
" Mas Raka .. !! " pekik alicia kesal saat melihat suaminya itu hanya diam saja diambang pintu, sementara tubuh mungil nya kesusahan menarik ralin dari cengkraman tangan raka
Raka yang tersadar dari lamunannya itu langsung berlari mendekati alicia dan memeluknya
" Jangan tinggalkan mas sayang, jangan pergi dari sini ya, mas mohon.. " ucap raka lirih sembari memeluk alicia erat
Alicia memukul pelan bahu raka karena merasa kesulitan bernafas,
" Pergi Kemana ? Mas kenapa sih ? itu adek nya mas itu kelewatan sama istrinya sendiri , lepasin dulu " ucap alicia sembari meronta minta dilepaskan oleh Raka
Raka pun melihat Arka yang sedang menatap Ralin yang tertunduk,
semua kejadian tadi cuma khayalan aku saja kan ?
Raka melirik ke samping ralin dan tidak melihat koper disana, tiba-tiba dia merasa lega, lalu dengan cepat dia meneliti wajah istrinya dan tidak terlihat kemarahan seperti yang dibayangkan nya tadi
hufftthh... raka menarik nafas lega
syukurlah itu hanya bayangan ketakutan aku saja
..
( Hayoo loohhhh.... siapa yang kena prank sama author 😅😅. tenang aja gengs alicia tetap pada sifatnya kok, author juga gak suka konflik yang terlalu berbelit , .. part sebelumnya hanyalan ketakutan raka karena masih kepikiran pembicaraan nya dengan alicia sebelumnya, kan Raka ini ceritanya bucin parah genk sama alicia, makanya sampai berpikir sejauh ituh.
author tuh juga gak mau raka dan alicia pisah genks 😢😢 , author juga fans couple ini soalnya..)
...
Kesal karena lagi-lagi melihat suaminya yang hanya terdiam saja, alicia pun memukul bahu raka lalu berjalan mendekati pak hadi dan bu mona yang baru datang menyusul raka
" Alicia, kenapa teriak -teriak sayang ?" tanya bu mona khawatir
" Arka Ma, dia masih memperlakukan ralin dengan buruk " sahut alicia
Pak hadi menatap tajam pada Arka
..
Brakkkk...
pak hadi menggebrak meja setelah meendengar cerita alicia yang tidak sengaja mendengar percakapan antara arka dan ralin .
" Arka Hadi Wijaya !!!" sentak pak hadi emosi
bu mona mengusap punggung pak hadi agar suaminya itu tidak terlalu emosional
" Papa, yang tenang ya, sabar .. masalah ini bisa dibicarakan baik-baik pa " ucap bu mona lembut
Sementara alicia memeluk ralin yang masih terisak,
" Pa, Ma. lebih baik besok alicia antar ralin pulang ke rumah ibu. kondisi seperti ini tidak cukup baik untuk ralin dan janinnya " ucap alicia
Pak hadi dan bu mona menatap sendu pada menantu keduanya itu, bayangan saat alicia keguguran karena terlalu banyak pikiran dan stress memenuhi pikiran mereka, apa yang di sarankan alicia ada benarnya juga, demi janin yang ada di dalam rahim ralin
" Baiklah nak. besok kamu antar ralin ke rumah kalian dulu. nanti mama ikut antar ya. " sahut bu mona
" iya ma "
__ADS_1
" ya sudah sekarang bawa ralin istirahat di kamar faiz dan faizza saja. " ucap bu mona
" iya ma " sahut alicia lalu menuntun ralin untuk ke kamar anak-anak nya.
..
Alicia memindahkan faiz dan faizza ke dalam box bayi mereka dan menyelimutinya, ralin duduk di pinggiran tempat tidur dan masih terisak
Alicia duduk di sebelah ralin dan memegang tangannya.
" dek..kamu yang kuat dan sabar ya. kalau kamu lemah begini nanti siapa yang akan menjadi kekuatan untuk dia " ucap alicia sembari mengusap perut ralin.
Ralin menghapus air matanya ,
" tapi kak, jika aku pulang kerumah ibu, nanti ibu mikir yang macam-macam kak tentang pernikahan aku, aku gak mau ibu terbebani kak " ucap ralin
" kita bisa sedikit berbohong untuk kebaikan semuanya dek , besok kakak dan mama yang akan antar kamu ke tempat ibu. bilang aja kamu lagi hamil dan pengen tinggal sama ibu sementara karena mau makan masakan nya ibu. hemmm..gimana ? ibu pasti seneng saat tau kamu sedang hamil dan kangen sama ibu . semua jadi tenang kan ?" ucap alicia
Ralin nampak berpikir lalu tersenyum mengangguk.
" iya kak. sepertinya cara ini bisa kak. "
" ya sudah sekarang istirahat. kakak temani kamu disini ya" ucap alicia
" loh pak raka gimana kak ?"
" biarin tidur sendirian malam ini " sahut alicia
Ralin dan alicia pun saling menatap lalu tertawa kecil
Sementara itu diruang tamu, arka yang mendapat banyak pencerahan dari papa dan mamanya hanya bisa tertunduk diam dengan segala pikirannya.
dan Raka masih terlihat diam saja bahkan laki-laki tampan itu sepertinya sedang melamun
" Raka.. apa tanggapan mu tentang masalah arka ini ? " tanya pak hadi
" Raka.. ??" panggil pak hadi dan raka langsung menoleh
" hmm.. maaf pa, tadi raka sedikit melamun " sahut raka
" kau benar-benar adik ku Arka Hadi Wijaya ?" tanya raka serius sembari menatap arka
Arka menoleh dan menatap raka
" Maksudmu kak ?
" kau bukanlah adikku jika seperti ini. arka adikku bukanlah lelaki pengecut seperti mu. " ucap raka
Arka kembali menatap kakaknya sembari berpikir
" jangan membuat ku bingung kak. aku ini tentu saja adikmu , "
" kalau begitu bagaimana bisa kau melakukan ini pada seorang wanita, dan wanita itu adalah istrimu yang sedang mengandung anakmu !! apa kau sudah kehilangan Akal ? mana sifat tanggung jawab yang diajarkan papa pada kita arka ! kenapa kau jadi seperti ini ?" tanya raka
arka terdiam, kata-kata kakaknya menghujam dirinya dan membuat perasaan laki-laki itu seketika tak karuan.
Pak hadi melihat kedua putranya dan menghela nafasnya, lalu memegangi dadanya dan meringis
__ADS_1
" Papa... " ucap bu mona
" Papa kenapa pa ?" tanya raka khawatir dan mendekati pak hadi
pak hadi hanya menggeleng,
" Papa tidak apa-apa. begini saja, sementara jauhkan dulu ralin dan arka. biarkan anak ini intropeksi diri agar menyadari kesalahan nya " ucap pak hadi lirih.
Raka hanya mengangguk
" baik pa, sekarang papa istirahat dulu di kamar " ucap raka sembari memapah papanya menuju kamar untuk beristirahat.
bu mona memegang tangan arka
" nak.. kenapa kau jadi seperti ini ? kemana sifat anak mama yang penuh dengan kasih sayang dan tanggung jawab itu. ? ralin adalah istrimu sekarang nak.. dan janin yang sedang dikandungnya adalah darah dagingmu , bertanggung jawablah untuk mereka nak.. " ucap bu mona lirih
" tapi arka tidak mencintai ralin ma "
" cinta bisa tumbuh dengan sendirinya jika kaliam terbiasa bersama, bisa saling menerima kekurangan masing-masing. kalian akan menjadi orang tua nak.. setidaknya demi bayi yang sedang dikandung ralin.. mama mohon jangan seperti ini." ucap bu mona sedih.
Arka hanya diam lalu menunduk
" setidaknya lihatlah kakakmu raka, kau mengetahui sendiri bagaimana perubahan kakakmu itu, bagaimana dia mempertanggung jawabkan perbuatan nya dna menjadi kepala keluarga yang baik untuk istri dan anak-anak nya. dan mama sangat berharap kau juga akan seperti itu nak.. ralin gadis yang baik, dan mama percaya suatu saat nanti kau akan jatuh cinta dengan nya " ucap bu mona lagi
Arka pun memeluk bu mona, dan kembali diam dengan pikiran yang tak karuan
apa yang harus aku lakukan sekarang ? di satu sisi aku tadi pasti sangat menyakiti hati ralin, bahkan kak alicia sampai berteriak marah padaku, tapi di lain sisi aku belum cukup siap untuk semua ini..
..
Raka mencari-cari istrinya di kamar nya dan tidak menemukan istrinya,
tidak mungkin kan mereka sungguh-sungguh pergi dari sini ?
bayangan ketakutan raka akan kepergian alicia memenuhi pikiran nya,
ceklek..
Raka bernafas lega saat melihat istrinya itu sedang tertidur bersama ralin di sebelah box anak-anak nya.
perlahan raka berjalan mendekati mereka, dia mengecup kening anak-anak nya yang tengah tertidur pulas , lalu perlahan raka duduk di lantai di sisi alicia yang berbaring, tangannya mengusap lembut rambut alicia dan mengecup keningnya, lalu menggenggam tangannya
jangan pernah meninggalkan mas ya sayang.. mas tidak akan bisa hidup tanpa kalian..
Raka menatap wajah istrinya yang tertidur dengan lelapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hay.. reader tersayang..
maaf ya author sering telat post, bukan disengaja tapi karena di wilayah author ini sering terjadi pemadaman listrik, jadi terkadang pengetikan terkendala oleh sinyal internet yang ikutan hilang ketika lampu padam.
tapi author usahakan akan double up jika author sehari tidak up..
mohon maaf atas ketidaknyaman nya ya readers.
stay healthy dan happy 😊😊😊
__ADS_1