
Felisya tampak gelisah didalam resto setelah kepergian Geo dan Farel beserta orang orang dari Charles baru saja.
Aisyah memilih mendo'akan mereka serta menenangkan diri dengan membaca kitab suci.
"Kau menghawatirkan nya?"
Senyum Charles pada Felisya kemudian menghisap cerutu disana.
"Tentu saja. Eh..tidak maksudku bukan begitu, sayang jika aku melewatkan dan tidak ikut andil dalam meringkus Aziz Yusra sang mafia itu."
Charles melempar revolver dari dalam jas nya.
Seketika Felisya menangkap dengan gesit disana.
"Pergilah."
"Sungguh?!".
Antusias Felisya.
" Aisyah akan aman bersama ku."
"Terimakasih. Aku pergi dulu."
"Pergilah, Geo belum begitu jauh dari sini."
"Baik."
Felisya menginjak pedal gas melesatkan mobil nya dengan kecepatan tinggi menembus malam.
Ciiii.....tttttt....?!
Felisya menginjak rem mendadak ketika tiba tiba mobil menghadang nya didepan sana. Hampir saja kepalanya ternentur akibat mobil yang berhenti tiba tiba.
"Siapa itu?"
Felisya diam diam meraih revolver pemberian dari Charles yang Ia letak kan di paha nya berjaga jaga untuk kemungkinan terburuk.
Felisya tetap diam ditempat nya mematikan mesin mobil pun belum beranjak sama sekali menunggu siapa yang menghadangnya didepan sana.
Dua orang pria keluar dari mobil dengan revolver ditangan nya menuju arah mobil Felisya.
Wajah nya sulit untuk dikenali akibat wajah gelap yang tidak tersorot lampu.
"KELUAR!!..Atau aku akan meng..ha...bisi mu?!."
Pekik salah satu pria itu memukul kaca mobil Felisya.
"Suara itu.." Gumam Felisya.
"Hahaha....Kau takut Felisya?"
"Puas kalian mengerjaiku." Gerutu Felisya keluar dari mobil membanting pintu.
"Lihat wajahmu, Jelek sekali?!."goda Rangga.
" Tutup mulutmu pak polisi?!. Kau sungguh menyebalkan."
"Aku tidak membawa seragam ku hingga kemari. Ini atas nama pribadi Felisya?!."
Felisya diam sejenak melihat pria disamping Rangga.
"Kris? kau Kristian bukan?kau juga kemari?"
"Hai Felisya. Apa kabar mu?"
"Seperti yang kau lihat Kris."
Kristian melihat Felisya membawa revolver ditangan nya. Mengulas senyum menggelengkan kepala.
"Ternyata kau berubah ya? Kau pernah berkata jika tidak tertarik dengan pria bule. Sekarang kau terlihat sangat mencemaskan nya."
__ADS_1
"Bergegas lah, kita susul mereka."
Ujar Rangga membuka pintu mobil Felisya bermaksud menyuruh Felisya masuk.
Wuuusshhh......!! Wuuusshhh....!!
Dua mobil melesat dengan kecepatan tinggi melaju meninggalkan tempat itu menuju Helicopter yang berada di tengah jalan lebar dikelilingi padang pasir hendak bersiap untuk terbang disana.
Ciiiiii....ttttttt...!!
Mobil berhenti, mereka pun keluar dari sana berjalan bertiga meraih ransel dan mengenakan kaca mata hitam bersama menaiki Helicopter.
"Kalian Siap?"
"Lets go!!"
Felisya, Rangga juga Kris menaiki Helicopter yang sama mengudara menciptakan angin bergemuruh meninggi menerbangkan jutaan bulir pasir dan debu disana.Helicopter terus mengudara meninggi jauh dari negara Mesir.
***********
Beralih ke Mansion Aziz Yusra.
Doorrr...?!
Doorrr...?!
Doorrr....?!
Baku tem..bak terus terjadi antara anak buah Aziz Yusra dengan puluhan orang dengan laras panjang mengepung tempat itu.
Orang Orang Sekertaris Rey dibawah perintah Felisya datang dengan Helicopter me..nyer..bu
me..nem...baki dari udara dengan laras panjang itu disana.
Doorrr... Doorrr.. Doorrr.. Doorrr.....!!!!
Doorrr...?! Doorrr...?!
Doorrr...?!
Aziz benar benar terdesak dengan anak buah nya yang silih berganti ter...ka...par disana. Sebagian dari mereka mengangkat kedua tangan menyerahkan diri tidak ingin ma...ti konyol.
Aziz bersembunyi dengan sambil terus me..nem..bak.
Geo mengendap endap memaduki Mansion dengan sesekali menghindari tembakan yang datang ke arah nya dari sen..ja..ta yang Aziz gunakan.
Doorrr..!! Doorrr..!! Doorrr..!!
Baku tembak terus terjadi antara Geo dengan Aziz.
"Bangs*at..!!"Aziz ter..tem..bak di lengan kiri nya.
" Menyerah lah!.Kau dikepung bodoh!!."
Pekik Jhose menggema di sana yang berjalan santai memasuki mansion dengan revolver ditangan nya.
Benar saja. Anak buah Aziz tidak lagi tersisa. Sekitar mansion telah dipenuhi Orang Orang yang berniat menangkap nya dengan sen..ja..ta.. lengkap. Sedangkan dari udara telah bersiaga Helicopter suruhan sekertaris Rey dibawah perintah Felisya.
Aziz pun ahir nya terdesak kemudian meraih pelayan yang duduk bersembunyi di balik tirai disana meletak kan pis..tol di kepala pelayan itu.
Aziz keluar dari persembunyian dengan pis..tol dikepala pelayan itu.
"MUNDUR..kalau tidak dia akan mati."
Pekik Aziz.
"Lepaskan aku tuan." Lirih pelayan ketakutan.
"Kau pengecut brengs*k..!!"
Umpat Geo.
__ADS_1
"Hahaha."
Tawa Aziz menggema memenuhi ruangan.
"MUNDUR...!!"
Pekik Aziz lagi.
"Doorrr..!!" Aziz melesat kan tem..ba...kan ke udara memberi peringatan pada semua orang yang mengepung nya.
Ahir nya semua mundur beberapa langkah membiarkan Aziz membawa pelayan sebagai sandra pergi dari sana.
"Jalan!!."
Pekik Aziz pada pelayan yang berada di rangkulan tubuh nya dengan pis..tol di kepala pelayan.
Aziz kabur dari sana melewati jalan rahasia yang ada di ruang kerjanya terhubung dengan bibir pantai.
"Sial dia kabur!."
Jhose menendang sofa disana.
Geo meraih radio HT."Farel, Aziz menuju kearah pantai. ikuti jangan sampai si brengs*k itu kabur kali ini."
***
"Bergerak..!"
Farel mendapat informasi itu bergegas memberi perintah pada bodyguard menuju speedboat.
Wuuusshhh...!! speedboat melesat di atas laut menuju tempat Aziz sekarang sesuai arahan dari tim yang berada di Helicopter disana.
Aziz keluar menuju bibir pantai menarik paksa tawanan nya menuju speedboat yang berada di pingir pantai.
"Jalan!!."
Aziz menaiki speedboat melesat meninggalkan pulau menuju tengah laut berniat kabur dari tempat itu.
Sampai di tengah laut, Aziz terperangah ketika puluhan motorboat dan satu speedboat tiba tiba menghadang nya terlihat dari kejauhan.
"Kau melupakan kami Sial an..?!"
Pekik Rangga dari atas motorboat menerjang hamparan laut yang luas.
Seketika Aziz berusaha berbalik arah namun terlambat karena Farel beserta beberapa bodyguard menghadang mereka dengan speedboat juga disana.
Farel mengulas senyum disana melihat kedatangan Rangga, Felisya dan Kris juga puluhan orang di atas speetboat yang mengepung disana.
Aziz melesatkan speedboat kecil nya yang hanya muat dua orang melewati celah disana dengan mengudarakan amunisi menembaki orang orang disana.
Doorrr..!! Doorrr..!! Doorrr..!
"Sial" Tembakan meleset karena Farel bisa menghindari dan mengejar Aziz dengan speedboat kecil sehingga begitu leluasa bergerak diatas laut.
Felisya mengejar dengan motorboat menerjang laut membidik Aziz disana.
Doorrr..!!
Tembakan meleset karena Aziz mampu menghindari nya.
Aksi kejar kejaran diatas laut turua terjadi.
Baku tembak antara mereka pun tidak bisa dihindari.
Doorrr... Doorrr.. Doorrr!!!!
Aziz terperangah ketika pelayang melompat kedalam laut ketika Aziz sedang lengah.
Byyyuuuurrrr......!!
"Kembali kau Brengse.......kkkkkk...!!!
__ADS_1