
Masih di dalam kapal pesiar. Di dek paling atas. Kamar luas dengan fasilitas hotel berbintang.
Keheningan menyelimuti kamar itu saat pasangan suami istri sibuk dengan layar lipat masing masing.
Sudah hampir tiga jam Geo belum juga selesai dengan pekerjaannya.
Felisya melirik Geo yang masih fokus di meja kerja nya.
Ehm..Ehm..
Felisya memancing agar Geo buka suara.Namun usaha nya gagal karena tetap saja Dia tidak bergeming.
Felisya menghela, terdengar dari cara nya bernafas.
"Tidurlah, aku harus bekerja."
Ucap Geo saat menurunkan Felisa dan membaringkan nya di atas ranjang.
"Aku tidak mau.Aku ingin melihat mu dari sini."
"Tetap disini dan jangan menggangguku."
Ucapan datar seperti tanda peringatan dari Gro sejak tiga jam yang lalu.
"Aku hanya akan disini dan bernafas untuk mu"
Krek.. krek..
Jam dinding terus berputar hingga tiga jam telah berlalu.
Felisya menutup layar lipat nya kemudian meringkuk membuat posisi senyaman mungkin dan terlelap.
Geo menghela pekerjaan nya selesai. Menutup layar lipat nya dan bangkit dari duduk mendekati Felisya.
"My wife. Pulas sekali tidur mu."
Mengusap rambut Felisya.
Felisya masih memejam, nafas nya teratur. Geo menarik selimut menutupi tubuh istri nya.
Felisya membuka mata.
"Geo, mana dia?."
Melihat meja kerja yang telah kosong.
Terdengar suara gemericik air di kamar mandi.
Felisya bangun dari tidur nya perlahan menuju kamar mandi.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka.
"Geo Kau didalam?"
"Kemarilah, bersihkan dirimu."
terdengar suara dari balik dinding kaca yang buram.
"Lanjut kan mandi nya. Aku menunggumu hingga selesai."
Meski aku istri mu. tetap saja aku malu jika mandi bersama. Ya, walaupun sebenarnya ingin juga sih! Hehe.
Tergelak dalam hati. Sambil menutup pintu kamar mandi.
"Aaauuu!!!!"
Pekik Geo hingga suaranya terdengar hingga keluar memenuhi kamar.
"Geo ada apa?Apa yang terjadi?"
Felisya mendengar teriakkan dari Geo, berlari masuk ke kamar mandi.
Felisya mengedarkan pandangannya Geo tidak ada di dalam sana.
"Geo, kau dimana? Apa yang terjadi?!."
Felisya panik.
"Eh?."
__ADS_1
"Aku hanya bercanda."
Geo memeluk Felisya dari belakang yang baru saja Ia bersembunyi di balik pintu.
Mendekap Felisya membuat pakaian nya menjadi basah.
"Geo kau jahat sekali!."
"Wajahmu pucat sekali tadi."
Ucapan Geo membuat Felisya bergedik merinding saat bibir Geo yang basah berbisik di telinga.
"Biasanya kau selalu tenang dan pemberani kan,?."
"Aku tidak lagi bisa menggunakan akal sehat jika berhubungan dengan mu, Kau tahu itu kan" Mengusap rambut Geo yang basah.
"Kenakan dulu handuk mu."
Sadar akan tubuh Geo yang polos tanpa sehelai pun.
"Nanti setelah kita mandi bersama."
Geo memutar tubuh Felisya mengukung bersandar di dinding kaca. Dengan tangan kiri Geo menopang
Apa? Mandi bersama?
Tangan kanan Geo memutar Kran. Shower mengguyur dengan deras nya.
Geo menyentuh lembut rambut panjang Felisya.
"My wife.,"
Senyum bahagia terpancar dari bibir nya.
"Geo, kau selalu membuatku jatuh cinta pada mu"
Mengusap pipi Geo. Muach..! Dan mengecupnya.
Tubuh Felisya membeku ketika bibir lembut itu menyentuh bibir nya. Bertaut berciuman di bawah guyuran shower dengan tangan kanan Geo memeluk nya mendekap erat dan tangan kiri mulai melepas resleting dress yang Felisya kenakan. hingga tanpa sadar dress itu terjatuh di lantai.
Tubuh putih mulus nan indah terawat terekspose sempurna.
Belahan dada yang menonjol membuat Geo melepas kait cup yang menutupi bukit ke..nyal itu. pun Ahir nya terjatuh dilantai.
"I love you Felisya."
Lirih Geo sambil menjelajahi telinga hingga lidah itu beralih di leher. Menciptakan tanda tanda dengan nafas Felisya yang tidak lagi beraturan.
"Geo"
De..sa..Han mulai mendayu menyebut nama nya.
Membuat Geo semakin menjadi meraih sabun cair menggosok lembut bukit keny.Al itu dengan lidah terus men..ji..Lat di leher.
"Geo.."
De..sa..Han Felisya semakin mengeras ketika lidah itu bermain diatas bukit keny..Al milik nya.
Menyesap dan mempermainkan pu..Ting disana.
"Ahhh..no..!"
Felisya me..re..mas rambut Geo.
Tangan Kiri terus me..re..mas bukit di sebelah nya sedangkan tangan kanan mulai me..Ra..ba kebawah sana.
Memainkan inti disana.
Dengan Lidah terus menyesap PU..Ting bukit itu membuat Felisya semakin men..de..sah mencengkram rambut Geo.
"Berpegangan lah di bahu atau leher ku."
Geo mengecup bibir Felisya dengan tangan kanan nya menahan ping..Gul Felisya.
Geo mulai menghim..pit Felisya, mendekatkan milik nya yang telah menegang sempurna.
Membelah menenggelamkan ke dalam inti disana.
"Aaa..hhh..."
Je..ritan kecil keluar dari bibir Felisya.
__ADS_1
Saat sesuatu memenuhi inti nya membenam sempurna di sana.
Terasa nikmat seirama dengan De..sa..Han Felisya, membuat Geo semakin menggila.
Memompa milik nya di bawah sana dengan ritme perlahan. Menikmati' setiap hen..takan.
"Aaa..hhh"
De..sa..han laknat memenuhi kamar mandi saat Felisa meledak mencapai pun..caknya. Geo semakin mempercepat permainan nya memompa menggoyangkan ping..Gul nya dengan tangan yang terus me..re..mas bukit mu..lus nya disana.
"Geo.."
Nama Geo di panggil berkali kali sebagai ekspresi nik..mat nya permainan kali ini.
Tangan Felisya yang basah menahan pada dinding kaca.
Saat ritme permainan semakin di percepat.
"Aa..hhh"
Geo terus me..mompa hingga sesuatu meledak di dalam sana bersamaan dengan Felisya.
Secepat kilat Geo menautkan bibir nya ber..ciuman meresapi hangatnya ledakan di dalam sana.
"I love you Geo."
"My wife."
Geo menautkan bibir nya lagi dan lagi.
"Turun kan aku. Aku bisa sendiri."
Geo menggendong Felisya keluar dari kamar mandi.
Sedangkan tangan Felisya mengalungkan di leher.
Geo tidak mengindahkan ucapan Felisya.
Ia merebahkan Felisya di atas ranjang.
Me..nin..dih di atas Felisya. Muach.. Muach..
Menciumi dahi hingga turun ke pipi dan bibir.
Tangan Geo masuk kedalam bathrobe meremas bukit itu disana.
"Eh? Kau mau apa Geo,?."
"Kita lakukan lagi."
"Lagi,?!."
Yang benar saja!
"Kenapa? Kau keberatan?."
Muach..
Geo mengecup dahi Felisya.
"Kau sudah berjanji untuk melakukan nya sebanyak yang aku mau kan?."
"Aaa.. Iya sih, tapi..."
Aaaaaaa
Geo benar benar melakukan nya lagi. Diatas ranjang King size hingga de..sa..Han kembali memenuhi ruangan. Goyangan dan hentakan membuat Felisya me..nde..sah berkali kali.
***
"Apa yang sedang dilakukan tuan Geo ya?."
Awak kapal berbicara pada rekan nya sambil menatap pintu kamar yang terkunci dari dalam.
"Berhenti penasaran dengan mereka, Jika kau masih menyayangi nyawa mu."
"Glek,"
" Baik senior.!
Bonus ya..
__ADS_1