Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 77


__ADS_3

Pelayan melompat kedalam air ketika Aziz sedang lengah disana.


Byyyuuuuurrrr...?!


"Kembali kau Brengseee....kkkk...!!!"


Pekik Aziz mengumpat.


Pelayan berenang dengan Aziz berusaha menembaki nya.


Dorr..?! Dooorr!!..


Farel terus mengejar dengan Speedboat kecil disana bersama rangga yang hampir berhasil mendekat dengan Aziz.


"Kristian yang berada di belakang Rangga mendekati pelayan yang berenang itu kemudian mengulurkan tangan nya untuk diraih.


" Naik lah?!."Pekik Kristian.


Pelayan pun meraih tangan Kris berusaha naik ke atas motorboat yang Kristian gunakan.


Dooorrr..!! Dooorrr...!!


Aziz membi...dik kearah Kris dan pelayan berharap mengenai mereka dan ma..ti disana.


Tem..ba...kan.. selalu saja meleset karena Kris mampu menghindari nya. Kristian membawa Pelayan pergi dari sana dengan motorboat nya menuju Speedboat besar yang ikut mengejar Aziz sejak tadi.


"Bawa dia pergi dari sini."


Perintah Kris pada orang orang Charles yang berada diatas motorboat.


Sedangkan Felisya sedikit tertinggal di belakang sana"Sepertinya bahan bakar ku habis. Ah...!!"


Kesal Felisya memukul motorboat nya.


"Sial Dia cepat sekali."


pekik Rangga yang terus mengejar Aziz dengan motorboat nya.


Dooorrr...?! Doorrr?!. Dooorrr?!


Rangga terus menembaki Aziz namun selalu saja Aziz bisa menghindar.


Aksi kejar kejaran diatas hamparan laut lepas terus berlangsung.


Felisya yang kehabisan bahan bakar masih mengapung ditengah lautan.


Mengumpat kesal berkali kali.


"Jika terus mengumpat kau terlihat jelek sekali!."


"Apa?"


Felisya menoleh pada sumber suara.


Ternyata ada Geo dengan motorboat nya mengulurkan tangan pada Felisya.


"Naik lah."


Felisya mengulas senyum langsung meraih uluran tangan itu melompat berpindah pada motorboat milik Geo dan duduk dibelakang nya.


"Terimakasih Geo."


"Berpegangan?!."


"Apa??.."


Geo diam belum juga beranjak dari sana.


"Baik."


Ahirnya Felisya berpegangan pada pinggan Geo dan sial nya membuat jantung Felisya berdetub.


"Ya Tuhan.. Felisya kendalikan dirimu!!."


Umpat nya pada diri sendiri.


Motorboat melaju melesat diatas laut sesekali melompat menerjang gelombang dengan air laut yang tertiup angin.


Geo melesatkan motorboat nya dengan kecepatan tinggi mengejar Rangga dan Farel didepan nya.

__ADS_1


"Berpencar..!! Jangan sampai si brengs*k itu meloloskan diri." Pekik Jhose yang entah sejak kapan berada dibelakang Geo.


Orang orang Charles dengan helicopter mengudara diatas permukaan laut untuk ikut mengejar dan menembaki Aziz dari udara.


Dooorrr...!!! Dooorrr...!!! Dooorrr...!!


Aziz tidak membalas tem...ba...kan itu kemungkinan amunisi yang Ia bawa telah habis.


"Sial..?!" Aziz melempar sen...ja..ta yang Ia gunakan tadi kedalam lautan.


Speedboat milik Farel hampir mendekati Aziz seketika Farel melompat berpindah dari Speedboat miliknya menuju Speedboat milik Aziz.


"Brruuugh...!!!


Farel meng han...tam Aziz berkali kali.


" Bugh...?! Bugh...?! Bugh..."


Aziz membalas dengan me..nen..dang Farel hingga baku han...tam pun terjadi disana.


Rangga pun hampir mendekati Aziz dan Farel seketika melesat kan amunisi dari revolver kearah Aziz.


"Dooorrr...!!"Kena kau Brengse..kkk!!"


Pekik Rangga.


Rangga mengenai kaki kiri Aziz seketika Aziz pun tersentak.


"Gunakan ini..?!." Felisya berdiri di atas motorboat dengan berpegangan pada bahu Geo melempat tali pada Farel disana.


Farel meng...han...tam Aziz hingga sedikit tersudut.


Secepat itu Geo melompat mengikat kaki Aziz dengan sempurna.


"Apa yang akan kau lakukan??'


Farel melihat Geo melemparkan Aziz kedalam laut dengan kaki yang telah terikap pada Speedboat disana.


Byyyuuuuurrrr...?!


" Pergilah, Pertunjukan akan dimulai."


Farel melompat berpindah menaiki motorboat milik rangga sedangkan Geo melesatkan Speedboat itu dengan menyeret Aziz dengan kaki ter..ikat pada Speedboat nya.


"Kau bisa mem..bu..nuh nya Geo..!!!" Pekik Felisya.


Geo tidak mengidahkan ucapan Felisya, terus melaju melesatkan Speedboat nya dengan menye...ret Aziz diatas laut.


"Berhenti kau Brengseee... kkkk!!!." Pekik Aziz yang gelagapan dise..ret oleh Geo diatas laut.


"Geo, Kau benar benar sudah Gila!!."


Ujar Farel.


Geo terus menye...ret Aziz hingga anggota


ICPO-Interpol mendekati nya dengan Speedboat besar disana.


Seketika Anggota organisasi kepolisian internasional (ICPO-Interpol) meringkus Aziz disana.


Jhose berbalik arah mengikuti kakak nya pun ahirnya menaiki Speedboat disambut dengan anggotanya yang memberi hormat.


Thank you sir, we really appreciate your help?!


Ujar Farel dan Geo pada Jhose dengan bahasa formal disana.


We've been eyeing that villain for a long time, We should be the ones to thanks.


jawab Jhose dan anggota ICPO-Interpol lain nya.


***


Farel,Geo,Rangga,Kris dan juga Felisya melambai pada Jhose dan anggota ICPO-Interpol lain nya pergi dengan Kapal milik kepolisian internasional berlalu dari sana.


Perasaan lega dihati mereka kembali menaiki helicopter dengan Kris, Farel dan Rangga berada pada satu helicopter. Sengaja mereka membiarkan Geo bersama Felisya.


Dua Helicopter telah menunggu dibibir pantai siap membawa mereka kembali.


"Kembalilah kau bersama Felisya, Dia terlihat kuat tapi tetap saja dia itu wanita Geo."

__ADS_1


ujar Kris menepuk bahu Geo disana.


"Bye Felisya..sampai bertemu di Kairo."


Rangga mengerlingkan sebelah matanya pada Felisya kemudian melirik kearah Geo yang seperti biasa tidak ada ekspresi.


"Terimakasih Felisya."


Ujar Farel kemudian menaiki helicopter diikuti Kris dan Rangga yang kemudian melambai pada Felisya.


Helicopter mengudara meninggi menciptakan angin bergemuruh efek dari putaran baling baling.


"Hati hati.. Kami segera menyusul..?!"


Pekik Felisya.


"Menurut ku mereka terlihat serasi."


ujar Kris melihat pada Farel yang duduk di samping nya masih didalam helicopter.


"Aku tidak yakin Geo menyukai wanita."


Rangga menimpali.


"Hahahahaha."


Mereka pun tertawa puas menistakan Geo. Secara kapan lagi ada kesempatan begini pada nya.


Geo dan Felisya masih berada di bibir pantai dengan ombak kecil disana membasahi pasir tempat mereka berdiri.


Pilot telah siap untuk terbang kapan pun Geo memberi perintah.


Pilot tidak berani menoleh kearah Felisya dan Geo


hanya sesekali membuka layar ponsel nya yang tidak memiliki jaringan.


"Geo, kita akan kembali sekarang?"


Felisya memecah keheningan.


"Tidak, kita menginap disini."


"Apa?"


Felisya terperangah menoleh pada Geo juga pilot yang tidak sengaja mendengar ucapan Geo ikut tersentak.


"Kita akan pulang Felisya, kau itu bodoh sekali."


"Sebenarnya aku ingin sedikit lebih lama disini dengan mu."gumam Felisya dalam hati.


" Kau tidak suka?"


Melihar raut wajah Felisya yang berubah.


"Tidak, bukan begitu. Aku sangat lega semua berahir. Bahkan saking terharu nya sampai ingin menangis."


Felisya mengulas senyum pada Geo.


"Ayo pulang, Gadis bubur."


Sentuh Geo pada pucuk kepala Felisya kemudian pergi meninggalkan Felisya yang mematung menatap punggung tegap pergi di depan nya.


Felisya mengusap kepalanya."Perasaan macam apa ini?."


"Jika hanya terus diam disitu, Aku akan meninggalkan mu."


"Tunggu Geo..! Kau ketus sekali..!! Menyebalkan."


Felisya mengikuti Geo menaiki helicopter. Kemudian mengudara meninggalkan tempat itu.


Helicopter terus meninggi tidak ada pembahasan apapun disana, Seketika Geo mengulas senyum melihat Felisya yang terlelap.


Geo meraih Felisya menenggelamkan kepala Felisya masuk dalam dada nya.


-


-


Like...like...like...

__ADS_1


__ADS_2