Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 81


__ADS_3

"Bergegaslah mandi, Sebentar lagi Kristian kemari. Kau membuatku tidak masuk kantor" Berbisik pada Aisyah kemudian berlalu masuk ke kamar mandi.


"Kak Farel yang mengerjai ku. Mengapa jadi aku yang terlihat menggoda mu?."


Tidak ada jawaban dari lawan bicara yang sepertinya sedang mengguyur tubuh nya dengan shower.


Aisyah menunggu Farel memilih duduk di tepi ranjang. Setelah menyiapkan pakaian nya disana.


Pintu kamar mandi terbuka. Farel keluar mendekati Aisyah dengan handuk melilit pada pinggang nya juga rambut yang basah.


"Aku mencintai mu."


Kecup Farel pada pucuk kepala Aisyah yang belum beranjak dari tempat sebelum nya.


Aisyah hanya tersenyum sambil bangun dari duduk nya berlalu dari sana.


"Kau mau kemana?"


Menghentikan langkah Aisyah dengan meraih tangan nya.


"Mau lagi?"


Farel mengerlingkan sebelah mata nya.


"Kak Farel?!"


Sedikit kesal karena terus dikerjai.


Farel terkekeh melepaskan tangan Aisyah kemudian.


"Aku menunggumu, Kita keluar bersama."


***


"Apa saja yang kalian lakukan? Jam segini belum juga keluar dari kamar?" gumam Falisya sambil melihat jam di dinding.


"Ada apa nona Felisya?"


Tanya Syifa.


"Ah, tidak. Lanjutkan saja pekerjaan mu."


"Semua sudah siap. Mengapa resto belum juga dibuka?"


"Kita akan membuka nya nanti."


"Bawa ini semua ke ruang Vip."


"Baik nona."


Mengangguk sambil meraih nampan disana.


"Tunggu."


Syifa berhenti kemudian menoleh pada Felisya.


"Ya, Nona?"


"Jangan panggil aku nona. Panggil saja Felisya."


Tersenyum manis disana.


"Baik Kak Felisya."


Membalas senyum Felisya kemudian berbalik.


Syifa menuju Vip room melaksanakan perintah Felisya menyiapkan berbagai jenis masakan disana.


"Sepertinya akan ada tamu penting." Gumam Syifa


yang baru menyelesaikan pekerjaan nya menyusun hidangan di meja, memilih kembali ke dapur.


Mobil sport memasuki parkiran. Bisa di pastikan itu adalah Rangga dan Kristian.


Kedua pria tampan itu masuk kedalam Resto yang masih tampak sepi.


"Sepertinya kedatangan kita lebih di prioritaskan."


ujar Rangga mengedarkan pandangan.


"Kalian sudah datang?."


Felisya menyapa.


"Silahkan, Farel sudah menunggu."


Farel yang baru turun dari kamar bersama Aisyah langsung menuju ruang Vip.


Felisya menuju tempat Farel dan Aisyah berada diikuti Kristian dan Rangga.


Felisya membukakan pintu ruang Vip yang telah disiapkan, Telah menunggu Farel dan Aisyah yang langsung bangkit dari duduk nya ketika Kristian datang.


"Nyonya Farel,Maaf membuat anda menunggu lama."

__ADS_1


Rangga berkata pada Aisyah sedikit membungkuk, yang membuat Kristian merasa jengah.


"Woi.. Bini orang?!."


Farel yang langsung menjawab.


"Aku hanya bercanda" Rangga mengangkat tangan


Kemudian Kristian menepuk bahu nya memperingatkan.


"Pak polisi, Kau sudah melupakan pacar mu yang pernah kau panggil babi?"


Teringat ketika itu Rangga pernah berci*man dihadapan nya ketika di hotel kota samarinda.


"Baby, bukan babi...!!"


"Sama saja?!."


Felisya mengherdikan bahu kemudian duduk di sana.


Aisyah tersenyum geli.


"Kau sepertinya pernah melihat adegan dewasa ya, Felisya?"


"Begitulah."


Felisya mengangguk.


"Tunggu, personil nya kurang satu. Mana pria arogant yang tidak tertarik dengan lawan jenis itu?


Ujar Rangga.


" Geo, tidak seperti itu. Dia menyukai wanita yang tidak seharusnya Ia cintai."


Felisya menimpali.


"Sungguh? Siapa dia?"


Tanya Farel.


"Ya Tuhan. Kenapa bisa kelepasan begini sih!."


Gumam Felisya.


Aisyah menatap tajam pada Felisya, mengisyaratkan untuk tidak melanjutkan ocehan nya.


" Aisyah kau seperti akan memakan ku."Gumam Felisya kemudian menelan silva.


"Glek."


"Aku ucapkan terimakasih pada kalian semua atas apa yang telah kalian lakukan untuk kami."


Tutur lembut Aisyah menyejukan hati semua orang.


"Mari kita berDo'a"


Tersenyum manis disana.


Mereka pun ahirnya menikmati hidangan yang telah disediakan di atas meja.


"Kami akan kembali ke jakarta hari ini."


ujar Kristian sambil menyuapkan garpu berisi potongan buah pencuci mulus.


"Secepat itu?."


Tanya Farel.


"Aku harus kembali bekerja."


Rangga menimpali.


"Kau belum menjelaskan bagaimana kau bisa kemari bersama Kristian."


tanya Farel ingin tahu.


"Tuan Dan Nyonya Ramadhian datang pada ku meminta ku membantu mu bukan atas nama seragam ku, Namun sebagai teman mu."


"Beliau menyentuh bahu ku berbicara seolah aku itu anak nya."


"Kau memiliki orang tua yang luar biasa, juga saudara mu ini yang begitu menyayangi mu."


Ujar Rangga panjang lebar membuat semua mengharu.


"Aku sedikit merasa iri pada mu karena kau memiliki istri yang begitu baik juga cantik."


Rangga melirik pada Kristian yang menatap tajam pada nya.


"Amapun."


Batin nya.


"Serius lah dalam menjalin hubungan."

__ADS_1


Tepuk Kristian pada bahu Rangga memberi peringatan lagi.


"Aku sangat tampan, tidak heran jika banyak wanita jatuh cinta mada ku."


Rangga menyentuh rahang nya mengusap usap disana.


"Aku sungguh muak pada mu."


ujar Farel melempas sendok pada Rangga.


"Sakit sialan..?!"


Semua yang ada di ruangan tertawa bersama.


Sebuah kebahagiaan terlihat disana, Kebersamaan yang jarang sekali di lakukan akibat kesibukan masing masing.


Kristian dan Rangga ahirnya berpamitan pada Farel dan Aisyah juga Felisya yang ahir nya saling memeluk. Namun tentu tidak dengan para wanita. Aisyah yang memang tidak tersentuh, juga Felisya yang tidak pernah melakukan itu pada lawan jenis.


Farel dan Aisyah juga Felisya ahir nya mengantar mereka sampai di depan resto. Dengan Geo yang telah menunggu sambil bersandar pada mobil nya disana.


"Sampai jumpa lagi brother."


"Hai, Difta Felisya Gunatama! Apa kau masih mengingatku?."


Rangga tiba tiba menghampiri Felisya menyebut nama lengkap nya yang jarang diketahui orang lain.


Felisya terkesiap dengan itu begitupun Aisyah.


"Kau tahu namaku?"


Felisya benar benar terperangah.


"Apa kau benar sudah melupakan aku?"


Rangga meninggikan alisnya.


Felisya menatap Rangga memperhatikan wajah nya.


"Kau kak Rangga?."


ujar Felisya dengan jantung yang berdebar.


Rangga menyentuh ujung rambut Felisya, Seketika Felisya menepis tangan itu melirik pada Geo yang sama sekali tak bergeming.


Rangga terlihat berbisik pada Felisya yang masih terperangah tidak percaya.


"Sampai jumpa lagi."


Rangga masuk kedalam mobil diikuti Kristian dan Geo.


Mobil keluar dari area resto melaju menjauh dari sana. Sedangkan Felisya masih berdiri mematung.


"Ada apa dengan mu?"


Usap Aisyah pada rambut Felisya disana.


"Dia kak Rangga, Aisyah..."


"Aku menunggunya bertahun tahun, Mengapa aku tidak senang ketika Rangga itu adalah kak Rangga yang aku tunggu selama ini."


Felisya mengusap bulir bening lolos dari mata nya.


Aisyah memeluk Felisya, "Tidak semua yang kita tunggu dan kita harapkan sesuai dengan keinginan kita."


Nasehat lembut Aisyah selalu menenangkan hati.


Farel yang melihat itu memilih pergi tidak ingin mengganggu mereka.


"Kau tidak senang bertemu dengan kak Rangga mu yang kau tunggu sekian lama?"


Tanya Aisyah.


Felisya menggeleng.


"Kau mencintai orang lain?.


Felisya mengangguk.


" Eh.. tidak, bukan begitu?!."


"Kau tidak akan bisa berbohong pada ku."


Aisyah melepaskan pelukan nya, mengusap air mata Felisya kemudian.


"Ayo kia masuk tidak baik menangis di luar."


Senyum Aisyah pada Felisya sambil mengusap pucuk kepala nya.


-


-


Terimakasih telah mendukung Cinta Tulus Aisyah.

__ADS_1


Maaf Up nya agak lama


__ADS_2