Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 86


__ADS_3

Armada besi mendarat sempurna di tempat yang dituju.


Hamparan landasan pesawat pribadi di atas sebuah pulau yang telah di sulap menjadi destinasi wisata indah disana. beberapa pelayan dan dua bodyguard telah menunggu kedatangan Farel dan Aisyah.


"Selamat datang tuan Farel dan juga nona Aisyah."


Sedikit membungkuk menghormati.


"Terimakasih sudah menyambut kami."


Berkata ramah dengan Aisyah sedikit membungkuk membalas mereka.


Para pelayan tertegun dengan sikap Aisyah.


Baru pertama kali nya seorang nona mau bersikap demikian.


" Anda cantik sekali nona Aisyah. Cantik dan baik."


Gumam salah satu pelayan.


Aisyah dan Farel menaiki mobil yang telah disiapkan. sedangkan para pelayan menurunkan barang bawaan membawa nya pada mobil yang berbeda.


" Mereka berlebihan menyambut ku. Seharus nya bersikap biasa saja. Aku bukan lah tuan putri."


Farel tidak merespon. Hanya pucuk kepala Aisyah yang di usap nya sambil tersenyum.


Mobil melaju menembus semilirnya angin di pulau itu. pemandangan indah di sepanjang jalan dikelilingi pepohonan. Mobil terus melaju hingga terlihat hamparan laut yang biru dan sekitar pulau yang hijau nan jernih.


Sebuah kapal telah menunggu di dermaga kecil dengan speedboat kecil disamping berjajar rapih di pinggir pantai. Laut yang tenang dengan hempasan ombak yang tidak terlalu besar.


Benar saja, Felisya telah menyiapkan tempat ini untuk mereka. tempat ini ditutup sementara untuk umum agar Farel dan Aisyah nyaman disana.


"Dunia hanya milik berdua." mungkin itu ide yang muncul dari otak Felisya ketika mempersiapkan paket honeymoon sambil membayangkan yang akan Aisyah dan Farel lakukan di tempat itu.


Farel dan Aisyah menaiki kapal beserta para pelayan. telah menunggu disana nahkoda dan beberapa awak kapal juga para koki.


Sirine Kapal berlabuh meninggalkan pulau itu telah terdengar. Kapal berlabuh mengelilingi sekitar pulau hingga Aisyah dan Farel begitu menikmati indahnya pemandangan sore hari di atas hamparan laut yang biru dengan indah nya pulau pulau kecil disekitarnya. Cahaya matahari terpantul oleh jernihnya air laut yang belum terpapar polusi, dengan pepohonan yang rimbun terdapat disana.


Sesekali terlihat lumba lumba menampak kan diri di sekitar kapal. Aisyah berada di atas kapal menyentuh besi pengaman dengan angin yang berhembus menerpa dirinya.


"Kau menyukai nya?."


Memeluk Aisyah dari belakang.


"Ini menakjubkan."


Terpana menatap sekeliling.


"Sungguh indah ciptaan Mu ya Allah. Terimakasih atas nikmat yang Engkau berikan pada ku.


Engkau menganugrahkan orang orang di sekitar ku yang begitu tulus mencintai ku. Terimakasih Engkau menitipkan dia di rahim ku. Bimbing aku untuk menjadi Muslimah yang baik. Ibu yang baik untuk anak ku kelak dan juga Istri yang baik untuk suami ku Farel Ramadhian."


Gumam Aisyah dalam hati sambil menyentuh perut nya.


Farel mengajak Aisyah masuk kedalam kapal untuk melaksanakan shalat Ashar disana.


BerIbadah di atas kapal berkesan sedikit berbeda dari biasa nya. Akan sedikit bergoyang goyang ketika berdiri akibat ombak yang menerpa kapal dan sedikit pusing saat ruku' dan sujud.


Farel dan Aisyah selesai dengan Ibadahnya, Berkeliling kapal yang tidak begitu besar itu. kemudian memilih menikmati indahnya matahari terbenam dari atas kapal.



"Silahkan Tuan."


Pelayan meletakkan kue dan dua cangkir teh hangat di atas meja.


"Terimakasih."

__ADS_1


Balas Aisyah dengan ramah.


Pelayan itu sedikit membungkuk kemudian berlalu dari sana.


"Mungkin sebentar lagi kapal akan sandar." Mengarahkan jari telunjuk nya pada pulau yang telah terlihat gemerlapnya lampu lampu disana sambil Farel melesap teh hangat.


"Wow.. Indah sekali. Terlihat begitu indah bahkan dari kejauhan."Antusias Aisyah.


"Kak Farel bau apa ini?."


Melihat piring yang ada di depan nya.


"Bau?!.Aku tidak mencium apapun."


Memperhatikan sekeliling.


"Singkirkan itu kak Farel, Itu terlihat menjijikan!."


Aisyah menutup mulut nya.


Farel bingung melihat Aisyah yang tampak begitu aneh."Ada apa?"


"Singkirkan itu sekarang."


Menunjuk piring dihadapan nya dengan raut wajah yang terlihat kesal.


"Baik aku singkirkan sekarang."


Farel membawa nya meletak kan di dapur.


Aisyah masih diam sejak tadi. Hingga sampai di dermaga pun tidak sepatah kata keluar dari bibir manis nya.


Kapal bersandar di dermaga yang memang dirancang khusus untuk akses keluar masuk di pulau itu.


"Kau marah?"


"Kak Farel aku ingin kesana."


Menunjuk tenda tenda yang terdapat di bibir pantai.


Aisyah berlari kegirangan.


"Kak Farel kejar aku."


Farel yang awal nya tidak mengerti mengapa sikap Aisyah tiba tiba berubah ubah memilih menepis fikiran nya kemudian mengejar Aisyah yang berlari disana.


Aisyah melepas alas kaki melempar nya sembarangan. tertawa puas sambil berlarian di atas pasir.


"Kak Farel, aku mau es kelapa."


Tersenyum memperlihatkan gigi gigi nya dengan duduk di lantai kayu bawah tenda.


"Malam malam begini?"


Farel berkerut dahi.


"Kau keberatan?."


kesal.


" Marah?."


Farel meninggikan alis nya.


"Kalau sudah tau kenapa bertanya?!." Gumam Aisyah.


Tidak ada jawaban dari lawan bicara.

__ADS_1


Hanya raut wajah kesal sambil memalingkan wajah.


"Baiklah. Pelayan segera menyiapkan untuk mu."


Pasrah pun ahir nya jadi jalan yang terbaik.


Aisyah menghabiskan satu butir kelapa muda sendirian. Ia sama sekali enggan untuk berbagi.


Farel hanya menelan silva sejak tadi melihat Aisyah menikmati yang Ia inginkan.


"Kak Farel."


Aisyah kembali bersuara lembut.


"Hm?."


"Aku punya sesuatu untuk mu."


Aisyah membuka paper bag yang Ia tenteng sejak turun dari kapal.


"Apa itu?."


Aisyah mengeluarkan kotak berwarna merah mirip dengan kotak perhiasan.


Aisyah mengulurkan pada Farel. Farel pun meraih nya.


"Ini Untuk ku?"


Farel berfikir itu arloji atau semacam nya.


Aisyah mengangguk."Buka lah."


"Farel membuka kotak itu perlahan. Terkesiap melihat isi di dalam nya. Sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis terlihat disana.


" Aisyah ini? Kau?"


Farel menatap Aisyah berkaca kaca.


Aisyah mengangguk. Mengulas senyum di sana.


"Alhamdulillah."


Farel melakukan sujud syukur di atas lantai kau di bawah tenda, denga air mata bahagia yang menetes membasahi disana.


Aisyah mengusap pipi Farel kemudian Farel mengecup tangan lembut yang menyentuh nya.


"Terimakasih sayang. Aku mencitai mu."


Lirih Farel kemudian menautkan bibir di sana.


Hembusan angin laut yang dingin membus di kulit membuat mereka semakin memperdalam ciu..man nya.


"Kak Farel."


Aisyah berada di dalam dekapan Farel


"Ya sayang."


"Anugrah terindah yang aku dapatkan adalah mendapatkan cinta tulus dari mu tuan Farel Ramadhian. Juga mendapat amanah untuk melahirkan dan membesarkan dia Anak mu."


lirih Aisyah sambil menatap ke depan juga menyentuh perutnya.


"Aku juga merasa jadi pria paling beruntung karena bisa bersanding dan berkesempatan menjadi imam untuk mu. Aku mencintai mu Aisyah Ramadhan."


Ujar Farel sambil mengusap perut Aisyah disana


-

__ADS_1


Next...


__ADS_2