
Raka dan arka berjalan menuju parkiran, Arka terlihat masih berpikir akan sesuatu
" kak, apa kakak kenal sama wira kusuma itu ?" tanya arka
raka menoleh dan menatap arka bingung
" gak..emangnya kenapa ?"
" gak apa-apa sih, hanya saja tadi aku lihat dia menatap kakak seperti seseorang yang sudah kenal lama " sahut arka
" kakak baru pertama kali ketemu dia, " sahut raka kemudian masuk ke dalam mobilnya disusul oleh arka.
...
di kamar faiz dan faizza
Alicia sedang menidurkan kedua anaknya, dia terlihat bingung bagaimana mau menceritakan tentang wira pada suaminya itu. dia hanya takut akan reaksi berlebihan raka nantinya.
tapi jika tidak diberitahu justru akan menjadi masalah nantinya.
suara klakson mobil menyadarkan lamunan alicia, dia bergegas bangun dan menggendong faiz yang memang belum tertidur, sementara faizza sudah tertidur lelap
" kita sambut papa pulang yuk sayang" ucap alicia lalu berjalan menuju ruang tamu
Raka tersenyum sumringah saat melihat anaknya masih terjaga dan menyambutnya pulang
" wah..anak papa belum bobok ya ? " ucap raka sambil mengambil faiz dari gendongan alicia
" selamat malam kak, " ucap arka
" malam arka, mau makan malam dulu ?" tanya alicia
" kami sudah makan malam kak, aku duluan ke kamar " sahut arka lalu berjalan menuju kamarnya
sementara raka asik menciumi faiz yang tertawa saat raka mengusel pipi gembulnya.
" kok faiz belum tidur ? faizza mana ? "
" dia masih asik main tadi, faizza udah tidur di kamar " sahut alicia
" ayo nak kita bobok ya, sudah malam sayang " ucap alicia lalu akan mengambil faiz dari gendongan raka tapi raka menolaknya
" biar aku saja, siapkan air hangat saja. " ucap raka
" baiklah mas " sahut alicia
raka pun berjalan menuju kamar anaknya. sementara alicia mengunci pintu dan menyusul raka,
..
Raka yang baru selesai mandi melihat alicia sedang bersandar di tempat tidur dan terlihat melamun
" kamu kenapa sayang ?" tanya raka sembari membelai rambut alicia
" mas, ada yang mau aku ceritain ke mas, " ucap alicia
__ADS_1
Raka duduk di sebelah alicia, dia menarik alicia ke dalam pelukannya dan menciumi puncak kepala nya.
" soal apa sayang ?" tanya raka
" soal wira,"
" wira ??" raka mengeryitkan keningnya,
" wira siapa ? jadi tadi kamu melamin mikirin laki-laki lain sayang ?" selidik raka lagi
" bukan begitu sayang, dengerin aku dulu " ucap alicia
raka pun diam dan memeluk alicia erat seakan ada yang akan mengambilnya saja.
" Wira itu mantan pacar aku saat aku dari SMA, kami putus sebelum aku bertemu kamu mas " ucap alicia mengawali ceritanya
Rahang raka mengeras, namun sebisa mungkin dia tetap menahan emosi nya dan mendengarkan cerita istrinya
Alicia pun mulai menceritakan kejadian dimana dia yang selalu membiayai hidup dan pendidikan wira saat mereka masih sekolah sampai kuliah, dan bagaimana dia dikhianati oleh nya dan adiknya. lalu alicia juga menceritakan tentang kejadian di kantor dimana dia tidak sengaja bertemu dengan wira yang ternyata bekerja sama dengan perusahaan raka
Raka melepas pelukannya terhadap alicia, alicia menatap raka sedih, dia sudah menduga reaksi raka pasti akan seperti ini.
" mas tapi itu hanya masa lalu mas, aku mengatakan ini agar mas tidak tau dari orang lain " ucap alicia
raka hanya diam, entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu. pandangannya lurus ke depan sementara alicia mulai tertunduk di sebelah raka, air matanya mulai menetes, dia benar-benar tidak mau jika hal ini akan membuat keretakan dalam rumah tangganya
Raka mengepalkan tangannya
beraninya dia menyakiti istriku, lihat bagaimana aku akan membalasmu. sebaiknya kau jaga jarakmu wira. sejengkal saja kau mendekati istriku, habis kau
Raka pun turun dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang kerjanya, dia tidak mungkin mengamuk dihadapan alicia, itu hanya akan membuat istrinya takut saja.
raka diam dan berjalan keluar tanpa tahu jika perasaan istrinya sedang sangat kalut karena raka tidak memberikan penjelasan apapun.
Alicia terisak, untuk pertama kalinya selama pernikahan mereka, raka bersikap sedingin itu padanya. apa masa lalu nya benar-benar membuat raka sangat marah ? tapi dia dan wira sudah benar-benar tidak memiliki hubungan apapun lagi.
alicia terisak karena raka hanya diam
mas..jangan seperti ini. kalo mas mau marah katakan saja. jika mas diam seperti ini hati aku sakit rasanya ..hiks
...
brukkkkkk...
raka melempar barang-barang diruang kerjanya
" si wira itu sangat beruntung karena sudah lama mengenal alicia, dan sialnya dia malah memperlakukan nya sehina itu. lihat saja bagaimana aku akan membalasmu !
awas saja jika dia masih berani mendekati istriku, akan kupatahkan kakinya . " ucap raka emosi
Alicia menunggu raka yang tak kunjung kembali kekamar, alicia pun tertidur dengan posisi duduk bersandar di tempat tidur.
sedangkan raka ternyata ketiduran saat sedang memikirkan alicia dan juga wira di masa lalu. raka tertidur dengan posisi duduk di ruang kerjanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pagi harinya
Alicia terbangun saat merasakan perutnya bergejolak dan dia lekas berlari dan memuntahkan semua isi perutnya, setelah hampir 10 menit, alicia terduduk di di dekat toilet dan terlihat sangat lemas. alicia mengusap perutnya dan seperti memikirkan sesuatu,
sepertinya aku telat datang bulan , seharusnya minggu lalu aku sudah datang bulan, apa aku sedang hamil ? nanti siang aku tes saja. aku harus menyelesaikan kesalahpahaman mas raka dulu
Alicia berjalan keluar kamar mandi, tak lama pintu kamarnya terbuka, Raka yang baru masuk kamar kaget saat melihat wajah istrinya yang terlihat pucat.
" sayang, kamu kenapa ? kamu sakit ? kenapa wajah kamu pucat begini sayang ?" tanya raka khawatir
alicia pun menangis
" mas gak marah kan sama aku ?? " tanya alicia
" marah kenapa sayang ? mas gak mungkin marah sama kamu sayang " ucap raka
" tapi mas pergi dari kamar tanpa mengatakan apapun dan mas juga gak kembali lagi semalam. mas aku benar-benar tidka sengaja bertemu wira di kantor mas. aku gak punya hubungan apapun lagi dengan dia mas, percaya sama aku mas...hikss " ucap alicia sembari menangis
raka pun memeluk erat alicia, dia tidak menyangka jika diamnya dia semalam membuat istrinya begitu khawatir dan berpikir yang macam-macam.
" mas percaya sayang, semalam mas hanya terlalu marah mendengar perlakuam dia sama kamu sayang. mas gak marah sama kamu sayang , jangan khawatir sayang " ucap raka sembari merapikan rambut alicia
Alicia terlihat lega, namun tiba-tiba pandangan alicia buram dan jatuh tidak sadarkan diri. dengan sigap raka menangkap tubuh alicia
" sayang..kamu kenapa ?? alicia..alicia.." ucap raka sembari menggoyangkan tubuh alicia.
matanya membulat sempurna saat melihat darah segar mengalir diantara kedua paha istrinya,
" sayang, bangun . kamu kenapa ?" ucap raka panik dan matanya sudah berkaca-kaca melihat istrinya yang tidak merespon nya
" Mama !! Mama ! Pa...Papa " teriak Raka
raka pun dengan sigap menggendong tubuh alicia dan membaringkan nya di kasur.
Pak hadi dan bu mona yang mendengar teriakan raka segera berlari menuju kamar Raka, begitu juga dengan Arka dan arsya
" Alicia kenapa ka ?" tanya bu mona cemas saat melihat menantunya terbaring tak sadarkan diri dengan wajah yang begitu pucat, bu mona pun terkejut saat melihat darah segar yang mengalir diantara paha menantunya itu
" Raka ini...! "
Raka pun terlihat begitu khawatir dan mengusap wajahnya kasar
maafin mas sayang, ini kesalahan mas
pak hadi pun segera menghubungi dokter ilham.
bu mon menangis sembari mengusap wajah pucat alicia
" kamu kenapa sayang, "
" Raka ini ada apa sebenarnya ? alicia kenapa ? kenapa bisa sampai seperti ini ?" tanya pak hadi
Raka menoleh dan menatap papanya
...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...