
FLASH BACK....
Malam sebelum peresmian Apartement.
Felisya melihat arloji sambil menginjak pedal gas melesat kan mobil nya melaju menembus jalanan dengan dikelilingi gurun pasir jauh dari kota Kairo.
Mobil terus melaju melesat jauh menuju sebuah mansion tempat dulu pernah Ia datangi.
Sampai di depan pintu gerbang mansion tampak dua bodyguard berjaga disana.
Felisya turun dari mobil.
"Selamat malam tuan tuan. Saya Felisya ingin bertemu dengan tuan Charles Monroe.."
bodyguard saling bertatapan kemudian menatap Felisya menelisik dari rambut hingga ujung kaki.
"Apa anda sudah membuat janji sebelum nya?"
"Tidak, maksud ku belum."
"Maaf nona, Pergilah dari sini. Tuan Charles tidak akan menemui anda."
"Katakan pada bos mu. Aku Felisya akan menghancurkan tempat ini."
"APA?!"
kedua bodyguard itu terperangah.
"Wanita ini cari mati rupa nya."
Bodyguard saling bertatapan kemudian menghubungi senior nya agar disampaikan pada tuan Charles Monroe.
"Katakan pada bos mu, aku akan meledak kan tempat ini."Geram Felisya.
" Apa anda sudah gila nona?! Pergi dari sini sebelum saya bertindak ka sar pada Anda!"
"Silahkan masuk."
Charles tiba tiba berada di sana menyuruh bodyguard membuka gerbang itu.
Bodyguard terperangah dengan ucapan tuan Charles.
"Masuk? Siapa wanita ini?." gumam bodyguard dalam hati.
Felisya berjalan cantik masuk kedalam mansion dengan sebelum nya menjulurkan lidah mengejek pada bodyguard disana membuat bodyguard begitu kesal.
Felisya terus mengikuti Charles hingga kedalam mansion dengan bodyguard yang ada di depan pintu utama sedikit membungkuk menghormati keduanya.
"Ada apa nona Felisya jauh jauh datang kemari."
Bertanya kemudian menghisap cerutu mengudarakan asap disana.
"Saya butuh bantuan anda."
"Bantuan ku?" Charles berkerut dahi.
"Aziz Yusra. Nama itu pasti tidak asing di telinga anda tuan Charles."
"Ada masalah?"
"Farel, suami dari Aisyah. Aku ingin membantu meeka." Berfikir sejenak. "Tidak, maksud ku aku harus membantu nya."
Bla...bla... bla.. ahirnya bercerita panjang lebar.
"Anda menyayangi Aisyah bukan? Aku pun begitu."
Tatapan memelas dari raut Felisya berusaha meyakinkan.
__ADS_1
"Haruskah aku memohon pada mu tuan Charles?"
Berbicara tidak formal agar terdengar lebih dekat.
"Dengan senang hati aku akan membantu kalian. Aku sedikit ada masalah pribadi juga dengan nya."
"Saya tau, perihal bisnis gelap antar pengusaha.
Tepat nya pesaing bisnis antar klan mafia."
Celetuk Felisya.
"Kau pintar seperti Ibu mu."
"Jangan bawa bawa nama Ibu ku tuan, Anda sudah menikah dan Ibu ku sudah tenang di alam sana.
Charles mengulas senyum samar disana.
" Tunggulah ."
Felisya berpamitan pada Charles, kemudian melesat dengan mobil nya melaju meninggalkan tempat itu.
************
Flash back off ....
"Kita lakukan malam ini."
Farel dan Geo menuju kamar tamu tempat Geo tidur semalam.
Cklek.
Geo membuka koper berisi beberapa amunisi mengisi nya pada revolver disana melempar kearah Farel. "Gunakan ini untuk berjaga jaga."
Farel menangkap dengan sempurna kemudian melepaskan pakaian nya bertelanjang dada meraih rompi anti peluru mengenakan nya disana.
meraih kemeja juga stelan jas hitam pun Ia kenakan juga kemudian menyelipkan dua revolver didalam jas nya disana.
Melirik Farel sambil mengenakan rompi anti peluru berlapis kaos ketat dengan jaket hitam diluar.
Tidak lupa sebelum itu menyelipkan dua revolver disana. Meraih ransel yang telah berisi beberapa sen...ja...ta..
"Kau siap berperang rupanya."
Farel meninggikan alisnya.
"Diam lah."
Geo keluar dari kamar diikuti Farel dengan Aisyah yang menatap khawatir pada kedua nya menunggu di depan pintu.
"Jangan cemas begitu, aku akan baik baik saja."
Farel mengecup dahi Aisyah.
"Jangan pernah membu*uh siapapun."
"Tidak akan."
"Jaga dirimu baik baik."
Aisyah meletak kan tangan nya di dada Farel.
Farel mengecup tanga Aisyah kemudian beralih pada dahi disana.
"Berhenti bermesraan didepan ku."
Celetuk Felisya.
__ADS_1
"Kau iri?" Aisyah mengulas senyum mengejak disana.
"Maka menikahlah dan lakukan bersama Geo."
Farel memicingkan mata nya melirik pada Geo yang sial nya hanya diam tanpa ekspresi
Wuush...Wuuusshhh...Wuuusshhh....!!!
Mobil mobil Ferrari melaju dengan kecepatan tinggi melesat menembus hening nya malam. Sebagian diantara mereka berpencar sesuai instruksi dengan radio HT yang saling berkoordinasi..
Mobil yang terus melesat menuju helicopter yang telah bersiap mengudara di lapangan luas diluar kota Kairo.
Seorang Pria berstelan jas hitam dengan kacamata hitam disana sudah menunggu kedatangan mereka.
"Kalian lama sekali." ujar jhose sambil melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya.
Geo dan Farel keluar dari mobil sport nya dengan gaya cool khas mereka disana.
"Kau siap?"
"Ayo kita lakukan."
Jhose menaiki Helicopter kemudian meninggi mengudara menciptakan angin bergemuruh disana. Diikuti dengan Geo yang menaiki Helicopter yang berbeda melesat mengudara meninggi juga di sana.
Farel pun juga menaiki Helicopter yang berbeda meninggi mengudara melesat jauh dari negara mesir
Helicopter mengudara satu persatu menderu menciptakan angin bergemuruh yang begitu besar di sana seperti akan menerbangkan apa saja ditempat itu.
Puluhan Helicopter kemudian berpencar sesuai instruksi dengan sebagian mengepung menuju pulau tempat Aziz berada sedangkan yang lain nya menuju pinggir pantai tempat speedboat disiapkan.
Geo dan orang orang nya mendarat di bibir pantai pulau milik Aziz disana. Tentu saja sebelum nya telah berdiri dibelakang mereka ICPO-Interpol tempat Jhose bekerja.
"Sial..!Ini sudah hampir pagi!" umpat Geo.
"Tetap lah siaga?!." Perintah Jhose pada anggota nya yang lain berjalan mengendap endap melewati pepohonan yang dari jauh telah terlihat penjaga dengan membawa laras pandang me..ma..tikan silih berganti berpatroli disana.
"Sekarang!!."
Doorrr...?! Doorrr..?!
Amunisi melesat mengenai para penjaga membuat panik di area mansion.
"Apa yang terjadi??" Pekik salah seorang anggota Aziz Yusra memeriksa rekan nya yang terka..par ber...lu...muran darah.
Tanpa aba aba seketika para penjaga dengan laras panjang mereka membalas se..ra...ngan tiba tiba itu.
Doorrr...?! Doorrr...?! Doorrr...?!
Tem..ba..kan meleset mengenai pepohonan dengan Geo dan Jhose bersembunyi dibalik pepohonan itu.
Helicopter menderu bergemuruh diatas mansion dengan anggota dari ICPO-Interpol mengudara disana menurun kan anggota dengan alat pelindung diri lengkap menggunakan tali masuk kedalan mansion.
"Tuan kita dikepung."
Kemanikan terjadi di dalam mansion membuat para penjaga disana sebagian keluar membawa laras panjang berlari tergesa memeriksa keadaan.
"Bangs*t...!!!"
Aziz mengumpat ketika membuka ponsel berniat melihat Cctv yang terhubung dengan ponsel nya namun tidak bisa.Tentu saja Aziz menyadari ada diantara orang kepercayaan nya telah berhianat memberitahukan keberadaan nya serta merusak akses Cctv.
Doorrr..?! Doorrr..?! Doorrr....?!
Baku tem..bak tidak terelak kan lagi antara Anak buah dari Aziz dengan anggota dari organisasi kepolisian internasional(ICPO-Interpol).
Orang Orang Sekertaris Rey dibawah perintah Felisya mengepung lewat jalur udara dengan per..sen..ja..taan lengkap disana.
Doorrr...?!..
__ADS_1
Doorrr...?!
Doorrr....?!....