
Aisyah terlelap di samping Ibu nya,Bu Inah masih terjaga sedang membaca pesan dari Felisya.
"Bu..Fe' rindu."
"Lusa Sidang promosi Doktor untuk Aisyah,Apa nak Felisya bisa kemari?"
tidak ada balasan,namun ponsel berdering berganti panggilan masuk.
"Assalama'alaikum Bu...ibu tidak sedang bercanda kan?"suara memekik dari dalam ponsel.
" Wa'alaikumsalam,Tidak nak...bisa kah nak Felisya kemari?"tanya Bu inah.
"Ibu di Kairo?sejak kapan?.."
"Baru tadi siang Ibu datang.Hati hati di jalan nak...
Kami menunggu mu." Tutur Bu Inah.
"Baik bu.. Fe akan datang."jawab Felisya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam." jawab Felisya mematikan ponsel nya melempar ke ranjang.
"Aaaaaaaa terbuat dari apa otak mu Aisyah...?????Jika aku beruntung,bahkan aku lulus tahun depan!!" Suara memekik memenuhi salah satu kamar apartement di kota London.
Felisya merebahkan diri di ranjang dengan kuat membuat badan nya sedikit memantul.
"Ya Tuhan,,Aisyah kau hebat...Aku merindukan mu.."
Felisya berbicara sendiri di kamar nya.
Teringat Aisyah di masa lalu,Aisyah yang selalu mendapat peringkat terbaik semasa sekolah dulu.Bahkan Ia sudah hafal kitab suci sejak masih di madrasah.mendapatkan bea siswa ke Kairo dan lulus dengan predikat Cumlaude.
Kembali menempuh pendidikan pasca sarjana dengan mendapatkan bea siswa.
"Sepertinya mustahil untuk melampauimu!!" Terbesit rasa bangga di hati Felisya memiliki saudara seperti Aisyah,yang baik ramah dan perhatian,yang setiap hari mengirim pesan mengingatkan waktu shalat atau sekedar bertanya
"Apa kau sehat Fe?"
"Kau sudah makan?"
"Kau sedang apa?"
"Apa kau tidur nyenyak malam ini?"
Kata kata itu selalu muncul di pinsel nya terkadang Felisya tidak membalas pesan dari Aisyah, karena Ia pikir Aisyah tau jawaban nya.
***
Armada besi menerbangkan Felisya menuju Negara mesir.Felisya memesan taxi menuju Alamat tempat tinggal Aisyah yang baru.
Ibu yang memberikan pada Felisya.
Sebelum nya ketika Felisya kemari tiga tahun yang lalu,Aisyah masih tinggal di kontrakan bersama Desi.
Setiap hari raya atau hari libur Felisya pulang ke Indonesia bertemu Aisyah disana.
__ADS_1
Taxi masuk di area parkir restoran.
"Sudah sampai nona" kata supir taxi.
Falisya sedikit bingung mengapa Alamat tertuju pada restoran.
Felisya menarik travel bag menuju depan resto membaca Nama Restoran terpampang besar di taman kecil di depan pintu masuk.
Felisya terkesiap "Ada nama kecil Aisyah dan nama ku di sana."
gumam Felisya dalam hati.
"Ini milik Aisyah?.. Bagaimana bisa?" Gumam gumam tidak percaya sambil menarik travel bag masuk kedalam resto.
Felisya mengedarkan pandangan menangkap sosok cantik nan ramah yang sangat Ia kenal.
Aisyah memperhatikan siapa wanita yang memandang nya,seorang wanita dengan rambut pirang bergelombang bertubuh indah seperti model memakai high heals,siapa lagi kalau bukan Felisya.
Aisyah mendekati wanita itu menghambur memeluk saudara nya.Beberapa pasang mata memperhatikan mereka berdua.
"Kenapa tidak memberi tahu jika mau kemari?
" Kau sehat?kau pasti lelah,Apa kau sudah makan?"
Pertanyaan bertubi tubi seperti seorang Ibu menghawatirkan anak nya.
Felisya belum sempat menjawab Aisyah sudah menarik tangan Felisya masuk de dalam VIP room,mempersilahkan Felisya duduk dan menginstruksi pada karyawan untuk menyediakan menu faforite Felisya ketika berada di negara nya.
"Aku sangat merindukan mu." Aisyah memeluk Felisha kembali.
"Hahaha.." Aisyah tertawa sambil menutup mulut nya dan melepas pelukan nya.
"Kau tidak pernah menggunakan uang dari ku?."
Tatap Felisya pada Aisyah penuh selidik.
Namun tidak ada jawaban dari lawan bicara.
"Sudah kuduga!!" Felisya setiap bulan mengirimkan sejumlah uang untuk biaya pendidikan Aisyah selama di Kairo.
Uang yang Felisya berikan jumlah nya tidak sedikit
setiap bulan sampai hampir sembilan tahun Felisya selalu mengirim uang untuk Aisyah juga Ibu nya.
"Kau lihat ini?ini semua milik mu.Aku hanya mengelola dan mengembangkan uang mu."
Aisyah menghela nafas.
"Kau memberiku uang dalam jumlah yang menurutku sangat besar setiap bulan nya.Aku bingung harus ku apakan uang mu.Kau sudah mengurus Ibu ku dengan sangat baik.Aku hanya ingin memberi kejutan untuk mu di kemudian hari.Dulu aku menyewa sebuah ruko kecil untuk membuka usaha warung makan sederhana khas Indonesia.Aku memakai uang mu untuk modal usaha.Dan sekarang bisa memiliki ini.
Ini semua milik mu?!" Tutur Aisyah panjang lebar.
Felisya menitikan air mata.Hik..hik..
"BODOH..!!!"Felisya menampar pipi Aisyah namun tidak sakit.
" Kau pikir aku baru mengenal mu??Aisyah kenapa kau bodoh sekali??"
__ADS_1
"Maaf" mereka kembali berpelukan mengharu melepas rindu.
"Ini semua milik mu selama nya tetap jadi milik mu." Gumam Felisya.
Makanan kesukaan Felisya sudah terhidang di meja.Bu Inah menghampiri mereka dengan tersenyum menyambut pelukan dari Felisya.
Suasana menjadi haru hanya Aisyah dan bu Inah keluarga yang Ia miliki.
Felisya membayangkan jika orang tua nya masih ada akan Ia ceritakan kenangan manis hidup bersama Aisyah dan Bu Inah.
Felisya dan Aisyah menikmati makan malam bersama Ibu nya.suasana yang tadi nya haru menjadi ceria.
"Sebenar nya apa yang kau makan Aisyah?mengapa kau cerdas sekali??" Pekik Felisya.
jika aku beruntung bshkan aku lulus taun depan?! Hahaha memalukan!."ucap Felisya lagi.
"Kau iri??..Bahkan kau tidak bisa melampaui ku!"
Ejekan khas Aisyah membuat Ibu nya tertawa.
Felisya memajukan bibir nya,kemudian Aisyah menarik rambut Felisya.
"AAUU..Sakitt!!,Aku akan memakai hijab setelah urusanku selesai."Pekik Felisya Sambil merapikan rambut setelah Aisyah melepaskan nya.
Felisya faham maksud Aisyah,Karena Aisyah sering melakukan nya jika bertemu Felisya. menarik rambut bertujuan agar Felisya menutup Aurat.
" Masih ingin balas dendam?Kau yakin?"Aisyah merasa khawatir.
"Tidak,kau tidak perlu cemas Aisyah." jawab Felisya.
"Kau tau seperti apa rasanya hidup dengan cara bersembunyi menutup diri dari dunia luar agar tidak terancam?." Gumam dalam hati.Felisya menghela nafasnya berat.
Aisyah mengntarkan Felisya ke kamar tamu.
Kamar dengan dekorasi minimalis menyanbut tamu pertama yang tidur di tempat itu.
Felisya merapikan barang bawaan nya ke lemari kemuadian membersihkan diri di kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi mengenakan stelan piyama dan melepas lelah di atas ranjang nya.
tidak butuh waktu lama Felisya pun terlelap tenggelam dalam mimpi indah nya.
Bu Inah membukavpintubkamar tamu perlahan,
memperhatikan Felisya yang sedang terlelap.
"Walaupun kau tidak lahir dari rahim ku,namun Aku sangan mencinyai mu seperti anak kandung ku sendiri." Bu Inah menutup pintu dan kembali ke kamar nya bersama Aisyah.
-
-
-like..like..kike...
mohon dukungan nya ya kawan...
terimakasih...
__ADS_1