
Uma melepaskan ramuan ramuan yang menempel pada tubuh Farel.
"Aaaa... aaaaa..." Farel berteriak ketika kaki nya di sentuh dan diurut diluruskan kemudian diikat menggunakan balok kayu khusus digunakan untuk meluruskan patah tulang dengan metode pengobatan kuno.
"Tahan sebentar,ini sedikit perih." ujar Narai mengoleskan ramuan yang baru menempelkan pada luka luka disana.
"Au.."
rintih Farel.
Felisya dan Geo saling bertatapan.
"Bagaimana kau bisa selamat dari sana?"
"Naray yang menolongkku." Farel menoleh kearah Naray yang sedang meracik obat tradisional kemudian memberikan nya untuk Farel di minum. Terimakasih "
Naray hanya mengangguk.
"Saat itu,Aku sedang berburu. Menembak rusa namun meleset mengenai kaki rusa disana. Aku mengejar rusa yang tertembak. Tanpa sengaja melihat mobil terguling dari atas bukit. Aku menghampiri mobil itu memastikan orang yang ada didalam. Aku mengeluarkan Farel dalam kondisi berlumuran darah.Ku kira dia sudah tewas,namun aku melihat dada nya yang masih bernafas.
Saat mau mengeluarkan pria yang masih berada di dalam mobil,saat itu juga mobil meledak. Hampir saya ledakan itu mengenai kami. Aku memanggil rekan ku kemudian ku bawa Farel kemari menggunakan tandu. ujar Naray mengingat kejadian itu.
***
Hari mulai gelap para penduduk mulai menyalakan obor obor yang terdapat di sepanjang jalan perkampungan disana.Lampu lampu strongking sudah mulai dinyalakan menerangi rumah rumah panggung disana.
Felisya menghampiri ibu ibu yang sedang memasak menggunakan tungku. Sedikit membungkuk tanda menghormati mengulas senyum pada mereka.
"Siapa namamu kakak?"tanya Ibu yang sedang memasak menoleh pada Felisya.
" Nama saya Felisya. "
"Ibu,jika boleh tau ada acara apa malam ini?"
Felisya melihat ibu ibu yang tampak sibuk di rumah Uma,istri dari Almarhum kepala suku.
"Jian nama Putri Uma satu satunya telah selesai menempuh pendidikan S2 nya dikota Samarinda.
Sekarang Uma akan mengadakan acara syukuran sekaligus menikahkan putri nya dengan Pak Guru Naray.
" Naray seorang Guru?"
Ibu itu mengangguk."Sekitar Sepuluh kilometer dari sini terdapat sekolah tempat Pak Guru mengajar.Juga terdapat pasar disana.Jika kakak Felisya mau pulang ke kota,bisa melewati jalan itu.Jadi tidak perlu menelusuri hutan."
Felisya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
Uma berarti mama. Seluruh orang di kampung ini memanggil istri dari Almarhum ketua adat dengan sebutan Uma(mama) tanda penghormatan pada istri dari ketua adat mereka.
Felisya tampak sibuk membantu ibu ibu menyiapkan bermacam macam buah langka yang belum pernah Felisya coba sebelum nya. "Mungkin penduduk mendapatkan buah buahan itu dari hutan". Fikir Felisya.
Felisya Juga menyiapkan hidangan menyusun rapi berjajar di tikar yang terbuat dari rotan.
Geo berjalan jalan sendiri mengelilingi kampung itu. Seperti biasa, beberapa pasang mata gadis cantik disana menatap kagum pada Geo. Pria tampan yang terlihat dingin tidak banyak bicara itu membuat pesona nya semakin tampak berkarisma.Namun,entah mengapa jika bersama Felisya, Geo seperti pribadi yang berbeda. Sosok pria hangat yang tidak ditunjukan pada orang lain.
Berbagai macam kue tersusun rapi pada nampan nampan yang terbuat dari rotan.Disusun cantik di halaman rumah panggung milik Uma,istri dari Almarhum kepala suku.
Aktifitas dihentikan ketika terdengar lantunan suara Adzan dari rumah panggung yang digunakan untuk tempat ibadah.
Terdapat dua keyakinan di kampung itu. Terdapat pula dua tempat ibadah di sana. Mereka saling menghormati keyakinan masing masing juga memiliki rasa toleransi yang sangat tinggi. Felisya baru tau jika rasa toleransi di pulau Kalimantan jauh lebih tinggi dari pada tempat tinggal nya.
Felisya ber Ibadah berjama'ah bersama warga kampung disana.
Para gadis memoles wajah cantik mereka kemudian mengenakan pakaian adat bersiap akan menari memeriahkan pesta pernikahan putri dari orang paling di hormati di kampung itu. Para pria juga mengenakan pakaian adat yang serasi dengan wanita nya.
Felisya melesat membersihkan diri di danau tempat Geo mandi pagi tadi.Felisya sengaja menunggu malam baru mandi disana karena malu jika ada yang melihat.
Felisya selesai dengan aktifitas nya kemudian Uma memintanya mengenakan pakaian adat Dayak juga memoles wajah cantik nya.
Pasangan pengantin telah siap menuju tempat ibadah untuk dinikah kan. Pernikahan yang awal nya tidak direncana menjadi meriah didukung oleh para penduduk yang membawakan lagu sambil menari disana.
Para penduduk hadir memberi selamat dan mendo'akan kebahagiaan untuk kedua mempelai.
Jian dan Naray tampak serasi bersanding dengan pakaian adat yang mereka gunakan terlihat sangat berwibawa dan menawan.
Geo mengedarkan pandangan di halaman yang luas depan rumah Uma.Geo memandang sekeliling yang begitu ramai dengan alunan musik tradisional disertai tarian para gadis juga pria yang menari sambil sesekali menyemburkan mengeluarkan api dari mulut nya.
Felisya menuruni tangga rumah panggung dengan menggunakan pakaian adat dayak membuat Geo terpana melihat nya begitu cantik.
"Hai Geo, kau dari mana?"
Geo tidak menjawab pertanyaan Felisya. Geo menaiki tangga perlahan hingga netra nya bertatapan sempurna dengan Felisya.
"Perasaan apa ini?" batin Felisya.
"Geo ayo ikut berpesta?!" ujar Felisya meraih tangan Geo mengajak nya turun ke halaman. Felisya ikut menari tertawa lepas disana dihadapan Geo yang tidak berpaling sedikit pun dari Felisya.
Pesta semakin meriah hingga Felisya lelah dan memilih untuk tidur beristirahat di kamar tamu.
__ADS_1
"Selamat malam Geo."Felisya melambai pada Geo
kemudian masuk ke kamar nya.
"Selamat malam."
Entah nasib sial atau bagaimana,Felisya tidur di kamar bersebelahan dengan kamar pengantin.
Ini adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu.tentu saja aktifitas apa saja terdengar dari jelas dari kamar sebelah. Sedangkan berjalan di ruang tamu terdengar bunyi nya sampai ke dapur apa lagi aktifitas di kamar pengantin baru?!.
Felisya mendengar setiap rintihan dan ******* laknat dari kamar sebelah. Tidak ada headset atau apapun yang bisa digunakan untuk menyumpal telinga Felisya saat ini.Felisya mencari ponsel nya berharap bisa memutar musik atau semacam nya namun ponsel Felisya mati.Tentu saja karena tidak bisa mencharger disini tidak ada listrik.
"Aaaaa...SIAL...?!" Felisya sangat kesal karena tidak bisa tidur.
Semakin malam ******* semakin kuat,Jian berkali kali menyebut nama Naray sambil merintih mendesah mendayu lembut.
Felisya mengacak rambut nya kesal.Felisya benar benar tidak tahan memilih keluar dari kamar dengan menghentak hentak kan kaki berharap Geo terbangun.
"Kau belum tidur?"
tanya Geo yang baru saja naik ke dalam rumah.
"Kita tukar kamar Geo."
"Maksud mu?" Geo mecingkan mata penuh selidik.
"Jangan menatapku begitu?!Aku hanya ingin tidur di kamarmu.Kita tukar ya? Kau bisa tidur dikamarku dan melakukan apapun disana." senyum licik dari Felisya.
"Memang aku akan melakukan apa dikamar mu?."
"Please...??" tatapan memelas dari wajah Felisya membuat Geo tidak bisa menolak.
Ahirnya mereka bertukar kamar.Felisya merasa lega kemudian terlelap dikamar Geo.
Sedangkan Geo baru menyadari mengapa Felisya ingin bertukar kamar dengan nya.
******* demi ******* laknat mengusik telinga Geo.
"FELISYA.....?!!!!?"Geo memekik.
-
-
like...like...like...Terimakasih
__ADS_1