Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 63


__ADS_3

Uma mengajak Aisyah masuk kedalam rumah untuk menemui Farel suami nya.


Perasaan berdebar terasa saat memasuki rumah panggung disana.


Pintu kamar terbuka,Farel tertegun saat netra nya


menangkap sosok wanita yang sangat Ia rindukan.


Senyum tulus Aisyah disana yang mulai mendekati Farel merendahkan tubuh nya duduk melantai disamping sang suami yang berbaring diatas kasur yang dihamparkan di lantai kayu itu.


Perasaan haru dan bahagia saat ini tidak bisa dilukiskan dengan apapun.Rasa syukur Aisyah ucapkan berkali kali atas karunia dari Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.


"Terimakasih Uma.." Senyum tulus Aisyah dengan mata berkaca kaca.


Uma hanya mengangguk meng iya kan.


"Aku sangat merindu kan mu."


Sentuh Farel pada jari lembut Aisyah kemudian mengecup nya.Desiran hangat bercampur haru dan bahagia disana.


Uma dan Felisya yang faham situasi berlalu meninggalkan mereka.


Aisyah menyentuh wajah Farel,mengusap rambut nya juga menghapus bulir bening yang lolos dari netra nya.


"Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu lagi." lirih Farel menarik Aisyah agar merendahkan tubuh nya memeluk Farel disana.


Kecupan lembut mendarat di dahi Aisyah. Menautkan bibir nya kemudian. Melepaskan rasa rindu yang selama ini dipendam.Tautan terjadi cukup lama melepas kan rasa rindu nya selama ini.


Farel meringsut menggeser tubuh nya agar Aisyah bisa tidur di sebelah nya.Aisyah pun ahirnya merebahkan diri di samping suami nya dengan kepala menyandar pada bahu Farel kemudian tangan kedua nya saling bertaut erat.


Farel menggenggam dengan tangan Aisyah menautkan hingga sela sela jari.


"Jangan pergi lagi..."


lirih Aisyah meninggikan alis nya melirik pada Farel.


Farel menggeleng kan kepala."Tidak akan."Farel semakin mempererat pelukan nya meresapi aroma tubuh Aisyah,mengecup pucuk kepala nya kemudian. Farel menatap langit langit kamar yang terbuat dari kayu,perasaan lega bercampur bahagia disana atas karunia yang Tuhan Semesta Alam berikan pada nya.


"Kak Farel tau,siapa yang menyebabkan ini?"


Farel mengangguk."Aziz.."


"Sedendam itu kah dia pada mu?apa yang kau lakukan pada nya hingga Ia bisa jadi begitu membenci mu?"Aisyah mengangkat tubuh nya menyandar pada dada farel.


" Akan ku ceritakan semua nya disaat yang tepat.Inti nya Aziz mengira jika saudara perempuan nya bunuh diri karena aku."


Farel belum mengatakan jika wanita itu sedang mengandung.


"Apa dia menyukai mu?tapi mengapa sampai bunuh diri." Aisyah merinding membayangkan wanita itu yang menyia nyia kan hidup nya.


Mengahiri hidup hanya untuk seorang pria.


Farel mengangguk."Kau tau?jika aku menyukai seorang wanita aku tidak akan mudah berpaling."


Farel menarik nafas nya panjang."Hanya Friska dan kau yang pernah aku sukai. Dia bagian dari masa lalu ku dan kau adalah masa depan ku!"


"Sedikit pun aku tidak tertarik dengan wanita yang kau maksud."

__ADS_1


"Siapa nama nya?"


"Nanti kau akan tau!." Farel memejamkan mata nya.


Aisyah tidak lagi bertanya,dia bukan tipe wanita yang mudah curiga atau penasaran dengan apapun yang bukan urusan nya.


Apapun masa lalu suami nya,biarkan saja berlalu.


Aisyah wanita dewasa bukan wanita kekanak kanakan yang selalu ingin tau apapun tentang pasangan nya.


Felisya bersama Uma meninjau pemasangan panel tenaga surya disetiap atap rumah para penduduk disertai lampu lampu penerang ruangan juga terpasang disana.Paket sembako juga telah diterima para penduduk yang jumlah nya tidak lebih dari 60 keluarga.


Felisya menyapa penduduk disana juga berpamitan hendak pulang hari ini.


Ucapan terimakasih berkali kali terucap dari bibir para penduduk atas apa yang mereka terima.


"Semoga Yang Maha Kuasa memberkati mu."


Sentuh kedua tangan wanita paruh baya pada wajah Felisya.


"Terimakasih untuk semuanya Uma, Kutitipkan saudara prempuan ku juga suami nya disini."


"Kami akan menjaga mereka"


Naray menimpali.


Felisya berbalik menaiki tangga rumah melesat menuju kamar merapikan barang memasukan nya kedalam ransel.Melesat meneju kamar tempat Farel dan Aisyah berada.


"Apa aku mengganggu?"


Felisya bertanya dibalik pintu.


"Tidak,masuk lah.."


Felisya membuka pintu,netra Aisyah menangkap Felisya dengan ransel besar dipunggung nya.


"Aku harus segera kembali,Cepat lah pulih.Aku dan Geo yang akan mengurus semuanya!" Felisya duduk dihadapan Aisyah.


"Balas Dendam bukanlah solusi terbaik,yang penting kak Farel selamat. Itu sudah membuatku sangat bersyukur." tutur lembut Aisyah.


"Aisyah kau ini terlalu Naif?!."


Felisya meninggikan suara.


"Aziz bukan orang sembarangan.Dia bagian dari buronan internasional.Salah satu pemasok senjata ilegal terbesar didunia. Juga penyelundup heroin ke berbagai negara. Dengan kata lain,dia bisa dikategorikan dalam Mafia!."


Farel menimpali.


"Hukum seolah tumpul jika menyangkut dengan nya. Hentikan Felisya,kau membahayakan diri mu?!"ujar Aisyah.


" Selama dia tau Farel masih hidup,selama itu pula dia akan terus mencelakai mu!! Ingat itu?!."pungkas Felisya.


Farel dan Aisyah tampak diam twnggelam dalam fikiran masing masing.


"Aku akan meminta bantuan seseorang."


"Siapa?"

__ADS_1


"Nanti kau Akan tau Aisyah?!" Senyum Felisya memperlihat kan giginya.


"Aku pergi dulu, Penduduk disini akan menjaga kalian dengan baik."


Felisya memeluk Aisyah kemudian berbisik."Bulan madu disini seperti nya tidak buruk,tapi jangan terlalu keras ya...karena kau akan membangunkan orang seisi rumah".Felisya mengingat Naray dan Jian saat malam pertama.


Kemudian Felisya mengerlingkan sebelah mata nya pada Aisyah.


"Apa yang kay fikir kan FELISYA...?!!!...."


Pekik Aisyah kemudian menarik rambut Felisya.


"Aauuu...Sakit...Sakit Aisyah... ?!"


"Lepaskan kumoho..nnn" Felisya menatap memelas pada Farel.Farel hanya bergedik.


Aisyah melepas kan kemudian.Felisya menaik kan dua jari nya tersenyum khas Felisya disana.


Aisyah meraih Felisya memeluk nya lagi.


"Aku menyayangi mu."


"Aa...Aku juga Aisyah..."


Pemandangan yang indah bagi Farel melihat rona bahagia diwajah Aisyah.Pertengkaran kecil diantara Aisyah dan Felisya menunjukan jika mereka saling mencintai.


"Kau mau kemana?"


Geo yang baru muncul mendapati Felisya membawa ransel nya.


"Aku harus kembali ke london."


"Secepat itu?"


Geo memicing kan mata nya.


Felisya mengangguk."Aku belum lulus,kau ingat?"


Felisya meninggikan alis nya.


"Aku akan mengantar mu."


Felisya refleks menoleh kearah Geo. Felisya bangun dari duduk nya mengikuti langkah Geo yang berjalan didepan nya tanpa bicara.


"Seperti nya mereka cocok"Farel mengulas senyum memandang pintu tempat Felisya baru saja berlalu dari sana.


Aisyah melihat Geo masih mengenakan arloji pemberian dari nya melinggkar di tangan kiri nya. " Semoga kau mendapatkan wanita yang baik yang mencintai mu sepenuh hati."batin Aisyah menatap arah yang sama.


-


-


Terimakasih sudah membaca..


Mohon maaf masih banyak kesalahan dan twmpo beterbaran..


Terimakasih untuk yang sudah Vote.. like.. dan komen ya..

__ADS_1


juga Terimakasih untuk yang meng kritik dan memberi saran..Masukan dari kalian sangat bermanfaat untuk ku..


__ADS_2