu ada banyak orang.
alicia tersenyum geli lalu menepuk pelan tangan fanny,
" suamiku ada di belakang mu dan kau baru saja menepis tangannya sebelum memeluk ku tadi. jika kau mau marah kau tinggal berbalik dan ulangi apa yang kau katakan tadi fan " ucap alicia sembari tertawa kecil
mode pintar otak fanny akhirnya loading, fanny pun melirik ke sekitarnya dan sadar jika diruangan itu ada banyak orang.
" aku punya ponsel yang sangat mahal. silakan habisi aku " ucap raka dingin
fanny tersentak
" jadi suami mu ada disini ya ? Pak Raka ? "
" memangnya suami nya siapa lagi hah !" sentak raka kesal
alicia dan semua orang tertawa
" Mati aku !!" umpat fanny lalu berbalik dan menunduk
" maaf pak..aku tadi kebawa perasaan dan memaki bapak..hehe..." ucap fanny
" he..he.." sindir raka
" tapi tunggu dulu. di kantor bapak memang atasan saya. tapi jika dirumah, bapak adalah suami alicia dan alicia ini adalah sodara saya. jadi bapak adalah ipar saya. sopan sedikit dong " ucap fanny yang dalam mode tidak tahu malu nya On.
Raka mengerutkan keningnya, sementara semua orang menunggu reaksi raka
" kalau aku tidak mau ?" tantang raka
" ya mudah saja , aku tinggal mencari laki-laki lain untuk menjadi ipar yang baik untukku ...upsss..." ucap fanny " Mati aku " ucapnya lagi saat melihat tatapan mata raka yang siap menyambar habis dirinya
semua orang menanti reaksi raka dengan was-was. sementara fanny benar-benar sudah menciut nyalinya
" baiklah sodara ipar , maaf telat mengabari mu " ucap raka
" Eh... gak jadi marah ? " tanya fanny spontan
__ADS_1
Raka mendelik kesal
"upss.... ini mulut " ucapnya lagi lalu menutup mulutnya.
semua orang tertawa melihat tingkah fanny dan alicia hanya tertawa kecil melihat tingkah fanny dan ekspresi muka masam Raka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu kemudian
Seluruh keluarga sedang berkumpul makan malam di rumah pak hadi untuk merayakan kesembuhan dari alicia dan juga risya, keluarga hadi wijaya juga menyumbangkan banyak harta kepada warga miskin yang berhak menerima sebagai bentuk rasa syukur mereka ataa kesembuhan anggota keluarga mereka .
pak danendra dan bu dini juga menyempatkan diri hadir pada malam hari ini.
dion pun mulai tidak terlalu kaku lagi terhadap risya, meskipun tidak bisa terlalu romantis, setidaknya dia sudah bisa bersikap lembut terhadap risya.
dan kalau raka jangan di tanya lagi. kulkas berjalan yang satu itu kalau sudah berada di dekar istrinya, langsung meleleh sikapnya. raka benar-benar berubah menjadi pria hangat, romantis dan sangat perhatian jika berada di dekat istrinya.
seperti malam ini, tak ingin istrinya kelaparan , raka sibuk menyuapi alicia yang sedang menyuapi si kembar dengan bubur.
dan jangan lupakan 2 cogan yang kalau dirumah jadi jomblo, sementara di luar rumah banyak gadis yang menanti mereka
arsya menggigit sendoknya saat melihat perhatian kedua suami pada istri mereka itu.
para gadisku...abang kangen nih
" dek..lap liurmu itu " ucap arka sembari menepuk pelan bahi arsya
arsya pun mengelap mulut nya dengan tangannya dan hal itu tentu saja membuat semua orang tertawa melihatnya.
" Hadi, kapan putra kedua mu ini menyusul ? sepertinya dia juga sudah cukup umur, bukankah dia seumuran dengan dion ?" tanya pak danendra
" iya mereka seumuran, aku juga tidak tau danendra, putra ku yang ini juga seperti kakaknya, dingin jika berada di dekat perempuan. " sahut pak hadi
" puufftttt....." arsya menyemburkan air minumnya saat mendengar ucapan sang papa tentang Arka
" dekat perempuan ? dingin ? kak Arka ? mana ada pa ppptfffftttt " belum sempat arsya mengatakan semua hal tentang arka, mulutnya keburu di sumpal potongan buah oleh Arka
" makan yang banyak adikku, karena sendiri itu butuh kekuatan ! semangat !!" ucap Arka menyemangati arsya
Arsya menatap jengkel kakaknya itu tetapi mulutnya tetap menerima potongan buah yang dimasukkan ke mulutnya.
Arka lagi-lagi tertawa,
Raka pun melihat arsya dan arka bergantian.
aku harus tanya mereka nanti, apa benar mereka tidak punya wanita diluaran sana .
__ADS_1
....
Raka menggendong faiz dan faizza menuju kamar mereka sementara alicia berjalan di depannya. setelah menidurkan anak-anaknya di box bayi nya. raka pun mendekati istrinya yang sedang bersandar di tempat tidur
" bagaimana keadaan mu sayang ? hem ? ada keluhan ?" tanya raka lembut
alicia menggeleng lalu tersenyum
" aku baik-baik saja mas, "
Raka pun memeluk alicia dan mencium pipinya.
" lain kali, berhenti mengorbankan dirimu untuk orang lain. mas mengerti ini demi anggota keluarga kita, akan tetapi pikirkan mas, pikirkan faiz dan faizza juga. bagaimana jika hal buruk terjadi padamu ? kami bertiga harus bagaimana sayang ? hemmm " ucap raka
alicia menunduk..
" Maaf mas..."
raka pun mengusap kepala alicia
" istri mas ini memang baik sekali , tapi lain kali pikirkan dulu sebelum melakukan sesuatu yang berbahaya, ya sayang ?" tanya raka
alicia mengangguk, raka pun memeluk alicia lagi dan mencium keningnya.
" istirahatlah, mas ada kerjaan sedikit. jimmy sedang menunggundi ruang kerja " ucap raka
alicia mengangguk. raka pun berjalan keluar pintu. alicia memandangi punggung raka yang menjauh, lalu melihat ke arah box bayinya, tidak terdengar rengekan ataupun tangisan, bayinya benar-benar tertidur lelap setelah diberi makan dan juga susu.
..
" Bagaimana ?" tanya Raka
jimmy meletakkan amplop coklat di hadapan raka
" sesuai perintah tuan hadi, angel dan pak hendarto pindah ke kota semarang, mereka diberi rumah yang lumayan besar dan nyaman. nona angel juga diberi pekerjaan di salah satu perusahaan kenalan tuan hadi bos, sejauh ini mereka terlihat aman damai. tidak ada tanda-tanda jika nona angel akan kembali berulah " jelas jimmy pada raka
raka melihat foto rumah dan juga kantor yang berada di dalam amplop yang diberikan jimmy.
" baik ..awasi terus jim.." titah raka
" baik tuan " sahut jimmy
" kau boleh pulang sekarang " ucap raka
" baik..saya permisi bos "
raka mengangguk. jimmy pun perlahan berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...