Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 42


__ADS_3

Farel menyusun pakaian Aisyah kedalam lemari


"Tidak usah kak Farel,biar aku saja yang meyusun"


ujar Aisyah lembut.


"Tidak apa,aku hampir saja salah masuk ke kamar Felisya tadi.Beruntung ada namamu di depan pintu" balas nya.


Aisyah melepas mukena kemudian membantu Farel disana."Terimakasih."ucap Aisyah.


"Selasai" ujar Aisyah sambil menutup lemari.Ia melihat bayangan nya sendiri di depan cermin dengan lingerie melekat pada tubuh nya.


"Astaghfirullohal'adzim,kak Farel kau sungguh kurang kerjaan.


" Kenapa?"Farel mendekati istri nya,memeluk dari belakang pun terlihat bayangan mereka di cermin.


Aisyah menunjukan begitu banyak tanda tanda disana,mulai dari leher hingga bawah dada.


"Kau mau lagi?aku bisa buatkan lebih banyak." Sambil mencium bahu sang istri.Aisyah bersemu,wajahnya memerah.


Aisyah bergedik"Ini sudah pagi sayang"lirih Aisyah.


"Apa aku tidak salah dengar?kau panggil apa tadi?" tanya Farel girang.


"Tidak ada" jawab Aisyah.


"Sungguh?" bisik Farel dengan tangan Farel terus bergerilya ingin menyentuh apapun hal sensitif disana.


"Hentikan kak Fa.." Secepat itu Farel menutup mulut Aisyah dengan bibir nya bertautan disana semakin dalam dengan menikmati setiap sentuhan yang terus bergerilya di sana.Aisyah pun meremang.


Ponsel Farel berdering,Farel tidak mengidahkan itu,masih terus melakukan aktifitas disana.


Namun ponsel terus berdering Aisyah pun menyudahi itu kemudian meraih ponsel di meja rias memberikan pada Farel suami nya.


"Jawab dulu,mungkin penting" ujar Aisyah.


Farel pun mengangkat ponsel nya.Terdengar Ia menggunakan bahasa asing.ya..itu rekan bisnis Farel yang sedang menghubungi.Farel meraih layar lipat,membuka itu dengan raut wajah tampak serius.


Aisyah mengganti lingerie yang Ia kenakan dengan pakaian muslimah,duduk di meja rias untuk memoles wajah nya mempercantik diri dengan hijab pasmina senada dengan dress yang Ia kenakan.


***


"Ada apa Geo,sejak tadi kau hanya menatapku tanpa menyentuh makanan mu?" ujar Felisya yang telah menghabiskan satu mangkuk bubur akan lanjut untuk mangkuk ke dua.


Geo menggeleng seketika.Mengaduk bubur yang sudah tidak terlalu panas.


"Bukan begitu cara nya Geo...ini lebih nikmat tanpa diaduk." Felisya berbicara dengan bubur memenuhi mulut nya meraih sendok memasuk kan ke mulut nya lagi.


Felisya terus mengunyah hingga mangkuk yang ketiga.Geo melihat itu dengan mulut yang menganga keheranan,kemudian menelan ludah."Glek".


"Kau memakan semuanya?Astaga Felisya...?!"


Geo menggeleng kan kepala"Kau tidak wajar!?!"


Felisya mengherdik"Apa nya?"


"Itu?!Kau seperti wanita sedang mengandung Felisya!." Sarkas nya.


"Nyidam maksud mu???" tanya Felisya dengan mulut yang masih penuh.

__ADS_1


"Iya,semacam itu." Geo mengangguk mengiyakan


" WHAT??Tutup mulut mu..Geo!!"Ya Tuhan..Aku tidak pernah berinteraksi dengan pria manapun." ujar Felisya kemudian.


"Aku hampir sama sepertimu,ya..bisa dibilang mirip begitu." ujar Felisya sambil meniup bubur kemudian memasukan lagi ke mulut nya.


Felisya terus mengunyah sambil berfikir sejenak.


Glek..Felisya menelan suapan bubur terahir.


"Tidak..tidak..Geo?!.Aku menarik kata kata ku lagi.Aku sama sekali tidak mirip dengan mu.Kau pernah berpelukan dengan Ainsyel bukan?seperti nya itu bukan untuk yang pertama kali."ujar Felisya sambil meneguk air mineral.


" Dia yang memeluku Felisya, tidak kah kau lihat?"


Felisya mengherdik kan bahu"Bukan urusan ku Geo,jika kau pun pernah melakukan lebih dari itu."


Geo merentangkan tangan nya"Jika kau mau,kau bisa melakukan hal yang sama"Geo dengan nada terdengar mengejek.


"No Geo..yang benar saja?!" Felisya bergedik membayangkan berpelukan dengan Geo "Hiii...tidak..tidak..itu mengerikan!"


Pedangang bubur dan pembeli lain nya memperhatikan mereka yang memang menggunakan bahasa asing terlihat bingung.


" Pak tolong bungkus semua untuk ku."ucap Felisya pada pedagang bubur.


"Baik nona." Pedangang itu dengan cekatan membungkus tiap porsi dengan kotak makanan.


Felisya sudah terbiasa dengan hal itu,Pedagang bubur pun tidak bertanya untuk apa Felisya membeli hingga empat puluh lima porsi.


Pesanan sudah siap pedagang itu mengantarkan sampai mobil yang terparkir di seberang jalan.


Felisya mengikuti pedagang itu dan memberikan beberapa lembar uang disana.


"Sama sama." Felisya tersenyum.


"Untuk apa kau membeli bubur sebanyak ini?"Geo menggeleng keheranan sambil meletak kan bubur di dalam dashboard mobil karena bagasi sudah penuh dengan karung dan sebagian kotak bubur disana.


Felisya tidak menjawab Ia hanya menaikan dua jari " Sorry" Felisa tersenyum memperlihatkan gigi nya.Duduk meraih kotak bubur pada dashboard meletak kan di sebelahnya.


"Jaalaann.."


Geo mengikuti perintah Felisya dengan sedikit kesal,meninggalkan tempat itu.


"Berhenti Geo." ujar nya,Geo pun lagi lagi menuruti perintah Felisya.


Felisya keluar dengan membawa beberapa kotak bubur ditangan nya.


"Mau apa lagi dia?" gumam Geo.


Geo tertegun ketika melihat dari kejauhan Felisya membagi bagi kan kotak bubur itu pada tukang parkir,security juga Ia berikan pada orang yang berpakaian lusuh sepertinya sedang meminta minta dan beberapa orang lewat juga yang sedang duduk disana.


Geo mengulas senyum.Terlihat Felisya melambaikan tangan pada mereka.


"Jalan lagi Geo."ujar nya antusias.


" Kau baik sekali Felisya. "Gumam Geo.


" Apa Geo?kau mengatakan sesuatu?"Felisya menoleh ke arah Geo.


Tidak ada jawaban dari lawan bicara.Geo terus mejajukan mobil nya.

__ADS_1


Geo menepi kan mobil tanpa diperintah.Geo menunjuk pada anak jalanan di sana.Felisya keluar meraih kotak bubur dalam bagasi,hanya menyisakan beberapa disana untuk dibawa pulang,kemudian memberikan pada anak anak itu.


"Terimakasih kak.." ucap mereka.


"Sama sama." Felisya tersenyum melambai pada anak anak itu.


"Felisya kenapa tidak kau berikan saja semuanya?" tanya Geo.


"Itu untuk orang dirumah Geo,juga si pengantin baru.Untuk menambah stamina."tersenyum senyum sendiri sambil menggoyangkan tubuh nya blingsatan dengan mata melirik ke kiri dan ke kanan.


" Astaga Felisya?!!!..Apa yang kau FIKIRKAN?"


"Berhenti memikirkan Farel dan Aisyah?!."


Ketok Geo pada dahi Felisya.


"Aaauuu..Sakit Geo?!,Kau Menyebal kan sekali."


Gerutu Felisya memajukan bibir nya.


Mobil melaju hingga menuju rumah Aisyah. "Sudah sampai,Terimakasih Geo."


"Hm" Geo membuka bagasi membawa karung berisi ubi masuk kedalam untuk diletakkan di dapur.


"Assalamu'alaikum." sapa Felisya mininggikan suara.


"Wa'alaikumsalam" jawab penghuni rumah yang sedang berkumpul di sofa,entah apa yang sedang mereka bahas.Mata semua orang tertuju pada Geo yang mengangkat karung disana.


"Geo?" Kris mengulas senyum mengejek."Dimana gaya mu yang cool seperti biasa?Kau terlihat seperti kuli panggul?!."hahaha Kris menistakan Geo.


"Makanan apa yang kau berikan Felisya? hingga Geo jadi penurut begitu?" Kristian puas menistakan Geo,kapan lagi ada kesempatan begini.


"Tutup mulut mu Kristian!!" Geram Geo.


Kristian semakin terbahak bahak.


"Ssstttt" Felisya menempelkan jari telunjuk pada bibir nya."Hentikan Kristian, Geo sedang menstruasi!."


"APA?!!.." Geo tersentak menjatuhksn karung di lantai.


Semua yang ada disana tertawa puas dibuat nya.


Geo bergedik menuju kamar membersihkah diri.


Menyiram tubuh atletis nya disana.


Sambil mengulas senyum mengingat kebodohan nya tadi.Ada sedikit luka di hati yang perlahan memudar,tanpa Geo sadari.


Felisya membagi kotak bubur untuk mereka yang sedang duduk di sofa."Ini enak sekali sayang."ucap nyonya Ramadhian.


Felisya mengangguk mengiyakan.Farel dan Aisyah keluar dari kamar mendekat dengan perlahan menuju mereka.


"Selamat pagi sayang,kau semakin cantik." ucap nyonya Ramadhian.


"Selamat pagi mom." Aisyah tersenyum ramah.


"Aisyah berjalan pelan sekali,ada apa ya?" gumam Felisya.


"Sepertinya burung camar sudah mendarat pada rerumputan liar" hahaha ucap Felisya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2