Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 43


__ADS_3

Geo menuju ruang keluarga tempat penghuni rumah yang lain berkumpul disana.Gaya cool khas Geo sudah menjadi ciri yang melekat pada pria tampan itu.


Mata Felisya tertuju pada nya seketika itu langsung berpaling."Ada apa Felisya, aku sangat tampan bukan?"Geo menduduk kan diri nya ke sofa mengeraskan suara sedikit melirik pada Felisya.


"Sudah ku katakan Geo kau terlalu percaya diri.Hanya dirimu yang mengatakan jika kau tampan.Orang lain tidak mengatakan itu." ujar nya.


"Geo memang begitu.Aku tidak mengerti mengapa kau selalu menolak para gadis yang mengejar mu." ucap Nyonya Ramadhian.


"Mulailah memikirkan dirimu sendiri Geo,ingat usiamu yang juga semakin bertambah."tuan Ramadhian menimpali.


" Kita seumuran Kris,kau juga tidak terlihat bersama wanita."Geo bertanya pada Kristian yang duduk di samping nya.


"Wanita ku?Entahlah." Kris terlihat enggan untuk membahas.


"Bagaimana dengan mu sayang,apa belum mau menyusul Aisyah?" tanya Nyonya Ramadhian pada Felisya.


Felisya menjawab dengan senyuman"Tanggung jawab besar sedang menungguku setelah sekian lama.Masih jauh untuk memikirkan tentang pernikahan atau semacam nya."Gumam Felisya dalam hati.


"Felisya mencintai penjual bubur mom,Ia teropsesi dengan nya juga bubur buatan nya." Celetuk Geo.


"Wow..Seriously?" ucap nyonya Ramadhian melihat kearah Felisya.


Felisya menyeringai.Aisyah hanya tersenyum geli dengan ekspresi Felisya. Mungkin Geo merasa sangat aneh dengan Felisya, tp seperti itu lah dia.


"Gadis pecinta bubur."


Sedari dulu Felisya selalu membeli semua dagangan penjual itu.Terkadang menyuruh orang untuk mengantarkan sembako atau mentransfer sendiri sejumlah uang untuk nya.Felisya tau jika penjual bubur itu menampung para lansia yang tidak dirawat keluarga nya.Atau lansia yang tidak memiliki sanak saudara.


Itu lah Felisya, sosok itu yang selalu menjadi pahlawan untuk orang orang di sekitar nya.


Begitu pun untuk Bu Inah,Aisyah juga Desi.


"Bu Inah,bisa antarkan kami berkeliling?Saya ingin melihat lihat desa ini." ucap tuan Ramadhian.


"Mari silahkan." Bu Inah bangun dari duduk mempersilahkan tuan dan nyonya Ramadhian untuk berkeliling di desa itu.


"Ada yang harus aku selesaikan,permisi ya.." Felisya berlalu menuju kamar nya meraih layar lipat membuka file untuk Disertasi yang sedang Ia kerjakan.Felisya tampak serius disana.


Geo memilih mengikuti bu Inah keliling kampung bersama tuan dan nyonya Ramadhian. Melewati ladang dan para petani menyapa mereka dengan ramah.


Kristian menuju teras belakang,duduk melantai disana.


"Tidak jauh dari sini terdapat danau." ujar Geo

__ADS_1


"Kau pernah kesana Geo?" tanya nyonya Ramadhian.


"Felisya yang mengajaku mom." balas nya.


Geo mengajak tuan dan nyonya Ramadhian juga Bu Inah menelusuri jalan yang dipenuhi rerumputan disana.


"Kita tidak tersesat Geo?" tanya tuan Ramadhian.


"Tentu tidak dad." Dua hari yang lalu aku kemari bersama Felisya. "


"Wow..." Nyonya Ramadhian terpana dengan indah nya danau itu.Danau dengan air yang sangat jernih,dikelilingi pepohonan di sekitar nya sana.


Nyonya Ramadhian mengabadikan danau pada ponsel nya.Cekrek cekrek menyuruh Geo untuk mengambil gambar tuan dan nyonya Ramadhian.


"Aisyah sering sekali kemari bersama Felisya." ucap bu Inah.


Pengantin baru terlihat memasuki kamar disana.


Farel mengganti bedcover kemudian memasukan seprey kotor kedalam keranjang pakaian di kamar mandi.


Aisyah mengulas senyum sambil duduk di depan meja rias.Aisyah menghampiri farel duduk di tepi ranjang kemudian.


Farel meraih Aisyah memeluk nya."Aku mencintai mu."bisik nya.Aisyah dibuat merinding oleh Farel kemudian .


Bohong jika tidak ada yang mengeras di dawah sana.Farel merebahkan Aisyah di ranjang,


Berdo'a sebelum jima'.Farel mengukung wanita itu


Kemudian cup...menautkan lagi bibir kedua nya dengan tangan mulai meremas disana,Aisyah pun meremang.


Entah sejak kapan kedua nya telah polos di bawah selimut.Farel terus menjelajah setiap lekuk inci disana menikmati hisapan hisapan diatas gundukan kenyal yang hanya Ia yang pernah menjamah itu membuat tanda tanda semakin banyak menciptakan efek tagih semakin menjadi.


Aisyah semakin menggeram menahan inti yang masih perih oleh yang membelah disana.Ritme lembut dilakukan,rasa perih perlahan menghilang dengan mengalir nya tetesan peluh pada kedua nya.Farel menaikkan ritme kemudian meledak bersamaan.


Farel mengecup istri nya.menyentuh perut disana


"Tumbuh lah sayang,kami menunggu mu." ujar Farel,membuat Aisyah menghangat.


"Aku mencintai mu kak Farel." ucap Aisyah.


"Sungguh?"


Aisyah mengangguk."Sebelum aku bertemu dengan mu kak Farel,Aku sering melaksanakan shalat istikharah.Memohon di pertemukan atau diperlihat kan dengan jodoh ku.Waktu itu beberapa pria menghitbah,namun aku selalu menolak.Karena kau yang selalu hadir dalam mimpi itu."

__ADS_1


"Aku sangat bersyukur bertemu wanita seperti mu,sayang."ujar Farel.Aisyah mengulas senyum.


Farel memainkan rambut Aisyah.mencium rambut nya,kemudian berbisik"Kau mau lagi?


Aisyah mencubit hidung Farel."tidak!"


"Sungguh?!"tanya Farel.


"Kak Farel jangan menggoda ku." ujar Aisyah bersemu malu.


"Kau menggemaskan sayang." balas nya.


Farel menyalakan pendingin ruangan dan terlelap bersama Aisyah disana.


***


Di tempat lain,seorang pria mengunjungi makam meletakkan baket bunga disana.Jongkok dengan mengusap nisan.Berlalu meninggalkan pemakaman itu dengan mengepalkan tangan.


"Tunggulah Farel,Kau akan mendapat kan yang setimpal" Geram nya.


"Silahkan tuan Aziz." Bodyguard membukakan pintu mobil.


Mobil itu melaju kencang meninggalkan tempat tadi mereka kunjungi.Membelah jalanan kota dibawah panas nya sinar matahari menuju rumah mewah milik nya disambut para bodyguard dan beberapa orang kepercayaan nya di sana.


Aziz duduk di kursi kebesaran nya yang di dalam ruangan penuh dengan buku buku tersusun rapi pada rak rak buku disana.


Orang kepercayaan nya masuk kedalam memberi kan map pada Aziz.


"ini informasi terahir tuan?!


" Baik kau boleh pergi."ujar Aziz.Orang itu pun pergi meninggalkan Aziz yang terlihat membuka map dan membaca nya.


Azis melempar map itu ke atas meja,menaik kan kaki nya disana yang di letak kan di atas meja.


Sambil mengumpat entah apa yang di ucap kan.


-


-


Terimakasih sudah membaca..maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis.


Mohon dukungan nya ya kawan..Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2