
Mobil memasuki area parkir apartement mewah di kota Kairo.Geo masuk kekamar apartement nya,melepaskan pakaian dan membersihkan diri di kamar mandi.Berendam air hangat untuk melepas lelah hari ini.
Tidak butuh waktu lama Ia menyelesaikan aktifitas nya di kamar mandi.Mengenakan piyama kemudian merebahkan diri di atas ranjang.
Geo meraih ponsel menghubungi seseorang.
"Kau bersenang senang disana?"
Apa kau merindukan ku?jawab pria yang jauh di sana.
"Cih..!!!!!apa kau sudah gila?" Geo berdecak.
"Hahlaha ada apa?apa ada yang menarik?" Tanya Farel.
"Apa Kau tidak membaca berita di ponsel mu???..
Astaga!!!"
"Disini di desa,agak kesulitan sighnal untuk akses internet" Jawab Farel.
" Manager mu sudah mendekam di penjara!,ini tentang penghianatan dan penggelapan dana material juga kerja sama nya dengan khamed."
Geo menceritakan semua nya kejadian tadi siang.
"Sudah ku duga!" jawab Farel.
"Kau menyadari nya mengapa tidak melakukan apapun????...." tanya Geo geram.
"Khamed mungkin tidak akan tinggal diam,BERHATI HATI LAH..!" Nada peringatan muncul dari mulut Farel.Ucapan itu menandakan tanda bahaya untuk Geo.
"Aku mengerti."Geo terdengar mendesah.
"Tentang calon istrimu...Ia wanita yang sangat baik.bahkan terlalu baik untuk mu.
Demi Tuhan jangan pernah kau menyakiti nya."
tutur Geo dalam hati.
Geo mematikan ponsel nya mengutuki pikiran nya sendiri."mengapa jadi sepenasaran itu dengan Aisyah!"
"huh.."Geo mendesah...kemudian terlelap.
****
Sepertiga malam Aisyah bangun mengambil Air Wudhu dan melaksanakan shalat sunnah yang biasa Ia kerjakan untuk mengingat,memohon dan mengadu pada Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Ucapan rasa Syukur atas semua yang Allah SWT berikan kepada nya.
Juga tentang rasa syukur nya bertemu dengan seorang pria.Yaitu jodoh yang sudah Ia tunggu sejak lama.
Aisyah memohon pada Tuhan nya agar dilancarkan segala hajat dan urusan nya.Selangkah lagi Ia menyandang gelar Doktor.
"Bismillah.."
Di belahan bumi yang lain
Di sepertiga malam terakhir Farel melaksanakan shalat sunnah dan membaca kitab suci,sambil menunggu waktu subuh.
Seseorang dari luar pintu kamar mendengarkan lantunan ayat ayat suci Al-QurAn.
Sebelumnya Bu Inah tidak sengaja mendengarkan,namun ketika Bu Inah ke dapur mengambil air minum,terdengar suara lantunan ayat suci kemudian Bu Inah mendekati sumber suara.
__ADS_1
Bu Inah yang merasa sangat bersyukur,Ia semakin yakin jika Farel pria yang baik.
Bu Inah berlalu mengambil air Wudhu dan membaca Ayat suci di sudut ruang keluarga tempat faforite nya.
Setelah melaksanakan Shalat subuh,dentingan suara peralatan dapur terdengar.
Di jam segini Bu Inah beserta asisten rumah tangga nya melakukan tugas rutin di dapur seperti emak emak pada umum nya.
Ponsel Bu inah berdering.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam bu...Aisyah merindukan ibu."
suara antusias dari sana.
"Sedang apa kak Farel di sana?" Tutur Aisyah dalam hati,tidak berani menanyakan nya pada Ibunya.
"Nak Farel sedang di taman,tempat faforite mu jika pulang ke rumah,ini Ibu sedang menyiapkan teh hangat untuk nya.Ahir ahir ini cuaca sangat dingin." tutur ibu panjang lebar seperti memahami fikiran anak nya.
"Aku tidak menanyakan nya Bu..." Aisyah malu malu.
"Nak Farel pria yang baik,Ibu menyukai nya."
"Terimakasih bu.."Aisyah merasa lega.
"Jaga diri mu nak,Assalamu'alaikum"Bu Inah mengahiri panggilan nya.
"Wa'alaikumsalam."jawab Aisyah.
Farel berada di taman depan rumah Aisyah.
Ia melihat orang orang di desa lalu lalang membawa peralatan perkebunan.
"Diminum teh nya nak?"Bu inah meletak kan nampan berisi dua cangkir teh dan cemilan di meja taman lalu duduk di kursi.
Farel menoleh kebelakang,Sambil tersenyum.
"Terimakasih bu"
Farel mendekati Bu Inah kemudian duduk di samping nya.
"Jika Aisyah pulang,setiap pagi Ia kemari."raut wajah Bu Inah seperti sedang merindukan anak nya.
"Jika Ibu tidak keberatan,besok kita ke Kairo."
" Besok?"tanya Bu Inah memastikan.
"Iya Bu...besok." Farel menatap ke depan.
"Farel akan persiapkan semuanya,besok kita berangkat bersama bu.."
"Farel mohon Do'a restu dari Ibu,secepatnya Farel dan keluarga ingin melamar Aisyah di Kairo.
Farel mencintainya Bu.." Tutur Farel dengan tulus.
"Ibu dengan senang hati merestui kalian." Bu Inah menitikan Air mata.
Kemudian Farel mengusap air mata nya dan berkata"Saya juga sangat menyayangi anda bu"
"Terimakasih"
__ADS_1
***
Geo bangun dari tidurnya,membersihkan diri berganti pakaian dengan stelan jas dan mengenakan sepatu mengkilap.Berdiri mengenakan dasi di depan cermin sambil mengagumi ketampanan nya.
"Setampan ini kah diriku?sungguh konyol jika aku tidak laku!!." Geo mengingat ingat kata kata bodyguard dan Ainsyel kemarin.
Geo meraih ponsel dan tas berisi layar lipat nya.
Bergegas memasuki lift dan keluar dari apartement.Mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku nya.
bip bip..
Mobil melaju meninggal kan apartement menuju kantor tempat Ia bekerja.beberapa pasang mata memandangi Geo dengan takjub dan sedikit membungkuk tanda menghormati.
Geo masuk kedalam lift menuju ruang kerja nya.
Masuk kedalam dan duduk di kursi kebanggaan nya.
Ia memanggil Almoora menggunakan telephone kantor yang berada di meja kerja nya.
Tok..tok..
"Masuk" Geo berbicara sambil fokus pada layar lipat nya,tanpa menoleh ke arah pintu.
Almoora membawa setumpuk dokumen yang Ia minta,meletakkan di atas meja kerja Geo.lalu duduk tanpa ada yang mempersilahkan untuk duduk.
"Ada kabar dengan Kristian?." Almoora dengan raut wajah yang tidak seperti biasa.
"Ini di kantor...!lupakan masalah pribadi!!" tegas Geo.
"Menyebalkan!!" Almoora keluar ruangan dengan memajukan bibir nya merancau entah sedang memaki siapa.
Geo tidak memperdulikan Almoora yang tampak sangat kesal.Ia membuka dokumen di atas meja kerja nya dan memeriksa satu persatu.Kemudian fokus pada layar lipat nya.
Almoora dan Geo sudah lama saling mengenal sejak Farel merintis perusahaan itu.
Semakin lama perusahaan Farel semakin berkembang.
Geo mendapatkan kepercayaan khusus untuk mengelola perusahaan Farel yang berada di kota lain.Geo kembali untuk menggantikan Kristian yang pergi belum juga kembali.
Almoora memasuki ruang kerja nya dengan sangat kesal.
"Huh..dasar Geo manusia paling menyebal kan."
Ia sungguh merindukan Kristian.Karena sering nya bertemu.
Almoora mulai menaruh hati pada Kristian.Sekarang Kristian pergi dan belum juga kembali.
Almoora yang sudah berusaha menghubungi Kristian tidak pernah ada jawaban.
Ia gelisah saat mendengar kabar jika Kristian pergi mengejar seorang gadis ke negara nya.
.
.
Vote vote vote
Terimakasih kawan sudah membaca cerita ku..
mohon maaf banyak kesalahan dan tempo yang bertebaran..mohon dukungan nya ya..
__ADS_1
Terimakasih..