
"Aisyah.."
Lirih Farel sambil mengusap pipi lembut istri nya yang berbaring di samping Farel diatas ranjang.
"Ya?"
"Kau ingin tau mengapa Aziz dan khamed begitu membenciku?"
Berbicara sambil memandang langut langit kamar.
"Jika kak Farel belum siap untuk bercerita, tidak perlu diceritakan."
"Saudara perempuan mereka meng ahiri hidup ketika sedang mengandung."
"Apa hubungan nya dengan mu?"
Aisyah menoleh ke arah Farel disamping nya menatap penuh selidik.
"Tidak, Aku tidak pernah menyentuh nya."
"Lalu?"
"Geo sedang menyelidiki nya."
"Ini kesalah pahaman?? Apa semua berahir dengan baik jika Aziz tau kenyataan?"
Aisyah menggeser tubuh nya menatap Farel lekat.
"Kau bertanya atau mengintrogasi?!"
Farel terkekeh.
"Bukan begitu, Aku tidak mengenal mu sebelum nya... Bagaimana jika wanita itu mengandung anak mu?"
Seketika raut wajah Aisyah berubah.
"Hai.. Kau marah?" Farel mencubit hidung Aisyah, hal yang sering Aisyah lakukan pada nya.
"Percayalah pada ku, aku tidak pernah tidur dengan wanita selain dirimu?!."
Farel menatap Aisyah serius.
"Aku tau, kau tidak terlihat berbohong."
"Biar pun jika itu kenyataan, aku mengenal mu yang sekarang. Masa lalu biarkan saja, hal yang lebih penting memperbaiki diri untuk menutup dosa dimasa lalu."
Ujar Aisyah lembut mengulas senyum disana.
"Terimakasih sayang... tapi sungguh aku tidak pernah menyentuh nya."
"Aku percaya itu."
"Terimakasih"
Farel membawa Aisyah masuk pada dada bidang nya mengusap pucuk Aisyah hingga terlelap kemudian mengecup nya.
Farel meraih remote mematikan lampu, menyisakan lampu tidur disana.
***********
London
Dooorrrtt....?!
Amunisi melesat pada diding tepat dibelakang pria yang duduk duduk terikat dengan mulut disum*al kain sebagai tanda peringatan.
Geo mengeluarkan pis*u merobek kain yang menyumpal mulut pria itu.
"Katakan apapun yang kau tau?!"tarik Geo pada kerah pria didepan nya." Katakan erald..!!"
"Aku tidak tau jika akan seperti ini?! Aku bahkan tidak menyadari jika Amely mengandung anak ku?!."
"Jika aku tahu sebelum nya aku tidak akan meninggalkan nya?!." Erald meninggikan suara.
Geo melepaskan cengkraman nya.
"Ketika itu, istri ku menyadari hubunganku dengan Amely. Juga Khamed Yusra, kakak dari Amely Yusra. Mereka adalah tiga bersaudara dengan Aziz Yusra."
"Khamed mengetahui hubungan mu??"
Erald mengangguk.
************
FLASH BACK
Tujuh tahun yang lalu.
__ADS_1
Farel salah satu mahasiswa tampan berprestasi yang popularitas nya melejit di kalangan wanita.
Amely Yusra wanita yang begitu tergila gila dengan cinta nya pada Farel, hingga terobsesi untuk mendapatkan cinta nya. Sesekali bertingkah konyol hanya untuk mendapatkan simpati dari Farel
Tidak ada respon apapun dari Farel hingga suatu malam kegilaan meracuni otak Amely yang kemudian mendatangi Farel di apartement nya.
Ting...
Lift terbuka Amely melangkah cantik menuju apartement Farel menekan bell disana.
Farel tidak mengidahkan itu,Ia memilih duduk di sofa menyalakan televisi disana.
Bell terus berbunyi hingga Farel pun terlihat kesal.
Farel pun ahir nya membuka pintu.
"Apa mau mu?!.. Pergilah ini sudah malam!."
Farel menutup pintu kemudian, namun Amely menahan pintu kemudian menerobos masuk disaat Farel lengah.
"Aku tidak yakin kau benar benar menolak ku?!."
Senyum licik Amely disana.
Amely berpakaian sangat terbuka dengan dress hitam diatas lutut dengan belahan dada menonjol dan sebagian punggung terbuka.
"Apa mau mu???.Keluar kau dari sini!!."
Farel meninggikan suara.
Amely mendekati Farel dengan tetapan menggoda juga memainkan bibir sensual nya.
Farel sedikit pun tidak merasa tergoda, Ia malah menatap jijik pada Amely.
"KELUAR KAU SEKARANG !!" Farel benar benar Geram kali ini,menunjuk kearah pintu agar Amely segera pergi.
"Sialan..?! dia bahkan tidak melirik ku sedikit pun?!."
Amely mengumpat dalam hati.
"KELUAR..?!"
Baritone mengudara memenuhi ruangan.
Amely sangat kesal keluar dari apartement dengan dipaksa pihak keamaan di sana yang menyeret dirinya.
"Farel sialan!!" umpat nya menghentakkan kaki kemudian meninggalkan apartement Farel. Disana menginjak pedal gas melesat melaju menembus indahnya malam di kota London dengan perasaan yang begitu kesal menuju tempat hiburan malam di kota itu.
Amely duduk di kursi tinggi menyilangkan kaki dengan paha putih mulus ter ekspose sempurna, didepan meja bar yang sudah entah gelas keberapa Ia menenggak alkohol melampiaskan kekesalan nya mendapat penolakan yang sudah entah keberapa kalinya hingga seperti terhina malam ini.
Seorang pria dengan stelan jas yang duduk di sofa memperhatikan Amely sejak tadi. Pria itu menenggak gelas berisi alkohol yang sejak tadi di tangan nya. Ya..Pria itu Erald...
Erald bangun dari duduk kemudian menghampiri Amely yang hampir hangover.
"Kau sendirian nona?" senyum Erald pada Amely yang menyandar kan tubuh nya pada meja bar.
"Kau jahat Farel.. Kau menolak ku..
Aku mencintai mu brengs*k..?!."
Rancau Amely yang tiba tiba memukul bahu Erald.
Amely benar benar hangover kali ini merencau memaki, menangis juga tertawa disana.
"Ku brengs*k Farel... "
Amely memukul dada Erald yang kemudian memeluk nya memapah keluar dari club menuju toilet mengeluarkan semua isi perut nya disana juga mengenai jas Erald.
Hooeeekkkk
hoeeekkk
Amely memperhatikan wajah Erald. "Kau bukan Farel.. Hoee...kkkk..?! tapi kau juga tampan."
Berbicara khas orang ma..buk.
Amely menyentuh wajah Erald mengecup pipi nya disana.
"Aku mencintai mu Farel.."
Erald hanya diam menyentuh pipinya kemudian memapah Amely yang terus merancau menyebut nama Farel membawanya dengan susah payah kedalam mobil memasangkan seatbelt di sana.
"Sepertinya wanita ini sedang patah hati." gumam Erald yang melihat Amely yang terus mengumpat disana.
Erald membawa Amely menuju hotel terdekat dengan club, menggendong Amely membawa nya masuk kedalam kamar. Merebahkan Amely disana.
"Tidur lah."
__ADS_1
Erald berpaling dan saat akan keluar dari sana, Amely menarik tangan Erald kemudian bangkit dari tidur nya menautkan bibir disana.
Erald terkesiap pun ahir nya membalas tautan itu.
Aroma alkohol mendominasi. Hingga tautan semakin dalam pun tangan Erald mulai menjelajahi setiap lekuk Amely menciptakan efek tagih ingin melakukan lebih.
Keduanya menikmati One night stand dengan ranjang dan dinding hotel yang menjadi saksi bisu pergulatan kedua nya.
***
Amely perlahan membuka mata nya"Sudah..SIANG?!!!.."
Amely terkesiap dengan tubuh nya yang sudah tidak sehelaipun dibawah selimut dan pria asing yang meneluk nya juga tampak polos menempel pada kulit nya.
"Astaga.. apa yang aku lakukan?? Aku bahkan bercin*a dengan pria asing!."
"Kau sudah bangun sayang.." Suara Erald khas bangun tidur.
"Siapa kau???"
"Aku Erald, trimakasih untuk malam ini."
bisik nya.
"Menjijikan?! lupakan semua nya,aku membenci mu!."
Amely bangkit mencari pakaian nya yang beserak dilantai.
"Astaga..?! pakaian ku kotor."
Erald menarik Amely masuk dalam dekapan nya
"Aku mencintai mu." lirih nya.
"Omong kosong?!..Lupakan semua nya, ini kecelakaan kau mengerti?!"
Amely berusaha melepaskan pelukan Erald, Mata Amely membelalak saat melihat cincin pernikahan melingkar di jari Erald.
"Kau sudah menikah!! Kau BRENGS*K?!"
Amely mendorong Erald menarik selimut menutupi tubuh nya bangkit dari sana.
Erald mendekati Amely perlahan meyakin kan jika pernikahan Erald tidak bahagia dan hampir berpisah.
"Aku akan mengahiri nya, dan aku ingin bersamamu berlanjut tidak hanya untuk malam tadi."
Erald meraih Amely membawa nya menuju kamar mandi dengan Amely yang terus meronta.
"Lepas kan!!."
Erald tidak mengidahkan itu, Ia memutar kran membiarkan air membasahi kedua nya dengan bibir yang melesat menjelajahi setiap lekuk tub*h polos Amely mengulang sesi pergulatan malam tadi di kamar mandi.
Amely melakukan dengan sadar hingga hubungan kedua nya berlanjut.Seolah menjadi candu mereka sering menghabiskan malam bersama.
Hingga suatu hari istri Erald mengetahui hubungan suaminya ahirnya berencana untuk berpisah.
Disisi lain Khamed sang kakak yang mengetahui jika Amely berhubungan dengan pria beristri, geram dan mendatangi Erald di apartement nya.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Hantaman bertubi tubi menghujani wajah dan tubuh Erald.
"Pergi dari sini, Menjauh lah dari adik ku!!."
Khamed menarik kerah Erald yang sudah tidak berdaya.
Erald pergi untuk menyelesaikan perpisahan dengan istri nya dan berniat untuk menikahi Amely namun terjadi kesalahpahaman disana.
Amely yang sudah tidak datang bulan selama tiga bulan merasa depresi dan putus asa Erald pergi begitu saja.Amely melompat dari gedung apartement lantai 30.
Erald datang dengan membawa surat cerai namun semua sudah terlambat,Amely sudah tidak ada!!.
Flash back of..
**************
"Lalu apa hubungan nya dengan Farel??? BODOH?!"
Khamed membuat alibi seolah Farel penyebab adik nya tewas memanipulasi kakak nya Aziz Yusra."
"Apa maksud nya?!."
Tanya Jhose
__ADS_1
"UANG..BODOH?!."
Next