Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 67


__ADS_3

Tuan Ramadhian duduk di ruang kerja mempersilahkan Farel duduk dihadapan nya. Netra Farel menangkap map yang telah tergeletak di meja.


"Duduk lah boy."


Farel pun mengikuti perintah Daddy duduk disana.


Tuan Ramadhian mengambil map itu meletak kan dihadapan Farel kemudian.


"Kau bukan kecelakaan bukan?namun sengaja dicelakai." ujar Tuan Ramadhian sambil menyilangkan kaki.


"Geo akan mengurus nya,Daddy tidak perlu khawatir."


Berbicara sambil meraih map itu kemudian membaca nya.


Farel tidak heran membaca map itu karena sudah tau sebelum nya dari Geo.Tentang tiga bersaudara yang salah satu nya dipenjara karena nya dan satu lagi tewas bunuh diri.


"Kau tidak kaget?"


Tuan Ramadhian memicingkan mata nya.


"Geo sudah memberitahu sebelum nya."


"Apa rencana mu?"


"Aku dan Geo akan menyelesaikan semua nya Dad. Sekarang Geo sedang berada di London untuk menyelidiki semuanya juga berkunjung menemui keluarga nya ."


Tuan Ramadhian diam sejenak."Tentang wanita itu?"


"Aku tidak pernah menyentuh nya?!."


Tegas Farel.


"Sungguh?"


Tuan Ramadhian menatap tajam putranya menelisik disana ada kebohongan atau tidak.


"Kau ragu?"


Farel meninggikan alis nya.


Tuan Ramadhian menggelengkan kepala.


"Kau mirip sekali dengan ku boy!."


Tuan Ramadhian mengulas senyum disana


Tuan Ramadhian bangkit dari duduk "Baik lah boy, Selesaikan masalah mu!."


Tuan Ramadhian menyentuh bahu Farel sambil berlalu meninggalkan ruang kerjanya disana.


Aisyah keluar dari kamar menuruni tangga menuju mommy dan Bu Inah berada.


"Kemarilah nak." ujar mommy.


Aisyah pun mengikuti duduk di sofa disebelah Bu Inah berhadapan dengan mommy.


"Kapan kalian pergi bulan madu?"


tanya Tuan Ramadhian yang tiba tiba muncul disana.


"Mereka baru saja datang Daddy?! Mengapa menbahas itu?"


tanya Mommy dengan nada tidak setuju nya merasa khawatir.


"Untuk itu biar kak Farel yang memutuskan." ujar Aisyah lembut sambil tersenyum pada mereka.


"Baik lah."


Tuan Ramadhian mengherdik kan bahu duduk di sofa.


"Saya akan siapkan makan malam."ujar Aisyah bangun dari duduk berlalu menuju dapur.


" Nona Aisyah,"Sapa pelayan yang sedang memasak didapur.


"Anda beristirahat lah,biar aku yang kerjakan semua nya." tutur lembut Aisyah pada pelayan dengan senyum manis nya.


"Ta..tapi Nona..?!"

__ADS_1


ujar pelayan dengan terbata merasa tidak enak hayi pada Aisyah.


Farel keluar dari ruang kerja Daddy nya mendapati Aisyah menuju dapur mengikuti Aisyah disana. Farel berdiri di samping lemari pendingin memperhatikan Aisyah berbicara pada pelayan.


Pelayan melihat Farel disana,kemudian Farel meletak kan jari telunjuk di bibir nya.


Sstttt...


kemudian mengibaskan tangan tanda pelayan harus pergi.


Aisyah membuka lepari pendingin memilih apa saja yang bisa di masak. Aisyah meraih daging dan beberapa sayuran yang kemudian di mulai meracik bumbu bumbu dengan cepat memotong


daging dan beberapa sayuran.


"Apa yang kau lakukan sayang?."


Farel memeluk Aisyah dari belakang mencium bahu Aisyah kemudian.


Aisyah yang tersentak kaget."Kak Farel mengagetkan ku."Aisyah mengherdik kan bahu yang terasa geli oleh ciuman Farel yang semakin menjalar dengan tangan yang mulai me...re...mas di da..da nya.


"Hentikan kak Farel,ini di dapur." lirih Aisyah.


"Aku tidak mengatakan ini di pasar?!."


Farel menyeringai menautkan bibir kemudian.


Aisyah melepaskan tautan itu perlahan."Aku masak dulu."bisik Aisyah memperlihatkan pisau di tangan nya.


"Baik lah.. baik lah..." Farel melepaskan Aisyah menarik kursi kemudian duduk disana sambil memandang istri nya.


********


London.



Di tempat lain


Sore ini Geo dan Felisya sampai di halaman rumah dengan bangunan klasik yang tampak indah ketika matahari mulai tenggelam dengan


cahaya menyorot pada bangunan itu.


Geo menekan tombol bell pada dinding disebelah pintu utama.


Tidak lama seorang wanita datang dengan membawa sapu disana sepertinya sedang bersih bersih.


Wanita itu terperangah reflek menutup mulut nya melihat Geo bersama Felisya.


Felisya tersenyum ramah pada nya.Diikuti dengan Geo yang berkata "Elis".


Glory....?! Glory...?! pekik wanita itu.


" Come here,see who's coming?!"pekik wanita itu memanggil seseorang.


Glory.....?!


Sepersekian detik seorang wanita paruh baya keluar.


"What is it?? Why shout?Did you see a ghost?"


wanita itu tersentak melihat Geo.


"GEO?!!!"


wanita itu meninggikan suara kemudian meraih sapu dan tanpa aba aba langsung memukul Geo dengan sapu ditangan nya.


"Bugh..?! Bugh..?!"


"Ya Tuhan.." Felisya bingung melihat wanita itu tiba tiba memukul Geo.


Bugh.. Bugh.. Bugh..


"ANAK NAKAL..!! Untuk apa kau kembali??? kau fikir sudah merasa hebat dengan uang mu hah...?!


Anak nakal..?!!"


"Hentikan bu.. Sakit..?!."

__ADS_1


"Bugh..bugh.."


wanita itu tidak mengidahkan rintihan Geo. Ia terus saja memukuli Geo disana.


"Kau kira uang mu bisa menggantikan dirimu?? Ku kira kau sudah amnesia dan tidak tau lagi jalan untuk pulang!!."


Bugh..bugh...


"Anak Nakal!!"


"Baik..maaf.. hentikan bu..?!"tatapan memelas Geo pada Ibunya.


Felisya mengulas senyum disana. Terlihat kerinduan yang begitu mendalam dari seorang Ibu pada anak nya. Untuk pertama kali nya Geo seketika kehilangan gaya Cool khas nya ketika berhadapan dengan Ibu nya.


" Glory.. hentikan?! lihat?!."Elis dengan antusias menarik baju Glory,ibu nya Geo Untuk melihat Felisya.


"Apa?! Kau tidak usah membelanya!"


"Lihat,Geo membawa seorang gadis"


Ibu nya Geo terperangah menjatuhkan sapu nya menatap Felisya.


"Geo,kau membawa seorang gadis kemari??"


"Ya Tuhan..Inikan menantu ku???"


Tanpa menunggu jawaban dari Geo Ibu nya langsung mendekati Felisya menyentuh pipinya dengan kedua tangan.


"Bukan ibu.."


Geo memijat pelipis nya berusaha menepis kesalah pahaman disana.


"Kau cantik sekali sayang,Siapa nama mu?." Mata Glory berkaca kaca kemudian memeluk Felisya.


Felisya merasa tercekat tidak mampu berkata apapun.Felisya meninggikan alisnya bertanya pada Geo tanpa bicara.


"Maaf.." ucapan tanpa bicara terlihat dari tatapan memelas Geo pada Felisya.


"Ibu, Dia bukan menan...."


"Tutup mulut mu geo?!!."


Belum sempat Geo menjelaslan namun Ibu nya seperti tidak mau mendengarkan apa pun.


"Elis.. Kau lihat Geo membawa menantu ku


kemari." Antusias Glory ,ibu nya Geo.


Geo tampak bingung dengan sikap ibu nya pada Felisya. Geo kemudian mengusap wajah nya kasar.


"Mari masuk sayang.," ujar Glory pada Felisya


Glory membawa Felisya masuk kedalam rumah.


"Joshe...Joshe.."


Seorang pria tampan dengan wajah dan postur tubuh mirip dengan Geo menuruni tangga datang menghampiri.


"Kakak..."


Joshe memeluk Geo erat.


"Sakit.." Geo meringis sebab hantaman sapu dari ibu nya tadi.


"Ibu sangat merindukan mu?! Sudah lama kau tidak kembali."


josh diam sejenak melirik kearah Felisya. "Wanita mu cantik juga" josh berbisik pada Geo disana.


Geo menatap tajam pada Josh adik nya.


"Hahaha...kau tenang saja aku tidak akan mengganggunya."


Josh mendekati Ibu dan Felisya. "Selamat datang kakak ipar." Lirih Joshe mengerlingkan sebelah mata nya.


"Kau jangan mengganggu nya, Dia itu calon istri Geo!" Glory menarik telinga Joshe disana.


"Sakit bu.. kau mempermalukan ku?!."

__ADS_1


Gerutu Joshe sambil menduduk kan diri di sofa.


"Calon istri?" gumam Felisya. Ucapan itu membuat Felisa menghangat. Entah kenapa perlakuan Ibu nya Geo pada Felisya membuat nya bahagia.


__ADS_2