
Tim yang bertugas untuk mengidentifikasi korban meninggalkan tempat kejadian.
"Sudah sore,sebaik nya kita tinggalkan tempat ini.
Esok kita lanjut kan lagi."
ujar Geo sambil memasang alat pengaman untuk menaiki tebing.
"Baik lah."
"Kau naik lah lebih dulu,aku mengikuti di belakang."
"Kalian lewat jalan lain ke arah selatan..?!! sekitar dua puluh menit kalian bisa sampai di pinggir jalan." salah satu polisi berteriak menggunakan speaker toa sambil menunjuk arah disana.
"Baik.Terimakasih." Teriak Felisya
"nyaring sekali suara mu."
Geo melepas kan alat pengaman pada tubuh nya. Melesat melangkah di depan Felisya melewati semak semak dengan pohon pohon disekitar yang menjulang tinggi.Terus berjalan mengikuti kompas ke arah selatan.
"Hati hati Felisya, lihat kemungkinan ada ular di sekeliling mu."
"Lalu??Aku harus berteriak ngeri kemudian merengek meminta mu memeluk ku,Geo???"
"Ya Tuhan....Kau menakuti orang yang salah?!."
"Yang pasti aku tidak akan menggendong mu!."
"Kapan aku memintamu menggendong ku Geo.." Pekik Felisya menggelaengkan kepala kemudian. "Ya Tuhan.."
Geo mengulas senyum disana terus berjalan melewati hutan yang mungkin sangat jarang bahkan tidak tersentuh tangan manusia.
"Geo,lihat itu?!."
Geo melihat monyet yang lari bersama kawanan nya menjauhi Geo dan Felisya disana.
"Mereka takut pada mu Geo.."
"Mungkin." Geo terus berjalan dengan Felisya terus mengikuti di belakang nya.
Hening..Keduanya terus berjalan hingga langit yang semakin gelap.
"Berhenti sebentar Geo."Pekik Felisya.
" Cepat lah..kau lambat sekali."
"Aku lapar." lirih Felisya.
"Lalu?!" Geo mengherdik kan bahu seolah berkata tidak ada yang bisa di makan disini,semua hanya daun dan batang pohon di sekelilingnya.
"Duduk lah Geo." Felisya duduk di atas akar kayu besar membuka ransel nya mencari sesuatu di dalam sana.
Geo mengikuti perintah Felisya duduk di akar pohon besar yang seperti biasa Geo seolah tersihir oleh ucapan Felisya, hingga tidak mampu membantah lagi.
"Ini untuk mu."
Felisya mengeluarkan sepotong roti,kemudian membelah nya jadi dua memberikan sepotong untuk Geo.
"Tidak, untuk mu saja.
" Geo,aku tidak mampu menggendong mu jika kau
kelaparan dan tidak sadarkan diri..?!!."
"APA??..Astaga Felisya, apa yang kau bicarakan??"
Geo meraih roti yang disodorkan Felisya kemudian memasukkan ke mulut nya."Aku makan sekarang!."
__ADS_1
Ini adalah makanan pertama yang mengisi perut Geo sejak kemarin.Entah kenapa Geo tidak merasa lapar sedikitpun sejak mendapatkan kabar tewas nya Farel.
"Hahaha..Kau lucu sekali Geo,Kau benar benar menggemaskan." Tertawa dengan mulut penuh roti secepat itu Felisya menutup mulut nya.
Geo memperhatikan Felisya yang terus saja menertawakan diri nya,mengoceh ke sana kemari dengan mulut yang terus mengunyah.
"Kau terlihat menggemaskan."gumam Geo dalam hati.
"Maaf..Geo..maaf.."
Felisya menutup mulut dengan mata melirik ke kiri dan ke kanan.
"Felisya?"
"Hm?!apa?"
"Siapa sebenar nya dirimu?"
"Maksud mu??" Felisya memajukan wajah nya membuat Geo secepat itu berpaling.
"Bodyguard.. Helicopter... Nona...Selamat datang?!"
Geo menatap Felisya penuh selidik.
"Aku Felisya yang biasa Geo..Wanita biasa dari desa..Felisya saudara Aisyah!"Felisya bangun dari duduk berfikir sejenak.
" Geo..apa kau enggan untuk berteman dengan ku jika aku bukan orang biasa dan memiliki banyak musuh?"
tanya Felisya merendahkan suara nya menatap Geo.
"Aku akan menjaga mu." Geo bangun dari duduk berlalu melangkah ke depan dengan Felisya yang masih terpaku mencerna ucapan Geo.
"Geo menjaga ku?" batin Felisya.
"Cepat Felisya, Apa yang kau fikirkan?? ini sudah hampir malam,bagaimana jika binatang buas menggigit mu?"
Felisya mengejar Geo yang terus berjalan kesana.
*****
Rangga mempersilahkan Geo duduk di sofa hotel tempat nya menginap.
"Duduk lah."
Geo duduk di sofa,meraih map diatas meja kemudian membaca nya.
"Aku menemukan sisa tulang didalam taxi.Semoga saja DNA nya tidak cocok dengan Keluarga Farel.artinya Farel tidak berada di dalam mobil.Namun jika sebalik nya Farel benar benar tewas disana" ucap Rangga dengan nada serius.
Geo menghela menyandarkan tubuh nya di sofa.
"Kapan hasil DNA nya keluar?"
"Besok.Aku sudah mengirim orang untuk mengambil sampel milik tuan Ramadhian dan sisa tulang belulang dari korban."
"Oh ya Geo,Aku juga menemukan bangkai ponsel keluaran terbaru di sekitar kejadian.Sepertinya itu milik Farel,teman ku." ujar Rangga kelu.
"Apa?!!.."dada Geo tiba tiba terasa sesak.
"Menurutku Farel bukan kecelakaan namun dicelakai?!"lirih Geo.
Rangga mengeryitkan alis,menyentuh rahang nya tampak berfikir sesuatu.
"Bisa jadi."
"BOM"
"What?!!" Rangga terkesiap.
__ADS_1
"Cari tau sedetail mungkin,kau jangan mempermalukan jabatan mu." Geo menunjuk dada Rangga menekan kan jari telunjuk nya disana kemudian berlalu keluar dari hotel meninggalkan Rangga yang terkesiap dengan ucapan Geo dan masih diam tampak berfikir sesuatu.
"Wanita mu cantik dan terlihat serasi dengan mu."
ucap Rangga namun tidak ada tanggapan dari Geo yang terus pergi menjauh dari sana.
***
Felisya menginap di salah satu hotel di kota samarinda.Merebahkan diri di ranjang dengan tubuh yang masih terbalut bathrobe merentangkan tangan nya disana.
Felisya meraih ponsel nya mengetik pesan disana.
"Geo aku ingin bicara."
Felisya menunggu balasan dari Geo,lama sekali.
Felisya mengetik pesan lagi.
"Penting!!".
Tidak ada balasan juga."mungkin Geo sudah tidur"
gumam nya.
Felisya melesat meraih piyama di dalam lemari hotel dan memakai nya.Seseorang telah menyiapkan pakaian juga perlengkapan make up disana.Siapa lagi jika bukan sekertaris Rey yang selalu mengurus nya dengan baik.
Tiiit..
Tiiitt...
Seorang menekan bel disana.Felisya menuju pintu dan membuka nya.
"Geo..?!Mau apa kau kemari?"
Felisya meninggikan suara melihat Geo dengan mengenakan piyama menekan Bell disana.
"Kau sendiri yang mengatakan jika ingin bicara dengan ku." Geo masuk kedalam kemudian merebahkan diri di sofa.
"Benar juga."
"Apa yang ingin kau bicarakan,cepat katakan aku sangat lelah."
"Aku menemukan ini di sekitar bangkai taxi itu."
Felisya memberikan bekas peluru yang telah hangus dengan sedikit bekas lelehan ban yang terbakar.
Sepersekian detik Geo meraih itu dari tangan Felisya memperhatikan bekas amunisi disana.
"Sesuai dugaan ku.Ini bukan kecelakaan namun sengaja dicelakai,kemungkinan perjalanan bisnis ke kota Bontang hanya alibi seseorang yang sengaja merencanakan ini semua."
Geo tersentak,memejamkan mata membayangkan taxi yang terus dihujani tembakan juga mengenai ban dan melesat berguling disana.
Geo langsung menghubungi seseorang"Cari kemungkinan ada sisa sisa dari bom yang terdapat di bangkai taxi itu.
"Besok tim ahli Forensik akan membantu kita,Membuka tabir dibalik insiden ini dan menemukan kenyataan Farel hidup atau mati."
Tegas Felisya.
"Baik Geo..?! sampai jumpa besok!!keluar dan tidur di kamar mu!.Aku tidak nyaman ada pria yang masuk ke kamarku sedangkan kita bukan muhrim.?!"
"What?! muhrim?!..Astaga Felisya... Berhenti berfikir yang tidak tidak?!...AKU TIDAK AKAN MENIDURI MU..." Pekik Geo.
"BODOH" Geo bergedik ngeri keluar dari kamar Felisya.
-
-
__ADS_1
Mohon dukungan nya kawan...Terimakasih sudah membaca..