Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 64


__ADS_3

Felisya berpamitan pada penduduk yang datang melepas kepergian nya.Menyalami mereka Kemudian memeluk Uma,mencium punggung tangan nya disana.


"Jono jono depo pedo, Kain kakan sesowot siko."


ujar Uma.


Felisya menoleh pada Naray, meninggikan alis nya tanda Ia tidak mengerti yang Uma katakan.


Naray mengulas senyum disana kemudian berkata."Kata Uma Sering sering lah datang kemari,Kami disini akan sangat merindukan mu."


Felisya mengembangkan senyum nya,mencium pipi kanan dan kiri Uma.


"Katakan pada Uma Aku juga akan merindukan nya." Balas Felisya pada Naray.


Felisya melambai pada Uma juga para penduduk yang datang.Diikuti Geo yang akan mengantar nya juga Ia akan kembali ke Kairo Mesir.


"FELISYA?!.."


Aisyah meninggikan suara memanggil Felisya yang menjauh disana.


Felisya pun mendengar itu seketika berbalik.


Aisyah menuruni tangga rumah panggung itu menghambur memeluk Felisya.


"Jaga dirimu baik baik."


"Sekertaris Rey akan menjaga ku dengan baik.Kau Jangan cemas."


"Belajar lah dengan baik,selesaikan pendidikan mu?!." Aisyah melepaskan pelukan nya.


"Kau menggurui ku seolah aku masih duduk di Sekolah Dasar!!."gerutu Felisya.


Aisyah tersenyum mengejak Felisya yang hingga hari ini belum selesai dengan Disertasi nya.


" Aku sudah berusaha,tapi tetap saja tidak mampu seperti mu!."Felisya mengerucut kan bibir nya kesal.


Aisyah kemudian menghampiri Geo.


" Aku sudah sangat bahagia,Mulai lah memikir kan dirimu sendiri.Terimakasih untuk semua nya.


Juga untuk waktu mu yang terbuang sekian lama untuk ku. Lepaskanlah semua nya..Geo?! Tentang perasaan mu..ku harap ada wanita baik yang akan mendampingimu, mencintai mu setulus hati."


tutur lembut Aisyah seakan ingin menyadarkan Geo untuk melupa kan diri nya.


Kisah cinta segitiga yang begitu rumit, antara cinta dan persahabatan Farel dan Geo yang sudah semestinya Geo harus mengahiri dan melepaskan perasaan nya pada Aisyah. Mengubur dalam dalam perasaan itu dan memulai membuka hati nya menatap kedepan.


Geo diam tak bergeming berlalu dari sana melangkah diikuti Felisya dibelakang nya berjalan kaki menelusuri jalan setapak sejauh 10 km menuju helicopter yang telah menunggu di sana.


Hening..tidak ada pembicaraan apapun antara Felisya dan Geo. Felisya membiarkan Geo tenggelam dalam fikiran nya pun tidak ingin mengganggu.


Helicopter mengudara menciptakan angin yang bergemuruh disana.Helicopter itu terus terbang tinggi mengudara.

__ADS_1


Felisya terkesiap melihat Geo yang tiba tiba melepaskan arloji pemberian dari Aisyah dan melepaskan nya di udara.


Membiarkan arloji itu jatuh menghilang bak ditelan awan entah kemana.


"Aku akan melupakan mu." gumam Geo dalam hati.


*********


Di tempat lain Aisyah menuju kamar yang ditempati Farel. Telah berdiri dua orang pria disana juga Uma yang menyuruh mereka mengangkat Farel membangunkan diri nya dengan bertumpu pada dua tongkat yang terbuat dari kayu.


Mereka mengajarkan Farel berjalan menggunakan kedua tongkat. Farel bisa melaku kan nya.Senyum mengembang pada bibir Farel juga Aisyah.


"Alhamdulillah..." ucap syukur Aisyah dan Farel mereka haturkan pada Allah Tuhan Yang Maha pengasih.


Farel mulai berlatih berjalan dengan bertumpu pada tongkat kayu itu.Farel bisa melakukan nya.


Hingga Ia mulai mempercepat langkah dari sebelum nya.


"Hati hati"


Aisyah sedikit merasa khawatir.


"Tidak apa.Insya Allah aku akan segera pulih. Kita akan kembali ke Kairo."Farel terus melangkah dengan tongkat nya.


" Aku juga sudah sangat merindukan Resto."


Berbicara sambil mengawasi Farel agat tidak terjatuh.


"Maaf.."


"Untuk apa?"


Aisyah mengerutkan dahi.


"Aku seperti ini jadi menyusahkan mu."


"Tidak apa,aku tidak keberatan. Kak Farel kau akan segera sembuh."


Senyum tulus Aisyah pada suami nya.


"Aku merindukan mu"


Farel mengerlingkan sebelah mata nya mengulas senyum disana.


"Apa yang kau fikir kan?" Aisyah bersemu mengerti kemana arah pembicaraan Farel suami nya. Aisyah mencubit perut Farel kemudian.


"Au.." Farel pun terkekeh melihat ekspresi Aisyah.


Uma menyiapkan makan siang,meletak kan makanan diatas tikar yang terhampar disana yang terbuat dari rotan.


Tidak ada meja kursi atau ranjang disini.Semua aktifitas dilakukan di atas lantai yang terbuat dari kayu.Sudah tradisi suku disini yang memiliki semboyan "Berdiri sama tinggi,duduk sama rendah." Semboyan itu mengisyaratkan jika orang kaya maupun miskin itu sama saja dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kaya atau miskin semua duduk di lantai,makan diatas lantai hingga tidur pun menghamparkan tikar dan kasur dilantai.

__ADS_1


"Aisyah, Farel..."


panggil Uma meninggikan suara.


Aisyah dan Farel pun menoleh ke suber suara, bergegas menuju ke sana.


"Kuman dile.."


ujar uma menggunakan bahasa daerah sambil mengisyaratkan menyuapkan tangan ke mulut tanda Uma menawari mereka untuk makan.


Aisyah dan Farel mengangguk.Aisyah membantu Farel duduk dengan meluruskan kaki.Mereka menikmati makan bersama dengan sesekali Uma berbicara dengan bahasa daerah nya memberi petuah pada Farel dan Aisyah sambil menyentuh kepala Aisyah mengusap usap disana.


Aisyah dan Farel hanya mengangguk dan tersenyum tidak mengerti yang Uma katakan. Namun ada rasa bahagia disana.Uma menerima Aisyah dan Farel dengan tangan terbuka. Menolong Farel dengan ikhlas tanpa membedakan suku, ras dan semacam nya.


******


Sore menjelang malam tidak gelap seperti biasanya. Lampu lampu menyala terang di rumah rumah penduduk juga disepanjang jalan area perkampungan disana. Kebahagiaan jelas terpancar dari raut wajah penduduk disaja juga kegembiraan anak anak disana yang begitu antusias bergembira bermain di halaman rumah yang tidak gelap gulita.


Uma memandang kegembiraan mereka dari teras rumah panggung disana.


"Tarima kasih Rayan Hantala Langit, Tarimakasih Iko Felisya..." (Terimakasih Tuhan Yang Maha Tinggi. terimakasih untuk mu juga Felisya...)


Aisyah berIbadah juga mengajari anak anak mengaji di tempat ibadah sederhana itu.


Anak anak antusias menerima Aisyah sebagai ustadzah baru disana.Cara mengajar yang menyenangkan juga tutur kata nya yang sangat lembut membuat anak anak juga para penduduk seketika menyukai Aisyah.


Cinta tulus nya pada semua orang membuat semua orang yang mengenal nya seolah terhipnotis untuk juga mencintai diri nya.


Aisyah..wanita dengan pribadi yang lembut membuat orang lain merasa teduh saat memandang wajah nya.


"Kak Farel sudah tidur?"


ucap Aisyah membuka pintu kamar Farel.


"Aku menunggu mu sayang,kemari lah."


Farel meringsut ke samping agar Aisyah bisa tidur di sebelah nya.Aisyah pun mengikuti Farel berbaring di sebelah nya. Farel meraih Aisyah masuk dalam dekapan nya.


"Aku mencintai mu."


lirih Farel sambil mengecup dahi Aisyah dan juga kedua pipi lembut nya kemudian menautkan bibir disana.Meresapi setiap hisapan dengan tangan Farel mulai bergerilya menuju bukit kenyal di sana.


Aisyah melepaskan tautan nya kemudian berbisik ditelinga Farel"Kak Farel,Kau masih sakit..."


Farel terkekeh mencium dahi Aisyah kemudian.


"Terus lah bersamaku Aisyah..."


"Aku mencintai mu karena Allah" ucap Aisyah..


-

__ADS_1


-


Terimakasih atas dukungan nya kawan..


__ADS_2