Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 6


__ADS_3

London



Sudah satu minggu sejak kedatangan nya dari jakarta ke kota ini.Felisya menghela berdiri tegap menyentuh tralis pada balkon di apartement nya menatap indah nya kota london dimalam hari.Semilir angin malam menggerak kan rambut nya menghempas perlahan.


"Apa saya mengganggu mu,nona?"


Pria paruh baya yang berusia sekitar 60 tahun menghampiri Felisya berdiri di belakang nya.


Sekertaris Rey bekerja pada tuan Gunatama,Almarhum ayah Felisya sejak lama hingga hari ini dengan setia menjaga Felisya dan juga menjaga dan mengelola seluruh aset peninggalan tuan Gunatama untuk diserah kan pada Felisya diwaktu yang tepat.


"Tidak."


"Anda tidak ingin menghubungi bu Inah untuk hari penting esok?"


"Tidak,aku bisa sendiri."


Berbicara tanpa menoleh kebelakang.


"Nona, izin kan aku mendampingi mu."


Sekertaris Rey berjalan ke depan berdiri di samping Felisya kemudian.


"Terimakasih sudah menjaga ku dengan baik. Sudah ku katakan aku sudah dewasa,kau tidak perlu lagi mencemaskan ku. Sudah waktu nya kau beristirahat,Sekertaris Rey."ujar Felisya menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan.


" Aku akan memastikan nya sendiri nona."


ujar pria paruh baya menatap kedepan.


"Sudah kau dapatkan informasi tentang Aziz?"


Sekertaris Rey mengangguk."Tunggu hingga tuan Farel pulih. Biarkan saya yang bergerak, Jangan membahayakan diri anda nona." ujar Sekertaris Rey kemudian melangkah meninggalkan Felisya.


"Bosok pagi saya akan menjemput anda. Bersiap lah nona." berbicara kemudian berlalu dari sana.


Felisya tidak menanggapi Sekertaris Rey,Felisya tenggelam dengan fikiran nya sendiri mengulas senyum memejam kemudian.


*********


Pagi ini sekertaris Rey menyiapkan Tim perias ternama di kota london untuk memoles wajah Felisya.Tim perias profesional mengerjakan dengan tangan ahli mereka menjadikan wajah Felisya cantik elegant.


Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu sejak sekian lama nya bergelut dengan buku di bangku pendidikan.


Sidang promosi Doktor akan dihadiri Felisya sebagai calon Doktor disana.Felisya harus tampil formal dan sempurna.


Felisya tidak mengabari Aisyah dan Bu Inah karena situasi yang tidak memungkin kan untuk mereka hadir di sana.Sekertaris Rey lah yang akan hadir sebagai orang tua Felisya.


Felisya harus menepis rasa sedih dengan tidak ada Aisyah dan Bu Inah disana.Tidak ingin mengganggu Aisyah yang sedang fokus dengan perawatan suami nya.


"Miss, lyou look so perfect.."


ujar salah satu perias wanita disana.


"Thank you"


Senyum Felisya pada mereka.


"Pa... ma... hari ini akan ku buat kalian bangga pada ku?!."lirih nya sambil berdiri didepan cermin.

__ADS_1


Sekertaris Rey sampai di depan apartement melangkan menaiki lift menunggu di depan pintu.


" Anda sudah siap nona?"


Sekertaris Rey menyentuh handle pintu membuka nya untuk Felisya.


"Aku sangat siap?!."


Felisya keluar menuruni apartement dengan Sekertaris Rey disamping nya.Tangan Felisya menyentuh lengan Sekertaris Rey berpegangan hingga sampai di depan mobil yang terparkir disana.


"Silahkan nona."


Sekertaris Rey membukakan pintu.


"Terimakasih."


Felisya masuk ke dalam mobil,dengan Sekertaris Rey menutup nya melangkah menuju kemudi bersiap melaju kan mobil nya.


Mobil melaju meninggalkan apartement menuju gedung tempat acara sidang terbuka promosi doktor dilangsungkan.


Sidang pun ahir nya dimulai. Suasana cukup menegangkan ketika nama Felisya dipanggil maju kedepan kemudian dihujani berbagai pertanyaan dari para profesor di hadapan nya.


Felisya mampu menjawab semua pertanyaan dari tim penguji.


Acara promosi calon doktor telah ditutup dan selesai dengan Felisya mendapat kan nilai yang cukup memuaskan.


Sekertaris Rey mendekati Felisya. "Saya bangga pada mu,Nona. Selamat." Sekertaris Rey memberikan baket bunga untuk Felisya.


Felisya mengusap bulir bening lolos dari mata nya."Terimakasih Sekertaris Rey. "


Sekertaris Rey mengangguk.Mengulas senyum pada Felisya. "Lihat lah tuan.. nyonya... Aku menepati janji ku pada kalian.Menjaga nona Felisya hingga lulus di london.


Felisya terkesiap ketika tiba tiba seorang pria yang sangat Ia kenal berdiri di samping nya.


"GEO?!."


Sssttttt......Geo meletak kan telunjuk di bibir nya sendiri.


Rona bahagia muncul tiba tiba dari wajah Felisya.


**********


Sudah satu minggu Aisyah berada di perkampungan pedalaman itu. Sesekali Aisyah dan Farel menghubungi orang tua nya di jakata.


Farel sudah mulai bisa lepas dari tongkat nya. Berjalan dengan hati hati tanpa tongkat menuruni tangga rumah panggung itu menghampiri Aisyah yang sedang mengajar anak anak disana.


Farel memperhatikan Aisyah dari sudut bangunan panggung tidak ingin mengganggu nya.


Aisyah selesai mengajar mengaji,anak anak pun berpamitan dengan menyalami punggung tangan Aisyah disana.


"Sudah selesai?"


"Kak Farel sudah lama disana?"


tanya Aisyah kemudian menghampiri suaminya.


"Kita akan kembali ke Kairo,Kau siap?"


Aisyah mengangguk."Kita berpamitan sekarang?"

__ADS_1


Farel mengangguk sambil meraih tangan lembut Aisyah mengecup nya disana.


"Ayo sayang."


Farel melangkah berdampingan dengan Aisyah menuju rumah panggung milik Uma.


Aisyah membereskan pakaian memasukkan nya pada travel bag disana bersiap menemui Uma juga Naray dan Jian yang kebetulan berada dirumah.


Aisyah mendekati Uma duduk melantai beralaskan tikar yang terbuat dari rotan.


" Uma, kami akan pulang ke Kairo,banyak pekerjaan yang harus kami selesai kan disana. Terimakasih untuk Semuanya.. Kami akan berkunjung kemari lain waktu."


Ujar Aisyah memeluk Uma kemudian.


Naray menerjemah kan menggunakan bahasa daerah nya pada Uma.


Uma mengusap kepala Aisyah."Tuhan hantala langit kian kakan sesowot siko."


(Tuhan Yang Maha Tinggi akan melindungi kalian.)ujar nya.


Farel berpamitan pada Narai dan Jian.


"Sampaikan maaf dari kami untuk para penduduk disini."


"Kami senang kau datang" Jian mengulas senyum pada Aisyah.


Aisyah mengeluarkan beberapa perhiasan dari dalam tas menyerahkan pada Uma dan jihan.


"Ini sedikit kenangan dari kami.Mohon diterima."


ujar Aisyah mengulas senyum disana.


Drama perpisahan berahir,Farel dan Aisyah berlalu melambai pada orang orang baik yang menolong nya.Farel menggenggam tangan Aisyah


berlalu menelusuri jalan setapak keluar dari hutan menuju helicopter yang telah menunggu disana.


Jian dan Naray mengantar mereka hingga sampai di lapangan tempat helicopter mendarat.


"Jaga diri kalian." ujar Jian dan Naray meninggikan suara melambai pada Aisyah dan Farel yang telah berada di helicoter.


Helicopter mengudara menciptakan angin bergemuruh meninggi menjauhi pulau Kalimantan menuju kediaman tuan Ramadhian.


Helicopter mendarat sempurna disambut oleh penghuni rumah yang telah berkumpul menyambut mereka.


Mommy berlari menghambur memeluk sang puta yang baru saja turun dari helicopter bersama Aisyah istri nya.


"Alhamdulillah..." Nyonya Ramadhian mempererat pelukan nya melepas kerinduan pada Farel putra satu satu nya.Menitik kan air mata bahagia disana sambil berkali kali berucap syukur pada Allah,Tuhan yang maha pengasih.


Farel mendekati tuan Ramadhian kemudian memeluk nya.


"Maaf menghawatir kan Dady."


"Tuhan Maha baik,masih melindungi mu hingga hari ini boy?!"


"Dady benar."


"Alhamdulillahirabbil 'alamin."ujar Farel.


" Nak,ahir nya kau kembali"lirih bu Inah menyentuh wajah Farel dihadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2