Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 9


__ADS_3

Sepertiga malam Aisyah bangun mengambil Air wudlu untuk melaksanakan Shalat sunah dan memohon ampun pada Tuhan Sang Maha Pencipta.Aisyah juga mengadu,memohon kepada Allah SWT.


"Ya Allah ya Tuhan ku,Ampunilah dosa dosa ku.


Dosa ibu ku,dosa Ayah ku.Tempatkan lan beliau di tempat yang terbaik,tempat Yang Engkau Ridhoi.


" Lancarkan lah hajat ku,Ridhoi lah segala yang hamba cita cita ka."


"Ya Allah..Jika memang tuan Farel itu jodoh ku,


hamba memohon ridho Mu,untuk mencintai nya."


Aisyah melantunkan ayat suci,sambil menunggu waktu subuh.


Suara Adzan subuh berkumandang di setiap masjid yang ada di kota Kairo,menyeru umat muslim untuk melaksanakan Shalat guna Mengingat Allah Tuhan Seluruh Alam.


Setelah selesai melaksanakan Shalat,Aisyah membaca dan meneliti kembali persiapan sidang tertutup yang akan Ia hadapi.Ia bergelut dengan buku buku dan fokus pada layar lipat nya.


Di tempat lain. Kris yang baru saja melaksanakan Shalat subuh berjama'ah,memutuskan untuk tidak langsung pulang ke apartement Ia menunggu imam di masjid itu selesai ber Ibadah.


"Assalamu'alaikum ustadz.." sapa kris.


"Wa'alaikumsalam.. ada apa nak?" jawab imam masjid itu.


"Saya sudah siap menjadi mualaf." Tutur Kris tampak sangat serius.


Ustadz Hanifah memeluk kris,kemudian menepuk nepuk pundak nya.


"Alhamdulillah..,Nanti sehabis Shalat Dzuhur Nak Kristian bisa datang lagi kemari."


"Baik ustadz..saya permisi,Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam"..


Ustadz Hanifah itu Imam masjid yang dekat apartement milik Kris. Kris mempelajari Islam dari Ustadz Hanifah.Beliau sangat sabar menanggapi begitu banyak pertanyaan yang Kris lontarkan pada Ustadz hanifah,namun Ustadz Hanifah menjawab dengan tenang dan jawaban nya sangat logik,membuat Kris semakin tertarik pada Islam.Kris mulai mengaji dan belajar shalat


Walaupun belum masuk islam secara lisan.


Kris menunggu bos nya di depan apartement.


" Silahkan tuan"Kris membuka pintu mobil.


"Terimakasih."


"heh..bos bilang apa?terimakasih?apa aku tidak salah dengar?makan apa dia?apa dia keracunan.hahaha" gumam gumam menistakan bos yang juga saudara angkat nya.


"Apa?"... selidik farel yang melirik Kris senyum senyum sendiri.


" Ah...tidak,saya kira semalam anda menunggu saya."tutur Kris berdalih.


"Aku tidak punya waktu untuk menunggu mu!"


"Jalan!"..Printah Farel.


"Siap tuan."


Sampai di kantor Kris dan Farel mempersiapkan meeting bersama klien dari salah satu perusahaan terbesar di kota itu.


Semua berjalan lancar dan sesuai dengan yang Farel ingin kan.


Di jam istirahat Kris berpamitan tidak bisa menemani Farel untuk makan siang.


"Mau kemana?" tatap Farel penuh selidik.


"Menemui seseorang." jawab Kris singkat.


"Pergilah..."


"Saya permisi tuan."


Kris mengemudi mobil fasilitas perusahaan,Ia tidak menggunakan mobil Farel untuk pergi ke Masjid menemui Ustadz Hanifah.


Sampai di masjid Kris melaksanakan shalat berjama'ah kemudian menunggu Ustadz selesai membaca Do'a.


Ustadz Hanifah menghampiri Kris.


Kris berdiri menjabat tangan Ustadz dan mencium nya.


"Sudah siap?"tanya Ustadz Hanifah meyakinkan.

__ADS_1


" Insya Allah"jawab kris tegas.


Beberapa jama'ah duduk melantai bersandar di dinding masjid menyaksikan Kristian dan Ustadz Hanifah yang duduk berhadapan di depan mereka.


"Siapa nama anda?" tatap Ustadz pada Kris.


"Kristian halwa" jawab Kris.


"Mengapa anda memilih menjadi seorang muslim?,Apa ada yang menyuruh atau memaksa anda?" tanya Ustadz hanifah.


"Tidak ada yang memaksa atau menyuruh saya menjadi mu'alaf,saya Kristian Halwa mulai hari ini ingin menjadi seorang muslim".


" Dan saya Kristian Halwa ingin mengucapkan dua kalimat syahadat di depan anda semua agar anda semua yang ada di sini menjadi saksi keimanan saya.tutur kris tegas dan sangat serius.


"ikuti saya tuan Kristian"


"Asyhadu alla ilaha illallah.Wa asyhadu


anna muhammada Rasullullah."


Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang pantas di sembah selain Allah dan saya bersaksi nabi Muhammad utusan Allah."


Kris mengikuti dengan hikmad dan keyakinan hati.Air mata Kris menetes saat mengucapkan kalimat syahadat.


"Alhamdulillah.."


"Takbir..!!"


"Allahu Akbar!."


"Takbir"


"Allahu Akbar"suara jama'ah serempak.


Membuat Kris semakin mengharu,air mata nya terus mengalir.


Seorang pria tiba tiba memeluk nya,Kris menoleh.


" Tuan Farel"...tutur Kris tidak percaya.


"Dari mana anda tau saya kemari?" tanya Kris.


"Aku mengikutimu Bodoh!!"


wajah nya bersinar saat menaiki mobil bersama keluarga Ramadhian.


"Ini pertama kali aku naik mobil sebagus ini." kata Kris kecil dengan polosnya.


"Tuan,Nyonya perkenalkan nama ku Kristian halwa."Kris dengan bangga memperkenalkan diri.


" Aku akan jadi anak yang patuh dan menyenangkan."


"Mulai hari ini kau adalah anak ku.Panggil Mommy


jangan nyonya." tutur Nyonya Ramadhian ibunda Farel.


"Aku Farel,aku saudara mu." tutur Farel kecil.


****************


Farel dan Kris kembali ke kantor menaiki mobil berbeda.Farel menuju resto milik Aisyah, dan


Kris mengikuti nya.


"Silahkan tuan..." Sapa pelayan dengan ramah.


Farel memilih menu dan bertanya "Mana Desi?"


"Desi tidak masuk tuan."


Farel menoleh ke arah kris .Kris diam tanpa ekspresi.Mereka menyelesaikan makan siang nya dan bergegas ke kantor.


Farel duduk di kursi kebesaran nya membuka dokumen memeriksa file file yang harus di tanda tangani.


Diruangan yang berbeda Farel sibuk memeriksa hasil kinerja para karyawan.


Bebeapa jam berlalu,Farel mengetik pesan untuk Kristian.


"Pulang lah dulu,aku masih ada urusa."

__ADS_1


kris membalas."Urusan dengan nona Aisyah?"


"Bukan urusan mu!,Pulang dan berhentilah penasaran!"


"hahahaha baik tuan..semoga berhasil!!!"


Farel yang gelisah memikirkan cara menemui Aisyah.malam semakin larut,tidak sopan jika menemui Aisya malam malam begini.


Di sisi lain


Aisyah sedang merebahkan dirinya di ranjang.Desi hari ini tidak masuk,kenapa tidak memberi kabar?ponsel Aisyah berdering.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam mba.." Suara serak disana seperti habis menangis.


"Besok aku mau pulang."


"Pulang?"


"Abah menjodoh kan ku mba..hik hik hik.."


"Seseorang menghitbah ku dan abah menerima nya.."huuuu hu..."tangisan Desi semakin menjadi jadi.


"Sekarang abah sakit dan aku harus pulang,aku harus menikah..Huuuaaaa..." Desi semakin histeris.


Aisyah panik segera mengambil Sweeter dan keluar dari resto,menuju tempat tinggal Desi.


Aisyah ingin bermalam disana.


Malam telah larut,Aisyah menutup dan mengunci Resto dari luar.


Aisyah berjalan ditengah sepi nya malam hanya lampu remang remang penerang jalan yang menemani nya.Angin berhembus kencang menciptakan hawa dingin menusuk di kulit.


Brugh...


"Maaf tuan.." Aisyah sedikit takut melihat pria yang Ia tabrak.Pakaian nya hitam dan wajahnya tidak terlihat jelas.


"Aisyah..."


Hah..dia tau nama ku?suara itu sepertinya tidak asing.Gumam Aisyah dalam hati.


"Permisi tuan.." Aisyah berlalu.


"Tunggu..!!,Aisyah Ramadhan." Cegah pria itu.


"Aku mencintai mu Aisyah....


Izinkan aku menghitbah mu."


Aisyah mencerna kata kata nya,Aisyah menoleh


dan Pria itu mendekat.Untuk pertama kalinya Ia bertatapan lekat.


"Tuan Farel..?" Aisyah menunduk menjaga pandangan nya.


"Aisyah,aku mencintaimu karna Allah.Izinkan aku menjadi imam untuk mu."


"Aisyah Ramadhan...Kau tidak perlu menjawab sekarang...jika kau belum siap,aku akan menunggu mu menyelesaikan pendidikan mu.


Belajarlah mencintai ku setelah kita menikah,aku akan bersabar."


Aisyah tidak menjawab,tapi juga tidak menolak.


Ia hanya tersenyum dan menatap Farel.


Lalu berlari meninggalkan Farel.


Aisyah menitik kan Air mata,dadanya berdebar debar.Farel Ramadhian adalah pria yang selama ini Ia tunggu dan Ia rindukan.


Setiap Aisyah shalat minta petunjuk dari Allah tentang jodoh nya,wajah itu selalu muncul tersenyum untuk nya.


Farel Ramadhian...Aku mencintai mu karena Allah


.


.


.Vote vote vote..

__ADS_1


Trimakasih sudah membaca karya ku..


mohon maaf jika masih banyak kekurangan..


__ADS_2