Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 10


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" Aisyah mengetuk pintu bangunan sederhana yang mirip dengan rumah susun,dihuni beberapa mahasiswi yang sedang menimba ilmu di universitas Al Ashar.


Disini lah tempat tinggal Desi.Aisyah sering mengajak Desi untuk tinggal bersama nya,namun Desi selalu menolak.


"Wa'alaikumsalam... Kak Aisyah?!" Jasmin salah satu penghuni tempat ini membuka kan pintu.


"Saya ingin bertemu Desi."


"Dia ada dikamar nya,seharian menangis kami semua khawatir karena Desi tidak mau makan." Tutur jasmin.


tok tok tok


"Assalamu'alaikum" Aisyah mengetuk kamar Desi.


Ckek..Pintu terbuka.


Aisyah masuk kedalam,kemudian duduk di tepi ranjang.Aisyah menyentuh kepala desi yang berbaring meringkuk,mata nya sembab bahkan hampir bengkak karena seharian menangis.


"Berserah lah kepada Allah... ketentuan Allah


pasti itu yang terbaik." tutur Aisyah dengan lembut.


"jelaskan pada Abah dengan santun jika kau tidak menginginkan pernikahan itu tanpa mengurangi rasa hormat mu pada beliau."tutur Aisyah.


"Abah sangat keras,mustahil untuk membantah nya." Desi kembali menangis.


Desi duduk dan memeluk Aisyah,Aisyah mendekap erat gadis itu.


"Kau pasti belum makan.


Makan ya..aku pesankan makanan untuk mu."


"Kita makan sama sama..,Aku tidur di sini malam ini." Aisyah berusaha menenangkan.


"Terimakasih mba.."


Pesanan datang..


"Banyak sekali kak?" Jasmin membuka pintu melihat mobil jasa pengantar pesanan Aisyah.


"Kita makan bersama." Aisyah menyiapkan tikar


menghamparkan di ruang tamu.dan duduk melantai beralaskan tikar.


Jasmin meyusun kotak kotak makanan di atas tikar dan memanggil para penghuni rumah itu.


Semua tampak gembira duduk melantai menikmati makan malam bersama sambil bercerita tentang kampung halaman masing masing,menceritakan kuliah nya,asal usul nya dan kerinduan mereka pada keluarga nya.Hampir semua yang tinggal di sini dari Indonesia.


Sejenak Desi melupakan kesedihan nya,Ia ikut dalam kegembiraan teman teman nya.Aisyah memperhatikan Desi yang sedang tertawa.


Aisyah menitikan Air mata dan berDo'a.


"Ya Allah..limpahkan lah kebahagiaan untuk nya."


Flash back..


Teringat masa lalu Desi.Ibu nya meninggal saat Desi ber umur 10tahun,Abah nya seorang petani biasa.Desi memiliki dua adik laki laki.


Saat masih sekolah,Desi berjualan kue keliling kampung untuk mendapatkan uang jajan.


Felisya menghampiri Desi,dan membeli semua kue yang Desi jual.


"Datanglah kemari setiap hari.Aku akan membeli Kue mu setiap hari." tutur Felisya


"Terimakasih kak.." senyum desi sangat cerah menandakan kebahagiaan pada diri nya.


Setiap hari Desi pun datang untuk menjual kue nya pada Felisya,sesuai janji nya Felisya membeli semua dagangan yang Desi bawa.Bukan karena Felisya menyukai kue nya,Felisya hanya ingin menolong nya.Kue itu Felisya bagi bagikan pada teman teman di masjid tempat kami mengaji.


Sampai beberapa bulan Felisya membeli kue kue yang Desi jual.


Beberapa hari Desi tidak datang,Felisya mendatangi rumah Desi.


"Mengapa kau tidak berjualan?"Tanya Felisya.


" Bibi yuni yang buat kue pindah mengikuti suami nya,jadi tidak ada kue lagi yang saya jual.Mungkin saya tidak bisa melanjutkan di Madrasah Aliyah.Saya harus bekerja di kota"tutur nya.

__ADS_1


Felisya berpikir sejenak.


"Bekerjalah di tempat kami,temani ibu.Aku akan membayar biaya sekolah mu dan adik adik mu.


Kau juga akan aku gaji."


"Tapi kak..?!" Desi merasa tidak enak.


"jangan sungkan.." Felisya tersenyum manis,itulah Felisya yang selalu jadi pahlawan untuk keluarga ku juga untuk Desi.


Mulai hari itu kami selalu bersama,sampai hari ini.


Flas back of..


Aisyah berpamitan untuk istirahat lebih dulu,Ia masuk kekamar Desi dan merebahkan dirinya di ranjang.ini bukan lah yang pertama kali Aisyah menginap disini.Aisyah selalu datang jika Desi sakit atau merindukan kebersamaan dengan teman teman nya.


Sepertiga malam Aisyah dan Desi bangun untuk melaksanakan shalat sunah dan membaca kitab suci sambil menunggu waktu subuh.


Adzan subuh berkumandang terdengar jelas dari masjid yang tidak jauh dari tempat ini.


Aisyah,Desi dan beberapa teman nya memilih shalat berjama'ah di masjid terdekat,kemudian mendengarkan tausiah ba'da shalat subuh.


Keluar dari masjid Aisyah bertemu Kristian."Dia shalat? aku kira dia...ternyata aku salah sangka.


"Dia tinggal di sekitar sini?" gumam desi dalam hati.Aisyah mengedarkan pandangan nya,tidak ada apartement mewah disini.hanya apartement sederhana namun cukup nyaman.


"Nona Aisyah?" Kris menyapa.


Aisyah sedikit membungkuk tanda menghormati.


Desi keluar dari masjid.Ia tertegun memandangi Kris yang mengenakan sarung baju koko dan kopyah di kepala sambil membawa sajadah di tangan nya.Persekian detik Desi memalingkan wajah nya mengalih kan pandangannya.


Aisyah yang faham situasi berpamitan dan berlalu meninggalkan mereka.


"Desi?" Kristian memecah keheningan.


"iya tuan" Desi tersenyum,tapi sebenarnya hati nya berdebar debar.


mereka berjalan ber iringan.


Aku akan pulang ke indonesia...Jawab desi dalam hati.Desi menunduk tidak menjawab dan menyembunyikan matanya yang sembab karena kemarin menangis dari pagi mampai malam.


"Kau kenapa?" Nada lembut Kris sukses membuat Desi semakin berdebar.


"Tidak ada". Desi bersemu malu.


" Matamu sembab kau habis menangis?"Kristian berdiri di depan nya .Ingin rasa nya memeluk nya erat dan menghapus luka di hati nya.


"Tidak ada." Desi menggeleng.


"Bersabar lah sebentar,Aku akan segera menghitbah mu,jika urusan ku sudah selesai."gumam kris dalam hati.


" Sudah terlambat tuan..."gumam Desi dalam hati seolah mendengar isi hati Kristian.


Desi kembali menitikan air mata.


"Tuan maaf jika saya menyayangi anda." tutur Desi sambil menitikan air mata dan pergi meninggalkan Kristian yang masih mematung.


Kris sangat senang mendengar pengakuan dari Desi,Ia tidak pernah berfikir itu adalah kata perpisahan karena hari ini Desi akan kembali ke kampung halaman untuk menikah.


Aisyah berpamitan untuk pulang ke resto,Ia harus bersiap untuk ke kampus. Aisyah memesan taxi yang semalam mengantar nya kemari.


Desi bersiap untuk ke bandara,Ia berpamitan pada teman teman nya,


semua mengharu memeluk Desi.


Desi menemui Aisyah di resto,untuk berpamitan Aisyah memeluk desi kedua nya mengharu.


Desi juga berpamitan pada teman teman sesama karyawan di resto,meminta maaf pada mereka.


Semua karyawan resto mengetahui jika Desi menyukai Kristian,namun Ia harus menerima perjodohan dari Abah nya.


"Selamat tinggal,Aku akan merindukan kalian."Air mata Desi terus mengalir.


Desi masuk kedalam taxi dan terus menangis disana.taxi melaju menuju bandara.

__ADS_1


Di tempat lain


Di jam istirahat Kris yang sedang menunggu bos nya untuk makan siang.Ia tidak sabar ingin bertemu Desi di resto Aisyah.


" Bahagia sekali?"farel menggoda.


"Tidak baik terlalu banyak penasaran dengan orang lain tuan!"tutur Kris sambil melirik bos nya.


Sampai di resto,tidak tampak Desi berada di sana.


Pelayan pria mendatangi Kris.menyapa dan menawarkan menu.


Kris menanyakan Desi pada nya.


" Desi sudah pulang tuan."


"Pulang?"Kris tidak mengerti.


" Desi pulang ke Indonesi dua jam yang lalu.Ia mau menikah dijodohkan orang tuanya."karyawan resto menjelaskan karena Ia sahabat Desi.Ia berharap Kristian menyusul Desi dan mereka bisa bersama.


Farel menepuk pundak Kris tanda mengizinkan Ia pergi menyusul Desi.


Kristian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Hati nya gusar.


Farel menghubungi anak buah nya untuk mencari Desi di bandara.


Di tempat lain


Kristian yang begitu sangat kacau memikirkan Desi.


Tin.. Tin....


tin..


Dia mendahului banyak mobil di depan nya.Ia benar benar merancau memaki berteriak pada dirinya sendiri.


Mengutuki kebodohan nya.


"Mengapa aku tidak segera menemui orang tua mu..!!!Maaf kan aku Desi...aku bodoh..!!!"


Kris mengingat tadi pagi Ia melihat desi dengan mata sembab,dan mengatakan menyayangi nya.


"Maaf sayang aku bodoh..tidak peka dengan keadaan mu.." Kris membenturkan kepala nya di sandaran yang Ia duduki.


Sampai di bandara Kris mengedarkan pandangan


mencari Desi,Seseorang menghubungi nya.


"halo?"


"Pesawat xx yang membawa penumpang atas nama Desi kumala marwan sudah lepas landas sejak 30menit yang lalu."


tut..Kristian mematikan ponsel nya,duduk di kursi bandara mengusap wajahnya kasar.


Kris membaca pesan dari bos nya.


"Pergilah selesaikan masalahmu"


.


.


Vote vote vote...


Terimakasih sudah membaca karya ku..


Mohon maaf banyak kekurangan.. tulis komentar kalian ya...


Pengumuman....


Untuk Desi dan Kristian lanjut di judul novel yang berbeda ya...mohon dukungan nya..


Aku tidak ada apa apanya tanpa kalian..


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2