Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 97


__ADS_3

Pagi ini di kediaman keluarga Gunatama sangat lah sibuk. Tim perias datang memoles Felisya


Sedangkan tim yang lain merias Aisyah, Bu Inah Glory juga Elis di kamar masing masing.


Tidak ketinggalan semua pelayan wanita pun di poles hingga terlihat cantik sempurna.


Prosesi ijab kobul sebentar lagi terlaksana.


Seluruh anggota keluarga Beserta kerabat dekat telah duduk untuk menunggu mempelai turun dari lantai dua. Tuan dan nyonya Ramadhian pun ada di sana tidak terkecuali Kristian dan Rangga.


Geo mengenakan toxedo gelisah di dalam kamar tamu.


Sejak berhari hari yang lalu telah menghafal do'a ijab kobul, Hingga hafal diluar kepala.


Namun hari ini sangatlah gugup dan sedikit lupa.


"Aaah..Kenapa bisa lupa!!."


Kembali menghafal lagi dan lagi.


Penghulu datang siap siap untuk menikahkan Felisya dan Geo.


Beramah tamah menjabat tangan para lelaki yang ada di sana.


Geo keluar dari kamar menuruni tangga. Melewati tamu yang hadir kemudian duduk melantai di atas hamparan karpet yang telah menunggu Penghulu disana.


Seluruh anggota keluarga telah berkumpul. Mulai dari pelayan hingga keluarga sekertaris Rey pun ada disana untuk menyaksikan prosesi akad nikah


Geo dan Felisya.


Acara di mulai. Pak penghulu membacakan Do'a do'a juga sedikit sambutan pembuka.


Penghulu itu menjabat tangan Geo. Mengucapkan dengan bahasa arab.


kemudian menekan tangan Geo disana mengisyaratkan untuk menjawab.


قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق


Geo menjawab dengan lantang. Walaupun hatinya bergetar.


"Bagai mana saksi?."


"SAH..."


Jawab saksi serempak.


Felisya keluar menuruni tangga didampingi Glory dan bu Inah disana. Disambut sholawat nabi mereka lantunkan disana.


"Aku gugup bu.."


Menggenggam erat bu Inah.


"Tenang lah sayang."


Bu Inah mengusap usap lengan Felisya kemudian.


Air mata Felisya menitik penuh haru. Begitupun Glory, Bu Inah dan Aisyah.


Ahir nya sah menjadi istri seorang pria datar seperti Geofani.


Masih terngiang ngiang dikepala ketika dulu pernah berkata


"Aku tidak tertarik pada mu Geo."


"Kau bukan tipe ku"


"Aku tidak tertarik dengan pria bule."


"Pria seperti mu banyak di London."


"Pada ahir nya aku mencintai mu. Tidak tidak...


Lebih tepat nya aku tergila gila pada mu."


Gumam Felisya dalam hati.


Felisya merendahkan tubuh nya menjabat tangan Geo dan mencium nya.

__ADS_1


Disaksikan seluruh yang hadir tidak terkecuali awak media yang meliput secara live di stadiun televisi swasta hingga berita di social media.


Felisya tersenyum senyum duduk blingsatan berharap ada bibir lembut menempel di dahi nya di acara ijab kobul yang disaksikan semua orang hingga awak media.


Felisya terkesiap tiba tiba telunjuk Geo menekan dahi Felisya seperti faham yang Felisya ingin kan.


Kemudian Geo berpaling menutupi wajah merah nya di sana.


"Tidak ada kecupan untuk ku Geo..."


Felisya memajukan bibir nya disana.


"Hupf.."


Aisyah ingin tertawa namun takut dosa.


Berbeda dengan Kristian, Ia benar benar terbahak bahak disana menertawakan Felisya.


"Kapan lagi ada moment seperti ini."


Gumam nya.


Ternyata tertawa bisa menular. Ahirnya seluruh yang hadir pun tertawa seketika menutup mulutnya ketika tatapan membun*h dari Bram mengintimidasi semua orang.


Bram mendatangi awak media membuat mereka menelan silva.


Glek.


"Beritakan seperlunya."


Maksud dari Bram adalah "Skip adegan tadi."


Begitulah kira kira.


"Ba..Baik tuan."


Reporter pun ketakutan.


Bram memberi sambutan disiarkan secara live di stasiun televisi.


Untuk yang menikah hari ini, hari yang sama dengan menikahnya nona Difta, Kami dari perusahaan L.A.A. Groub memberikan hadiah paket honey moon di pulau milik Nona Difta."


"Silahkan hubungi nomor yang ada di layar kaca, Besok tim kami akan menjemput untuk berbagi kebahagiaan pada pasangan yang menikah hari ini."


Disambut tepuk tangan meriah disana.


Secepat itu pemberitaan di social media menyebar.


Pasangan yang menikah hari ini pun mendaftarkan diri untuk menerima hadiah paket honeymoon gratis di pulau yang terkenal sangat indah itu.


Sudah puluhan pasangan yang mendaftar siap di berangkatkan besok pagi.


Kembali ke acara pernikahan.


Acara sungkeman pun berlangsung. Kedua mempelai meminta maaf pada orang tua mereka.


Ini semakin menyayat hati Felisya mengharu biru disana.


Dia tidak memiliki orang tua. Bu Inah dan Sekertaris Rey lah yang berperan sebagai orang tua Felisya saat ini.


"Maaf kan aku Ibu. Terimakasih untuk semua nya."


Berlutut di hadapan bu Inah.


Bu Inah mencium dahi Felisya. "Ssstttt.Jangan menangis. Ini hari bahagia untuk mu nak. Selamat atas pernikahan mu nak. Kami mencintai mu."


Mengusap mata Felisya yang basah


Pada ahir nya seluruh yang hadir mengucapkan selamat dan saling memeluk.


Jhose menghampiri kakak nya dan memeluk disana. Mengucapkan selamat kemudian berbisik.


Jhose mendapat panggilan kerja dan secepat nya harus pergi bertugas.


Berpamitan pada Glory dan Elis disana.


"Jhose, kapan kau menyusul."

__ADS_1


Ujar Kristian.


"Kau sendiri?."


Tersenyum kemenangan.


"Berhati hati lah."


Balas Farel memeluk Jhose menepuk punggung nya.


Jhose pun berlalu keluar dari sana.


Acara resepsi di mulai.


Entah sudah orang yang keberapa Felisya salami dari pagi hingga hampir petang.


Tamu undangan silih berganti hadir.


Felisya sudah berganti gaun dan pakaian adat sebanyak tiga kali.


Hanya beristirahat sebentar ketika hendak ber Ibadah.


Rasa nya sudah sangat lelah. Hingga acara resepsi pun ahir nya selesai.


Malam pun tiba....


Felisya menuju kamar utama yang telah di dekorasi indah disana.Menatap takjub memandang sekeliling disana.


Sebelumnya Felisya telah berpamitan pada Glory dan Aisyah beserta keluarga yang lain yang sedang bercengkrama di sofa untuk ke kamar lebih dahulu.


Felisya melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Masuk menuju kamar mandi membersih kan diri mengoleskan lulur mandi, membersihkan setiap lekuk disana.


"Siapa tahu nanti Geo menyentuh ku.hahaha."


Otak 21Plus menjalar disana.


Tersenyum senyum sendiri karena malu hingga menutup wajah nya di depan cermin masih di dalam kamar mandi.


"Eh.. Geo kemana ya?. Sudah malam tapi belum masuk kemari?."


Felisya terus membersihkan tubuh nya hingga terasa bersih semua.


Meraih bathrobe untuk menutupi tubuh nya.


Felisya keluar dari kamar mandi. Mengedarkan pandangan. Kamar nya masih saja kosong.


Felisya kemudian meraih lingerie yang Aisyah siapkan sebelum nya. Hampir sama seperti yang Aisyah kenakan saat malam pertama.


Felisya duduk di depan meja rias. menunggu sambil mengoles krim malam hingga memoles wajah nya agar terlihat lebih cantik.


Mengoles krim pada tangan dan kaki nya agar terasa lebih lembut.


Namun sial nya yang ditunggu belum juga menampak kan batang hidung nya.


"Apa Geo sengaja mengerjai ku?."


Melihat pintu, tidak juga Geo muncul disana.


Ingin rasa nya menghubungi dengan ponsel nya namun gengsi tentunya.


"Apa yang akan Geo fikirkan tentang aku, jika aku menghubunginya lalu mengajak tidur bersama.


Pasti dia akan mengejek ku sesuka hati."


"Aaaaaa......Sial..!! Geo kemana si..????"


-


-"Apa yang sedang kau Fikirkan Felisya..?! Dasar Me..sum!!"


Geo bersandar di balik pintu kamar utama. Masih enggan untuk masuk. Entah sengaja mengerjai Felisya atau memang belum siap untuk masuk kedalam.


-


Terimakasih telah membaca...

__ADS_1


__ADS_2