Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Baby Ziya


__ADS_3

Semua keluarga sedang berkumpul mengelilingi box bayi mungil yang baru saja lahir itu, mereka benar-benar gemas melihat pipi gembul nan merah bayi mungil itu.


bu mona bahkan tidak berhenti menciuminya.


" uhh... cucu oma imut dan cantik sekali , lihat pa cucu kita, cantik sekali kan ?" ucapnya sembari menatap bayi mungil yanh sedang terlelap itu


" iya ma, cantik sekali seperti izza. " sahut pak hadi


" siapa nama nya Ka ?" tanya pak hadi pada Raka


" Fauziya " sahut raka


" Fauziya, ziya... cucu oma " ucap bu mona sembari terus mencium baby ziya


Sementara itu faiz dan faizza sibuk sendiri ingin mendekati adik bayi mereka, bahkan si kecil fael pun meronta di gendongan ralin karena ingin ikut melihat baby ziya. faiz berdiri menaiki kursi dan mendekati box baby ziya, sementara faizza digendong oleh arsya.


Alicia tersenyum senang saat melihat wajah bahagia keluarga menyambut anak ketiganya itu.


ceklek.


Risya dan dion masuk sembari menggendong si kecil dafa yang langsung berlari mendekati kakak-kakaknya


faiz turun dari kursi dan langsung merangkul sepupu nya itu.


" adek dafa mau lihat adik bayi ? nanti kakak bilang sama paman arsya buat gendong dafa ya " ucap faiz


si kecil dafa pun mengangguk dengan cepat. faiz meraih ujung kemeja arsya


" paman.. adek dafa juga mau lihat adik bayinya " ucapnya


arsya pun tersenyum dan menurunkan faizza lalu menggendong dafa


pak hadi mengusap kepala faiz dan menciumnya


" uhhh... cucu opa ini sudah besar ya, sayang sekali sama adik-adiknya . opa bangga sekali " ucap pak hadi kagum akan sifat penyayang cucu sulungnya itu, benar-benar sama seperti raka


" iya dong opa, kakak kan yang paling besar. jadi harus bisa jagain adik-adik.. adik izza, fael , adik bayi juga " sahutnya


" pintarnya keponakan paman arsya " ucap arsya


faiz hanya tersenyum dan mendekati alicia yang sedang duduk bersandar di tempat tidur yang ukuran tempat tidurnya sudah diubah raka menjadi kasur yang super besar itu.


" tapi kakak paling sayang sama mama " ucapnya sembari memeluk erat alicia


" papa yang paling sayang sama mama " sahut raka cepat


" Kakak " sahut faiz tak mau kalah. dia menatap tajam pada raka


" Papa " sahut raka lagi


" Kakak... ! " teriaknya mulai kesal.


" shutt... semuanya kesayangan mama. " ucap alicia sembari memeluk faiz dan mencubit pinggang raka


" awww.. sakit yang " ucap raka sembari memegangi pinggangnya

__ADS_1


" lagian kamu Ka, anak sendiri dijadiin saingan " ucap bu mona


Raka hanya diam . dia lalu merebahkan tubuhnya di sebelah alicia, dia meraih tangan istrinya dan meletakkan di atas kepalanya,


alicia tersenyum dan mulai mengusap kepala raka dan memijatnya perlahan.


hemmm...bayi besarku sudah bekerja keras. lihatlah mas raka yang mulai mengantuk terlihat sangat imut.


Raka perlahan menguap dan mulai tertidur sembari memeluk kaki alicia.


" lihatlah bayi besarmu itu nak. sepertinya kau akan kerepotan nanti " ucap bu mona sembari melihat putranya yang sedang tertidur lelap


Alicia tersenyum dan menyelimuti raka.


" Mungkin mas raka lelah ma, seharian ini dia panik terus. " ucapnya


" haha.. biar kapok dia nak. mama yakin deh abis ini pasti dia gak mau lagi kamu hamil " ucap bu mona


Alicia tertawa kecil, bu mona pun mengusap kepala alicia dan menyuruhnya untuk istirahat juga.


Sementara keluarga yang lain meninggalkan ruangan itu setelah melihat dan menggendong baby ziya.


Pak hadi menggendong faiz dan faizza dan membawanya pulang agar anak dan menantunya dapat istirahat dengan baik. setelah berpamitan, bu mona mengikuti pak hadi yang lebih dulu berjalan keluar sembari menggendong kedua cucunya.


...


Raka terbangun dan melihat alicia yang sedang tertidur sambil duduk bersandar di tempat tidur, tangannya masih berada di kepala raka, sepertinya alicia tertidur saat sedang memijat kepala raka.


perlahan raka bangun dan membantu istrinya berbaring dengan nyaman dan membenahi selimutnya. raka merapikan rambut alicia dan mencium pipinya


Raka pun beranjak menuju kamar mandi, tak lama raka yang sudah bersih itu mendekati box bayi ziya dan melihat bayi mungil itu sudah terbangun dan hanya diam menatapnya.


" putri kecil papa udah bangun ternyata . pinternya nak, banguh tidur gak nangis anak papa ini ya " ucapnya sembari mencium pipi baby ziya.


Baby ziya menggeliat perlahan, matanya mengerjap menatap raka, bibir mungilnya mencoba tersenyum perlahan pada raka. raka ikut tersenyum melihat putri kecil nya tersenyum padanya.


Namun hal itu tidak berlangsung lama karena bayi mungil itu sepertinya kehausan, mulutnya terus mengecap mencari sesuatu, karena tak kunjung menemukannya dia pun perlahan mulai menangis.


Raka perlahan menggendong bayinya, dan menimang nya perlahan


" adek kenapa sayang ? haus ya nak ? tapi mama masih bobok sayang, tunggu mama bangun dulu ya nak " ucap raka sembari menimang baby ziya


Alicia yang mendengar tangisan bayinya perlahan bangun dan melihat suaminya yang sedang menggendong ziya dan berusaha menenangkannya


" Mungkin ziya haus mas, sini biar aku susui dulu " ucap alicia sembari bangun dan duduk bersandar


Raka mendekat dan menyerahkan baby ziya kepada alicia, alicia menerima baby ziya lalu tersenyum dan mulai menyusui baby ziya, bayi mungil itu mulai menyusu dengan lahapnya.


Alicia mengusap lembut kepala bayinya


" ziya haus ya nak ? minum yang banyak ya nak " ucapnya sembari tersenyum


Raka duduk di dekat alicia dan memperhatikan bayi nya yang menyusu dengan lahapnya. dia dengan jahilnya melepaskan mulut baby ziya yang sedang menyusu itu. sontak saja bayi mungil itu menangis dengan kencang


" Mas.. jangan nakal. ziya haus mas, biarkan dia menyusu sampai kenyang "

__ADS_1


Alicia segera menyusui baby ziya lagi.


" ya habisnya dia lucu sekali sayang, " ucap raka


" sayang , mas jadi ingat saat kamu mau menyusui faiz dan faizza dirumah sakit waktu itu. kamu sampai mengusir mas keluar ruangan loh, tapi sekarang biasa aja diliat sama mas, lucu kan" ucapnya lagi


Alicia tertawa kecil sembari memukul pelan bahu raka


" ya kan waktu itu mas belum jadi suami ku, canggung lah mas pastinya. " ucap alicia


" ya tapi kan sayang, mas udah pernah liat sebelumnya, makanya sampai ada faiz dan faizza kan " ucap raka


alicia melotot pada raka lalu menjewer telinganya


" aww yang.. " ucap raka


" mas kalau ngomong begitu hati-hati lo. untung faiz sama izza gak ada disini. kalau mereka ada bisa panjang urusan nya , pasti mereka bakalan banyak tanya " ucap alicia


" ya mereka kan memang begitu. anak- anak Raka Hadi Wijaya " ucap raka bangga


" haha.. emang anak mas sendirian ? kan anak aku juga " ucap alicia sembari tertawa


Raka mencium pipi alicia,


" mereka hebat karena terlahir dari wanita hebat seperti mu sayang " ucap raka


Alicia menatap haru pada raka, dia bersandar pada dada raka,


" Mas juga lelaki terhebat yang dikirim tuhan dalam hidupku. terimakasih mas.. " ucapnya


Raka memeluk alicia dan mengabsen seluruh wajah alicia dengan ciuman


" kamu juga hadiah terindah yang mas terima selain kehidupan yang di berikan oleh tuhan " ucap raka


" Aku mencintaimu mas " ucap alicia sembari mencium bibir raka sekilas


Raka terdiam, wajahnya memerah, jantung nya berdebar sangat kencang.


" Mas..kok mukanya merah gitu ? trus ini lagi jantungnya kenapa berdebar kuat begini ?" tanya alicia, dia merapikan pakaian nya setelah baby ziya kembali tertidur


Raka tersadar dari keterkejutan nya dan melihat wajah istrinya


" yang.. bisa gak kalau mau ngungkapin perasaan itu kasih kode dulu. jantung mas gak siap dengernya lo " ucap raka


Alicia tertawa melihat tingkah lucu suaminya itu, dia mengusap pelan pipi raka lalu menciumnya


" mas seperti anak muda yang sedang pacaran saja, padahal udah tua " ucap alicia


" tua darimana ? gak lihat apa wajah mas masih muda dan tampan begini. " ucapnya


" iya..iya mas ku yang paling tampan. aku mencintaimu " ucap alicia lagi


deg..


" yang.. kasih kode dulu !!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2